
❤ ❤ ❤ ❤ HAPPY READING ❤ ❤ ❤ ❤
.
.
.
💞💞💞💞💞
Tiga hari tinggal seatap dengan rosa membuat delia sedikit terhibur, karena setiap hari dia bisa melihat wajah cemberut rosa. Delia tidak mau mengurus semua keperluan amar, jadi semua di serahkan kepada rosa. Rosa sebenar nya keberatan dan ingin menolak , namun dia terpaksa melakukan nya.
" Mas aku capek setiap hari harus menyiapkan makan dan semua keperluan mu begini. Aku juga harus bekerja mas, bilang dulu kepada delia biar dia juga membantu ku mengurus keperluan mu" Seru rosa mengeluh keberatan.
" Iya sayang nanti mas bicara dengan delia, delia memang kurangajar. Dia masih istri ku tetapi tidak mau mengurus ku, istri macam apa itu " Seru amar kesal.
" Lebih baik mas ceraikan saja delia " Ucap rosa ketus.
Sebenar nya amar masih mencintai delia, dia belum siap jika harus bercerai dengan delia. Tapi makin hari delia sudah berlaku seenak nya sendiri, bahkan tidak mau lagi mengurus amar.
" Kalian membicarakan apa ?" Tanya delia yang baru keluar kamar.
Amar dan rosa langsung mengalihkan pandangan nya ke arah delia. Delia berjalan dengan santai dan mengambil air putih dan meminum nya.
" Duduk dek mas mau bicara " Ucap amar dengan serius.
" Mas mau bicara apa ? Jangan lama - lama ya aku mau kerja. " Ucap delia.
Rosa menatap kesal ke arah delia, karena delia terlihat semakin berani dan tidak menghiraukan kehadiran nya di rumah nya.
" Kalau suami mau bicara itu di dengar jangan di bantah. Seperti aku ini contoh nya patuh dengan suami " Seru rosa membanggakan diri nya.
" Suami dari hasil merebut saja bangga " Ucap delia tanpa menatap wajah.
" Jaga mulut mu delia !!" Bentak amar lantang.
__ADS_1
Amar tidak terima delia menghina rosa. Delia yang melihat amar begitu marah karena ucapan nya, hanya bisa tersenyum tipis. Sedikit pun delia tidak takut dan tidak akan mau di perlakukan semau nya oleh amar ataupun rosa.
" Rosa itu juga istri ku, kalau kamu menghina nya sama saja kamu menghina ku" Ucap amar .
" Sekarang kamu bisa bicara seperti ini mas, kemarin - kemarin kamu kemana saja saat keluarga mu merendahkan dan menghinaku. Mereka menghinaku bukan nya sama saja mereka menghina mu. Tapi kamu sama sekali tidak membela ku " Ucap delia berani.
Amar tidak menyangka jika delia akan memutar perkataan nya. Dia bingung harus menjawab bagaimana pernyataan delia.
" Karena kamu dan aku beda. Kamu wanita miskin dan kampungan, sedangkan aku wanita terpelajar dan pantas untuk di bela " Ucap rosa membanggakan diri nya.
" Aku tidak bertanya dengan mu jadi lebih baik kamu diam saja !" Bentak delia mulai terpancing emosi nya karena ucapan rosa.
" Apa yang dikatakan rosa benar. Karena dia lebih pantas di bela daripada kamu. Benar kata ibu, pendidikan seseorang itu mencerminkan sikapnya. Terbukti kamu hanya tamatan SMP dan tidak bisa menghargai suami dengan baik, apa pantas seorang istri tidak mengurus susmi nya. Beberapa hari ini rosa yang sudah mengurus ku. Kamu kemana saja ?" Seru amar meninggikan suara nya.
Bukan nya takut, delia semakin berani untuk melawan amar. Karena amar juga sudah keterlaluan, nafkah tidak pernah di berikan, tidak menghargai delia tetapi menuntut untuk di hargai oleh delia.
" Bukan nya kamu sudah ada dia, jadi kenapa aku harus mengurus mu ? Kamu menikah saja tidak izin dengan ku ! berarti kamu sudah siap dengan segala keputusan ku, sedang kan kamu sudah berbulan - bulan tidak memberi ku nafkah. Kamu mempunyai penghasilan yang lebih, kecuali kamu tidak berpenghasilan aku tidak akan mempermasalahkan soal nafkah. " Seru delia .
PlLaakkk
Tamparan amar mendarat dengan baik di pipi kanan delia. Melihat amar menampar delia, rosa tersenyum senang. Memang ini yang di harapkan oleh rosa, rosa tidak akan menyia - nyiakan kesempatan ini dia berpura - pura membaiki delia.
Delia tahu jika rosa hanya berpura - pura baik, rosa pasti senang karena amar sudah memukul delia.
" Semua ini karena kehadiran mu, dasar Pelakor !!" Ucap delia sambil menunjuk rosa.
" Delia..... !! Rosa itu istri ku !! Aku yang memilih nya menjadi istri ku karena aku mencintai nya. Lihat rosa kurang baik bagaimana, dia sudah berusaha baik kepada mu. Dia sudah mengalah tidak membalas hinaan mu tapi apa yang kamu lakukan, kamu tetap saja menghina rosa dan tidak menyukai rosa. " Ucap amar penuh amarah.
" Aku tidak menyangka suami ku sekarang sudah seperti kerbau yang di cocok hidung nya. Tidak punya pendirian, dasar lelaki bodoh !!" Ucap delia.
Amar sangat marah saat di katakan bodoh oleh delia, baru kali ini delia berkata kasar dan berani membantah perkataan amar. Rosa justru tersenyum penuh kemenangan, akhirnya amar dan delia berantem hebat sesuai dengan yang di harapkan nya.
" Kalau kamu sudah tidak mau mendengar kata - kata ku lagi lebih baik kamu sekarang pergi dari sini. Jangan lagi kamu tinggal di rumah ku, terserah kamu mau tinggal dimana. Di kolong jembatan sekali pun aku tidak akan perduli " Seru amar dengan marah.
" Oh baiklah bapak amar dengan senang hati aku akan pergi dari rumah ini. Tanpa kamu usir pun aku akan pergi dari sini. Kenapa tidak sekalian kamu talak aku saja, biar aku bisa bebas dari lelaki seperti kamu. Dan kamu hidup bahagia dengan wanita pilihan mu ini " Ucap delia dengan berani meminta amar mentalak nya.
__ADS_1
Deg
Amar langsung terdiam saat delia meminta nya untuk mengucapkan kata talak. Dalam lubuh hati nya, amar masih mencintai delia. Dia tidak akan menceraikan delia, dia mengusir delia hanya menggertak nya saja
" Kenapa diam mas ? Kamu talak saja dia, dia sudah berani bicara kasar pada mu mas " Ucap rosa.
" Aku tidak akan pernah menceraikan mu delia, sampai kapan pun kamu adalah istri sah ku. " Seru amar membuat rosa cemberut dan menatap sinis delia.
" Aku yang akan menggugat mu. " Ucap delia santai.
" Haha haaa kamu mau mengugat ku ? Silahkan saja jika kamu bisa. Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan mu delia. Jika kamu menggugat ku, bukti apa yang kamu punya ? Mengugat tanpa bukti tidak semudah yang kamu bayangkan. Apa kamu ada uang untuk mengurus nya ? semua itu butuh uang delia, dan tidak hanya sedikit. " Ucap amar sambil tertawa.
* Tertawalah sepuas mu setelah ini kamu pasti akan menyesal. Semua bukti perselungkuhan mu sudah ada di tangan ku, bahkan bukti saat di kamar ku sudah tersimpan rapi mas. Kalian berzina sebelum menikah, itu bukti kuat yang aku punya dan akan mempermudah proses perceraian kita * Gumam delia.
Delia beranjak dari duduk nya lalu masuk kedalam kamar, dan tidak lama keluar lagi dengab membawa 1 koper besar yang isi nya barang - barang delia. Delia sebelum nya sudah menyiapkan semua barang - barang nya dan hari ini dia benar - benar akan pergi dari rumah kontrakan yang sudah dua tahun ini dia tempati.
" Delia kamu mau kemana ?" Tanya amar saat delia keluar membawa koper.
" Aku mau pergi dari rumah ini" Jawab delia.
" Jangan pergi del, kamu itu masih istri sah ku. Dan sampai kapan pun kamu tetap istri ku. Maaf kalau tadi mas bicara kasar dengan mu, tolong kembali letak kan barang - barang mu di kamar. Jangan seperti ini delia, kita bisa bicara kan lagi masalah ini. Mas janji akan bersikap adil. Atau begini saja biarkan mas dan rosa yang bekerja dan kamu berhenti bekerja, kamu di rumah saja mengurus rumah nanti mas akan memberi uang bulanan yang lebih. Mas akan memberi dua kali lipat dari biasanya,bagaimana kamu mau kan ?" Ucap amar mencoba merayu delia.
Rayuan dan ucapan manis amar sudah tidak mempan lagi, delia benar - benar akan pergi dari rumah kontrakan nya.
* Enak saja meminta ku berhenti kerja, terus mengurus rumah sama saja aku di perlakukan seperti pembantu nya. Kenapa aku harus berhenti bekerja ? toko itu punya ku dan hasil nya jauh lebih besar dari jatah bulanan dari mas amar. * Gumam delia dalam hati.
" Maaf aku tidak bisa, permisi aku mau pergi " Seru delia berjalan ke arah depan sambil menyeret koper nya.
" Dek jangan pergi " Ucap amar mencoba mencegah delia.
Amar akan mengejar delia namun lengan nya di tarik oleh rosa, rosa tidak mengizinkan amar mengejar delia. Bagi rosa lebih baik delia pergi dari rumah ini dan tidak mengganggu hubungan nya dengan amar.
********
Keputusan yang bagus delia.
__ADS_1
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤