
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Seminggu berlalu
Amar dan ke dua saudara nya sudah beraktifitas seperti biasa lagi. Amar sudah kembali ke ke kantor, tini tetap menjadi OB dan harun masih juga bekerja sebagai tukang ojek pangkalan, dia masih malu untuk kembali bekerja di showroom milik juna. Padahal juna sendiri sudah menawarkan nya langsung, harun sebenar nya sangat senang saat juna meminta nya untuk kembali bergabung tapi kesalahan nya di masalalu membuat dia malu.
" Run, bukan nya juna sudah menawari mu pekerjaan di showroom nya lagi ?" Tanya tini saat mereka sedang sarapan nasi goreng buatan tini.
" Iya mbak, tapi aku masih belum siap. Apalagi jika ketemu dengan teman - teman ku dulu, karena bukan masalah dengan mbak delia saja yang membuat aku di pecat tapi karena aku menggelapkan uang 25 juta " Ucap harun mengakui kesalahan nya.
Uhhuukk... Uhuuukkk
Tini langsung batuk dan tersedak saat mendengar penuturan harun, pasal nya selama ini yang tini tahu harun di pecat karena menghina dan merendahkan delia. Dia tidak tahu menahu jika harun menggelapkan uang yang jumlah nya tidak sedikit. Walau 25 juta itu cukup besar bagi tini maupun harun.
" Kamu pakai untuk apa uang sebanyak itu harun ?" Tanya tini penuh penekanan.
Harun masih diam sambil mengunyah sarapan nasi goreng nya yang tinggal sedikit lagi.
" Jawab harun ?" Seru tini mulai menaikan volume suara nya.
" Emmm... untuk liburan dengan rosa mbak. " Jawab harun jujur mengakui kesalahan yang sudah dia perbuat.
" Loh.. bukan nya dulu malah uang rosa juga habis sama kamu ? Terus untuk apa uang 25 juta itu ?" Tanya tini lagi.
" Iya mbak memang saat aku masih bersama rosa , dia yang membiayai semua nya. Tapi saat terakhir liburan dengan rosa aku memakai uang 25 juta itu habis dalam 3 hari " Ucap harun lagi.
Huufffttt...
Tini mendengus kesal mendengar penuturan adik nya, betapa bodoh nya sang adik sudah di butakan oleh cinta nya rosa. Tapi kalau di fikir - fikir rosa juga habis uang banyak saat masih sama harun. Dasar pria dan wanita yang sama - sama tidak tahu diri.
" Kamu harus mengembalikan uang 25 juta itu kepada juna, kamu bisa bekerja dengan nya lagi dan mencicil nya tiap bulan. Ingat jangan berulah lagi, keluarga mereka sudah banyak membantu kita. Ya sudah mbak mau berangkat dulu, tidak enak sama mpok onah pasti dia sudah menunggu di jalan depan sana. Oh iya tolong cuciin piring mbak ya. " Ucap tini bangkit dari duduk nya dan langsung mengambil tas dan keluar dari rumah.
__ADS_1
" Iya mbak, hati - hati " Jawab harun.
* Membicarakan soal rosa tadi membuat aku teringat dengan wanita ular itu. Seandainya dulu aku tidak bermain api dengan rosa, mungkin rumah tangga ku dan rani masih bahagia. Tapi semua sudah berlalu, hanya tinggal kenangan saja. Rani juga sudah bahagia dengan kehidupan baru nya, jujur aku memang masih mencintai rani * Ucap harun dalam batin nya sendiri.
Harun segera membereskan piring gelas kotor dan membawanya ke dapur dan langsung dia cuci. Begitulah keseharian harun dan tini,mereka saling berbagi tugas.
********
" Maaf ya mona, aku dan mas juna baru bisa menjenguk anak mu. Aku benar - benar minta maaf " Ucap delia sambil mengatupkan ke dua tangan nya di depan nya.
Usia anak mona sudah 3 minggu tapi delia dan juna baru bisa menjenguk anak mona. Delia merasa bersalah karena dulu saat dia melahirkan sehari setelah nya mona langsung datang menjenguk tapi dia sampai 3 minggu baru bisa menjenguk.
" Tidak apa - apa delia sayang , aku tahu kamu memang sibuk . Apalagi tante juga baru menikah, terus mantan mertua mu juga meninggal. Aku dan mas heri bisa memaklumi nya , apalagi si kembar juga sempat sakit kan ?" Seru mona tidak marah kepada mona.
" Mona kamu memang sahabat terbaik ku " Ucap delia sambil memeluk mona.
" Jangan erat - erat dong meluk nya awas dede bayi ku penyet " Seru mona sambil tertawa.
Delia melupakan bayi yang ada dalam pangkuan mona. Mona menggelengkan kepala nya, dia tidak habis fikir delia masih saja seperti anak - anak padahal sudah punya anak.
" Si kembar anteng ya sama mbak novi " Seru mona sambil memandang ke arah si kembar yang sedang bermain dengan pengasuh nya.
" Iya mon, alhamdulillah mbak novi orang nya tlaten dan tidak banyak tingkah. Justru aku yang belajar banyak mengurus si kembar dari mbak novi. Padahal si kembar sudah mulai aktif di usia nya yang masuk 6 bulan ini, tapi mbak novi sabar banget. " Ucap delia memuji kinerja pengasuh anak nya.
" Mbak novi nya tidak mau Mon katanya dia masih bisa menghandel si kembar. Tapi aku juga tidak lepas tangan begitu saja, aku juga kasih mbak novi istirahat dan libur kok. Dia aku kasih libur seminggu sekali tidak mau, dia minta dua minggu sekali saja " Ucap delia lagi.
" Aku juga mau dong pengasuh seperti mbak novi " Seru mona.
" Nanti aku coba tanya kan sama mama ya Mon, soal nya kemarin mama yang nyariin langsung ke yayasan penyalur nya. Kebetulan yayasan itu milik teman arisan mama " Ucap delia.
" Ok , kalau bisa yang seperti mbak novi. " Ucap mona.
Delia mengangguk sambil memakan cemilan dalam toples, Juna dan Heri ada di halaman belakang tepat nya di kolam ikan hias milik heri.
" Jadi kamu mau menarik mantan karyawan mu itu lagi ?" Tanya heri sambil memberi makan ikan - ikan nya.
" Iya. Aku sudah menawarkan nya tapi sampai hari ini belum ada kabar dari dia. Sebenar nya dia itu kerjanya bagus, tapi saat itu dia melakukan kesalahan di dalam tempat kerja dan di luar kerjaan. Masalah uang aku masih bisa mentolerir, masalah dia yang menghina delia yang membuat aku murka dan langsung memecat nya. Tapi sekarang hubungan kami sudah membaik semua, aku hanya ingin membantu nya saja. Apalagi sekarang hidup nya memang susah dan dia sudah menjadi yatim piatu. Di tambah almarhum ibu siti juga sahabat mama dan papa " Ucap juna menjelaskan semua nya.
" Niat membantu kamu memang sudah bagus, tapi harus tetap hati - hati. Jangan sampai dia merugikan mu lebih banyak lagi. " Seru heri mengingatkan.
__ADS_1
" Semoga jika dia bergabung dengan ku lagi , dia bisa amanah " Ucap juna penuh harap.
Jam makan siang pun sudah tiba, juna dan delia di persilahkan makan siang oleh tuan rumah. Bertepatan saat makan siang kedua orang tua mona datang , jadi tanpa di rencana mereka makan siang bersama.
Setelah makan siang selesai , mereka berkumpul di ruang keluarga dan mengobrol bersama. Si kembar di ambil alih oleh delia dan juna, karena mbak novi bergantian makan siang. Cukup lama berbincang - bincang akhirnya delia dan yang lain nya izin pamit pulang.
" Mas, coba berhenti sebentar " Seru delia saat sedang dalam perjalanan.
" Kenapa sayang ?" Tanya juna heran.
Pandangan delia ke arah luar mobil seperti sedang memperhatikan sesuatu. Karena penasaran juna pun mengikuti arah pandangan delia.
" Bukan nya itu si Rosa ?" Ucap juna yang ternyata masih mengenali rosa.
Rosa saat ini berdiri di pinggir jalan, entah apa yang di kerjakan nya di pinggir jalan dengan berpakaian super ketat dan seksi seperti itu. Padahal hari juga masih sore, namun tidak lama ada motor berhenti di depan nya. Motor yang delia kenali sebagai ojek online karena bisa di lihat dari jaket nya.
" Iya dia rosa mas. Mau kemana ya dia ? dan ternyata dia sudah melahirkan, itu perut nya sudah tidak buncit lagi. Terus anak nya ada dimana ya ?" Seru delia penasaran.
" Tidak usah mengurusi nya lagi sayang, biarkan saja dia berbuat sesuka hati nya. Yang penting dia tidak nengganggu kita lagi dan begitupun kita tidak perlu mencari tahu apa yang di lakukan nya di luar sana " Ucao juna mulai menjalankan mobil nya kembali.
" Iya mas " Jawab delia dengan senyum mengembang.
* Bukan nya mau ikut campur, tapi aku hanya penasaran kenapa rosa berpakaian seksi seperti itu dan anak dia ada dimana ? Semoga saja apa yang di lakukan rosa bukan hal yanh negatif * Gumam delia dalam batin nya.
" Sayang kenapa kok diam saja ? Masih memikirkan wanita tadi ?" Tanya juna sambil fokus menyetir mobil.
" Tidak mas. Aku hanya kecapean, maklum sudah lama tidak perjalanan jauh. Walaupun cuma 2 jam ternyata melelahkan juga ya mas, lihat tuh si kembar juga pada tidur." Ucap delia mencari alasan.
" Kamu lelah karena terlalu lama bergosip sama mona " Ucap juna sambil terkekeh.
" Ihh....siapa yang gosip. Kita tidak bergosip ya, tadi itu cuma bercerita sedikit saja. " Seru delia tidak mau di bilang bergosip.
" Apa? Mengobrol selama 5 jam kamu bilang sedikit ? Wahhh...kalau 5 jam saja sedikit terus banyak nya berapa jam sayang " Seru juna heran.
" Banyak jam dan tidak terhitung dong mas , seperti cinta ku padamu " Ucap delia.
Juna dan delia pun saling pandang dan akhirnya tertawa bersama, tawa renyah bahagia. Sepasang suami istri mungkin melupakan jika di belakang tempat duduk nya masih ada penghuni nya, mbak novi dan si kembar. Mbak novi ikut tersenyum melihat keromantisan dua majikan nya itu, tentu nya romantis yang masih batas wajar ya.
*********
__ADS_1
LIKE,KOMENTAR , VOTE, FAVORITE, JANGAN LUPA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤