
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
💞💞💞💞💞
Tidak seperti biasa nya pagi ini tini ikut belanja di tukang sayur yang keliling setiap pagi. Karena biasa nya tini maupun ibu siti jarang sekali belanja sayuran di tukang sayur keliling, bisa di hitung dengan jari mereka mau belanja. Biasa nya hanya tinggal makan di rumah delia dan tinggal mengambil bahan makanan delia, tak jarang juga mereka beli di warung nya bu ambar.
Saat ini banyak ibu - ibu yang sedang berbelanja, ada delia dan mpok onah juga dan tak ketinggalan bu eka si biang gosip. Tini datang dan ikut memilih sayur - sayuran sambil mulut nya bicara asal ceplos.
" Tumben mbak tini belanja ? apa sudah bosan makan di warung nya bu ambar ?" Tanya ibu eka.
" Iya nih mbak, kata nya orang kaya dan gak level belanja bareng kita di tukang sayur keliling seperti ini " Ucap salah satu ibu - ibu.
" Tidak apa - apa dong bu sesekali saya belanja di sini, berbaur dengan ibu - ibu. Lagi pula mau ke supermarket saya malas banget, hari ini lagi pengen masak sendiri karena sudah lama tidak masak bu. Biasa nya kan beli di warung nya bu ambar sama di restoran langganan keluarga. Suami saya setiap pulang kerja mampir ke restoran dan beli makanan untuk di bawa pulang " Ucap tini menyombongkan diri.
Delia dan mpok onah yang tahu jika ucapan tini adalah kebohongan lebih memilih diam, mereka berdua malas pagi - pagi ribut dengan tini.
" Wah enak banget sih jadi mbak tini, suami mbak tini pasti gaji nya besar banget ya. ?" Tanya ibu - ibu yang lain.
" Ya begitulah bu " Jawab tini singkat sambil mengumbar senyuman nya.
" Oh iya mbak, sudah sampai mana persiapan pernikahan harun ? Denger- denger pesta nya nanti mewah ya mbak? Pasti nanti bakalan jadi pesta pernikahan termewah di kampung kita, secara rani anak pak lurah dan harun juga anak keluarga kaya. Pekerjaan harun sudah bagus, gaji juga bagus duh gak salah pokok nya harun mendapatkan istri anak nya pak lurah " Ucap ibu eka mulai ikut bicara.
Tini tersenyum puas mendengar sanjungan dari ibu eka, orang - orang kampung mengira jika keluarga tini orang berada, semua nya lulusan sarjana. Memang amar dan kakak adik nya semua lulusan sarjana, suami tini juga seorang sarjana dan rani yang mereka tahu juga sarjana. Hanya delia saja tang tamatan sekolah sampai SMP saja.
" Iya dong bu, keluarga ku kan semua sarjana. Suami ku sarjana, calon nya harun juga sarjana hanya istri nya amar saja yang tamatan SMP. Tapi no komen lah bu ada orang nya disini nanti dikira saya ipar yang lemes, sekarang mending saya selesaikan belanja inu terus ke salon merawat diri agar suami makin cinta " Ucap tini sambil melirik delia yang masih memilih sayuran.
Mpok onah sudah tidak bisa menahan diri nya lagi, mulut nya sedari tadi gatal ingin ikut menimpali ucapan tini yang sedari tadi menyombongkan diri dan menyudutkan delia.
" Huhhh... sok - sokan mau kesalan padahal dompet saja nipis. Jangan banyak gaya kalau dompet tidak ada isi. Suami mu benar sarjana, tapi apa kamu yakin suami mu bekerja di kantoran ? " Tanya mpok onah tersenyum sinis ke arah tini.
" Apa maksud mu bicara seperti itu ?" Tanya tini sambil mata nya melotot.
__ADS_1
" Tidak ada maksud apa - apa, tanpa ku jawab pun kamu sudah tahu. Apa perlu aku jawab disini agar semua ibu - ibu tahu dan kamu juga malu. Dan lagi sok - sokan bilang belanja di supermarket, supermarket mana ?supermarket samping rumah ku alias rumah delia !!" Seru mpok onah.
Tini kesal dan hampir saja melempar mpok onah dengan menggunakam kentang dan tomat, namun langsung di cegah oleh pedagang nya.
" Jangan merusak sayuran saya atuh neng, saya beli pakai modal. Kalau neng tidak mau belanja mendingan balik sana, sedari tadi neng cuma ngerumpi aja kagak milih sayuran mana yang mau di beli. Ibu - ibu juga cepetan atuh belanja nya, saya mau keliling lagi " Ucap tukang sayur menengahi perdebatan.
Tini langsung pergi dan tidak jadi belanja, delia dan mpok onah hanya menatap kepergian tini sambil menggelenkan kepala nya. Sedangkan ibu - ibu yang lain menyoraki tini dan membuat tini semakin kesal.
********
" Loh bukan nya ini akun fb nya mbak tini ? haduch bagaimana ini? dia order tas di olshop ku " Seru delia terkejut saat memeriksa ponsel nya.
Tini memesan tas di online shop delia , tas yang di pesan tini seharga 490 ribu. Delia takut jika dia mengambil orderan dari tini , tini akan tahu jika yang punya online shop adalah delia namun jika tidak di ambil pasti tini akan kecewa dan akan mempengaruhi rating online shop nya.
" Apa aku bilang stock habis saja ya ?" Tanya delia pada diri nya sendiri.
" Ah tidak bagus berbohong seperti ini,baiklah aku terima saja orderan mbak tini. " Seru delia lagi.
[ Harga 490 ribu mbak, untuk alamat nya bisa lanjut di inbok saja ya mbak ]
Tak menunggu lama tini pun langsung mengirim pesan lewat inbox.
[ Aku mau yang warna maroon ya mbak, ini alamat rumah ku. Tolong di total sama ongkir nya juga nanti sekalian aku tranafer nya ]
[ Harga tas maroon 490 ribu dan ongkir nya 8000 jadi total nya 498 ribu ya mbak. Ini nomor rekening nya 3456xxxxx atas nama Delia sari ]
" Semoga saja mbak tini tidak curiga karena nama rekening pakai nama asli ku, tapi selama ini mbak tini tidak thafal nama lengkap ku lagi pula banyak juga orang yang nama nya sama " Seru delia.
Sedangkan di rumahnya, tini sedang berbalas inbox dengan delia alias DL Shop. Tini sedikit kaget saat ada nama delia sebagai pemilik rekening DL shop.
" Kok delia ? Ehh... tapi nama delia itu banyak bisa di bilang pasaran. Pasti ini nama delia yang lain, tidak mungkin delia adik ipar ku yang miskin dan kampungan itu " Seru tini.
__ADS_1
Tini pun dengan cepat membalas pesan delia, dan langsung mengirim sejumlah uang ke dalam rekening delia untuk pembayaran tas impian nya. Sudah lama tini memimpikan tas warna maroon itu dan ternyata di DL shop sudah ada lagi.
[ Sudah saya tranafer 500 ribu ya mabak aku lebihin 2000 😁 ]
[ Oh iya mbak, terimakasih sudah berbelanja di DL Shop. Barang nya di tunggu ya mbak , insya Allah 2 hari sampai ya ]
[ Terimakasih mbak ]
" Akhirnya aku bisa punya tas yang aku impikan, yah walaupun bukan yang ori setidak nya aku bisa bergaya dan pamer dengan ibu - ibu disini. Mereka juga mana tahu jika tas yang ku punya bukan yang asli, yang asli harga sampai 3 juta lebih bisa habis gaji mas joko sebulan " Seru tini sambil senyum - senyum sendiri.
[ Beb yuk kumpul di tempat biasa ]
Teman tini mengirimkan pesan kepada tini untuk berkumpul di tempat biasa mereka kumpul.
[ Ada acara apa ? tumben dadakan ?]
[ Udah ayok ikut, hari ini Sinta yang traktir. Dia baru saja naik jabatan jadi dia ngajak kita kumpul ]
[ Wah.. asih nih, ya sudah aku siap - siap setelah itu aku OTW ]
[ Sipp gak pakai lama ]
[ Oke ]
*******
Bergayalah sesuai isi dompet bestie 👍👍 Jangan seperti tini, dompet tipis tapi gaya sok berkelas. Bergaya boleh saja tapi jangan sampai menyusahkan diri sendiri.
Dukung terus karya AUTHOR ya kak ❤
TERIMAKASIH 🙏
__ADS_1