Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Baju Couple


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞💞


[ Mbak delia terimakasih barang nya sudah sampai dan bagus sesuai dengan gambar , teman - teman ku suka dan puas sama barang nya ]


Delia senyum - senyum sambil membaca isi chatt yang di kirimkan custemer nya . Ini bukan kali pertama delia mendapat respon positif dari para custemer nya, semua custemer delia merasa puas dan suka dengan barang - barang yang delia jual. Bahan bagus, kualitas juga bagus walaupun harga terjangkau kualitas tetap oke.


[ Alhandulillah, kembali terimakasih ya mbak dan di tunggu orderan selanjut nya ]


Tulis delia dan membalas pesan custemer nya dengan bahasa yang ramah ,sopan dan mudah di mengerti.


[ Siaapp mbak del ]


" Alhamdulillah orderan sudah banyak yang mendarat di alamat nya masing - masing " Gumam delia pelan.


" Kamu ngomong apa dek ? Orderan ? Orderan siapa ?" Tanya amar kepada delia.


Delia tersadar jika saat ini di dekat nya ada suami nya, amar sedang makan pisang goreng dan teh manis buatan delia.


" Ehh.. Maa, emh. Gak ngomong apa - apa kok. Ini loh mas cuma baca status orang di sosial media saja " Jawab delia masih berbohong.


" Tapi kamu tadi ngomong soal orderan, memang kamu order sesuatu ya ?" Tanya amar makin ingin tahu.


" Emhh... gak mas, ini aku lihat bacu couple ini mas. Bagus banget dan aku berencana ingin membeli nya untuk kita pakai saat pernikahan harun. Tapi uang nya kan belum cukup, jadi nabung dulu aja " Ucap delia sambil menunjukan gambar baju couple yang ada di ponsel nya.


Gambar baju couple yang memang sejam yang lalu di uploud di sosial media nya yang berwarna biru. Amar tidak tahu jika akun itu adalah akun istri nya yang di pakai untuk online shop.


" DL shop ? Oh.. ini kan online shop langganan teman ku dek. Barang - barang yang di jual real dan sesuai foto. " Ucap amar memuji online shop delia. Padahal amar memang tidak tahu jika itu online shop milik delia.


" Oh DL shop itu bagus dan amanah kan mas, bagaimana soal baju ini ? mas suka tidak ?" Tanya delia lagi.

__ADS_1


Amar melihat gambar dalam ponsel delia lebih jelas lagi dan dia pun tersenyum sambil menganggukkan kepala nya.


" Bagus kok dek. Mas suka motif nya, adek order aja. Berapa harga nya nanti mas kasih uang nya. " Ucap amar.


" Serius mas ? Ini agak mahal mas. Harga 450 ribu tapi sudah couple. " Ucap delia.


" Tidak apa - apa kamu order saja besok pagi mas kasih uangnya" Seru amar.


Delia sangat senang karena bisa memiliki baju couple seperti impian nya. Padahal tidak menunggu persetujuan amar pun delia bisa membeli baju itu, apalagi baju itu memang dari toko mona dan delia sebagai resseler nya.


*******


Sedangkan di rumah ibu siti saat ini keluarga sedang berkumpul, ada ibu siti , tini , joko dan harun. Mereka membicarakan tentang biaya pernikahan harun yang memerlukan uang cukup banyak.


" Kita harus pakai uang siapa bu ?" Tanya amar bingung.


" Apa kamu tidak ada tabungan sih Run, kan kamu yang mau menikah? kamu pun sudah bekerja selama ini kamu bilang yang gaji kamu tabung untuk modal nikah" Seru ibu siti.


" Uang tabungan ku tidak cukup bu, cuma cukup untuk beli emas saat lamaran kemarin. Ibu tahu sendiri kan waktu itu aku habis berapa untuk beli emas saat lamaran, hampir 20 juta bu " Ucap harun.


" Heleh 20 juta juga bukan uang kamu semua, ada uang ibu di situ. Setengah nya itu uang ibu " Gerutu ibu siti.


" Nah ibu ada uang banyak kok gak bilang - bilang sih bu. Aku juga kan mau bu " Ucap tini.


" Itu uang arisan Tin, kebetulan juga pas ibu dapat arisan 15 juta yang 10 juta ibu berikan ke harun untuk menambahi uang beli emas lamaran, yang 5 juta ini ibu belikan gelang " Ucap ibu siti sambil menganggkat tangan kiri nya.


Wajah tini berubah masam karena tidak di kasih bagian uang arisan ibu nya. Selama ini walaupun tini sudah menikah dan berumah tangga dia masih saja selalu meminta uang kepada ibu nya. Ibu siti pun tidak keberatan, karena siti dan harun adalah anak kesayangan nya.


" Nak joko bagaimana pekerjaan mu ?" Tanya ibu siti mengalihkan pembicaraan soal uang arisan agar tini tidak semakin cemberut.


" Pekerjaan ku baik bu " Jawab joko singkat.

__ADS_1


" Oh iya bu tadi siang aku ketemu sama delia di toko perhiasan, aku tanya kenapa dia ada disana ? jawab nya sih beli emas, aku curiga amar memberi uang banyak ke delia hingga dia bisa beli emas" Ucap tini.


Harun dan ibu siti yang mendengar delia beli emas terlihat tidak suka, pasal nya pasti itu uang kakak nya. Seharus nya uamg itu bisa untuk membantu biaya pernikahan harun bukan untuk delia beli emas.


" Bu, bagaimana ini soal biaya pernikahan harun ? mas amar tidak mau membantu tapi malah memberi istri nya uang untuk belanja emas. Mas amar pilih kasih bu, ini tidak adil. Seharus nya mas amar itu lebih mengutamakan aku sebagai adik nya bukan istri kampungan nya itu. Aku malu buk kalau sampai pesta pernikahan ku gagal gara - gara tidak ada biaya untuk pesta" Ucap harun merajuk.


Ibu siti hanya menghela nafas dengan panjang begitupun dengan joko. Joko melihat jika harun terlalu mementingkan ego dan gengsi nya tanpa melihat keadaan keuangan nya. Buat apa pesta besar - besaran kalau tidak ada biaya, walaupun atas permintaan pihak perempuan harun sebenarnya bisa bicara lagi dengan calon mertua nya tentang keterbatasan biaya sehingga tidak kebingungan seperti ini.


" Nanti ibu bicara lagi dengan mas mu, ibu juga tidak mau kalau uang amar di habiskan istri kurangajar nya itu. Lebih baik untuk ibu atau untuk membantu biaya pernikahan mu. Oh iya apa kamu beneran tidak ada uang simpanan lain?" Tanya ibu siti lagi.


" Tidak bu, uang ku tinggal sepuluh jutaan itu untuk pegangan ku buk. Masak setelah menikah aku sama sekali tidak ada uang, kan malu bu sama rani " Jawab harun masih mementingkan ego nya sendiri.


" Maaf ya bu , emhh.. saya tidak bisa bantu dana untuk pernikahan nya harun. Ibu tahu sendiri pekerjaan joko sekarang hanya sebagai OB. " Ucap joko dengan wajah menunduk karena malu tidak bisa membantu.


" Nak joko kamu tidak perlu memikirkan soal pernikahan harun, uang gaji nya kamu berikan untuk tini dan untuk keperluan mu. Ada tini yang harus kamu bahagiakan jadi uang kalian tetap uang kalian. Soal pesta pernikahan harun nanti ibu minta amar yang membiayai nya , amar kan anak laki - laki ibu jadi wajar dia membantu ibu. " Ucap ibu siti dengan lembut.


Namun joko seperti tidak setuju dengan pernyataan ibu mertua nya, dia tidak enak dengan amar. Apalagi status nya disini joko sebagai suami dari tini. Tini anak tertua di keluarga nya yang sama saja joko juga kakak dari amar dan lebih tua dari amar.


" Iya mas, biar amar saja yang menanggung nya uang mu tidak boleh, uang itu harus kita pakai untuk menikmati hidup kita " Seru tini.


" Benar itu nak joko " Tambah ibu siti.


Joko mengangguk dan tersenyum tipis, mau bicara banyak pun dia tidak jadi. Sebenarnya ada untung nya juga joko tidak membantu biaya pernikahan harun, uang joko selain di berikan untuk tini bisa juga untuk joko simpan untuk berjaga - jaga jika ada kebutuhan yang mendadak.


💞💞💞💞💞💞


*******


Keluarga amar benar - benar keluarga mata duitan, joko saja yang fikiran nya sedikit berbeda.


Tetap dukung karya Author ya kak, berikan Like dan Kimen nya agar Author semakin semangat menulis. ❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤


*****


__ADS_2