
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
Amar sudah berada di rumah rosa tepat jam tujuh malam. Rosa malam ini terlihat sangat cantik dan seksi, baju yang dia kenakan sangat minim membuat para lelaki yang melihat nya akan tergoda. Begitupun dengan amar, dia hanya bisa menelan saliva nya sendiri. Dalam hati nya dia sangat memuji kecantikan rosa.
" Kamu kenapa mar ?" Sapa rosa menyadarkan lamunan amar.
" Oh tidak apa - apa Ros. Tapi malam ini kamu cantik banget, betuntung pria yang bisa menjadikan mu istri. Pasti pria itu akan bangga sekali memiliki istri secantik kamu " Ucap amar berterus terang.
Rosa tersipu malu, dia tahu jika amar sudah mulai jatuh cinta kepadanya namun enggan untuk mengakui nya.
" Terimakasih atas pujian nya mar. Tapi sayang lelaki yang menikahi ku adalah lelaki bejat yang hanya menyakiti ku dan meninggalkan ku dengan wanita lain. Semoga saja aku bisa mendapatkan suami yang bertanggung jawab dan sebaik kamu mar. " Ucap rosa.
" Seperti aku ?" Tanya amar heran.
" Iya seperti kamu. Kamu itu pria yang sempurna, tampan , baik dan bertanggung jawab. Aku suka dengan mu mar " Ucap rosa membuat amar kaget.
" Apa ? Kamu suka aku ?" Tanya amar serius.
Rosa terlihat salah tingkah sepertinya tadi dia sudah salah berucap. Bukan waktu yang tepat untuk mengutarakan isi hati nya. Harus mencari waktu yang benar - benar tepat.
" Maksud ku aku suka lelaki yang baik dan bertanggung jawab seperti kamu. " Akhirnya rosa menemukan alasan yang bagus.
" Oh.. ya sudah kita berangkat sekarang keburu malam. " Ajak amar.
" Iya mar, pakai mobil ku saja ya. Motor kamu masukan saja ke garasi. " Seru rosa.
" Ok. " Jawab singkat amar.
Amar dan Rosa sudah di dalam perjalanan, amar mengendarai mobil sesuai dengan arahan rosa. Dan mobil yang di kendarai amar berbelok di sebuah restoran mewah.
" Kok pesta nya di restoran sih Ros ?" Tanya amar sedikit heran.
" Kita masuk saja nanti kamu pasti tahu " Ajak rosa lalu turun dari mobil.
__ADS_1
Amar mengikuti ajakan rosa, mereka beriringan berjalan masuk ke dalam restoran. Pelayan mengantarkan amar dan rosa ke tempat yang sudah di pesan. Amar mulai heran karena pesta pernikahan di adakan di restoran dan di private room.
" Kok sepi ros ? mana tamu yang lain nya?" Tanya amar sambil mengedarkan pandangan nya.
" Duduk dulu mar, lihat sudah terhidang makanan. Pasti kamu lapar kan, aku juga lapar karena belum makan malam. Kita makan malam dulu ya " Ucap rosa.
Amar mengangguk dan mulai memakan makanan yang sudah di siapkan oleh pelayan restoran. Perut amar memang sangat lapar, karena dirinya belum sempat makan malam karena buru - buru datang menjemput rosa.
Setelah lima belas menit amar dan rosa menyudahi makan malam nya. Semua makanan sudah habis berpindah ke dalam perut mereka.
" Mar, maaf ya aku terpaksa berbohong. Sebenarnya tidak ada acara pernikahan teman ku, aku sengaja berbohong agar kamu mau ikut dan makan malam dengan ku. Jujur mar, aku.. aku jatuh cinta kepada mu " Ucap rosa jujur.
Ucapan rosa membuat tenggorokan amar tercekat, pasal nya pengakuan rosa cukup membuat nya terkejut. Apalagi amar sudah beristri, beda dengan rosa yang seorang janda. Jadi sah - sah saja menjalin hubungan dengan siapa pun.
Tidak di pungkiri amar juga mulai merasa nyaman berada di samping rosa. Amar mendapatkan kebanggaan dari rosa ,yang tidak amar dapat kan dari delia. Ya amar bangga karena rosa cantik, berpendidikan dan satu yang lebih utama rosa bekerja kantoran tidak seperti delia yang hanya pelayan toko.
" Kamu serius dengan perasaan mu ?" Tanya amar ingin lebih yakin.
" Aku serius mar, sebenar nya aku jatuh cinta dengan mu sudah dari tiga tahun yang lalu. Saat awal aku bekerja di perusahaan yang sama dengan mu." Rosa mengakui perasaan nya.
Amar semakin terkejut, dia benar - benar tidak menyangka jika selama tiga tahun ini rosa mencintai nya dan memendam rasa cinta nya.
" Benar tapi hubungan ku dan suami ku tidak bagus , fia sudah seringkali selingkuh. Hingga akhir nya aku memilih bercerai. Mar, aku sangat mencintai mu. Hanya kamu pria yang bisa menggetarkan hati ku, hanya kamu pria yang baik dengan ku. Tolong terima perasaan cinta ku ini mar. " Ucap rosa sambil menggenggam tangan amar.
Sebenarnya amar pun mulai ada rasa untuk rosa, namun amar sadar perasaan nya itu salah. Dia seorang suami, delia istri sah nya.
" Tapi Ros, emm.. kamu tahu kan kalau aku ini sudah menikah. Aku lelaki beristri ros, apa kamu tidak salah mencintai lelaki yang sudah mempunyai istri ? " Tanya amar serius.
" Aku tidak perduli mar, aku sangat mencintai mu. Aku rela untuk jadi yang ke dua mar, asal itu bersama mu aku rela mar " Jawab rosa yakin sambil terus menggenggam tangan amar.
Tatapan mata mereka bertemu, amar menemukan pancaran cinta penuh damba dalam mata rosa.
* Aku harus bagaimana ? Rosa wanita yang cantik dan bisa aku banggakan. Apa aku terima saja perasaan cinta rosa ? Tapi bagaimana dengan delia, aku tidak mau menghianati cinta nya. Huh... Delia maaf kan mas ya, mas sudah menghianati pernikahan kita. Mas juga tidak bisa memungkiri rasa ini* Gumam amar dalam hati nya.
" Ros , kamu benar tidak apa - apa jika jadi yang ke dua ? Kamu bisa menerima resiko nya ?" Tanya amar.
" Aku mau mar. Aku serius dengan ucapan ku ini . Apa kamu menerima perasaan ku " Tanya rosa dengan penuh binar kebahagiaan.
Amar menganggukkan kepala nya dengan pasti, mulai malam ini amar dan rosa resmi menjadi sepasang selingkuhan. Amar tega menghianati delia yang sudah setia kepada nya.
__ADS_1
" Tapi aku mau kita rahasiakan hubungan kita, jangan sampai istri ku tahu. Dan di kantor pun kita terlihat biasa saja, aku tidak mau hubungan kita jadi bahan omongan karyawan kantor. Kamu tahu kan maksud ku Ros ?" Seru amar menjelaskan kepada rosa.
" Aku paham. Jadi mulai sekarang kita pacaran kan ? Amar sayang " Seru rosa malu - malu.
" Iya rosa ku sayang " Jawab amar menjawab dengan mesra.
Mereka berdua berpelukan saling memeluk untuk menyatukan rasa cinta dan sayang mereka. Tanpa di duga rosa mendaratkan bibir nya di bibir amar, tanpa rosa duga amar pun menyambut dengan baik ciuman rosa. Bibir mereka saling beradu cukup luma, dan saling bertukar saliva.
Amar melepaskan pagutan nya saat rosa sudah mulai kehabisan nafas.
" Kita pulang dan kita lanjutkan di rumah saya sayang " Ucap rosa setengah berbisik di telinga amar.
Amar mengangguk dan mereka pun keluar dari private room dengan tangan saling bertautan. Mereka terlihat bahagia seperti sepasang muda - mudi yang sedang jatuh cinta.
Amar dan rosa sudah berada di rumah rosa, amar tidak langsung pulang. Tetapi amar memilih menemani rosa terlebih dahulu, maklum rosa tinggal sendiri dan termasuk janda yang kaya.
" Sayang malam ini tidur di sini saja ya ?" Seru rosa sambil bergelendot manja di dada bidang amar.
" Apakah aman kalau aku menginap ? Tapi kalau nanti terjadi sesuatu dengan kita bagaimana ? karena aku tidak bisa melihat mu terus bermanja - manja seperti ini, aku takut khilaf " Ucap amar jujur.
" Kamu ini bisa aja, kalau khilaf ya tidak apa - apa, kita ulangi saja biar tidak khilaf. " Jawab rosa manja.
Rosa dan amar tertawa bersama, mereka sudah selayaknya sepasang kekasih muda - mudi yang baru saja mengenal cinta. Mereka benar - benar sedang di mabuk cinta, sampai mereka tidak menyadari jika apa yang mereka lakukan menyakiti hati wanita lain yang berstatus sebagai istri.
Sedangkan di tempat lain, sedari tadi perasaan delia tidak enak. Dia terus kefikiran suami nya, delia mencoba menghubungi ponsel amar tetapi ponsel amar tertinggal di atas meja samping ranjang dan sedang mengisi daya batrai.
" Kenapa mas amar sampai lupa bawa ponselnya ? Oh mungkin karena tadi dia buru - buru dan ponsel nya masih di cas jadi dia lupa mengambil nya. Semoga saja mas amar segera pulang, dari tadi perasaan ku tidak enak sekali. " Ucap delia sambil memegangi ponsel amar.
" Kenapa ponsel mas amar sekarang pakai pasword ? " Tanya delia pada dirinya sendiri saat membuka ponsel amar, tetapi ponsel ter pasword.
" Apa aku salah jika aku curiga dengan suami ku sendiri ? Mas amar apa yang kamu sembunyikan dari ku, kenapa aku merasa jika kamu bukan lagi amar suami ku yang dulu, sikap mu sekarang penuh tanda tanya mas " Ucap delia.
Delia meletakkan ponsel amar di atas nakas, dan dia kembali keluar kamar dan duduk di kursi menunggu ke pulangan susminya sembari menonton televisi.
********
Kasihan delia , semoga kebohongan amar segera terbongkor. ❤❤
Di tunggu dukungan nya ..LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE , HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA ❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH.🙏❤