
🌹🌹🌹🌹 HAAPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Tini pulang dengan wajah masam nya karena gagal untuk mendekati juna. Di tambah kesal karena semua itu gara - gara delia. Selalu delia yang di salahkan, memang keluarga yang aneh.
Tini dan rosa sampai rumah bersamaan , tepat jam dua siang mereka sudah sampai di depan rumah. Ibu siti yang melihat rosa pulang cepat pun kaget, karena biasa nya dia akan sampai rumah sekitar jam 6 sore.
" Rosa kok jam segini sudah pulang ? Apa kamu sakit lagin?" Tanya ibu siti.
" Tidak buk " Jawab rosa singkat.
Tini melirik ke arah ibu nya, sang ibu sama sekali tidak bertanya kepada nya . Hanya Rosa saja yang dia sapa, tini pun mencoba untuk protes.
" Bu, kenapa aku tidak ibu sapa ? Padahal aku ini yang anak ibu, dia kan cuma menantu lebih tepat nya menantu karena sebuah kesalahan " Seru tini menatap sinis ke arah rosa.
" Apaan sih" Seru rosa.
" Iya kenapa kamu bicar seperti itu tin, wajar dong ibu tanya kepada rosa karena memang rosa tidak biasa nya pulang jam segini. Kalau kamu kan memang tidak menentu, kadang pulang malam dan kadang juga pulang pagi. " Ucap ibu siti.
Tidak perlu banyak bicara lagi tini langsung masuk ke dalam kamar nya dan mrnutup pintu dengan sangat keras, sampai ibu siti kaget.
Braakkk...
Suara pintu kamar tini.
" Kok tumben jam segini pulang ?" Tanya ibu siti lagi ingin tahu alasan rosa pulang cepat.
Rosa bingung mencari alasan yang tepat agar sang ibu mertua tidak mencurigai nya. Rosa tidak akan mengatakan jika dia sudah di pecat . Kalau dia jujur bisa langsung di tendang si rosa.
" Emmh.. Rosa tidak sakit bu. Tadi rosa ada pekerjaan di luar kantor dan selesai lebih cepat jadi rosa memilih langsung pulang saja, lagi pula pihak kantor pun mengizinkan " Ucap rosa beralasan.
__ADS_1
" Oh ya sudah kalau begitu kamu masuk kamar dan istirahat saja. Pasti capek kan ?" Ucap ibu siti .
" Iya buk, aku ke kamar ya buk " Ucap rosa langsung memilih pergi ke kamar.
Rosa langsung masuk kamar, dan saat sudah berada di dalam kamar dia melihat harun yang sedang tidur dengan nyenyak nya. Rosa mulai kesal dengan harun, karena hanya menjadi pengangguran tanpa mau berusaha mencari pekerjaan.
" Mas bangun. Apa kamu tidak mau cari pekerjaan . Jangan nganggur terus dong mas " Ucap rosa kesal sambil menguncang tubuh harun.
" Apaan sih rosa , aku mengantuk. Kamu kalau mau tidur ya tidur saja. Jangan mengganggu ku " Seru harun masih dengan mata terpejam.
" Dasar suami tidak berguna, sudah tahu pengangguran seharus nya itu bantu - bantu dong. Bantu buatkan aku teh atau panas kan air untuk aku mandi, dan itu mobil ku coba di cuci. Bisa nya cuma makek saja, bensin saja tidak mau mrngisi. " Gerutu rosa terlihat sangat kesal.
Semalam harun habis memakai mobil dan sampai menghabiskan bensin, padahal sore sebelum pulang kerja rosa sudah mengisi mobil nya full.
" Cerewet amat sih kamu !! Aku ini suami kamu, bukan pembantu kamu. Kalau kamu mau di siapkan ini dan itu ya kamu cari pembantu saja, begitu saja kok repot " Ucap harun marah.
" Ok kalau begitu kamu urus semua keperluan mu dan jangan minta uang lagi kepada ku " Seru rosa kembali mengambil tas nya dan pergi dari kamar.
Rosa keluar kamar dan langsung menuju mobil nya, dia pergi tanpa berpamitan dengan penghuni rumah. Bahkan ibu siti yang ada di ruang keluarga hanya rosa lewati begitu saja.
*******
Sepulang dari kantor amar mencoba mencari hiburan dengan berjalan - jalan ke pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari temat nya bekerja.
" Ehh amar ? apa kabar mar ?" Tanya joko menyalami mantan adik ipar nya.
" Kabar ku baik mas. Ini siapa mas ?" Tanya amar sambil menunjuk ke arah perempuan yang berdiri di sampinh joko.
" Oh ini rahma istri ku dan ini anak kami mar. Kabar ibu bagaimana mar, beliau sehat kan ? Sudah lama tidak pernah ketemu ibu. " Seru joko tersenyum tipis.
Amar masih saja memperhatikan istri dan anak joko, karena amar masih tidak percaya jika joko sudah menikah dan punya anak. Bahkan baru beberapa bulan yang lalu bercerai dengn tini.
" Aku menikahi rahma saat aku masih menjadi suami tini. Waktu itu aku sudah pernah bilang sama kamu kalau aku sudah menikah lagi tapi tidak menjelaskan kapan waktu nya. Ya sudah lagi pula semua sudah berlalu, aku tidak mau lagi mengingat masa lalu ku maupun kesalahan terdahulu. Bagaimana pun aku mengaku salah karena aku menikah tanpa sepengetahuan tini. " Ucap joko begitu pasrah.
" Mas joko tidak salah, kakak ku yang salah. Kalau begitu aku permisi ya mas. Seperti nya di luar sudah mulai gelap. Kalau ada waktu nanti kita ketemu lagi, nomor mas joko masih yang dulu kan ?" Tanya amar.
" Iya masih yang lama kok mar , salam untuk ibu. " Ucap joko ramah.
__ADS_1
" Baik mas, mari saya duluan ya mas mbak " Ucap amar sambil menganggukkan kepala nya.
Joko dan rahma membalas anggukan amar dan tersenyum ramah.
* Semoga kebahagiaan berpihak kepada mu mar * Gumam joko sambil memandang kepergian amar.
Amar berjalan menuju luar gedung perbelanjaan, dia menuju tempat parkiran motor. Dimana tempat dia memarkirkan motor nya.
" Loh bukan nya itu rosa ? Ngapain dia di sana sendirian ?" Gumam amar saat melihat rosa ada di cafe samping gedung perbelanjaan.
Amar tidak menghampiri rosa karena memang dia malas bertemu rosa, namun tiba - tiba rosa memanggil nya dan langsung menghampiri amar.
" Mas amar kok di panggil diam saja sih" Seru rosa.
" Ada apa ?" Tanya amar terlihat malas.
" Kita ngobrol di sana saja yuk, aku butuh teman curhat mas. Aku bingung mau curhat dengan siapa " Seru rosa menampak kan wajah sedih nya.
" Maaf rosa aku tidak bisa. Kamu sekarang itu adalah adik ipar ku, jadi kita harus ada batasan. Tidak boleh terlalu dekat, aku tidak mau harun salah paham " Ucap amar menolak ajakan rosa secara halus.
Rosa mendengus kesal, padahal dia sangat ingin mengobrol dengan amar. Amar selalu menjaga jarak dengan nya.
" Mas tolong jangan bilang orang rumah jika aku sudah di pecat dari kantor " Ucap rosa meminta amar untuk merahasiakan pemecatan nya.
" Memang nya kenapa harus di rahasiakan ? Kamu malu atau takut di usir dari rumah ibu ku" Tanya amar ketus.
" Mas kan tahu jika harun masih menganggur jadi aku tidak mau ibu kefikiran dengan masalah kami ini. Aku takut ibu sakit mas, apalagi ibu kan sudah tua. " Rosa beralasan yang tidak masuk akal.
" Aku masih ada pekerjaan lain. Permisi " Seru amar lalu menghidupkan mesin mobil nya dan keluar dari parkiran meninggalkan rosa yang masih saja berdiri di tempat nya.
* Huhhh... Sombong banget sih. Kalau bukan karena aku masih butuh tempat tinggal pasti aku sudah tinggalkan keluarga aneh itu. Mas amar juga sekarang sudah membenciku bahkan melirik ku pun sudah tidak mau lagi. Harun juga cuma pengangguran, kalau cerita nya bakal seperti ini dulu mendingan aku bertahan dengan mas amar * Gumam rosa dengan kesal.
Rosa kembali ke cafe lagi dan menghabiskan makanan dan minuman yang sudah dia pesan. Setelah habis dia pun langsung pergi dari cafe.
******
MAAF YA KAK BARU BISA UP ❤🙏🙏
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤