Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Menolak pengobatan


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Amar sangat terkejut saat tini mengatakan jika ibu nya mengidap penyakit kanker otak stadium 3. Betapa banyak penderitaan yang harus di tanggung oleh ibu nya, lumpuh, stroke bahkan juga mengidap penyakit yang kapan saja bisa merenggut nyawa nya.


" Mbak jangan bercanda !" Seru amar mencoba tidak percaya dengan apa yang di ucapkan tini.


" Mbak tidak bercanda mar, tidak ada waktu untuk bercanda apalagi ini menyangkut nyawa seseorang. " Jawab tini serius.


" Sejak kapan mbak ?" Tanya amar ingin tahu.


" Mbak juga baru tahu saat ibu di rawat di rumah sakit kemarin, dari hasil pemeriksaan selain jantung ibu juga ada penyakit kanker otak. Awal nya mbak ingin langsung memberitahu kamu, tapi ibu melarang nya. Dia tidak mau membebani kamu apalagi biaya rumah sakit kamu yang menanggung nya. " Ucap tini sambil memandang ke arah luar.


Amar menyugar rambut nya, dia benar - benar tidak menyangka ibu nya mengidap penyakit mematikan. Amar ingin ibu nya sembuh tapi biaya nya pun pasti besar , uang amar sudah terkuras untuk biaya rumah sakit. Dua kali masuk rumah sakit semua amar yang tanggung, apalagi saat ini amar juga sudah mempunyai istri yang menjadi tanggung jawab nya.


" Prediksi dokter ibu hanya bisa bertahan kurang lebih 1 tahun " Seru tini membuat amar semakin kaget.


" Ibu harus sembuh mbak . Ibu bisa kemoterapi amar akan usahakan biaya nya. " Seru amar lagi.


Tini menggengkan kepala nya, seakan pasrah dengan keadaan ibu nya. Sebagai anak pasti tini juga ingin yang terbaik untuk ibu nya, ingin ibu sembuh tapi apa daya kondisi ibu nya tidak memungkinkan.


" Kenapa mbak ?" Tanya amar.


" Ibu mengidap jantung dan stroke mar, kalau ikut kemotherapi bisa semakin membahayakan jantung nya.

__ADS_1


**Bagi pengidap kanker, cara yang dinilai mampu membunuh sel kanker dan menyembuhkannya adalah kemoterapi. Prosedur medis ini dilakukan dengan menghancurkan sel kanker dan menghambat pertumbuhannya. Pasalnya, sel kanker mampu berkembang secara membelah diri dengan cepat. Selain meringankan gejalanya, kemoterapi membantu mengecilkan serta mengendalikan sel kanker pada tubuh.


Namun, bukan berarti kemoterapi bebas dari efek samping. Fakta baru menunjukkan pengidap kanker yang menjalani perawatan kemoterapi berpotensi terserang miokarditis, suatu kondisi langka yang menyebabkan peradangan pada jantung. Gangguan jantung ini bisa menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur dan sangat berpotensi menyebabkan gagal jantung. Efek sampingnya juga membuat sistem imun seseorang drop sementara, sehingga lebih mudah terinfeksi. ( Sumber halodoc ).**


Amar semakin frustasi saat mendengarkan penjelasan tini yang dia dapat dari dokter yang menangani ibu nya. Jika mengikuti kemoterapi di takutkan jantung akan semakin bermasalah dan menyiksa ibu siti.


" Kita harus bagaimana lagi mbak ?" Tanya amar frustasi.


" Ibu juga tidak mau menjalani pengobatan mar, kamu tahu sendiri bagaimana keras nya ibu. Sepertinya Dia sudah ikhlas menerima takdir nya. " Jawab tini lagi.


Amar bangkit dan langsung masuk ke kamar ibu nya, di lihat nya sang ibu yang terbaring di kasur dengan mata terpejam.


" Ibu.. ibu harus sehat, ibu harus sembuh. Ibu mau ya ikut pengobatan, amar akan cari uang untuk kesembuhan ibu. Kita coba pengobatan apa saja asal ibu sembuh " Seru amar sambil menggenggam tangan ibu nya.


Ibu siti membuka mata nya dan menggeleng pelan dia sama sekali tidak mengeluarkan suara nya. Hanya sebuah gelengan kepala saja sebagai tanda penolakan untuk perkataan amar.


********


" Mas kenapa kok kelihatan nya kamu sedih banget ? Wajah kamu murung begitu ? ada masalah ya ?" Tanya asti kepada amar.


" Mas kefikiran ibu dek ?" Jawab amar jujur.


" Bukan nya baru tadi sore mas pulang dari rumah ibu , bahkan sampai tidak menjemput ku di rumah orang tua kuv, jadi kan aku pulang naik ojek online. Memang nya ada apa lagi dengan ibu mas? " Seru asti ingin tahu.


" Dek, kalau mas minta tolong kamu sering - sering datang ke kontrakan ibu untuk membantu mbak tini untuk merawat ibu kamu bersedia tidak dek ? Kasihan mbak tini dia pasti kelelahan. " Tanya amar ragu - ragu.


Asti langsung menghentikan makan nya dan meletakkan sendok begitu saja sehingga menimbulkan suara benturan antara sendok dan piring sedikit kuat.


" Maksud mas, mas menyuruh aku untuk merawat ibu?" Tanya asti memperjelas perkataan amar.


" Hanya untuk membantu mbak tini saja dek , apalagi mbak tini juga mau cari pekerjaan. Saat di tinggal mbak tini sementara kamu bisa menggantikan nya. Kamu mau kan ? Kamu kan dulu ingin dekat dengan ibu , siapa tahu dengan jalan ini kalian bisa dekat dan ibu bisa menerima kehadiran mu dengan baik dek. " Ucap amar beralasan .

__ADS_1


* Kenapa aku harus merawat ibu yang sakit - sakitan itu, padahal aku sengaja mengajak mas amar mengontrak dan tidak tinggal di rumah ibu ku karena aku malas merawat ibu. Ini malah suruh merawat ibu mertua, awal nya aku memang ingin hubungan mas amar dan ibu nya membaik dan ibu bisa menerima ku menjadi menantu nya, tapi saat mereka membicarakan delia aku kurang suka dan merasa terganggu dengan pembicaraan mereka. Benar sih delia itu sekarang sudah berhasil punya toko besar, punya mobil tapi hati ku tidak bisa menerima saat mengetahui mantan istri mas amar di bicarakan oleh keluarga mas amar.* Gumam asti dalam hati nya.


" Lihat bagaimana nanti ya mas, aku pun sebenar nya ingin kerja mas . Untuk membantu mu mencari penghasilan tambahan, aku suntuk juga kalau cuma di rumah terus " Ucap asti menolak secara halus perintah amar.


" Dek. Untuk apa kamu kerja ? Biar mas saja yang kerja, mas masih mampu menafkahi mu dek. Mas tidak setuju kamu kerja. Mungkin kalau nanti ada modal lebih baik buka usaha saja dek." Jawab amar menolak keinginan asti untuk kerja.


" Iya mas ." Jawab asti singkat.


Amar dan asti melanjutkan makan malam nya, asti sesekali melirik amar. Masih saja amar memasang wajah murung nya dan makan pun seperti tidak berselera, sedari tadi hanya mengaduk - aduk nasi dalam piring saja.


" Memang nya ibu sakit apa lagi sih mas ? kok kamu kelihatan nya kefikiran gitu? Lihat tuh nasi hanya di aduk - aduk saja dari tadi, ingat mas jangan buang - buang makanan. " Seru asti dengan kesal.


" Ibu mengidap kanker otak stadium 3. Mas kefikiran ibu terus dek. " Jawab amar.


Hahh... ?


Kangker otak ?


Asti pun terkejut dan mata nya pun langsung melotot. Dia benar - benar tidak menyangka jika ibu mertua nya mengidap penyakit yang serius.


" Kangker otak stadium 3 mas ? Terus bagaimana itu ?" Tanya asti beruntun.


" Belum tau dek. Ibu juga tidak mau melakukan pengobatan. Mau kemoterapi juga takut berefek sama jantung ibu, kemoterapi juga ada baik dan buruk nya dek. " Ucap amar menjelaskan.


" Oh begitu.." Jawab asti hanya ber oh ria saja.


Asti pun membereskan sisa makan malam nya dan langsung mencuci piring yang kotor. Biasa nya amar akan membantu mencuci piring, tapi kali ini amar memilih duduk sambil menonton Tv.


* Kenapa lagi dengan mas amar ? apa masih kefikiran ibu lagi. Tapi masak iya sampai segitu nya, apa mungkin ada masalah lain ?* Gumam asti dalam hati nya.


*******

__ADS_1


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2