Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Mengantarkan barang asti


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


" Maaf mbak di luar ada mbak asti yang marah - marah sambil manggil nama mbak delia. Sepertinya dia mau membuat keributan lagi deh mbak. Lebih baik mbak telepon suami nya saja " Ucap yuni memberitahu delia.


Yuni tadi lari tergopoh - gopoh ke ruangan delia, karena di depan ada asti yang sedang marah - marah tidak jelas. Takut terjadi sesuatu yuni langsung menyuruh satpam mengamankan asti, namun yuni tetap memberitahu delia.


" Mau apa lagi mbak asti kesini ?" Tanya delia.


" Tidak tahu mbak " Jawab yuni sambil mengangkat ke dua tangan nya.


Delia tidak mau menemui asti karena pasti akan terjadi keributan yang semakin meluas. Delia pun memilih menghubungi amar untuk menjemput asti. Namun baru saja mau menekan nomor ponsel amar, delia ingat jika amar pasti masih ada di rumah sakit menemani ibu nya. Tidak mau membuat amar lebih khawatir, akhirnya delia menghubungi ajeng.


[ Hallo mbak delia ] Seru ajeng menjawab panggilan telepon delia.


[ Hallo jeng, maaf ya mengganggu. Emm..jeng sekarang asti ada di toko dia sedang marah - marah. Bisakah kamu menjemputnya, aku tidak mau dia kembali mengamuk seperti waktu itu ] Ucap delia.


[ Mbak asti di toko ? Iya,, iya mbak kami akan segera menjemputnya. ]


[ Baiklah aku tunggu ]


Sedangkan di depan toko asti sedang di tahan dua satpam , sehingga dia tidak dapat masuk ke toko.


" Lepaskan pak, lepas kan !! Aku datang kesini itu ada perlu dengan delia " Ucap asti betontak.


Dua satpam itu sama sekali tidak melepaskan cengkraman nya. Mereka tetap menahan asti agar tidak dapat masuk. Segala umpatan sudah asti keluarkan tapi tetap dua satpam itu tidak melepaskan tangan asti.


" Kurangajar kalian berdua. Lepaskan !! Delia keluar kamu !! Jangan sembunyi, sini keluar temui aku !!" Teriak asti dengan lantang.


" Bisa diam tidak sih mbak, kalau kamu tetap teriak - teriak aku lakban mulut kamu" Ucap satpam menggertak asti agar dia takut dan berhenti berteriak.

__ADS_1


Teriakan asti sangat mengganggu kenyamanan orang lain terutama para pelanggan yang sedang berbelanja di toko. Namun tiba - tiba ajeng dan diki datang menjemput asti dengan mengendarai motor.


" Mbak asti kenapa bisa sampai sini ? Bukan nya tadi mbak ikut pengajian sama ibu di masjid ? " Seru ajeng heran.


" Kenapa kalian juga ada disini ? Aku kesini karena ingin bertemu delia, aku mau buat perhitungan dengan wanita sombong itu. " Ucap asti dengan lantang.


" Mbak delia nya tidak ada di toko mbak. Dia saat ini sedang ada di luar kota dengan keluarga nya, jadi mbak datang nya nanti saja kalau mbak delia nya sudah pulang dari luar kota. Jangan teriak - teriak lihat tuh kita di lihatin orang, kan malu mbak " Seru ajeng bicara dengan lemah lembut agar asti tidak marah.


Sepertinya asti percaya dengan perkataan ajeng yang mengatakan delia ke luar kota. Karena memang sudah sejam lebih dia ada di depan toko dan berteriak - teriak delia tidak keluar juga. Asti mulai tenang dan pak satpam pun melepaskan asti.


" Oh..pantas saja sedari tadi delia tidak keluar juga, ternyata dia ada di luar kota. Wah... pasti delia sedang jalan - jalan " Ucap asti tanpa menghiraukan tatapan orang di sekitar nya.


" Iya lebih baik sekarang kita pulang saja ya mbak, kasihan ibu kebingungan nyariim mbak asti " Ucap diki juga ikut merayu asti dengan pelan.


Akhirnya asti mau ikut ajeng pulang, sebelum nya ajeng mengirimkan pesan kepada delia untuk meminta maaf karena kakak nya sudah membuat keributan lagi di toko milik nya.


[ Aku juga minta maaf jeng tidak bisa menemui mu, bukan aku tidak mau menemui mu. Tapi aku tidak mau jika aku menampakkan diri kakak mu akan semakin mengamuk. Maaf... ]


[ Iya mbak aku paham banget kok.]


Motor yang di kendari diki pun melaju meninggalkan DL Shop, motor melaju dengan kecepatan sedang. Karena saat ini bonceng tiga jadi diki juga harus mencari jalan altetnatif.


********


Amar akhirnya menceritakan semua masalah yang selama ini amar alami kepada sang kakak. Tini benar - benar syok saat tahu asti mempunyai sifat yang tidak baik dan juga mengalami depressi. Rasa kasihan nya kepada amar sudah tak terhingga lagi, tiga kali menikah tapi semua nya gagal.


" Iya mbak, pernikahan ku dengan asti hanya bertahan3 bulan mbak. " Ucap amar pelan.


" Ternyata hanya delia yang bertahan lama mar. Andai saja waktu bisa di putar kembali mar " Seru tini lagi.


Amar menundukkan kepala nya, semua waktu tidak akan bisa di putar lagi. Masa - masa bersama delia tidak akan terulang lagi. Saat ini delia sudah bahagia dengan keluarga baru nya, amar pun ikut bahagia jika delia bahagia.


" Tidak perlu di sesali mbak. Dan jangan mengganggu kebahagiaan delia mbak." Ucap amar berpesan.


" Iya mar, delia wanita yang dulu mbak hina kini dia menjelma menjadi wanita yang sukses. Bahkan sedikitpun dia tidak membenci keluarga kita atau dendam dengan kita, hati nys benar - benar selembut kapas mar. Beruntung sekali pak juna mendapatkan wanita sebaik delia. " Ucap tini.


" Heemmm.... sudah mbak jangan bahas itu lagi. Mbak sendiri apa tidak ingin menikah lagi ? Mbak masih muda, mbak harus hidup bahagia. Kalau amar seperti nya sudah tidak ada keinginan untuk menikah mbak, tiga kali gagal membuat amar takut untuk menjalin suatu hubungan mbak " Ucap amar dengan tatapan kosong kedepan.

__ADS_1


" Apa ada orang yang mau sama mbak mar ? " Tanya tini dengan wajah sedih nya .


" Pasti ada mbak. Kenapa kita kakak beradik rumah tangga tidak ada yang langgeng ya mbak. ?" Ucap amar.


" Sepertinya ini memang hukuman buat kita semua mar. " Seru tini lagi.


" Mbak aku tinggal dulu ya, aku mau mengantarkan barang - barang asti ke rumah orang tua nya. Aku ingin semua nya cepat selesai mbak, besok aku akan ke kantor pengadilan agama mengajukan gugatan cerai. Orang tua asti sudah menyerahkan semua nya sama amar. " Ucap amar memberi tahu.


Tini mengangguk paham dan mencoba sedikit tersenyum kepada amar. Amar pun pergi meninggalkan rumah sakit dan menuju rumah kontrakan nya. Amar mengantarkan barang - barang asti dengan mengendarai taksi online, karena barang - barang asti lumayan banyak.


Saat sampai di pekarangan rumah ibu jujuk, amar langsung turun dari mobil dan menurunkan barang - barang milik asti. Amar meminta kepada sopir taksi online untuk menunggu nya terlebih dahulu.


" Mau apa kamu kesini ?" Tanya asti ketus.


" Hemmm... apa kabar dek ?" Tanya amar ramah.


" Tidak perlu basa - basi. Kalau kamu datang untuk mengantarkan barang - barang ku ini, saya ucap kan terimakasih dan kamu sudah bisa pergi sekarang. " Seru asti sambil bersedekap di depan pintu tanpa menyuruh amar untuk masuk.


" Maaf... saya datang memang untuk mengantarkan barang - barang mu. Silahkan kamu periksa apa masih ada yang kurang " Ucap amar tidak ramah lagi.


" Tidak perlu !! Sekarang kamu cepat pergi dan jangan lupa cepat urus perceraian kita. Aku sudah tidak mau menjadi istri pria miskin seperti mu. Ucap asti mencibir amar.


Amar tidak boleh terpancing emosi, dia pun memilih segera meninggalkan rumah ibu jujuk agar tidak ada keributan antara diri nya dan asti.


* Sabar - sabar amar jangan sampai terpancing emosi * Gumam amar dalam hati nya.


" Amar tidak masuk dulu " Seru diki yang baru saja ke luar dari dalam rumah.


" Iya dik, terimakasih. Aku mau ke rumah sakit lagi karena mbak tini mau pulang dulu, kasihan tidak ada yang menjaga ibu " Ucap amar beralasan.


Padahal amar ingin segera pulang karena malas dengan sikap ketus asti, sikap asti sangat merendahkan dan menghina amar. Sekarang baru tahu amar bagaimana rasa nya dihina dan di rendahkan oleh orang. Diki pun mengangguk dan mengantarkan amar sampai masuk ke dalan mobil.


********


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤


HARI SENIN NIH JANGAN LUPA KLIK TOMBOL VOTE NYA 🙏❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏


__ADS_2