
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Mobil delia sudah sampai di depan rumah kontrakan asti, delia dan asti pun langsung turun. Pak sopir membantu asti menurunkan barang belanjaan nya dan membantu memasukan ke dalam rumah.
" Terimakasih ya mbak... " Asti menghentikan ucapan nya karena dia tidak tahu siapa nama delia.
" Delia... mbak panggil saja saya delia. " Seru delia dengan ramah.
" Iya mbak delia, kalau begitu kenalkan nama saya asti" Seru asti.
Asti dan delia pun saling berjabat tangan untuk berkenalan. Tidak perlu lama - lama delia pun langsung pamit pulang karena takut si kembar rewel.
" Baik banget sih mbak delia itu. Baik, cantik dan lembut banget. " Gumam asti.
Sepulang nya delia asti langsung membereskan barang belanjaan nya. Setelah semua nya beres asti memilih untuk beristirahat.
Sementara itu di tempat lain saat ini Rosa perut nya sudah semakin besar. Sebentar lagi dia akan melahirkan namun dia tidak punya persiapan sama sekali. Ibu menik dan anak nya sedikit membantu rosa dengan membelikan beberapa perkengkapan bayi walaupun tidak banya namun ada untuk calon anak rosa nanti.
Saat ini yang jadi masalah rosa adalah biaya saat bersalin nanti. Karena gaji bekerja di warung makan ibu menik hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan nya sehari - hari, karena gaya hidup rosa pun masih terbilang boros .
" Rosa apa kamu sudah mempersiapkan biaya untuk melahirkan ?" Tanya ibu menik .
" Aku tidak ada uang bu, lagi pula aku kan cuma dapat bayaran 700 ribu sebulan dari ibu. Mana uang itu cukup untuk biaya hidup ku bu. " Ucap rosa membuat ibu menik menggelengkan kepala nya.
" Masih bagus aku memberi kamu gaji 700 ribu Rosa, padahal kerjaan kamu juga ringan. Hanya bantu - bantu saja, lagi pula warung makan ku ini warung kecil aku tidak sanggup membayar mu lebih dari itu. Lagi pula kamu makan pun dapat jatah dari warung, seharus nya uang itu kamu sisihkan paling tidak 200 ribu perbulan. Untuk tambah - tambah biaya saat lahiran nanti, kalau lahiran di bidan sih tidak mahal kalau di rumah sakit iya mahal nya bisa 4 kali lipat. " Seru ibu menik menasehati rosa.
" Aku juga butuh skincare bu untuk merawat kecantikan ku ini. Lagi pula sekarang juga skincare ku yang murahan, biasa nya aku pakai yang harga sepaket nya ratusan sampai jutaan ini cuma 150 ribu sepaket nya, bayar kontraksn 200 ribu sisa nya ya buat aku beli ini itu " Ucap rosa membela diri nya .
Ibu menik sudah tidak tahun lagi dengan jalan fikiran rosa, seharus nya dia bisa belajar hemat tidak perlu beli barang - barang yang menurut nya tidak penting.
" Terserah kamu lah rosa " Seru ibu menik sudah malas menasehati rosa.
__ADS_1
* Huuhhh bagaimana nanti kalau anak ini lahir ya, mau aku kasih makan apa dia ? pekerjaan ku saja seperti ini. Hemm... apa aku kasih orang saja ya anak ini? Lagi pula aku juga tidak tahu setelah ini mau kerja apaan * Gumam rosa dalam hati nya.
Di saat dia sibuk dengan fikiran nya sendiri , ada sepasang suami istri yang masuk ke dalam warung dan memesan makanan. Sepasang suami istri itu memperhatikan rosa, mereka ingin menyapa rosa tapi takut jika salah orang.
" Rosa !! Kamu kenapa diam saja ? ada orang bukan nya di layani, melamun terus? Apa yang kamu lamunin ?" Tanya ibu menik sedikit berteriak.
"Ehh iya bu maaf " Seru rosa langsung bangkit dan menuju ke etalase makanan.
" Mau ..... " Rosa langsung menghentikan ucapan nya.
Rosa terkejut mendapati rendi dan rani ada di warung makan ibu menik. Rosa bertanya - tanya kenapa mereka ada di tempat ini, padahal tempat nya ini lumayan jauh dan berada di pinggiran kota.
" Rosa !" Seru rendi dan rani bersamaan.
Ternyata benar rosa yang mereka lihat, rendi dan rani pun tidak menyangka bisa bertemu dengan rosa. Apalagi di tempat pinggiran kota begini.
" Iya ini aku rosa, kalian kesini mau makan kan ? Mau makan pakai apa ?" Tanya rosa ketus membuat ibu menik langsung menghampiri nya.
" Rosa yang sopan sama pembeli " Tegur ibu menik sambil mencubit pinggang rosa.
" Maaf pak , buk maklum orang hamil seperti itu. Dia sering marah - marah tidak jelas. Oh iya bapak sama ibu mau makan pakai apa ? " Tanya ibu menik dengan ramah dan senyum mengembang di bibir nya.
" Ada ayam goreng, ada ayam kecap, telor balado, ikan goreng, ikan bumbu kuning sama sayur nya tumis kacang panjang, sama sayur daun ubi. " Ucap ibu menik menyebutkan menu masakan nya.
Walaupun warung nya kecil dan harus masuk ke dalam gang, menu yang di jual ibu menik cukup lengkap. Namun memang dia tidak ada olahan daging sapi, kecuali ada yang pesan sebelum nya.
" Saya pesan 15 bungkus pakai ayam goreng semua ya bu, tapi di bungkus " Ucap rendi.
" Alhamdulillah, 15 bungkus pak ?" Tanya ibu menik dengan antusius.
" Iya bu , 15 bungkus sama kami mau makan disini juga bu, saya pakai ikan bumbu kuning saja kalau kamu ran mau pakai apa ?" Tanya rendi kepada rani yang tatapan mata nya terfokus ke arah rosa yang berdiri di belakang ibu menik.
" Ehh.. aku pakai ayam goreng sama sayur saja mas " Ucap rani tergagap.
Ibu menik langsung menyiapkan pesanan rendi, namun sebelum nya dia menyiapkan dua piring menu untuk rendi dan rani terlebih dahulu baru membungkus pesanan rendi. Sedangkan rosa memilih melayani pelanggan yang lain, kebetulan warung makan ibu menik memang sudah mempunyai pelanggan yang tetap, kebanyakan pelanggan nya para kuli bangunan, dan para pe dagang pasar.
" Pesan banyak buat siapa aja mbak ?" Tanya ibu menik sambil menyiapkan makanan yang di bungkus.
" Buat orang kerja bu, kebetulan hari ini mulai kerja. " Jawab rani sopan.
__ADS_1
" Pekerja dimana mbak ? soal nya biasa nya para pekerja proyek sini kalau makan langsung datang kesini?" Tanya ibu menik penasaran.
" Yang ada di jalan depan sana buk, ruko milik pak ical " Jawab rani.
" Oh iya.. ruko pak ical yang ada di depan jalan sana. Oh itu mbak beli ya? Padahal dari depan kesini lumayan jauh loh mbak, harus masuk gang sekitar 300 meter juga. Tapi mbak tetap beli disini. " Seru ibu menik.
" Alhamdulillah berarti rezeki buat ibu, oh iya bu untuk dua minggu ke depan saya berlangganan sama ibu ya. Setiap makan siang ibu kirim 15 bungkus nasi pakai ayam ke ruko, untuk ayam nya terserah ibu mau di masak bagaimana yang penting menu nya ayam " Ucap rendi membuat ibu menik senang.
Rosa yang sedari tadi hanya diam dan menguping pembicaraan terlihat sangat kesal. Dia hanya bisa menggerutu dalam hati karena rani terlihat bahagia hidup dengan rendi, begitupun sebalik nya.
" Kalau boleh tahu ruko nya mau untuk jualan apa pak ?" Tanya ibu menik masih kepo.
" Mau buka toko kain bu sama tempat jahit, kan sekalian bu ada kain ada penjahit jadi pelanggan biar tidak lari kesana kemari. " Seru rendi sambil terkekeh.
" Wah bagus itu, jiwa bisnis nya oke juga pak " Ucap ibu menik memuji rendi.
Rendi dan rani sudah menghabiskan makanan nya, piring mereka berdua sudah kosong. Biarpun warung pinggira masakan ibu menik memang sangat enaak. Pesanan nasi bungkus pun sudah selesai dan rendi tinggal membayar nya.
" Total nya berapa bu?" Tanya rendi.
" Yang du bungkus pakai ayam sebungkus nya 20 ribu pak, jadi 300 ribu. Yang di makan disini satu ayam dan satu ikan 35, jadi total 335ribu pak " Ucap ibu menik.
Rendi mengangguk dan langsung mengambil uang di dompet nya, rendi menyerahkan uang 500 ribu kepada ivu menik.
" Sisa nya tolong ibu berikan kepada rosa ya bu " Ucap rendi.
" Bapak kenal rosa ?" Tanya ibu menik bingung.
" Rosa teman kami bu, rosa kapan perkiraan kamu mahirkan ?" Kini rani yang bertanya kepada rosa.
" Sekitar 3 minggu lagi " Jawab rosa singkat.
" Oh iya bu, ini 900 ribu untuk pesanan nasi bungkus 3 hari ya bu. Untuk selanjut nya nanti saya datang lagi " Seru rendi memberikan uang kepada ibu menik.
Setelah acara hitung menghitung selesai rendi dan rani pun langsung pulang meninggalkan warung ibu menik. Mereka sengaja berjalan kaki untuk lebih mengenal lingkungan tempat usaha nya nanti.
********
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏🙏❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤