Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Amar tahu


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞


" Dek mas sudah beli sayuran, ini ada ikan , bayam, dan tempe. Terserah adek saja mau di masak apa. Mas sudah mengikuti keinginan mu untuk mengatur uang belanja. " Ucap amar sambil meletakkan belanjaan yang baru saja dia beli di pasar yang tidak jauh dari kontrakan nya.


Selesai sholat subuh tadi amar langsung belanja ke pasar pagi, jika menunggu tukang sayur keliling pasti akan kesiangan.


" Kenapa cuma sedikit ? Mana ini cukup sampai sore ? Belum lagi keluarga mu yang pasti akan makan disini" Seru delia sambil melihat belanjaan yang amar letakkan di meja dapur.


" Ini sudah banyak dek, segini kok tidak cukup ? Jangan terlalu berlebihan lah dek kalau masak" Ucap amar.


Delia tidak menjawab ucapan amar, dia langsung mengeksekusi belanjaan yang baru saja amar beli. Delia membuat sayur bening bayam, sambal ikan dan tempe goreng. Setelah 30 menit masakan delia sudah siap di meja makan, delia memanggil amar untuk sarapan.


" Wah kamu sudah masak ya del, mbak minta ya untuk mas joko sarapan. Di rumah belum masak jadi aku ke rumah mu saja " Ucap tini yang tiba - tiba masuk dan langsung duduk di meja makan.


Delia diam tidak menjawab, dia membiarkan tini mengambil makanan sesuka hati nya. Biar amar tahu bagaimana kelakuan keluarga nya. Tini langsung ikut sarapan dan dia juga memasukan lauk dan nasi kewadah yang sengaja dia bawa dari rumah.


" Mbak kalau mau sarapan ya sarapan saja, tidak perlu membawa untuk di rumah " Seru amar menegur kakaknya.


" Nanti delia biar masak lagi mar, lagi pula biasa nya juga kami begini kok. Delia saja diam tidak protes " Seru tini secara tidak langsung mengakui kebiasaan nya.


Amar kaget mendengar pengakuan secara tidak langsung dari mulut kakak nya, jadi selama ini apa yang di keluhkan delia itu benar. Amar selama ini tahu nya jika keluarga ikut makan di rumah nya dan tidak untuk membawa pulang.


" Jadi saat kalian datang untuk makan ke rumah kami, kalian juga membawa pulang makanan. ?" Tanya amar.


" Iya , biasa nya ibu dan aku yang datang untuk ikut makan dan pulang nya kami bawa makanan untuk yang belum makan di rumah. Lagi pula uang mu banyak dan tidak akan habis untuk memberi makan kami " Seru tini.


" Amar kira kalian minta sedikit untuk di bawa pulang, tapi kalau seperti ini sama saja kalian merampok ku. Lihat ini delia juga belum makan tapi semua lauk mbak masukin ke dalam wadah itu " Seru amar protes.

__ADS_1


" Itu masih ada nasi dan sayur bening bayam, gak apa - apa dong delia makan itu saja. Lagi pula dia kan cuma nganggur di rumah, lauk ini untuk ibu, harun dan mas joko " Seru tini seenak nya lalu pergi meninggalkam meja makan untuk pulang.


Delia tersenyum tipis dan melirik suami nya, terlihat amar mencoba menahan amarah nya. Jika delia yang bilang amar pasti tidak percaya, dia hanya akan bilang untuk bersabar dan bersabar karena makanan yang di ambil pun tidak banyak tapi sekarang amar melihat nya sendiri.


" Sejak kapan mereka seperti itu dek ?" Tanya amar.


" Sejak kita pindah di kontrakan ini " Jawab delia santai.


" Mas kira mereka hanya membawa sedikit untuk sarapan harun saja, tapi ternyata semua yang ada di atas meja di bawa semua. Kalau begini terus bisa - bisa uang untuk dapur tidak cukup sampai akhir bulan. " Seru amar yang sudah tidak berselra makan lagi.


Delia memilih pergi ke belakang sambil membawa piring- piring kotor bekas sarapan tini dan piring tempat sambal ikan dan tempe goreng yang sudah tandas.


********


" Mas harun kapan kamu datang ke rumah untuk melamar ku ?" Tanya rani pacar harun.


" Sabar dulu sayang, jangan buru - buru dong. Kita nikmati dulu masa pacaran kita" Ucap harun.


" Kita sudah dua tahun pacaran mas, ayah ku meminta kamu untuk segera melamar ku. Kalau tidak mau juga nanti aku akan di jodohkan dengan anak teman ayah" Ucap rani dengan wajah cemberut.


Harun paling tidak bisa melihat wanita yang di cintai nya marah dan cemberut, sebisa mungkin harun akan mengikuti kemauan rani. Harun sangat bangga bisa dekat dengan rani, ayah nya seorang lurah dan rani sendiri bekerja di kantor kelurahan yang harun tahu rani sudah menjadi PNS, padahal yang sebenarnya rani masih tenaga honorer.


" Baiklah minggu depan aku akan melamar mu " Ucap harun pasti.


" Beneran ya mas? Aku akan kasih tahu ayah dan ibu ku, kamu pasti bangga mas bisa menikahi ku. Aku dari keluarga baik - baik dan terhormat, ayah ku seorang lurah dan ibu ku seorang pedagang yang sukses dan aku seorang pegawai yang kehidupan nya sudah terjamin. Gelar ku juga seorang sarjana loh mas, coba kurang apalagi aku ?" Ucap rani dengan senyum bahagia nya.


" Kamu benar sayang, aku pria yang sangat beruntung bisa mendapatkan cinta mu. Oh iya untuk lamaran kamu mau minta apa ?" tanya harun.


" Aku mau emas 20 gram mas, emas segitu kecil loh mas apalagi yang mas harun lamar kan anak nya lurah" Seru rani dengan suara manja.

__ADS_1


Harun hanya bisa menelan saliva nya, emas 20 gram harga nya sudah hampir 20 juta. Belum untuk biaya yang lain - lain nya. Harun hanya mengangguk patuh dan menyetujui permintaan calon istri nya.


" Untuk lamaran nanti cukup keluarga saja ya mas, tapi untuk pernikahan nya aku ingin mengundang orang sekampung dan pesta yang mewah biar orang - orang bangga dengan kita, uang mu kan banyak mas. Kamu kan selama pacaran dengan ku jarang mengeluarkan uang, kamu bilang uang mu mau kamu tabung untuk modal nikah." Ucap rani sambil memeluk lengan harun.


Selera makan siang harun tiba - tiba hilang, makanan yang ada di tenggorokan nya seakan menolak untuk di telan. Harun bingung dapat uang darimana untuk biaya pernikahan newah seperti yang di minta rani, sedangkan saat ini uang dalam tabungan nya tidak sampai 25 juta. Belum untuk beli cincin lamaran nya.


* Uang darimana sebanyak itu ? Oh iya bukan nya mas amar punya tabungan, dia kan kakak laki - laki ku dan jadi pengganti sosok bapak. Tidak ada salah nya aku meminta mas amar untuk membiayai pesta pernikahan ku, mas amar pasti tidak keberatan * Ucap harun dalam hati nya.


" Mas kok kamu diam saja sih ? apa ucapan ku ada yang salah ?" Tanya rani cemberut.


" Oh tidak sayang aku sedang membayangkan suasana pernikahan kita nanti. Pasti akan mewah dan meriah, kita akan buat pesta semeriah mungkin. Demi kamu apa pun akan aku lakukan " Ucap harun.


" Terimakasih sayang . " Seru rani.


Harun dan rani melanjutkan makan siang nya yang sempat tertunda karena obrolam mereka. Seperti biasa setelah selesai makan rani lah yang akan membayar makanan nya, rani sendiri tidak merasa keberatan karena dia sangat mencintai harun. Setelah selesai membayar rani dan harun kembali ke tempat kerja nya masing - masing.


" Aku harus segera membicarakan niat ku menikahi rani dengan mas amar agar dia bisa segera menyiapkan uang nya untuk pesta pernikahan ku. Harapan ku hanya mas amar, dia kan punya tabungan untuk beli rumah. Aku minta uang itu saja untuk modal nikah" Seru harun sambil mengendarai motor nya menuju tempat kerja nya.


" Ibu dan mbak tini pasti bangga aku bisa menikahi rani si anak pak lurah itu. Rani cantik, dari keluarga mampu dan pekerjaan nya pun sudah bisa menjamin hari tua nya.Seorang PNS kan punya pensiunan mana sarjana juga, beda jauh dengan mbak delia istri nya mas amar" Gumam harun pada diri nya sendiri.


Harun pun sampai di tempat kerja nya dan langsung memarkirkan motor nya lalu masuk ke dalam showroom tempat dia bekerja.


💞💞💞💞💞💞


*******


TETAP JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA KAK 🙏❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2