
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
.
[ Mas, kamu kemana saja sudah empat hari ini tidak datang ke rumah sakit? Siang ini ibu sudah di perbolehkan pulang ]
Harun menghubungi amar karena sudah 4 hari amar tidak datang ke rumah sakit. Bahkan amar sama sekali tidak memberikan kabar apa pun, seolah dia tidak perduli dengan ibu nya.
[ Aku masih sibuk, sekarang banyak pekerjaan yang harus aku kerja kan. Kalau mau bawa pulang ibu ya tidak masalah, uang rumah sakit sudah aku lunasi. Setelah itu terserah kalian mau bagaimana, aku tidak bisa membantu apa - apa lagi. Uang ku sudah habis untuk biaya rumah sakit ibu bahkan hutang ku di kantor juga banyak. ]
[ Uang segitu saja perhitungan mas, kalau aku ada uang sudah pasti aku membantu mu. ]
[ Omong kosong !! Kamu bilang uang segitu? Apa kamu tahu biaya rumah sakit ibu selama 8 hari itu menghabiskan hampir 35 juta, karena ibu meminta ruangan kelas. Sudah sekarang terserah kamu ]
Tut.. Tut...
Amar langsung mematikan sambungan telepon nya, lama - lama bicara dengan harun bisa membuat nya ikut gila seperti harun.
" Bagaimana run ? Amar mau kesini ?" Tanya ibu siti yang sudah bersiap di atas kursi roda nya.
" Mas amar tidak mau kesini bu. Dia bilang biaya rumah sakit sudah dia lunasi jadi kita tinggal pulang. Dia juga bilang mulai sekarang tidak bisa membantu kita lagi, keuangan dia seret dia banyak hutang karena bayarin biaya rumah sakit ibu. " Ucap harun bicara sesuai yang di katakan amar.
" Memang nya habis berapa?" Tanya ibu siti ingin tahu.
" 35 juta buk " Jawab harun.
Ibu siti juga agak terkejut mendengar uang 35 juta hanya untuk biaya rumah sakit nya.
" Ayo kita pulang, jangan perdulikan amar lagi. Biarkan dia menjadi anak durhaka" Ucap ibu siti.
Harun pun mengangguk dan langsung mengambil tas lalu mendorong kursi roda ibu nya. Tentunya kursi roda itu juga pemberian dari amar. Harun dan ibu siti menaiki tsksi online yang sudah di pesan harun. Selama 8 hari di rumah sakit rosa sama sekali tak menunjukkan batang hidung nya, dia benar - benar tidak perduli dengan ibu mertua nya.
__ADS_1
Taksi online yang di naiki harun dan ibu nya sampai di depan kontrakan. Namun mata mereka menyipit saat melihat ada mobil yang parkir di halaman kontrakan nya. Harun dan ibu siti penasaran siapa pemilik mobil itu, kalau tamu seperti nya tidak mungkin karena pintu rumah dalam keadaan tertutup.
" Mobil siapa run ?" Tanya ibu siti.
" Tidak tahu bu, mungkin saja tamu tetangga dan hanya menumpang parkir saja. Halaman kita kan memang cukup luas dari kontrakan - kontrakan yang lain. " Ucap harun beralasan.
Harun langsung mendorong kursi roda ibu nya, saat sampai depan pintu harun mendengar suara - suara yanh tidak asing lagi di telinga nya. Bahkan harun tahu betul siapa pemilik suara itu.
Deg..
Rosa ?
Harun langsung mengenali sang pemilik suara, iya suara itu adalah suara rosa.
" Tapi kenapa suara rosa seperti itu, dia bermain dengan siapa ? Sialan... dia sudah memasukan lelaki lain di rumah !!" Seru harun geram.
Harun langsung membuka pintu depan hati - hati dan langsung memberi isyarat kepada ibu nya untuk tidak bersuara. Harun langsung mendekati kamar yang selama ini dia tempati dengan rosa, kamar yang sudah 3 hari tidak dia tiduri karena harus menjaga sang ibu di rumah sakit.
* Sialan !! Dia bermain dengan pria lain di ranjang ku * Gumam harun geram sambil mengepalakan kedua tangan nya.
Bbrraakk...
" Kurangajar !! Menjijikan !! J@l@n9 sialan !!" Umpat harun.
Plak.. Plak
Harun menampari pipi rosa , tak tanggung - tanggung dia menampar berkali - kali.
Bugh.. Bugh..
Pria asing itu pun tak luput dari amarah harun, dia memukuli nya membabi buta. Tak ada ampun dia memukuli pria yang sudah meniduri istri nya itu.
" Mas hentikan !! Dia bisa mati dan kamu bisa masuk penjara " Teriak rosa mencoba menghalangi harun memukuli pria asing itu.
" Heeii j@l@n9 sudah berapa kali kamu tidur dengan pria ini ? Atau jangan - jangan anak yang kau kandung itu bukan anak ku , tapi anak dia ?" Seru harun sambil menunjuk ke arah pria yang wajah nya sudah babak belur.
" Rosa !! Apa yang kamu lakukan dengan pria itu ? Dasar menantu kurangajar " Ucap ibu siti mencaci rosa.
Rosa masih belum menjawab, dia sedang sibuk dengan kegiatan nya memakai baju. Dia asal memakai baju yang penting aset nya tertutup.
__ADS_1
" Mas, aku bisa jelaskan " Ucap rosa mendekati harun.
" Jangan sentuh aku. Sekarang bereskan barang - barang mu dan keluar dari rumah ini. Siang ini juga kamu aku Talak !!" Seru harun serius dengan tatapan tajam ke arah rosa.
" Mas, maaf kan aku. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. " Ucap rosa mengiba.
" Kamu sudah di talak , sekarang pergi dari sini. Harun bisa mendapatkan wanita yang lebih dari mu. Justru aku setuju jika harun harus rujuk dengan rani. Biarpun dia bukan sarjana tapi kelakuan nya tidak menjijikan seperti mu." Ucap ibu siti terlalu percaya diri. Dia tidak tahu jika rani sudah menikah lagi.
Rosa hanya menertawakan perkataan ibu mertuanya, dia memang belum memberitahu jika rani sudah menikah dengan rendi mantan suami nya dulu.
" Jangan mimpi , rani itu sudah menikah dengan pria kaya raya. Kalau kamu tidak percaya bisa langsung tanyakan kepada rani. Baik , aku akan pergi dari rumah ini. Lagi pula aku juga sudah bosan hidup miskin di kontrakan yang kecil dan sempit ini. Soal anak yang aku kandung ini kamu tidak perlu bingung dia memang bukan anak mu " Ucap rosa dengan sinis.
Plaakk
Satu tamparan kembali mendarat di pipi rosa. Bekas tamparan tadi belum hilang kini sudah di tambah lagi oleh harun.
Rosa langsung membereskan barang - barang nya dan meminta sang kekasih untuk memakai baju nya. Setelah semuanya beres rosa dan kekasih nya langsung keluar dari kamar dan menuju mobil yang terparkir di halaman, rosa pun langsung pergi tanpa berkata sepatah kata pun.
" Buk , aku dua kali berumah tangga tapi hancur begitu saja ." Seru harun frustasi sambil menjambak rambut nya.
" Apa benar rani sudah menikah run ?" Ibu siti justru bertanya soal rani.
" Harun tidak tahu pasti bu. Harun memang sempat dengar kabar pernikahan rani." Ucap harun tertunduk.
Ibu siti menggerakan kursi roda nya dan mendekat ke arah harun. Ibu siti memeluk anak lelaki kesayangan nya itu dengan penuh haru. Ada rasa kasihan melihat anak lelaki kesayangan nya bersedih seperti ini, tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur.
" Sekarang lebih baik kamu lupakan rosa dan kembali menata masa depan mu. Banyak wanita di luaran sana yang lebih baik dari rosa, kamu masih muda kamu tampan pasti banyak wanita yang mau dengan mu. " Ucap ibu siti mencoba menenang kan harun.
" Tidak tahu lah bu. Harun pusing, kenapa rumah tangga anak - anak ibu semua nya hancur seperti ini. Apa Allah sedang menghukum kita bu ?" Tanya harun menatap wajah ibu nya.
" Jangan bicara seperti itu. Ini hanya kebetulan saja run. Delia, joko, rani dan rosa memang bukan jodoh kalian. Ibu yakin ada jodoh yang lebih baik dari mereka. Jangan cengeng kamu run, untuk apa kamu menangisi wanita seperti rosa itu. " Ucap ibu siti tidak suka.
Harun mengantarkan ibu nya ke kamar nya dan memindahkan nya di kasur. Setelah itu harun kembali ke kamar nya, dia pun ingin istirahat tanpa ada yang menganggu. Dia mengunci pintu kamar nya dari dalam, dia butuh waktu sendiri untuk menenangkan pikiran nya.
******
HARI INI UP 3 BAB YA KAK 🙏❤❤
TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, DENGAN LIKE , KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏🙏❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤