
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞
Di pagi hari yang cerah amar mulai membereskan barang - barang nya untuk di bawa ke kontrakan nya yang baru. Tidak banyak barang yang amar bawa hanya pakaian , peralatan secukup nya. Dia masih menyisakan untuk di pakai harun dan yang lain nya. Tapi barang - barang yang ada di kamar nya semua dia bawa.
" Loh mar kamu mau kemana ? Kok barang - barang kamu di keluarin semua ?" Tanya ibu siti heran.
" Amar mau pindah bu. " Jawab amar singkat sambil membereskan barang - barang.
" Kenapa pindah ? Terus kontrakan ini bagaimana ?" Tanya harun tiba - tiba menyela.
Amar langsung menatap harun dan rosa yang baru saja keluar dari kamar nya. Sudah jam 8 pagi tetapi mereka berdua baru saja bangun.
" Karena memang harus pindah. Kontrakan ini masih bisa kalian tempati karena masih ada dua bulan lagi. Aku pindah karena memang mau cari suasana baru, dan kontrakan ku yang sekarang kecil dan tidak jauh dari kantor. Aku hanya ingin hidup mandiri dan tenang " Ucap amar dengan tenang.
Harun, rosa dan ibu siti hanya saling melempar pandanganya. Saat ini yang mereka fikirkan hanyalah bagaimana cara nya untuk mencegah amar agar tidak pindah dari kontrakan.
" Terus nasib ibu bagaimana mar ? " Tanya ibu siti .
" Kalau ibu mau ikut amar tidak masalah , di kontrakan yang baru ada 2 kamar. Memang tidak sebeser kamar disini tapi cukup untuk ibu sendiri. Satu kamar untuk ibu dan satu kamar untuk amar " Ucap amar yang sudah menyelesaikan beberes barang - barang nya.
" Kalau kalian pindah terus harun dan rosa bagaimana ,?" Seru harun.
" Itu bukan urusan ku, urusan ku hanya ibu saja. Kamu urus saja rumah tangga mu kenapa harus aku yang ikut repot. " Jawab amar.
" Tidak bisa begitu dong mas. Kamu kan tahu aku sudah tidak bekerja dan rosa juga sedang hamil. Terus kami makan darimana ?" Tanya harun bingung.
__ADS_1
" Ibu mau ikut amar atau mau tetap disini ? Kalau mau ikut amar cepat berskan pakaian ibu karena sebentar lagi mobil yang mengangkut barang datang. Tapi hanya ibu saja yang bisa ikut." Seru amar tanpa menjawab lagi pertanyaan harun.
Ibu siti bingung jika dia ikut amar bagaimana dengan harun anak kesayangan nya. Jika tetap di rumah kontrakan ini bagaimana biaya hidup nya, namun setelah di fikir - fikir dia lebih memilih di rumah kontrakan lama bersama harun dan rosa.
" Ibu tetap disini saja " Jawab ibu siti.
" Ok tidak masalah " Jawab amar.
Mobil yang amar sewa pun datang , barang - barang yang sudah amar bereskan semua nya di naikan ke atas mobil.
" Loh mar , kamu mau pindah kemana ?" Tanya mpok onah yang datang menghampiri amar.
" Mpok onah.. aku mau pindah kontrakan di dekat kantor mpok. Disini di tempati ibu dan harun, karena banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan lembur jadi aku memilih untuk pindah kontrakan saja mpok. " Ucap amar beralasan.
" Oh begitu.. ya sudah kalau begitu aku panggil mas bejo dulu ya untuk membantu menaikan barang - barang yang besar ke atas mobil. Lihat tuh adik kamu sama sekali tudak mau membantu. " Ucap mpok onah.
" Terimakasih mpok " Jawab amar singkat.
Benar saja setelah lima menit mpok onah dan suami nya datang lagi. Saumi mpok onah masuk ke dalam rumah komtrakan untuk membantu mengangkat lemari dam kasur ke atas mobil.
******
Rani memandang orang yang ada di hadapan nya dari atas sampai bawah. Dia lupa pernah bertemu dan berkenalan dengan rendi.
" Maaf dengan siapa ya ?" Tanya rani yang memang melupakan rendi.
" Lupa ya mbak ? Aku rendi mbak, yang saat itu pernah ketemu di minimarket. Ingat tidak ?" Tanya rendi dengan senyum - senyum kepada rani.
Rani memcoba mengingat - ingat nya , dia pun tersenyum saat sudah ingat dengan rendi.
" Oh iya mas rendi yang pernah nabrak saya di minimarket kan , apa kabar mas? Kok bisa sampai di pasar begini, lagi cari apa ? Di suruh istri belanja sayuran ya, atau lagi nemenin istri ?" Tanya rani beruntun.
" Ehh... tidak begitu. Saya ... saya tidak punya istri mbak. Ini kepasar tadi memang mau belanja sayuran, karena stock di rumah habis. Beginilah kalau hidup sendirian, apa - apa ya harus di kerjakan sendiri. Oh iya mbak rani jualan , ini toko mbak rani ?" Tanya rendi.
__ADS_1
Rani hanya menjawab dengan menganggukan kepala nya saja.
" Rani tolong cari kan bahan motif ini di dalam ya. Kalau masih ada tolong di bawa keluar saja " Ucap perempuan paruh baya.
Perempuan paruh baya itu adalah ibu nya rani. Rani dan ibu nya jualan kain atau bahan - bahan baju di pasar. Toko nya tidak terlalu besar tapi mempunyai stok bahan yang lengkap.
" Iya buk " Jawab rani.
" Maaf mas saya tinggal dulu ya " Seru rani .
" Iya mbak rani, saya juga mau keliling lagi ada bahan makanan yang belum saya beli. " Jawab rendi.
Rendi pun pergi meninggalkan toko rani dan kembali berbelanja lagi. Kebiasaan rendi memang lebih senang belanja di pasar tradidional daripada di supermarket. Sayuran , buah , daging dan ikan lebih segar - segar di pasar tradisional.
" Yang tadi siapa ran ? Sepertinya dia bukan orang sini?" Tanya ibu nya rani saat rani sudah keluar dan membawa segulung bahan kain.
" Oh itu tadi mas rendi bu. Rani juga belum lama kenal, kenal karena tidak sengaja bertemu di supermarket saja bu " Ucap rani menjelaskan agar ibu nya tidak salah paham .
Bagaimana pun saat ini rani adalah seorang janda, ibu nya tidak mau status janda rani di pandang negatif oleh masyarakat. Apalagi pria yang bernama rendi tadi adalah pria yang masih asing.
" Hati - hati ya ran. Jangan terlalu dekat dengan lelaki yang belum kamu ketahui seluk beluk nya. Siapa tahu dia sudah berkeluarga karena kalau dilihat dari orang nya sepertinya dia lebih tua dari kamu. Jangan merusak rumah tangga orang ya ran . "Ucap ibu rani menasehati anak nya dengan lembut.
" Insya Allah rani tidak akan seperti itu bu. Rani tahu bagaimana sakit nya di khianati bu. Pengalaman hidup rani sudah cukup rani jadikan pelajaran bu, semoga tidak ada rani - rani lain di luaran sana yang mengalami hidup seperti rani." Ucap rani dengan mata yang berkaca - kaca.
Rimah tangga harun dan rani hanya bertahan seumur jagung saja. Rumah tangga mereka hancur karena perselingkuhan yang di lakukan oleh harun.
" Ibu sekarang hanya berharap kamu hidup bahagia ran. Siapa pun pria yang kelak menikahi kamu dia bisa menerima mu apa ada nya, bisa menerima status mu dan bisa membimbing mu kejalan yang lebih baik lagi. " Ucap ibu rani penuh harap.
" Aamiin... doakan saja semoga kelak rani mendapat jodoh yang sezuai dengan harpan ibu " Jawab rani sambil meneluk ibu nya.
Rani dan ibu nya kembali melayani pembeli yang mulai berdatangan.
******
__ADS_1
KLIK LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤