Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Datang ke showroom


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


💞💞💞💞💞💞


Seminggu sudah berlalu dari kejadian keributan di dalam keluarga amar. Amar sudah menceraikan rosa dan saat ini sedang mengurus surat perceraian nya. Rosa pun saat ini sudah mengontrak tidak jauh dari perusahaan tempat dia bekerja, dan amar sudah tidak tahu lagi masalah harun dan rosa.


Sudah seminggu ini delia menjalani rumah tangga dengan juna, dan saat ini delia sudah tinggal di rumah juna. Walaupun delia ada rumh, dia tidak bisa meninggalkan ibu mertua nya di rumah hanya dengan IRT saja.


" Mas, nanti siang aku antar makan siang untuk mu ya. Aku masakin makanan kesukaan mu " Ucap delia saat juna sedang bersiap untuk pergi ke tempat kerja nya.


" Iya istri ku sayang " Ucap juna.


" Sekarang sarapan yuk,mama pasti sudaj menunggu kita. Tidak enak membiarkan orang tua menunggu kita terlalu lama. " Ucap delia.


" Padahal mas masih ingin berduaan dengan mu terus istri ku sayang " Seru amar sambil memeluk istri nya dari belakang.


Delia langsung berusaha melepas pelukan suami nya, kalau di biarkan bisa sampai nanti siang tidak keluar kamar. Apalagi mereka sama - sama akan menuju tempat usaha masing - masing.


" Emm.. Mas mama sudah menunggu kita loh, kasihan mama pasti sudah lapar" Ucap delia mencoba menghindar.


" Baiklah , tapi nanti malam mas mintak dobel" Seru juna sambil menyeringai licik.


Untuk mempercepat waktu delia hanya menjawab dengan anggukan kepala nya saja. Mereka pun keluar kamar dan sarapan bersama mama silvi yang tadi sudah menunggu mereka.


" Kalian bawa mobil sendiri - sendiri?" Tanya mama silvi saat juna dan delia berpamitan.


" Iya ma. Delia cuma sebentar kok ma, jam 10 nanti delia pulang untuk masak makan siang. Delia mau lihat show room nya mas juna " Seru delia tersenyum senang.


* Aku juga ingin tahu bagaimana reaksi harun jika tahu kalau aku istri dari bos nya * Gumam delia.


" Oh ya sudah kalau begitu. Kalian hati - hati ya ingat jangan mengebut" Pesan mama silvi.


Mereka mengangguk bersama - sama, lalu masuk ke dalam mobilnya masing - masing.


*******


Jam sudah menunjukan pukul setengah 1 siang, delia sudah bersiap untuk mengantar makan siang suami nya. Masakan sudah siap dan sudah tersusun rapi di rantang, ada ayam bakar, tumis kangkung dan cumi saus tiram pedas.


" Ma delia berangkat ke show room dulu ya " Pamit nya kepada mertuanya.


" Iya sayang, hati - hati " Jawab mama silvi.

__ADS_1


Delia langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju jalanan arah show room. Tidak memerlukan waktu lama mobil delia sudah sampai di depan showroom dan delia memarkirkan mobil nya.


Delia melangkah dengan pasti masuk ke dalam showroom, showroom yang sama saat dia membeli mobil dan saat itu dia di hina oleh harun.


" Mbak delia mau ngapain lagi datang kesini ? Ini juga bawa - bawa rantang makanan mau jualan makanan disini ?" Tanya harun yang heran dengan kedatangan delia.


" Maaf ini bukan urusan mu run, kamu urus saja pekerjaan mu. Maaf aku buru - buru karena waktu sudah semakin siang, nanti kita ngobrol lagi." Seru delia hendak melangkah lagi.


Namun harun menghalangi langkah delia , harun tidak mengizinkan delia masuk ke area kantor show room karena memang tidak sembarangan orang di perbolehkan masuk.


" Kamu tidak boleh masuk, hanya orang tertentu yang bisa masuk " Seru harun ketus.


" Tapi aku ada perlu di dalam sana " Jawab delia.


" Ada perlu apa mbak dengan orang - orang di dalam. Orang di dalam tidak akan mau membeli makanan yang mbak delia bawa. " Seru harun masih mengira delia penjual makanan.


Hufftt...


Delia membuang nafas dengan berat, ingin rasa nya dia menggetok kepala harun dengan rantang yang dia bawa.


" Aku mau ketemu mas Juna " Seru delia memberitahu.


" Pak juna ? Memang mbak kenal pak juna? Jangan mimpi dech mbak. Pak juna itu sudah mempunyai istri belum lama juga dia menikah, jadi tidak mungkin pak juna mengenali mbak delia yang hanya orang biasa dan tamatan SMP " hinaan lagi yang di lontarka harun.


Tanpa mereka ketahui sebenar nya dari tadi juna melihat perdebatan antara harun dan delia. Juna sangat marah saat harun melontarkan hinaan untuk istri nya.


Saat sampai di samping delia , juna langsung memeluk pinggang delia dengan mesra.


Harun tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Dia mengira jika dirinya hanya mimpi.


* Apa ? Mbak delia istri nya pak Juna * Gumam harun.


" Dia istri bapak ? Kok bisa bapak menikah dengan wanita seperti mbak delia ini, Mbak delia itu hanya wanita tamatan SMP saja pak. Dia juga bekas kakak ku, bapak pasti bohong" Seru harun sambil tetawa kecil.


" Istri ku sayang apa kamu mengantarkan makan siang untuk ku. Keruangan ku saja yuk , kita makan siang di sana saja. Yuk aku sudah sangat lapar. " Ucap juna tanpa memperdulikan pertanyaan harun.


Delia mengangguk dan mengikuti suami nya. Sedangkan harun hanya menatap bingung kepergian delia dan suami nya.


" Mampus aku. Jadi mbak delia itu istri nya pak juna ? Hah... pasti aku akan di pecat oleh pak juna " Seru harun sambil mengacak rambut nya.


Juna sengaja tidak memarahi harun di depan delia, apalagi saat ini masih ada di tempat usaha nya. Dia tidak mau menimbulkan keributan yang menjadi konsumsi publik para karyawan nya di show room.


" Memang Harun itu siapa kamu sayang ?" Tanya juna ingin tahu.


" Dia adik nya mas amar, mantan suami ku " Jawab jujur delia.

__ADS_1


" Oh.. pantas saja kelakuan nya tidak jauh beda dengan kakak nya. Mulut nya lemes seperti wanita " Ucap juna lalu menyuapkan makanan ke dalam mulut nya.


" Harun memang dari dulu seperti itu mas, mulut nya seperti emak - emak makanya dari dulu aku tidak pernah akur dengan dia " Seru delia.


" Iya sayang, sudah sekarang kita makan siang dulu ya " Seru juna.


* Harun...Hemm lihat saja aku akan membuat perhitungab dengan mu. Berani kamu menghina istri ku * Gumam juna tersenyum tipis.


Setelah selesai makan siang , delia membereskan peralatan makan nya dan membawa nya pulang kembali.


" Bapak juna memanggil saya " Seru harun yang masuk ke ruangan juna sambil menahan rasa takut nya.


Bugh..


" Ini untuk hinaan yang ke luar dari mulut mu. " Seru juna memukul harun.


Bugh..


" Ini untuk rasa sakit hati istri ku " Seru juna lagi.


Bugh..


" Dan ini untuk menyadarkan mulut lemes mu itu " Seru juna.


Tiga kali juna memberikan pukulan tepat di perut harun, sampai harun membungkuk menahan rasa sakit nya. Dia tidak menyangka jika akan di pukuli oleh boss nya sendiri.


" Maaf pak " Seru harun.


" Memang nya semua bisa selesai karena maaf, seenak nya mulut mu mengucap kata maaf. " Seru juna kesal.


" Saya khilaf pak, maafkan saya dan tolong jangan pecat saya " Seru harun sambil mengatupkan kedua tangan nya.


" Aku bukan tipe orang yang suka mencampur adukan urusan pribadi dengan pekerjaan. Sekali lagi kamu ketahuan menghina istri ku , aku pastikan kamu akan menyesal. Dan bilang sama kakak dan keluarga mu jangan berani mengganggu istri ku atau menghina istri ku lagi. " Seru juna.


" Baik pak. Sekali lagi saya minta maaf " Seru harun terus meminta maaf.


" Keluar " Seru juna singkat.


Harun langsung keluar dari ruangan juna , dia sangat bersyukur juna tidak memecat nya.


* Beruntung aku tidak di pecat, tapi perut ku sakit sekali ini semua gara - gara mbak delia . Pasti dia yang meminta pak juna untuk menghajar ku * Gumam harun masih saja menyalahkan delia.


******


Dasar harun somplak.

__ADS_1


TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, RATE BINTANG 5 NYA JUGA JANGAN SAMPAI KETINGGALAN. 🙏❤❤🥰


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤


__ADS_2