
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Tini sangat penasaran dengan pria yang bernama juna, diam - diam dia mencari tahu tentang juna. Dan akhir nya dia tahu mana juna yang mana dan seperti apa. Tini akan berusaha mendekati juna, seperti dia mendekati para pria hidung belang.
" Semoga rencana ku ini berhasil " Seru Tini dengan senyum licik nya.
Tini pura - pura berjalan lambat sambil menunggu mobil juna lewat. Dia sudah tahu jam berapa juna akan melewati jalan tempat tini menunggu. Dari jauh mobil juna sudah terlihat dan tini pun bersiap - siap.
Ccciiiiittttt
Suara ban mobil juna karena dia mengerem secara mendadak. Juna kaget saat tiba - tiba melihat seorang wanita menyebrang jalan. Juna langsung turun dari mobil dan menghampiri wanita yang hampir saja dia tabrak dan wanita itu memang lah tini.
" Maaf mbak. Mbak tidak apa - apa ?" Tanya juna menghampiri tini .
Tini pura - pura kesakitan sambil memegang kaki nya yang lecet, sambil mengaduh kesakitan.
" Iya mas. Aduh... aduh sakit. " Seru tini sambil melirik juna yang terlihat panik.
" Apa perlu saya antar ke rumah sakit ? " Tanya juna.
" Tidak usah mas. Tolong antar saya pulang saja. Ini cuma lecet saja kok di kasih obat pasti sembuh. Cuma ini seperti nya kaki saya juga kesleo mas sakit sekali pas di mata kaki nya " Seru Tini pura - pura kesakitan.
Juna nampak sedang berfikir, dia pun mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.
[ Hallo sayang ] Seru juna menghubungi delia.
[ Iya mas , ada apa ? mas jadi jemput aku di toko kan ?] Tanya delia.
[ Jadi sayang, tapi mas agak terlambat ya. ]
[ Loh memang nya kenapa mas ? ]
[ Mas tidak sengaja hampir menabrak orang, karena dia menyebrang sembarangan. Beruntung tidak apa - apa, hanya kesleo saja sama lecet dikit] Ucap juna sedikit menyindir tini.
[ Ya Allah mas. Ya sudah, mas selesaikan saja dulu urusan nya. Aku menunggu mas sampai selesai ]
[ Iya sayang, jangan pulang sebelum aku jemput ya ]
[ Iya mas ]
* Sialan dia malah asik - asikan bermesraan dengan delia. Dan apa tadi ? dia bilang aku menyebrang sembarangan ? Memang benar sih.* Gumam tini.
__ADS_1
" Mari saya antar pulang mbak. Mbak bisa berdiri dan jalan sendiri kan ?" Tanya juna .
* Sialan !! Kenapa dia malah bertanya seperti itu. Seharus nya dia menggendong ku atau paling tidak menuntun ku sampai mobil * Gumam tini terlihat kesal.
" Tapi kaki ku sakit banget mas. Mas tuntun saya saja sampai mobil bisa kan " Seru tini tetap mencoba cari cara agar bisa mendapatkan perlakuan spesial dari juna.
Juna nampak berfikir, dia tidak mau memapah atau menuntun tini sampai mobil. Apalagi tini berdiri juga susah, mendekatkan mobil ke tini juga percuma justru juna terkesan tidak bertanggung jawab jika tini harus merangkak.
" Dek - dek sini " Panggil juna pada dua gadis SMA yang baru saja pulang sekolah.
" Iya kak ada apa ?" Tanya salah satu gadis itu.
" Kalian bisa tolong saya tidak, tolong bantu mbak ini masuk ke mobil saya. Tangan saya sakit tidak bisa menuntun nya. " Seru juna beralasan padahal dia memang tidak mau sembarangan menyentuh tubuh wanita lain.
* Sialan !! Kenapa jadi kacau begini sih !!* Gumam tini kesal.
Dua gadis SMA itu pun membantu tini berdiri dan menuntun nya sampai mobil juna. Juna membuka kan pintu mobil bagian belakang, dia tidak mau duduk berdampingan dengan tini. Takut ada yang salah paham.
" Terimakasih ya dek, ini buat kalian beli pulsa ya. Tapi jangan nge game terus " Seru juna sambil memberikan dua lembar uang berwarna biru.
" Terimakasih kak " Jawab mereka dengan senang .
Juna pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil nya ke jalanan sesuai dengan arahan tini.
" Ini rumah nya mbak ?" Tanya Juna .
" Maaf mbak saya tidak bisa mampir karena harus menjemput Istri saya di toko. Oh iya mbak ini uang untuk biaya pijit kaki mbak yang kesleo. " Seru juna sambil memberikan tiga lembar uang berwarna merah.
Tini tidak langsung mengambil uang itu, justru dia hanya diam memikirkan sikap juna yang sangat sulit untuk di dekati. Tini mengira jika juna adalah pria yang mudah di taklukan.
" Terimskasih mas, uang nya saya ambil ya? Karena saya seorang janda jadi tidak ada yang memberi uang. Jadi uang ini terpaksa saya ambil untuk mengobati kaki saya " Ucap tini.
Juna mengangguk dengan senyum sedikit memaksa, tini keluar dari mobil masih dengan berpura - pura kaki sakit .
*******
" Mbak bagaimana tadi rencana nya ?" Tanya harun penasaran, padahal saat ini mereka sedang makan malam.
Tini senyum - senyum sambil mengeluarkan uang tiga ratus ribu pemberian juna tadi sore dari kantong Hot pants nya.
" Mbak dikasih uang sama juna ?" tanya harun semakin penasaran.
" Iya dong tini gitu loh, yah walaupun cuma tiga ratus ribu tidak masalah untuk permulaan. Ternyata kalau melihat dari dekat juna itu tampan sekali , bisa - bisa aku jatuh cinta beneran sama juna " Seru tini sambil senyum - senyum membayangkan wajah juna.
" Kita makan dulu " Seru ibu siti.
Acara makan malam mereka pun berlanjut, seperti biasa setiap selesai makan rosa tidak pernah mau membantu membereskan meja makan dan mencuci piring - pieing kotor. Semua di kerjakan oleh ibu siti dan terkadang di bantu tini.
__ADS_1
" Bu kok amar tidak pernah datang ke rumah ya ?" Tanya tini sambil mencuci piring.
" Haaahhh.... mungkin amar masih marah dengan harun dan rosa. Bagaimana pun hati amar pasti belum bisa menerima melihat mantan istri nya menikah dengan adik kandung nya sendiri " Ucap ibu siti.
" Kasihan juga amar bu " Seru tini .
" Mau bagaimana lagi " Jawab ibu siti dengan pasrah.
Sementara itu di sebuah rumah kontrakan amar, saat ini amar sedang merutuki semua kebodohan dan kesalahan nya. Hingga saat ini dia masih mengharapkan delia mau menjadi istri nya lagi.
" Delia... delia.. ! Kenapa kamu tega melakukan semua ini. Aku sudah menceraikan rosa tapi kenapa justru kamu menikah dengan pria lain. Aku masih mencintai mu delia sayang " Seru amar terlihat sangat frustasi bahkan sudah dua hari dia tidak masuk kantor.
Amar terus memandangi foto pernikahan nya dengan delia, di dalam foto delia tersenyum manis sambil memandang amar,begitupun sebalik nya. Amar mendekap foto itu, foto itu selalu menjadi teman tidur amar.
" Delia sayang sampai kapan pun aku akan menunggu kesanggupan mu " Seru amar.
Ting...
Ponsel amar berbunyi tanda ada pesan masuk di ponsel nya.
[ Mar, kamu kemana saja sudah dua hari tidak masuk kerja dan tidak memberi kabar ?] Pesan dari diki.
[ Jangan terus menyesali yang sudah terjadi. Jangan menyakiti diri sendiri ] Tulis diki menasehati amar.
Dua pesan diki tidak ada yang amar balas, hanya amar baca saja.
Ting.
[ Mar, bagaimana kabar mu ?] Pesan dari tini.
Sebagai kakak tini juga kasihan kepada amar, seburuk - buruk nya tini dia masih perduli dengan amar. Jauh berbeda dengan sang adik, Harun.
[ Kenapa tidak pernah kerumah ?] Tulis tini lagi.
[ Aku jijik dengan dua pengkhianat yang ada di rumah ibu. Kalau mereka sudah tidak tinggal disana aku pasti akan ke rumah ibu. Jarak rumah kita juga dekat ] Balas amar.
[ Mbak juga sudah muak melihat mereka berdua, kerjaan nya hanya makan tidur. Apalagi si rosa tahu nya pulang kerja ada makanan tapi tidak pernah ngasih uang dan bantu - bantu pekerjaan rumah ]
[ Mbak usir saja dan suruh mereka ngontrak. Sudah amar mau tidur ]
Amar meletakkan kembali ponsel nya di meja samping ranjang nya. Dan kembali memeluk foto pernikahan nya dengan delia.
********
Kasihan dech tini di cuekin sama Juna 🤭
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏🙏❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤