Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Pernikahan rani


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Ting


Ting


Beberapa notifikasi pesan masuk ke ponsel amar, amar yang masih di sibuk kan dengan hobi baru nya pun membiarkan ponsel nya begitu saja. Amar sedang menyirami tanaman sayuran yang dia tanam di halaman kontrakan nya.


Setelah semua nya selesai amar mencuci tangan nya lalu mengambil ponsel yang dia letak kan di atas meja teras depan.


" Pesan dari ibu " Seru amar sambil membuka pesan yang dikirim kan ibu siti.


[ Amar, ibu dan harun beserta rosa sudah pindah ke desa sebelah. Barang - barang yang di kontrakan lama sudah kami jual untuk bayar kontrakan ]


[ Jangan lupa uang bulanan ibu tetap kamu transfer ]


Amar menghela nafas dengan berat saat membaca pesan yang di kirimkan ibu nya. Masih saja soal uang, uang dan uang.


[ Iya buk. Tadi pagi amar datang ke kontrakan lama tapi kalian sudah tidak ada. Soal uang bulanan ibu tidak usah khawatir amar pasti akan mentransfer nya saat amar sudah gajian nanti. Amar hanya minta ibu pergunakan uang itu dengan baik jangan untuk main judi lagi. Kalau sampai ibu ada hutang di luar sana amar tidak akan membantu apa - apa. ] Balas amar cukup panjang.


Tidak menunggu lama pesan dari amar pun langsung mendapat balasan dari ibu siti.


[ Ibu sudah tidak judi lagi. Sudah kamu tenang saja ibu sudah tobat, tidak mau main judi lagi ] Balas ibu siti berbohong.


[ Alhamdulillah kalau ibu sudah berubah. Nanti kalau senggang amar main ke kontrakan ibu ]


[ Kalau main kesini bawa dulu oleh - oleh atau sembako mar. Jangan pelit - pelit sama saudara, ingat harun itu adik kamu. Dia sedang kesusahan jadi kamu harus membantu nya. ]


Huftt...

__ADS_1


Amar sudah tidak mau membalas pesan ibu nya lagi, dia masuk ke dalam dan lamgsung menutup kembali pintu kontrakan nya. Baru sehari cuti tapi amar sudah bosan berada di dalam kontrakan.


" Baru juga sehari aku sudah bosan berdiam diri di kontrakan. Apa aku besok masuk kerja saja ya, tapi aku sudah mendapat cuti seminggu. " Ucap amar pada diri nya sendiri.


Amar menyalakan televisi dan tiduran di atas karpet sambil menonton televisi. Namun lama - lama amar pun mengantuk dan memejamkan mata nya, terjadilah televisi yang menonton penonton nya.


******


Sedangkan di tempat lain sedang ada pernikahan sederhana antara rani dan rendi. Perkenalan singkat nya dengan rendi dan keseriusan rendi yang membuat rani menerima lamaran rendi dan memutuskan menikah dengan rendi. Sebulan setelah masa iddah nya selesai akhir nya hari ini rani resmi menikah dengan rendi.


" Selamat ya Ran, semoga pernikahan mu kali ini langgeng sampai kakek nenek. Doa terbaik untuk mu dan suami mu " Ucap delia yang ternyata ikut menghadiri pernikahan rani.


Walaupun hanya pernikahan sedeehana, rani tetap mengundang delia dan suami nya. Mona dan suami nya pun ikut hadir, karena memang rendi masih saudara heri suami mona.


" Terimakasih mbak" Senyum bahagia mengembang di bibir rani.


" Selamat ya bang Rendi semoga segera diberikan momongan " Seru juna ikut mberikan selamat.


" Aamiin.. Iya Jun terimakasih, selamat juga untuk kamu karena sebentar lagi jadi bapak. " Ucap rendi..


" Eh mon kok kamu tumben diam saja?" Tanya delia melihat sang sahabat hanya diam. Karena biasa nya mona yang lebih heboh dan banyak bicara.


" Dia memang seperti itu semenjak hamil del, kata nya biar anak nya pendiem dan tidak bar - bar seperti dia " Ucap heri menjawab pertanyaan delia.


Juna dan delia saling beradu pandang lalu mereka berdua tertawa. Mereka menertawakan sikap polos nya mona.


" Kenapa tertawa ? ada yang lucu ya ? Memang seperti itu kan kenyataan nya kalau ibu hamil tidak boleh asal cerewet dan banyak bicara. Mas heri loh yang bilang jadi aku ya percaya dong " Seru mona sambil melirik suami nya.


Uhuk.. uhukkk


Heri langsung tersedak minuman yang baru saja masuk ke tenggorokan nya.


" Mana ada aku bicara begitu ?" Heri mencoba berkilah.


" Ada ya, 3 hari yang lalu saat kita menginap di rumah papa ku. Mas bilang aku tidak boleh bar - bar nanti anak ku dalam perut sudah mulai belajar bar - bar jadi keluar tambah bar - bar ngikutin kelakuan mama nya begitu kan " Ucap mona dengan polos nya .


Heri hanya tersenyum canggung, dia ketahuan jika sengaja mengerjai istri nya. Dia pun melirik canggung ke arah juna dan delia sambil nyengir kuda.

__ADS_1


" Huuhh... mau - mau nya kamu di bohongi suami kamu mon. Dia itu memang dari dulu suka usil, seneng bener kalau ganguin temen nya. Sekarang istri nya yang di jahilin " Ucap juna sambil tertawa.


" Mau aja kamu di kerjain sama suami kamu mon. Hukum saja dia mon, jangan di kasih jatah selama seminggu aku yakin dia pasti tidak akan tahan. "Seru juna lagi sambil senyum mengejek ke arah heri.


" Jangan ngomporin deh... Seneng banget ya jadi kompor meleduk. Awas saja kamu Jun " Seru heri pura - pura marah.


" Huhhh ternyata kamu bohong ya mas. Lihat saja pokok nya kamu dapat hukuman, bukan hanya seminggu tapi sebulan penuh kamu libur tidak ada jatah " Seru mona mengancam.


" Jangan begitu dong sayang, kalau kelamaan tidak di asah bisa karatan dong " Seru heri sama bar - bar nya seperti istri nya.


Juna , delia dan mona yang melihat wajah cemberut heri pun hanya bisa tertawa. Tanpa mereka sadari semua pandangan para tamu undangan sudah beralih ke arah mereka semua, bahkan pengantin pun ikut memandang mereka sambil menahan tawa nya. Karena mereka berempat memang duduk tidak jauh dari pengantin.


" Ssstt... sudah jangan terrawa lagi. Lihat tuh kita jadi topik utama " Seru delia melirik ke kanan dan kekiri.


"Upsh.. aku lupa kalau masih di pesta nya bang rendi " Ucap heri sambil menahan rasa malu nya.


Rendi dan rani pun akhir nya ikut bergabung dengan mereka.


" Kalian ini ngobrolin apaan sih ? Aku peehatiin dari tadi kayak nya seru banget ?" Tanya rendi yang sudah duduk di samping Juna.


" Itu bang mas heri saya hukum tidak dapat jatah selama sebulan full " Seru mona tanpa berbohong.


" Mampus kau her " Tawa rendi pun pecah.


" Awas kamu bang. Tertawalah terus, mentang - mentang sekarang sudah punya teman tidur bisa ya meledekin aku. Kemarin - kemarin tidak berani kan. " Ucap heri.


Perdebatan dan candaan yang terjadi di antara mereka membuat suasana semakin lebih akrab. Terutama untuk rani, ini pertama kali nya dia bisa tertawa lepas bareng dengan delia. Karena dulu saat masih menjadi istri harun rani sama sekali tidak mau dekat- dekat dengan delia dengan alasan delia wanita rendahan dan miskin. Namun kini semua nya berubah, bukan soal kekayaan yang membuat hati seseorang nyaman tetapi hati baik lah yang membuat hidup seseorang tenang dan nyaman.


Setelah acara selesai, juna dan yang lain nya pun pamit pulang. Mereka pulang dengan mengendarai mobil nya masing - masing. Sebelum pulang ke rumah Juna terlebih dahulu mampir ke toko kue untuk membelikan kue untuk di berikan kepada mama nya.


******


Bahagia untuk rani dan rendi ❤❤


KLIK TOMBOL LIKE, VOTE, KOMEN, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2