Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Amar dan Kartika


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Motor yang di kendarai amar sudah sampai di salah satu cafe, amar dan kartika langsung turun dari motor dan masuk ke dalam cafe. Amar mencari tempat yang enak untuk berbicara tanpa terganggu dengan para pengunjung cafe yang lain. Kartika belum tahu apa yang ingin di bicarakan oleh amar, walaupun dia penasaran dia memilih diam terlebih dahulu.


Malam ini kartika tidak seperti biasanya, kartika banyak diam dan tidak bar - bar seperti hari - hari biasanya. Kartika duduk di kursi yang berseberangan dengan amar dengan tenang dan menunggu amar untuk berbicara.


" Mau pesan apa kartika ?" Tanya amar memecah keheningan.


" Samakan saja sama punya mas amar, aku apa saja aku makan kok asal bukan racun saja " Jawab kartika sedikit bercanda.


Amar mengangguk lalu memanggil pelayan dan memesan dua porsi makanan dan minuman yang sama. Keadaan kembali hening, karena amar dan kartika saling diam. Kartika sibuk dengan ponsel nya sedangkan amar sibuk dengan fikiran nya sendiri.


Ehhemm ... Eheeemm


Amar berdehem untuk mencairkan suasana, dan berhasil kartika langsung meletakkan ponsel nya dan mendongak menatap amar.


" Mas amar sakit tenggorokan?" Tanya kartika dengan polos nya.


" Ehh... tidak. Hanya sedikit gatal saja " Ucap amar beralasan.


* Kenapa justru aku gugup begini sih ? Dan kartika terlihat biasa saja? Apa yang dikatakan mbak tini itu hanya sebuah kebohongan saja. Kalau kartika benar menyukai ku dia pasti akan terlihat salah tinggkah , tapi ini biasa saja. Justru aku yang terlihat salah tingkah atau aku sendiri yang memang jatuh cinta dengan kartika , dan aku tidak menyadari nya * Gumam amar dalam hati nya .


Setelah menunggu lima belas menit makanan dan minuman pesanan amar sudah selesai dan sudah terhidang di atas meja.


" Makan dulu ya kar, setelah makan aku ingin bicara dengan mu " Seru amar dengan pelan.


" Oh.. iya mas kebetulan juga aku sudah lapar banget " Jawab kartika.


Padahal sedari tadi kartika sudah menahan rasa malu dan groginya , bahkan jantung nya sedari tadi sudah jedag jedug tidak karuan. Sudah seperti musik disko saja, namun kartika pintar menyembunyikan semua nya agar dia tidak malu dengan amar.


" Maaf aku tidak tahu makanan kesukaan kamu jadi aku pesan sesuai yang aku mau saja " Ucap amar di sela - sela makan nya.

__ADS_1


" Tidak apa - apa mas, lagian aku suka kok nasi goreng kambing ini. Ini salah satu makanan kesukaan ku " Jawab kartika jujur.


" Alhamdulillah kalau begitu, betarti pesanan ku sesuai dengan selera kamu" Jawab amar.


Suasana kembali hening , hanya suara dentingan sendok dan piring saja yang terdengar saling beradu. Setelah 10 menit makanan mereka sudah habis tinggal piring kosong saja yang ada dihadapan nya. Lima menit berlalu tapi amar masih diam saja , belum memulai pembicaraan.


" Mas amar tadi mengajak aku kesini mau bicara apa ?" Tanya kartika yang akhirnya buka suara terlebih dahulu.


" Eemmm... iya sampai lupa. Tadi ada yang ingin aku tanyakan kepada mu." Jawab amar ragu - ragu.


" Apa ? Bicara saja sekarang nanti sudah keburu malam loh mas " Seru kartika membuat jantung amar juga semakin tidak menentu.


Amar sekuat hati memberanikan diri untuk menanyakan apa yang di sampaikan tini kepada nya waktu itu.


" Heemmm... kata mbak tini kamu menyukai ku ya ?" Tanya amar dengan suara agak ragu dan malu.


Uhukk... uhukkk


Kartika langsung tersedak minuman yang baru saja masuk ke dalam tenggorokan nya. Pertanyaan amar tadi benar - benar membuat kartika terkejut rasa malu bercampur aduk menjadi satu.


* Mbak tini apa - apaan sih, pakai bilang segala sama mas amar. Kalau begini aku harus jawab apa? Kan aku malu mbak * Gumam kartika dalam hati nya.


" Mbak tini ya yang bilang " Seru kartika senyum malu - malu.


Kartika benar - benar malu, kalau begini keadaan nya sama saja dia yang menembak amar cuma.


" Apa aku salah jika punya rasa suka sama mas amar? Kalau memang aku salah, aku minta maaf " Ucap kartika sambil mengatupkan kedua tangan nya.


" Kamu tidak salah. Yang nama nya rasa suka dan cinta itu datang nya dari hati kita. Aku tidak menyalahkan mu dan aku tidak akan marah, cuma apa kamu tidak menyesal menyukai pria seperti ku? Aku ini sudah pernah menikah 3 kali dan semua nya gagal, predikat duda 3 kali sudah melekat pada ku" Ucap amar membuat kartika menundukan kepala nya, karena dia sangat malu.


Mereka terdiam sesaat, amar masih bingung dengan kalimat - kalimat yang lolos begitu saja dari mulut nya. Sedangkan kartika berperang dengan hati nya sendiri untuk mencari sebuah kepastian dari maksud perkataan amar tadi.


" Maksud mas amar bicara seperti itu apa ? Apa mas Amar bisa membalas rasa ku ini ?" Tanya kartika seakan dia benar - benar membutuhkan kepastian dari amar.


" Apa aku pantas untuk mu?" Pernyataan amar membuat bunga - bunga semakin bertebaran di hati kartika.


" Pantas dan sangat pantas " Jawab kartika dengan serius dan pasti.


" Kamu yakin ?" Tanya amar lagi.

__ADS_1


" Aku yakin mas, jujur aku menyukai mas amar saat kita bertemu di pantai. Waktu liburan beberapa bulan yang lalu, Maaf aku harus jujur tentang hati dan perasaan ku kepada mas amar. Karena jika menunggu kejujuran dari mas amar entah kapan bisa aku dapatkan. Dengan begini berarti aku yang menembak mas amar " Ucap kartika dengan senyum tanpa malu lagi.


" Aku seorang duda. Bahkan aku sudah menduda 3 kali, apa orang tua mu bisa menerima keadaan ku ? Kamu cantik, mandiri masih banyak pria yang lebih pantas daripada aku kartika " Seru amar membuat kartika langsung menggelengkan kepalanya.


Kartika tidak setuju dengan pernyataan amar barusan , menurut nya cinta itu tidak memandang siapa dan dengan siapa. Tetapi hati tidak bisa untuk di bohongi.


" Cinta tidak memendang harta atau kasta mas, aku jujur dan tulus. Aku sangat berharap rasa dan perasaan ku ini bisa terbalaskan. " Seru kartika sudah tidak malu lagi bicara apa ada nya kepada amar.


Amar terdiam dan mencoba menyakinkan hati nya jika wanita yang ada di hadapan nya ini adalah pilihan nya untuk yang terakhir kali dan seumur hidup nya nanti.


* Bismillah... semoga pilihan ku kali ini benar dan tepat. Semoga Allah meridhoi nya . Aamiin * Gumam amar dalam hati nya.


" Apa kamu yakin dan serius ingin hidup dengan lelaki duda seperti ku ?" Tanya amar lagi.


" Aku yakin mas, apapun yang akan terjadi nanti aku akan selalu bersama mu. " Jawab kartika penuh keyakinan.


" Orang tua mu bagaimana ?. Apa dia bisa menerima masalalu ku ?" Tanya amar lagi.


" Jika mas amar yakin dengan ku dan serius juga ingin hidup dengan ku. Kita hadapi orang tua ku sama - sama, kita minta restu mereka sama - sama. Aku tidak mau disebut sebagai pacar, tapi aku mau sebagai calon istri mu mas. Aku memang mencari suami sebagai temen hidup ku dan imam ku, bukan mencari seorang pacar " Ucap kartika dengan yakin.


Amar sangat tersentuh dengan penuturan kartika, kartika yang dia kenal seperti wanita manja dan bar - bar justru mempunyai pemikiran yang lebih dewasa dari nya.


" Bismillah... Insya Allah kita akan meminta restu kedua orang tua mu sama - sama. " Jawab amar dengan yakin.


" Jadi ? Maksud mas amar sekarang kita menjalin hubungan seperti pacar ?" Tanya kartika dengan mata berbinar.


" Bukan seperti pacar , kamu tadi kan bilang jika kamu tidak mau pacaran. Tapi kamu mau sebagai calon istri ku. Kapan kamu siap aku akan melamar mu langsung " Ucap amar dengan serius.


Amar tidak mau menyia - nyiakan kesempatan, apa yang di bilang tini memang ada benar nya. Jika terlalu lama membiarkan kartika pasti akan di dahului oleh orang lain. Sebenarnya amar memang mulai nyaman dengan kartika, tapi untuk cinta amar belum tahu. Seiring berjalan nya waktu amar yakin pasti akan mencintai kartika dengan tulus.


" Mas amar serius ingin melamar ku ?" Tanya kartika.


" Iya " Jawab amar yakin.


Kartika sangat bahagia akhirnya apa yang dia inginkan selama ini bisa tercapai juga. Amar adalah pria pertama yang bisa menempati hati kartika. Selama ini kartika belum pernah merasakan jatuh cinta dengan pria lain, amar pria pertama yang kartika cintai selain ayah nya.


*********


LIKE KOMENTAR VOTE FAVORITE JANGAN LUPA HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK. 🙏🙏❤️

__ADS_1


JANGAN LUPA KLIK TOMBOL VOTE NYA 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2