Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Pernikahan harun


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Satu bulan kemudian.


Hari ini harun dan novi resmi menjadi sepasang suami istri. Jam 11 siang tadi acara ijab qabul sudah selesai dan saat ini mereka sedang berkumpul bersama sanak keluarga yang ikut hadir menyaksikan pernikahan harun dan novi.


Sekitar jam 4 sore Delia , juna dan yang lain nya sudah bersiap - siap untuk pulang . Hanya akan tinggal harun saja di rumah keluarga novi, selama seminggu kedepan sementara novi dan harun akan tinggal di sini dulu.


" Sudah siap semua nya ?" Tanya Juna sebagai sopir memastikan jika semua nya sudah naik ke mobil.


Mobil yang di kendarau juna ada Delia, mama Silvi, Pak hartawan, si kembar dan yuni. Sedangkan untuk Tini, kartika dan mpok onah ada di mobil pak Hartawan yang di kendarai oleh amar.


" Sudah semua mas " Seru delia.


" Novi nya yang ketinggalan Jun " Ucap mama silvi membuat semua tertawa.


" Kalau novi nya kita bawa susah di harun dong tante " Jawab yuni ikut menimpali.


" Memang nya kenapa kok kasihan harun ?" Tanya mama silvi menggoda yuni yang terlihat salah tingkah.


" Ehh... anu tante.. heeeheee " Seru yuni justru hanya tersenyum malu - malu.


" Makanya kamu itu cepetan nikah yun jadi biar tahu apa saja yang di lakukan pengantin baru. Kamu kan sudah dua tahun tuh bertunangan, masak tidak mau melangkah ke pernikahan. Kalau kelamaan nanti keburu tidak kebagiaan buku nikah kamu " Seru mama silvi semakin senang menggoda yuni.


" Masak sih tante ? Buku nikah bisa habis juga ya ?" Tanya yuni dengan polos nya.


" Bisa dong dan ada lagi itu sekitar 3 tahun kemudian, jadi kamu nikah nya di tunda tiga tahun kedepan. Makanya pulang dari sini langsung suruh nikahin tuh si Joni. Lama - lama doang mah susah loh nikah nya" Ucap mama silvi lagi sambil menahan tawa nya.


Yuni tiba - tiba jadi diam dan murung, sepertinya dia sangat percaya dengan apa yang di ucapkan oleh mama silvi. Begitu polos nya kamu yun , padahal kamu itu orang nya bar - bar dan suka kepo.


" Tanggung jawab itu ma , lihat si calon pengantin lagi murung tuh. " Goda delia.


" Bagaimana tidak murung mbak, bang joni siap nikah nya tahun depan. Kalau tahun depan berarti kan buku nikah nya sudah habis, masak mau di tunda 3 tahun lagi mbak " Seru yuni benar - benar menganggap perkataan mama silvi tadi serius.


Haaahaaa Haaaahaaaaa


Semua orang yang ada di mobil itu pun ikut tertawa, bahkan pak hartawan yang sedari tadi diam juga ikut tertawa sampai perut nya sakit. Ada - ada saja tingkah polos nya yuni,ini baru yuni bagaimana jika di tambah dengan kartika.


" Yuni... yuni... Kamu ini polos banget sih. Kamu percaya begitu saja perkataan mama ?" Seru juna sambil tertawa tetapi tetap fokus pada setir.

__ADS_1


" Biasa nya orang tua kan tidak bohong pak " Jawab yuni lagi.


" Hadechh... yuni , yuni tante tadi itu cuma bercanda yun. Yang nama nya buku nikah itu tidak ada habis nya, begitu habis ya cetak lagi. Buku nikah itu tiada batas karena orang yang menikah pun setiap hari nya tiada batas " Ucap mama silvi.


" Ahhh tante silvi ini bikin aku malu saja " Seru yuni sambil menutup wajah nya menggunakan kedua tangan nya.


" Hahhaaa... kamu tertipu oleh kata - kata mama yun " Seru delia sambil membenarkan posisi duduk babby hana. Sedangkan haikal ada di depan dalam pangkuan opa hartawan.


Yuni justru hanya cengengesan sambil menggaruk - garuk kepala nya yang tidak gatal.


Sementara itu di mobil yang di kendarai amar, suasana sangat sepi karena mpok onah dan tini tertidur di kursi belakang. Kartika duduk di kursi depan tepat di samping amar yang fokus mengendarai mobil.


" Tahu begini tadi hana atau haikal naik mobil ini " Seru kartika memecah kesunyian.


" Memang nya kenapa Kar?" Tanya amar ikut bersuara.


" Sepi " Jawab nya singkat.


" Oh... kamu mau di hidupkan musik nya?" Tanya amar yang tidak paham maksud kartika.


" Tidak usah mas,nanti mbak yuni sama mpok onah terganggu. Kasihan pasti mereka kelelahan " Seru kartika.


Amar mengangguk pelan, suasana kembali hening hanya dengkuran halus dari kedua penumpang di belakang yang tertidur dengan nyenyak nya.


" Kamu kalau capek tidur saja " Ucap amar.


" Oh... Ya sudah kalau begitu temani aku mengobrol ya biar aku tidak jenuh dan mengantuk " Ucap amar secara tiba - tiba.


Nah... Akhirnya apa yang di harapkan kartika terkabul juga. Sedari tadi dia memang ingin mengobrol dengan amar , meskipun hanya obrolan ringan.


" Nanti mau langsung pulang atau turun di rumah nya delia ?" Tanya amar.


" Emm... langsung pulang saja mas. Soal nya nanti sampai rumah juga pasti sudah malam, ini saja sudah jam 5 sore. Kalau tidak macet jam setengah tujuh kita sampai tempat tujuan " Ucap kartika memperkirakan.


" Benar juga kamu " Jawab amar singkat.


Kartika tidak bosan - bosan nya mencuri pandang ke arah amar. Amar sebenar nya tahu tapi dia hanya pura - pura tidak tahu saja agar kartika tidak malu dan tetap nyaman ada di tempat duduk nya itu.


" Emm... Mas amar kapan mau menikah ?" Tanya kartika membuat amar langsung terbatuk - batuk.


Uhukk.. Uhuukk


Amar sedikit terkejut dengan pertanyaan kartika.


" Maaf sampai batuk - batuk deh gara - gara pertanyaan ku tadi " Seru kartika sambil terkekeh.


" Iya.. kaget saja tau - tau kamu tanya soal menikah. Hemmm... Aku belum kefikiran untuk menikah kar, seperti masih belum siap saja menjalani pernikahan. Apalagi aku memang sudah pernah 3 kali gagal. " Jawab amar tanpa ragu.

__ADS_1


Kartika hanya tertawa kecil dia tahu jika amar saat ini kaget dan gugup. Lucu juga ekspresi amar jika sedang kaget begitu, membuat kartika semakin gemas saja.


Tanpa terasa mobil yang di kendarai amar sudah sampai di depan kontrakan tini. Tini turun dan amar melanjutkan mengantar mpok onah dan kartika.


" Maaf ya mar udah ngerepotin kamu. Hehheee... kamu jadi sopit untuk kita " Seru mpok onah.


" Tidak masalah mpok, lagi pula ini tadi kan kita ke acara nikahan nya harun. Jadi sudah sewajar nya saya yang bertanggung jawab mengantar kaliam semua , justru saya jug berterimakasih kalian mau ikut ke acara harun " Ucap amar .


" Bener juga sih " Ucap mpok onah.


Mobil amar sudah sampai di depan rumah mpok onah, mpok onah turun dan menawarkan untuk mampir terlebih dahulu.


" Kalian mampir dulu yuk, minum teh atau kopi dulu. " Ucap mpok onah.


" Tidak usah mpok sudah malam, kartika sudah capek pengen cepet mandi dan istirahat " Ucap kartika menolak secara halus.


" Oke deh... kalian hati - hati ya. " Seru mpok onah sambil melambaikan tangan nya.


Mobil amar meninggalkan rumah mpok onah dan membelah jalanan untuk mengantar kartika pulang.


" Kamu mau makan dulu tidak ?" Tanya amar.


" Emmm... boleh " Jawab kartika malu - malu.


" Mau makan apa ?" Tanya amar lagi.


" Apa ya mas, emm... bagaimana kalau makan bakso saja. Di jalan sebelum gang masuk rumah ku itu ada bakso langganan ku,bakso enak dan mantap. " Seru kartika terlihat senang.


" Boleh kebetulan sudah lama aku tidak makan bakso " Ucap amar serius.


Amar dan kartika akhirnya memutuskan untuk makan bakso saja. Ternyata selera amar dan kartika sama , mereka berdua sama - sama penyuka bakso.


" Terimakasih ya mas sudah mau nganter pulang, dan sudah di traktir bakso segala. Ini juga di bungkusin lagi untuk yang di rumah " Ucap kartika saat sudah sampai depan rumah nya.


" Iya sama - sama. Maaf ya tidak bisa mampir, sudah malam pengen cepet sampai rumah terus istirahat . Apalagi harus balikin mobil nya om hartawan juga nih." Ucap amar .


" Iya mas tidak apa-apa. Sekali lagi terimakasih " Seru Kartika.


Amar hanya mengangguk dan tersenyum ramah menanggapi perkataan kartika. Setelah berpamitan amar kembali menjalankan mobil nya, kartika memandang mobil yang gi kendarai amar samai hilang di telan gelap nya malam.


*******


Usaha terus kartika 🤭🤭🤭


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2