
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Tiga hari sudah berlalu pertemuan nya dengan Lala tiga hari yang lalu membuat Tini sangat menginginkan nya memiliki seorang anak, nemun apa daya dia tidak mempunyai suami. Bahkan bukan itu masalah utama nya, masalah nya karena tini tidak mungkin untuk mempunyai anak karena dia wanita mandul.
Sampai hari ini juga Tini belum bertemu lagi dengan Lala, walaupun dia sangat ingin bertemu dengan Lala namun dia tidak mau menemui nya. Tini tidak mau di anggap peralat Lala untuk mendekati Joko.
" Ehhh Tin... Kamu kenapa ? Jangan bengong aja, kesambet loh nanti. " Ucap mpok onah.
" Gak apa - apa Nah." Jawab tini dengan singkat. Dia tidak mau bicara jujur dengan mpok onah soal rindu nya dengan anak joko.
" Ya sudah kalau begitu aku bersih - bersih di sebelah sana ya. Setelah ini selesai kita sudah bisa pulang, kamu cepetan kerja nya jangan melemun terus. Ngelamunin apa sih ?" Seru mpok onah yang kepo.
" Gak ada... Siapa juga yang melemun Nah. Hanya sedikit lelah saja makanya aku duduk sebentar. Ya sudah yuk kerja lagi." Ucap tini dengan semangat.
Tini dan mpok onah mulai bekerja kembali membersih kan ruangan demi ruangan rumah sakit.
* Kenapa jadi kefikiran lala terus sih , bapak nya lala juga sih* Gumam Tini sambil tersenyum.
Di tempat lain Delia dan mama Silvi sedang mempersiapkan acara ulang tahun pertama anak kembar nya yang akan di adakan nanti malam. Tidak ada acara spesial hanya ada acara potong kue dan makan malam dengan keluarga dan para sahabat nya. Karena si kembar juga masih kecil jadi belum tahu apa itu artinya ulang tahun, mama dan omanya saja yang heboh ingin begini dan begitu.
" Ma, kira - kira sudah cukup ya makanan ini ?" Tanya Delia sambil memandangi makanan yang sebagian sudah terhidang di atas meja prasmanan.
" Cukup delia, lagi pula yang kita undang juga tidak banyak kan. Hanya keluarga dan beberapa teman mu saja. Lagi pula keluarga dari mama mungkin gak semua bisa datang, maklum mereka jauh. Hanya yang tinggal di kota ini saja yang datang. " Ucap mama silvi.
" Iya ma, mau bikin acara yang meriah agar semua keluarga besar bisa kumpul tapi mas juna nya tidak setuju karena si kembar masih terlalu kecil dan belum tahu apa - apa tentang ulang tahun. " Ucap Delia sambil terkekeh.!!
" Del, memang benar ya kalau kartika sama amar mau menikah?" Tanya mama silvi sambil menyusun makanan di atas meja.
" Mama tahu darimana ? " Tanya delia singkat. Delia merasa belum bercerita kepada mama mertua nya tetapi mama mertua nya sudah tahu lebih dulu.
Mama silvi langsung menghentikan aktifitas nya lalu memandang delia.
__ADS_1
" Mama tahu dari Juna. " Jawab mama silvi.
" Ohh... Ternyata suamiku itu tukang gosip juga ya. Beruntung gosip nya cuma sama mama , heehee. " Ucap Delia sambil terkekeh.
" Semoga saja kartika bisa jadi yang terakhir untuk amar. Kasihan juga dia sudah 3 kali menikah , yang terakhir cuma bertahan 2 atau 3 bulan itu. Anak- anak siti semoga bisa menemukan kebahagiaan nya" Ucap mama silvi dengan tulus.
" Aamiin " Seru delia.
Mama silvi dan delia kembali memasak menu yang belum di masak. Di bantu dengan bibik , si kembar sedang bersama novi di kamar nya.
********
Malam hari di kediaman juna dan delia sedang ada acara makan malam dalam rangka ulang tahun yang pertama untuk si kembar. Tidak ada acara yang mewah , hanya acara makan malam bersama keluarga dan teman - teman juna dan delia.
" Ehhh... Del kamu mengundang si mantan suami kamu ?" Tanya mona yang juga ikut datang.
" Iya Mon, memang nya kenapa ?" Tanya delia yang memang dia sudah tahu jika mona tidak suka dengan amar.
" Tidak apa - apa, hanya aku kan dari dulu memang gedek aja itu sama si amar. Tapi ya sudahlah, lagi pula dia sudah bukan suami mu lagi dan kamu sudah bahagia dengan Juna. Tapi syukurun tuh si Amar dapat karma nya dia, nikah gagal terus. " Seru mona sambil memandang sinis ke arah amar.
" Sssttt... Jangan bicara seperti itu Mon. Tidak baik berbahagia diatas kesedihan orang , apalagi kalau sampai dia denger. Harus bisa jaga perasaan orang. Lagi pula mas Amar juga sekarang sudah berubah menjadi lebih baik. Kalau dia tidak baik mana mau aku mengundang nya. Kedua saudara nya juga sudah baik semua kok, kamu jangan benci - benci begitu." Ucap Delia menasehati Mona.
" Aku tidak tahu terbuat dari apa Mon ? Karena Allah yang sudah menciptakan nya. Aku hanya belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik saja dan tidak mau mempunyai musuh Mon " Ucap delia lagi.
Perbincangan mereka berhenti karena yang lain nya ikut bergabung juga dengan mereka ber dua. Tidak mungkin mereka membicaraka tentang amar dan kuarga nya di hadapan banyak orang.
" Ngobrolin apaan sih , kayak nya seru amat ?" Tanya mpok onah dengan ceria nya.
" Ihhh... Mpok ini kepo nya tidak hilang - hilang ya. Sudag lama tidak bertemu masih saja jiwa kepo nya tidak hilang " Ucap mona sambil terkekeh.
" Kalau tidak kepo nanti ketinggalan berita dong, apalagi sekarang kan dikit-dikit viral. Viral kalau sudah pasti sih tidak apa - apa, makanya jiwa - jiwa kepo seperti ku ini di butuhkan. " Ucap mpok onah sambil tertawa.
" Iya deh iya, yang waras mengalah saja. " Seru mona.
" Jadi kamu kira aku tidak waras. ?" Seru mpok onah dengan mata melotot.
Mpok onah dan mona kalau bertemu memang suka berdebat begitu, yang orang tidak tahu ya mereka menganggap itu sedang berantem. Padahal itu hanya bercanda saja.
" Yang belum makan pada makan ya, itu semua yang masak tante sama delia loh di bantu bibik juga sih " Ucap mama silvi dengan suara lantang menyuruh para tamu pada makan.
__ADS_1
" Iya tante nanti kami makan. Tadi makan kue nya si kembar jadi masih kenyang . " Seru tini.
" Tapi nanti harus pada makan ya. Kalian bersantai saja dulu jangan buru - buru pulang. Tante mau ke kamar si kembar dulu. Dia yang ulang tahun tapi dia sudah tidur duluan, dasar anak kecil. " Ucap mama silvi sambil tertawa.
" Ma biar delia saja yang melihat si kembar, mama temani tamu yang lain saja. " Seru delia .
" Tidak usah biar mama, lagi pula mama sama di temani sama tante anggit , dia mau ketemu sama si kembar juga. Karena tadi saat dia datang si kembar sudah masuk kamar " Ucap mama silvi.
Delia pun mengangguk dan membiarkan mama mertua nya menemani si kembar di kamar nya. Delia kembali bergabung dengan para tamu dan teman - teman nya lagi.
" Mbak tini sudah menemu Rosa ?" Tanya delia saat duduk di samping tini, keadaan sudah sepi karena yang lain nya sedang mengambi makan.
" Belum Del, aku malas bertemu denngan nya. Belum lama ini aku pernah bertemu dengan nya, dan ribut di pinggir jalan. Dia sudah menghina ku, jadi aku malas menemui wanita sombong itu. " Seru tini.
" Tapi tidak ada salah nya menemui dia mbak, siapa tahu itu permintaan terakhirnya. Allah itu maha pemaaf mbak, jadi kita sebagai manusia juga harus memaafkan kesalahan orang lain yang sudah dia perbuat kepada kita " Ucap delia membuat tini merasa malu.
Delia saja yang dulu dia hina, bahkan bukan hanya dia yang menghina. Tapi keluarga nya semua menghina dan merendahkan delia, bahkan mengatakan jika delia Istri parasit. Sekarang bisa memaafkan kesalahan - kesalahanya dan keluarga nya, kenapa dia tidak bisa memaafkan rosa.
* Delia benar.. Delia saja bisa memaafkan kesalahan ku dan keluarga ku. Padahal dulu kami sangat dzolim kepada delia, tapi sekarang dia sudah memaafkan kami bahkan sudah menganggap kami keluarga nya. Betapa mulia nya hati mu del. * Gumam Tini dalam hatinya.
" Besok aku akan menemui tini, aku akan mengajak harun sekalian. " Seru tini dengan yakin.
" Iya mbak,saling memaafkan itu lebih indah daripada saling bermusuhan. " Tambah delia.
" Kamu benar del. Semoga saja aku bisa menjadi wanita seperti mu del. Kamu baik, tulus dan peduli kepada sesama. Bahkan sedikitpun kamu tidak mempunyai dendam kepada kami, ajari aku untuk menjadi wanita yang lebih baik lagi del. " Ucap tini sambil menggenggam tangan delia.
" Insya Allah mbak tini akan menjadi wanita yang lebih baik lagi, niatkan hati karena Allah. Jangan mengingat - ingat kesalahan orang lain, tapi ingatlah kebaikan nya kepada kita. " Seru delia lagi.
" Iya del terimakasih " Seru tini lalu memeluk delia.
Malam semakin larut dan satu persatu tamu yang datang sudah berpamitan pulang. Tini dan adik - adik nya juga sudah pulang, begitupun dengan mpok onah dan tamu yang lain nya. Mona dan suami nya memilih untuk menginap, karena sudah terlalu malam dan kasihan anak nya jika harus pulang karena perjalanan juga lama, membutuhkan waktu 2 jam. Saudara dan keluarga juna tidak ada yang menginap, karena rumah mereka memang tidak jauh.
********
RATE BINTANG 5 NYA YA KAK . 🙏🙏
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️
__ADS_1