Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Bertemu mantan mertua


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞


Delia datang ke rumah mpok onah, dia memilih datang di siang hari agar tidak bertemu dengan amar dan rosa. Karena rumah mpok onah bersebelahan dengan rumah kontrakan nya amar. Namun saat sampai di depan rumah mpok onah, delia melihat ada mantan ibu mertua nya di depan rumah kontrakan amar.


Saat ke rumah amar , ibu siti melihat ada mobil masuk di pekarangan rumah mpok onah. Ibu siti pun ingin tahu siapa orang di dalam mobil itu, karena mobil nya terlihat baru jadi dia penasaran siapa orang di dalam mobil.


" Kenapa ibu tidak pergi dari sana, malah melihat kearah sini " Gumam delia.


Delia pun turun dan pura - pura tidak melihat mantan ibu mertua nya.


" Deliaa... " Teriak ibu siti.


Akhirnya delia pun berhenti dan mengalihkan pandangan nya ke arah sumber suara.


" Ada apa bu ?" Tanya delia masih dengan sopan.


" Sombong sekali kamu ya. Mentang - mentang sudah jadi kepercayaan boss. Sekarang kemana - mana bawa mobil, padahal mobil juga dari pinjam. Pura - pura beli mobil atas nama kamu padahal itu mobil bosx kamu. Kalaupun itu mobil kamu aku tidak yakin uang yang kamu pakai beli uang halal " Ucap ibu siti langsung menyerbu delia dengan berbagai tuduhan


Delia terlihat santai dengan cacian mantan ibu mertua nya itu. Dia tidak perduli dengan cacian nya, bagi nya ucapan mantan mertua nya sudah tidak penting lagi untuk nya hanya di anggap angin lalu.


" Sudah bu menghina nya?" Tanya delia.


" Dasar sombong, setelah pisah dari anak ku sekarang kamu jadi wanita panggilan. Beruntung amar sudah menceraikan mu jadi tidak bikin malu keluarga ku " Seru ibu siti bicara tanpa di fikirkan terlebih dahulu. Justru anak kandung nya sendirilah yang membuat keluarga nya malu.


Haha haha hahaaaaa


Delia tertawa lebar, dia menertawakan mantan ibu mertua nya. Bisa - bisa nya menghina delia wanita panggilan sedang anak nya sendiri biang nya wanita panggilan.

__ADS_1


" Dasar gila , seperti nya kamu sudah tidak waras lagi. " Seru ibu siti ketus.


" Hello ibu mantan mertua ku yang terhormat , aku ralat ya ucapan nya. Bukan amar yang menceraikan ku tetapi aku yang menggugat nya, aku yang mengajukan perceraian nya. Dan jangan bicara yang anda tidak tahu kebenaran nya. Bilang aku wanita panggilan, lalu anak perempuan mu itu apa? Wanita murahan ? Kalau bicara itu di fikir dulu bu jangan asal ngejeplak saja. " Seru delia melawan mantan ibu mertua nya.


Ibu siti kaget darimana delia tahu soal tini, padahal di sekitar tempat tinggal nya sini tidak ada yang tahu pekerjaan tini. Bahkan keluarga nya sendiri juga tidak tahu, hanya mantan suami tini saja yang tahu.


" Kenapa diam bu? Heran kan aku tahu, betuntung aku tidak membeberkan pekerjaan sampingan anak ibu itu. Kalau para tetangga tahu sudah pasti mbak tini jadi bulan - bulanan warga. Suruh berhenti saja itu anak nya bu, awas loh kena virus kelamin " Ucap delia dengan senyum sinis.


" Tutup mulut mu !! Kamu jangan memfitnah anak ku, anak ku semua anak baik - baik dan berpendidikan tinggi. Tidak seperti mu wanita rendahan yang hanya tamatan SMP" Seru ibu siti membela tini.


" Yakin ? Tapi aku tidak yakin tuh kalau anak ibu anak yang baik - baik. Bukti nya amar saja selingkuh, mbak tini jadi wanita pemuas ranjang para pria hidung belang dan harun.. emmhh apa ya " Ucap delia menjeda perkataan nya.


Ibu siti menatap delia dengan tatapan mematikan, dia tidak terima atas hinaan delia untuk anak - anak nya. Tangan kanan nya di angkat dan hendak menampar delia, namun dengan sigap delia menangkap tangan mantan mertuanya.


" Jangan gunakan tangan anda untuk menyakiti ku lagi bu. Bisa saja aku berontak dan membeberkan tentang mbak tini sekarang juga. Anda melawan aku juga bisa melawan. " Ucap delia penuh penekanan.


" Awas kamu delia. Jangan harap hidup mu bakal bahagia. Dirimu cuma pelayan toko saja sombong nya selangit " Ucap ibu siti menatap tajam delia


" Siapa bilang aku cuma pelayan toko ? DL Shop itu milik ku bu, aku lah yang merintis nya dari NOL. " Ucap delia mengakui jika DL Shop adalah milik nya.


" Kalau gila jangan tanggung- tanggung del. " Seru ibu siti sambil terkekeh.


" Anda tidak percaya itu terserah anda bu, yang penting aku sudah jujur. Aku pun tidak memaksa ibu untuk percaya, sudahlah aku malas lama - lama ngobrol dengan ibu. Karena ibu bawaan nya emosi dan gampang marah. " Ucap delia lalu pergi meninggalkan ibu siti.


" Dasar sombong !! " Teriak ibu siti.


Delia tidak perduli dia berjalan menuju rumah mpok onah. Setelah mpok onah membuka kan pintu delia pun masuk dan duduk di ruang tamu. Di meja sudah terhidang es teh satu teko dan cemilan satu toples.


" Tahu saja mpok kalau aku sedang panas jadi butuh yang segar - segar " Ucap delia langsung menuang es teh dalam cangkir.


" Ya jelas tahu dong del, kamu kan habis adu mulut tuh sama mantan ibu mertua mu. Pasti kamu capek menghadapi mulut lemes nya itu. Itu orang tua tapi kelakuan nya kayak bukan orang tua, pantas saja anak - anak nya tidak ada yang bener. " Ucap mpok onah ikut kesal.


" Biarkan saja mpok. Mungkin memang sudah watak nya seperti itu. Oh iya mpok memang amar dan rosa ada di rumah nya ? Kok ibu itu ada di rumah amar?" Tanya delia ingin tahu.


Mpok onah akhir nya menceritakan kepada delia jika setiap amar dan rosa bekerja , ibu siti sering datang ke rumah kontrakan amar secara diam - diam. Tentu nya untuk mengambil bahan makanan yang ada di rumah amar.

__ADS_1


" Kok dia bisa punya kunci nya ?" Tanya delia.


" Kalau soal itu aku tidak tahu, bisa saja dia bikin duplikat nya atau amar sendiri yang memberi kunci serep kepada ibu nya. Soal nya rosa itu pelit, dia jarang mau berbagi sama keluarga suami nya " Ucap mpom onah lalu ikut makan cemilan yang ada di toples.


Delia pun ingat pertemuan nya dengan amar dan rosa beberapa hari yang lalu dan menceritakan nya kepada mpok onah. Dan pesan yang di kirim amar pun di tunjukan kepada mpok onah.


" Amar sudah gila ini del. Dia pasti menyesal sudah pisah dari kamu. Jangan mau lagi sama suami modelan kayak amar itu del " Ucap mpok onah.


" Mana aku mau mpok, mpok kan tahu sendiri jika aku yang minta cerai. Amit - amit deh sampai kami balikan lagi, membayangkan saja aku tidak pernah mpok " Ucap delia sambil terus memakan cemilan akar kelapa buatan mpok onah.


" Siapa tahu kamu khilaf lalu mau di ajak rujuk " Ucap mpok onah sambil terkekeh


Delia melempar tutup toples ke arah mpok onah, dia kesal dengan candaan mpok onah yang tidak bisa masuk di akal nya. Setelah puas berbincang dengan mpok onah dan es satu teko habis beserta cemilan nya juga ikut habis delia pun pamit pulang.


" Eh mbak delia " Sapa bu rohanah tukang baju keliling yang bayar pakai sistem tempo dan kredit.


" Bu rohanah apa kabar?" Balas delia lalu menyalami ibu rohanah.


" Alhamdulillah baik mbak. Mbak delia semakin cantik dan badan nya terlihat semakin bugar. Oh iya mbak, kalau saya mau ambil baju di toko tempat mbak kerja bisa tidak ya ? Tapi saya bayar nya sistem tempo, maklum mbak saya cuma pedagang keliling." Tanya ibu rohanah.


Delia dan mpok onah yang masih berdiri di depan pintu pun saling pandang. Delia pun tersenyum ke arah bu rohanah.


" Boleh bu, toko itu juga melayani para resseler seperti ibu begini. " Ucap delia.


" Oh iya mbak terimakasih. Makanya tadi saya kesini karena melihat ada mbak delia cuma mau coba tanya dulu boleh tidak nya. Berarti boss nya mbak baik banget ya " Seru ibu rohanah.


Delia mengangguk dengan senyum ramah nya. Setelah selesai berbincang dengan bu rohanah delia pun pamit pulang.


******


AUTHOR TETAP MEMINTA DUKUNGAN NYA DARI PARA PEMBACA SEMUA NYA.


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2