
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
" Mas aku itu lagi hamil masak setiap hari makan tahu tempe begini, aku bosan mas. Aku juga ingin sesekali makan daging atau ikan, bagaimana aku dan bayi ku bisa sehat kalau makanan yang aku makan hanya tahu tempe saja " Ucap rosa protes kepada harun karena harun lagi - lagi hanya membeli tahu dan tempe.
Harun sekarang hanya seorang ojek pangkalan, yang sehari nya hanya dapat penghasilan 20 sampai 35 ribu saja. Uang segitu jelas tidak cukup untuk biaya hidup harun dan rosa, apalagi saat ini rosa sedang hamil dan banyak sekali permintaan nya.
" Kalau kamu tidak mau makan ya sudah, biar aku saja yang makan. Aku capek - capek kerja pulang - pulang hanya kamu omelin saja. " Seru harun tidak terima jika rosa mengomelinya.
" Aku bosan makan ini mas " Seru rosa sambil menunjuk tahu dan tempe yang ada di atas meja.
" Kalau kamu punya uang silahkan kamu beli daging atau beli makan di restorant sana. Aku tidak perduli kamu mau makan atau tidak terserah " Ucap harun lalu pergi meninggalkan rosa sendirian di meja makan.
Rosa membanting piring yang ada di atas meja, dia kesal karena harun sudah mulai tidak perduli dengan nya lagi. Harun sudah tidak mau menuruti permintaan nya, dengan berdalih ngidam. Hanya sekali saja harun membelikan rosa bakso itu pun rosa bilang ngidam bakso.
" Menyesal aku menikah dengan mu " Teriak rosa
" Aku juga lebih menyesal telah menikahi wanita pemalas seperti mu " Teriak harun dari arah depan.
Harun melajukan motor nya menjauh dari rumah nya dan berhenti tepat di depan rumah kontrakan amar. Harun melihat jika motor amar ada di teras sudah di pastikan amar pasti ada di rumah.
" Ada apa kamu datang kesini ?" Tanya amar saat membuka kan pintu untuk harun.
" Aku mau bicara dengan mu mas, ini masalah serius. Kita bicara di dalam saja " Ucap harun.
Amar pun menyuruh harun untuk masuk dan menyuruh nya duduk. Mata harun mencari - cari keberadaan sang ibu.
__ADS_1
" Ibu ada di kamar nya , dia sedang tidur siang. Cepat katakan apa yang ingin kamu katakan. Aku masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan." Ucap amar sedikit ketus.
" Baiklah ... Tolong mas amar kembali rujuk dengan rosa agar aku bisa terbebas dari wanita itu. Pusing aku setiap hari mendengar ocehan nya. " Seru harun tanpa memikirkan perasaan amar.
" Maksud kamu bagaimana ?" Tanya amar ingin memperjelas arah pembicaraan harun agar tidak bertele - tele.
" Aku mau menceraikan rosa dan mas amar rujuk lah dengan rosa, saat ini rosa sedang hamil anak ku. Aku harap mas amar bisa mengikuti permintaan ku ini demi aku mas. " Seru harun seenak nya.
Prangg...
Amar langsung membanting gelas yang ada di atas meja. Gelas itu hancur berceceran kemana - mana. Dia tidak menyangka fikiran harun terlalu pijik, dulu dia yang merebut rosa dari amar sekarang setelah bosan dan rosa tidak punya apa - apa dia mengembalikan rosa, sudah seperti meminjam barang saja.
" Kamu kura rosa itu barang yang seenak nya kamu pinjam dan kamu kembalikan begitu saja ? Harun.. harun kamu itu manusia bodoh yang pernah aku temui " Ucap amar tegas.
" Aku tidak bodoh mas, aku hanya mengembalikan yang semestinya menjadi milik mas amar. Jadi bodoh ku dimana ?" Tanya harun.
Bugh..
Tanpa mulut menjawab, tangan amar langsung yang sudah menjawab pertanyaan harun.
" Lagi pula rosa aku pulangkan kepada mas amar, jadi kapan pun aku mau melihat anak itu kan gampang. Dia memang tinggal dengan mas amar, aku rela kok di panggil om oleh anak ku dan dia memanggil mas amar ayah. " Seru harun lagi membuat amar semakin kesal.
Amar mencoba mengendalikan emosi nya agar jangan sampai dia lepas kontrol dan menghajar harun lebih parah lagi.
" Keluar sekarang dari rumah ini sebelum aku habis kesabaran !!" Seru amar sambil menunjuk ke arah pintu.
" Sombong banget sih mas, seharus nya mas bersyukur karena aku mau mengembalikan rosa kembali. " Ucao harun tetap membela diri nya sendiri.
Brakk
Amar menggebrak meja dengan kuat, dia benar - benar sangat emosi dan ingin menghajar harun sampai babak belur.
" Mar , run ada apa ? Kenapa kalian ribut ? Apalagi yang kalian ribut kan ?" Tanya ibu siti yang baru saja keluar dari kamar.
__ADS_1
" Ini buk mas amar terlalu sombong. Aku datang baik - baik untuk berdamai tapi dia malah marah - marah. Padahal kedatangan ku kan baik " Seru harun mencari pembelaan dari ibu nya.
" Ap benar begitu mar ?" Tanya ibu siti.
" Dia mau menceraikan rosa dan meminta ku untuk rujuk dengan rosa dan meminta ku menjadi ayah dari anak yang di kandung rosa. Apa harun kira aku ini penadah barang rongsokan " Seru amar marah.
Ibu siti langsung menatap ke arah harun, sebenar nya dia senang mendengar harun akan menceraikan rosa. Tapi dia tidak setuju jika amar harua rujuk dengan roda dan menjadi ayah dari anak yang di kandung rosa. Karena dia menginginkan menantu yang lebih dari rosa.
" Kamu jangan gila run !! Kalau kamu mau menceraikan rosa ya ceraikan saja. Jangan meminta mas mu untuk rujuk dengan wanita pemalas itu.." Seru ibu siti tidak setuju dengan permintaan harun.
" Tapi bu kalau rosa rujuk dengan mas amar, nasib anak yang ada dalam kandungan rosa akan lebih baik. Karena mas amar punya pekerjaan yang pasti, sedangkan aku hanya seorang tukang ojek. Penghasilan ku tidak pasti bahkan setiap hari rosa mengomel hanya karena makan tempe tahu saja " Seru harun.
" Maka nya kamu bekerja lebih giat lagi agar dapat menghidupi anak san istri mu dengan layak !! Jangan kamu korban kan orang lain demi kebaikan mu sendiri " Seru ar kesal.
Harun diam, dia tidak bisa menjawab lagi ucapan amar. Apa yang di lakukan nya memang lah sangat merugikan kakak nya, mengembalikan rosa dalam keadaan hamil. Ibarat nya beli barang, beli saru gratis satu.
" Cepat tinggalkan rumah ini, aku tidak mau melihat muka mu lagi ada di hadapan ku " Seru amar mengusir harun.
" Bu tolong lah bicara dengan mas amar agar dia mau menerima rosa kembali. Aku muak dengan rosa yang hanya bermalas - malasan dan mengomel sepanjang hari. Kalau mas amar mau rujuk lagi dengan rosa, aku akan langsung menceraikan nya. Dengan begitu aku masih bisa melihat anak ku meskipun dia memanggil ku Om " Ucap harun masih kekeh dengan niat awal nya.
" Kalau kamu tidak mau pergi juga dari rumah ini, jangab salahkan aku jika kamu pulang dalam keadaan pinjang " Seru amar mengancam dengan serius.
Harun takut dengan ancaman dari amar, dia pun segera meninggalkan rumah kontrakan amar. Dia sudah tidak semangat lagi untuk kembali ke pangkalan , harun pun kembali lagi ke rumah yang di tempati nya bersama rosa. Dia akan betistirahat di kamar yang berbeda dengan rosa.
" Kamu pulang lagi mas ?" Tanya rosa bertanya.
Harun tidak menghiraukan sapaan dari rosa, dia langsung masuk ke kamar sang ibu dan mengunci pintu nya dari dalam agar rosa tidak bisa masuk dan mengganggu istirahat siang nya.
Bersambung.....
******
Punya adik kok ya gila to Mar, amar 🤣🤣
__ADS_1
KLIK LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE , SERTA BERIKAN HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤