Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Membawa rosa ke rumah


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


.


💞💞💞💞💞


Sudah seminggu lebih delia melayangkan gugatan perceraian namun belum ada surat panggilan juga dari kantor pengadilan agama. Namun delia yakin jika gugatan nya akan di kabulkan oleh pengadilan agama. Pernikahan siri amar dan rosa juga sudah berjalan seminggu lebih sama persis dengan gugatan perceraian yang delia layangkan.


Hari ini weekend amar pagi - pagi sekali pergi dan tidak bilang akan pergi kemana. Delia tidak perduli lagi dengan apa yang amar lakukan. Dia bertahan di rumah kontrakan karena status nya masih istri amar, sebelum ketuk palu delia tidak akan keluar dari rumah kontrakan nya.


" Mas apa tidak apa - apa kalau aku tinggal di rumah ibu ? di rumah ibu sudah ramai loh mas, ada mvak tini dan mas joko dan ada harun sama istri nya juga" Ucap rosa yang kurang setuju dengan suami nya. Karena dia ingin tinggal bersama amar.


" Tidak apa - apa dek, lagi pula rumah ibu itu cukup besar dan kamar ada 4. Kalau kamu tinggal di rumah ibu kan akan semakin dekat mas menemui kamu, nanti rumah kamu ini kamu jual saja " Seru amar menyakinkan rosa.


Rosa memang sudah menjual rumah nya dari 3 hari yang lalu dan dia ingin tinggal dengan amar dan seatap dengan delia. Dia sudah tidak tahan lagi ingin membuat delia menangis darah karena suaminya berhasil dia rebut.


" Tapi aku mau tinggal dengan mu mas" Ucap rosa yang terlihat tetap tidak mau tinggal dengan mertua nya.


" Sayang bukan nya aku tidak mau tinggal seatap dengan mu, tapi aku belum bicara soal pernikahan kita kepada delia. Aku janji akan segera membicarakan nya dengan delia setelah itu kita akan tinggal satu atap. Lagu pula saat di rumah ibu nanti aku akan sering datang ke rumah ibu" Ucap amar lebih menyakinkan rosa.


Rosa pun terpaksa menyetujui ucapan amar, dia sudah membereskan barang - barang nya untuk di bawa ke rumah ibu mertua nya. Sebenar nya rosa kurang suka dengan ibu mertua dan para ipar nya, namun di depan mereka dia hanya berpura - pura baik dan perduli saja.


" Wah anak menantu ku sudah datang , sini nak. Biar barang - barang mu amar yang urus, kamu duduk disini saja dulu. Ibu buatkan minum untuk mu " Ucap ibu siti menyambut bahagia kedatangan rosa.


" Iya bu " Jawab rosa singkat


" Ros, barang - barang kamu sudah ada di dalam semua. Kamu kalau butuh apa - apa ngomong saja sama ibu atau mbak tini " Seru amar.


" Iya mas, terimakasih " Ucap rosa dengan senyum mengembang.

__ADS_1


Saat mereka sedang berbincang - bincang, dari arah ruang depan terdengar suara langkah seseorang masuk ke dalam rumah.


Mereka semua mengira jika itu mungkin saja harun dan rani yang baru pulang dari rumah orang tua rani.


" Mas !!" Seru delia menggema di dalamruang keluarga.


Delia datang di saat tidak tepat, karena saat dia datang amar sedang memeluk rosa dari samping. Sedangkan di tempat itu juga ada ibu siti dan tini.


Semua pandangan beralih menatap ke arah dimana delia sedang berdiri mematung. Delia segera menguasai emosi nya agar tidak menangis, delia tidak tahu jika rosa juga ada di rumah ibu mertua nya. Kedatangan delia kali ini hanya ingin mengambil barang - barang yang sudah di pinjam oleh tini.


" Dek , mas bisa jelaskan " Ucap amar mencoba mebdekati delia.


" Jelaskan apa mas ? " Tanya delia yang ber pura - pura tidak tahu jika rosa adalah adik madu nya.


" Lebih baik kamu beritahu delia sekarang saja mar, dia juga sudah terlanjur melihat nya. Lebih cepat lebih baik jadi tidak perlu kucing - kucingan lagi" Ucap tini mencoba memberi saran adik nya.


Ibu siti dan rosa mengangguk dan menyetujui saran dari tini. Apalagi rosa raut wajah nya terlihat jelas jika dia sangat bahagia.


" Ada apa ini mas ? Apa yang tidak aku ketahui mas ?" Tanya delia pura - pura serius. Padahal dalam hati nya dia ingin tertawa, rasa cinta nya untuk amar sudah terkubur dengan pengkhianatan.


Amar terlihat bingung harus memulai darimana , dia sulit menyusun kalimat untuk berterus terang dengan delia. Mulut nya seakan membisu dan terkunci, sebrnar nya amar belum siap untuk mengungkap pernikahan nya dengan rosa kepada delia .


" Jangan bu " Cegah amar masih tidak mau delia tahu jika dia sudah menikahi rosa.


Ibu siti tidak memperdulikan amar, dia tetap memberitahu delia jika rosa adalah menantu nya juga dengan kata lain rosa istri ke dua amar.


" Rosa dan amar sudah menikah, mau tidak mau kamu harus menerima nya. Rosa wanita yang bisa aku banggakan, dia wanita pintar, cantik, kaya dan berpendidikan. Rosa lebih pantas mendampingi amar daripada kamu wanita miskin dan kampungan " Ucap ibu siti yang akhir nya tetap menghina delia.


" Apa ?"


Delia pura - pura terkejut agar mereka semua tidak curiga jika delia sudah mengetahui semua nya. Delia berakting cukup bagus, sampai mereka pun tidak tahu jika delia hanya berpura - pura.


" Kamu menikah tanpa seizin ku mas ?" Tanya delia pelan.


" Maaf dek " Hanya kata maaf yang tetucap dari mulut amar.

__ADS_1


" Maaf ya del, aku memang salah mencintai suami mu. Kami saling mencintai , untuk mencegah zina akhirnya kami memutuskan untuk menikah. Aku harap kita bisa hidup rukun dan saling berbagi, mas amar akan adil kepada kita berdua " Ucap rosa dengan mulut manis nya.


Apa yang di ucapkan rosa itu hanya bagus di luar saja, padahal dalam hati nya dia bersorak gembira karena bisa merebut amar dan membuat delia bersedih.


" Aku ingin marah dan aku pun ingin rasa nya memukul kalian berdua. Tapi itu semua tidak akan menyelesaikan masalah, bagaimana pun kalian sudah resmi menikah. dengan berat hati aku menerima pernikahan kalian " Ucap delia berusaha tegar, setegar apa pun delia dan meskipun sudah tidak ada lagi cinta untuk amar. Delia tetap merasakan sakit dan perih pada hati nya harus merelakan suami nya dengan wanita lain.


" Kamu serius dek ?" Tanga amar ingin lebih yakin lagi


Delia hanya menjawab dengan anggukan tanpa mengeluarkan suara.


" Terimakasih dek" Ucap amar memeluk delia. Rosa pun ikut memeluk delia, mereka ber tiga berpelukan.


" Ajak rosa tinggal di rumah kita mas " Ucap delia tiba - tiba.


Amar maupun rosa saling pandang, mereka tidak menyangka jika delia akan bersikap baik. Bahkan ibu siti pun heran dengan delia, karena tak biasa nya delia setenang itu menghadapi masalah apalagi ini karena suami nya menikah lagi.


" Kamu serius dek ?" Tanya amar lagu.


" Apa aku terlihat sedang bercanda mas ?" Tanya delia.


Amar semakin bahagia akhirnya delia bisa menerima rosa sebagai adik madu nya . Amar mengira jika delia akan marah dan mengamuk jika amar menikah lagi, namun ternyata semua nya hanya rasa ketakutan nya saja .


" Terimakasih del " Ucap rosa dengan senyum bangga .


Amar mengeluarkan kembali barang - barang rosa dari dalam kamar nya, lalu membawa nya masuk ke dalam mobil kembali. Setelah semua barang kembali ke mobil, rosa , amar dan delia pulang ke rumah kontrakan nya.


Delia tersenyum dalam hati, dia merasa sudah sedikit menang karena berhasil membuang sampah pada tempat sampah. Delia merelakan sampah seperti amar untuk sampah seperti rosa, sampah memang cocok dengan sampah.


" Masuk ros tapi maaf aku tidak membantu mu untuk membereskan barang - barang mu. Kamu bisa bereskan sendiri kan ?" Ucap delia.


" Iya tidak apa - apa del. Di izinkan tinggal disini saja aku sudaj bahagia dan sangat berterima kasih sekali. Rumah ini memang tidak terlalu besar tapi nyaman untuk keluarga kecil kita " Ucap rosa bicara tanpa tahu yang sebenar nya.


Rumah kontrakan amar memang tidak terlalu besar tapi memiliki 3 kamar. Memiliki halaman yang luas dan bagian belakang juga masih luas. Rosa mengira jika rumah itu milik amar, dia tidak tahu jika itu adalah rumah kontrakan.


******

__ADS_1


ALHIRNYA UP LAGI YA KAK, TETAP TINGGALKAN DUKUNGAN NYA UNTUK KARYA AUTHOR 🙏❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2