
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞
Pertemuan nya dengan delia di rumah makan tempo hari membuat amar sering melamun memikirkan delia. Delia yang sekarang di mata amar terlihat cantik, bersih dan elegant. Walaupun kemarin sempat bersitegang dengan delia tidak membuat amar melupakan pesona delia.
Bahkan amar berencana diam - diam akan mendekati delia kembali tanpa sepengetahuan rosa. Amar pun mengirimkan pesan kepada delia.
[ Selamat pagi delia ]
[ Bagaimana kabar mu hari ini. Untuk kejadian kemarin aku minta maaf ya. Tidak bermaksud untuk menyalahkan mu. ]
[ Kamu yang sekarang benar - benar jauh berbeda. Semakin cantik kamu del, boleh kan kalau kita dekat lagi ? aku hanya ingin menjaga hubungan baik di antara kita.]
Tiga pesan dikirim amar secara beruntun, amar sangat mengharapkan pesanan nya di balas oleh delia. Setelah sepuluh menit menunggu belum juga ada balasan dari delia, bahkan di baca pun belum.
* Kenapa delia sekarang terlihat sangat cantik. Bahkan aku seperti jatuh cinta kembali dengan delia * Gumam arman dalam hati nya.
" Kamu lagi mikirin apa sih mas , dari tadi aku perhatikan kamu senyum - senyum sendiri ?" Tanya rosa yang tiba - tiba menghampiri amar.
" Eh sayang... mas lagi mikirin bagaimana kalau kita punya anak pasti keluarga kita akan semakin bahagia " Jawab amar asal berucap.
Rosa terlihat tidak suka dengan yang di ucapkan amar. Dia belum siap untuk punya anak, karena akan membuat nya kerepotan dan yang paling di takutkan rosa jika tubuh nya berubah menjadi gendut.
" Aku belum memikirkan soal anak mas." Ucap rosa dengan malas.
" Iya sayang. Oh iya tadi siapa yang menelpon mu ?" Tanya amar.
__ADS_1
" Rani mas, rani bilang mas joko menceraikan mbak tini. Dan sekarang mbak tini masih saja menangis dan mengurung diri di kamar" Ucap rosa memberitahu apa yang di kabar kan rina lewat telepon.
" Apa ? Mas joko menceraikan mbak tini ? " Seru amar terkejut mendengar berita perceraian joko dan tini.
Kabar perceraian kakak perempuan nya membuat amar terkejut. Dia tidak menyangka rumah tangga kakak nya yang terlihat adem ayem kini harus rusak karena perceraian. Masalah apa yang membuat mereka bercerai pun amar tidak tahu.
" Ada masalah apa sampai mas joko menceraikan mbak tini " Gumam amar pelan namun masih bisa di dengar oleh rosa.
" Mana aku tahu " Jawab rosa.
Rosa terlihat tidak perduli dengan kabar perceraian joko dan tini. Dia tidak menunjukkan rasa empati nya sama sekali untuk tini, padahal tini kakak ipar nya.
" Sayang mas ke rumah ibu dulu ya? Kamu mau ikut atau tidak ?" Tanya amar kepada rosa yang masih fokus dengan ponsel di tangan nya.
" Aku di rumah saja mas. Setelah dari rumah ibu langsung pulang" Ucap rosa tegas.
" Iya " Jawab amar singkat.
Amar langsung menyambar kunci motor di atas meja dan langsung mengendarai motor nya menuju rumah ibu nya. Dia ingin mengetahui cerita yang sesungguh nya kenapa joko sampai menceraikan kakak nya.
*****
" Huhh capek juga. Olah raga cuma begitu saja capek banget ya, sepertinya aku harus sering - sering olah raga agar terbiasa. " Ucap delia sambil mengelap keringat nya dengan handuk kecil.
" Kapan - kapan ajal mpok onah saja biar seru" Ucap delia lalu mengambil ponsel nya yang tergeletak di atas meja.
Delia memeriksa ponsel nya siapa tahu ada pesan masuk. Benar saja ada banyak pesan yang masuk ke ponsel nya, namun pesan atas nama amar yang membuat nya penasaran.
" Kenapa mas amar mengirimi ku pesan " Gumam delia lalu membuka pesan dari mantan suami nya.
Kening delia mengernyit saat membaca pesan dari amar. Rasa heran nya belum hilang karena amar mengirimi nya pesan kini delia lebih di buat heran lagi dengan isi pesan yang di kirim amar.
" Sepertinya mas amar mencoba mendekati ku kembali. Ini tidak bisa di biarkan , aku tidak mau jatuh ke lubang yang sama untuk yang ke dua kali nya. Keluarga mas amar sampai sekarang masih saja membenci ku. " Seru delia membiarkan pesan dari amar.
__ADS_1
Delia tidak menghapus pesan dari amar, justru delia menyimpan pesan dari amar. Pesan itu akan di jadikan bukti jika suatu saat dia di salahkan rosa maupun keluarga amar karena amar berusaha mendekati nya lagi.
Ting...
[ Delia ada kabar Hot ] Mpok onah mengirimi delia pesan singkat.
" Pesan dari mpok onah " Ucap delia lalu membuka nya.
" Mas joko akhirnya menceraikan mbak tini ? Akhirnya dia merasakan apa yang aku rasakan. Dulu dia menghina status janda ku, sekarang dia sendiri seorang janda. Bukan aku menertawakan nya tapi balasan Allah itu pasti ada. " Ucap delia.
[ Iya mpok. Terimakasih atas info nya ] Balas delia singkat. Dia tidak mau membahas lagi masalah yang berhubungan dengan keluarga amar.
Sementara itu di rumah ibu siti, amar sedang menjelaskan masalah yang menimpa tini. Tini ada di dalam dan tidak mau keluar kamar.
" Jadi karena mbak tini mandul mas joko menceraikan mbak tini ?" Tanya amar memperjelas cerita ibu nya.
Ibu siti tidak menceritakan semua permasalahan yang ada, sebisa mungkin dia menutupi nya. Walaupun amar anak nya, dia tidak mau amar ikut menyalahkan tini. Ibu siti juga tidak mau di salahkab oleh amar atas kelakuan bejat tini.
" Iya mar. Ibu sangat kasihan kepada mbak mu, padahal mereka bisa saja mengadopsi anak. Ibu dan tini tidak masalah jika harua mengadopsi anak, tetapi joko tidak mau. Dia tetap menyalahkan tini dan memilih menceraikan mbak mu. " Ucap ibu siti semakin mengarang cerita yang tidak benar.
" Mas joko memang kurangajar ! Hanya karena mbak tini tidak bisa memberi keturunan dia menceraikan mbak tini secara sepihak begini. Sebagai seorang suami seharus nya dia bisa memberi semangat untuk mbak tini, kenapa disaat mbak tini terpuruk begini dia pergi meninggalkan mbak tini. Dasar lelaki tidak berguna, awas saja kalau ketemu akan aku hajar sampai babak belur. Aku akan menyeret nya kemari bu, akan aku pastikan mas joko meminta maaf dan berrtekuk lutut di hadapan mbak tini " Ucap amar sambil mengepalkan kedua tangan nya.
Ibu siti tersenyum tipis, dia tahu betul bagaimana amar kalau sudah marah. Joko bisa di hajar sampai babak belur oleh amar, itu memang yang di harapkan ibu siti. Rasa sakit hati tini harus di balaskan, tidak perduli dengan akibat yang akan terjadi nanti.
Beginilah fikiran orang yang dangkal, sirik dan tamak. Mereka hanya mementingkan egonya saja tanpa memikirkan akibat yang akan terjadi. Dengan amar mencari keberadaan joko sudah pasti joko akan menceritakan semua nya kepada amar. Amarah amar tidak akan tertuju kepada joko justru akan berbalik untuk sang ibu dan kakak nya sendiri.
" Kamu harus membalas rasa sakit hati kakak mu mar. Lihat kakak mu dari pagi hanya di dalam kamar, dia masih saja menangisi perceraian nya dengan joko. Kalau bisa untuk rujuk biar kan mereka rujuk kembali yang penting mbak mu bahagia " Ucap ibu siti.
" Amar akan menemui mas joko bu. Akan amar seret mas joko ke rumah ini. Disini aku sebagai adik lelaki tertua tidak terima kakak perempuan ku di ceraikan begitu saja. Apalagi karena alasan keturunan, mbak tini juga tidak meminta untuk mandul " Ucap amar marah.
Amar langsung pergi meninggalkan rumah ibu nya dan menuju rumah sakit tempat joko bekerja.
*****
__ADS_1
MOHON TERUS BERI DUKUNGAN NYA UNTUK KARYA AUTHOR YA KAK. LIKE KOMEN, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤