
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Rosa tidak mengikuti apa yang di sarankan dokter, dokter melarang rosa untuk tidak melakukan hubungan ranjang terlebih dahulu. Malam ini rosa kembali melayani pelanggan nya di hotel, setelah minum obat dan vitamin dari dokter tubuh rosa memang mulai sehat namun tetap saja dia mudah lelah.
" Terimakasih sayang " Ucap rosa sambil menghitung uang bayaran yang dia terima. Bibir rosa mengembang sempurna setelah mengetahui jumlah uang yang ada di tangan nya.
" Sama - sama sayang ku tapi aku perhatikan kamu tidak seagresif waktu itu. " Ucap sang pria sedikit heran dengan permainan rosa malam ini.
" Emm... iya memang aku sedikit tidak enak badan. Tapi kamu tetap puas kan dengan pelayanan ku ?" Tanya rosa sambil memasukan uang ke dalam tas nya.
" Tetap puas dong. Minggu depan aku akan memakai mu lagi, tapi aku minta minggu depan kamu harus lebih fresh dan agresif lagi. Nanti uang bayaran nya pasti aku tambah, kamu tenang saja minggu depan hasil dari proyek ku sudah cair. Oh iya lebih baik sekarang kamu cepat bersihkan tubuh mu dan segera pergi dari kamar ini. Karena istri ku satu jam lagi akan sampai sini " Ucap pria itu dengan santai.
" Ok.. Aku bersih - bersih dulu. " Seru rosa turun dari ranjang lalu memunguti pakain nya dan masuk ke kamar mandi.
Lima belas menit rosa sudah beres dan bersiap keluar dari kamar, uang bayaran pun sudah dia terima. Lumayan malam ini laura dapat uang satu juta untuk 2 jam permainan.
" Baru juga jam 10 malam, apa aku cari pelanggan lagi ya ? Biar uang segera terkumpul dan aku bisa berobat. " Ucap laura sambil meninggalkan gedung hotel.
Rosa menunggu taksi di pinggir jalan , rencana nya rosa akab ke club yang tidak jauh dari hotel. Disana banyak para pria hidung belang yang bisa rosa dapatkan, meskipun bayaran nya cukup murah tetapi dengan senang hati rosa melakukan nya. Puas batin nya dan tebal juga dompet nya.
Tin.. Tin.. Tin...
Sebuah mobil berhenti tepat di depan rosa, dan rosa pun mengenali mobil itu. Sang pria dalam mobil pun turun dari mobil dan segera menghampiri rosa.
" Rosa ! Kenapa malam - malam begini ada di pinggir jalan ?" Tanya seorang pria yang ternyata pak Budi, lelaki yang pernah diarak bareng rosa.
__ADS_1
" Bapak sendiri ngapain disini ? Mana istri mu yang bidan songong itu ?" Tanya rosa melongok ke dalam mobil.
" Aku sudah bercerai dengan nya, setelah kamu pergi aku selalu mencari keberadaan mu tapi tetap saja aku tidak menemukan mu. Dan malam ini akhirnya aku menemukan mu. Kamu mau kemana ? Mau aku antar pulang, sekalian aku ingin tahu tempat tinggal mu. " Ucap pak budi langsung menarik rosa masuk ke dalam mobil.
Rosa pun tidak menolak, dia tahu pak budi mencari nya pasti karena merindukan nya dan merindukan tubuh nya. Ini memang yang di cari rosa, tidak perlu datang ke Club malam pelanggan sudah menghampiri nya sendiri.
" Selama dua bulan ini kamu kemana saja ? Aku pusing mencari mu ?" Ucap pak budi dengan tangan fokus di atas kemudi.
" Aku ya di kota ini saja kok. Memang nya kenapa mencari ku ? Bukan nya ada istri mu yang bidan songong itu. Cuma bidan saja belagu, gara - gara dia kan kuta sampai di arak kampung " Jawab rosa dengan nada ketus.
" Oh... tapi aku juga sudah mencari mu di kota ini tapi tidak ketemu juga. Oh iya apa kamu tidak mau tahu kabar tentang anak mu yang kamu titipkan kepada ibu menik ? " Tanya pak budi tiba - tiba.
Pertanyaan pak budi sangat tidak rosa sukai, rosa memang sudah tidak mau mengingat anak nya apalagi menanyakan kabar nya. Semua sudah rosa kubur dalam - dalam, sedikit pun tidak mau mengingat nya lagi.
" Jangan bahas soal anak pembawa sial itu " Seru rosa ketus.
" Ok.. Ok.. Maaf rosa cantik " Jawab singkat pak budi.
" Mau mampir ?" Tanya rosa pura - pura menawarkan.
Padahal dia sudah tahu jika pak budi memang ingin mampir, bukan hanya mampir ke rumah kontrakan rosa tapi juga mampir di ranjang rosa.
" Mampir dong " Seru pak budi tersenyum senang.
Rosa dan pak budi pun masuk ke dalam kontrakan, setelah pintu kontrakan terkunci mereka pun mulai bermain . Tidak perlu Author ceritakan pasti para pembaca sudah tahu apa yang di lakukan rosa dan pak budi.
********
Pagi hari
" Run, kemarin siang mbak ketemu rosa." Ucap tini memberitahu harun yang masih menyetrika pakaian nya sendiri.
Harun langsung menghentikan aktifitas nya dan menyimak apa yang di ceritakan oleh tini. Sepertinya harun penasaran dengan cerita tini.
__ADS_1
" Serius mbak ? mbak ketemu dia dimana ?" Tanya harun antusius.
" Di rumah sakit tempat mbak bekerja. Rosa sekarang terlihat kurus dan wajah nya pun sudah tidak secantik dulu. Sepertinya dia sedang sakit, soal nya dia juga membawa satu plastik obat - obatan. " Tini menceritakan sesuai apa yang dia lihat.
" Mungkin saja dia memang sakit mbak dan dia baru periksa. Hemmm... setelah perceraian itu aku sudah tidak pernah bertemu dengan nya lagi. Gara - gara wanita itu mbak keluarga kita berantakan. Mas amar dan mbak delia bercerai juga karena dia, aku dan rani bercerai juga karena dia. " Ucap harun menyalahkan ros.
" Jangan cuma menyalahkan rosa. Kamu dan amar itu juga salah, kalau kalian tidak tergoda dengan rosa rumah tangga kalian pasti akan baik - baik saja. Kalian juga yang iman nya tidak kuat,jadi jangan menyalahkan rosa saja. Yang nama nya perselingkuhan itu tidak akan terjadi jika ke dua nya tidak sama - sama mau. Kamu dan rosa kan sama-sama mau, apalagi saat itu rosa masih menjadi istri sah nya amar. " Ucap tini menasehati harun.
Harun menunduk lemah, apa yang di katakan tini memang ada benar nya. Dulu dia yang sudah menghianati rani dengan menjalin hubungan terlarang dengan rosa, padahal rosa saat itu adalah kakak iparnya sendiri. Dua hati sekaligus harun lukai , rani dan amar.
" Iya juga sih mbak. Tapi yang nama nya kucing di kasih ikan ya tidak bisa menolak " Seloroh harun sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
" Itu sih cuma alasan saja. Tapi ya sudahlah itu semua juga sudah masa lalu. Sudah sana sekarang kamu siap - siap ini sudah siang, jangan berangkat siang - siang kalau sampai terlambat kan tidak enak sama boss kamu, apalagi kamu juga belum lama balik kerja " Ucap tini lagi.
" Iya mbak, ini mau nyetrika satu lagi. Baru jam setengah tujuh juga mbak. Aku kan biasanya berangkat jam setengah delapan. " Jawab harun lanjut menyetrika pakaian nya.
" Ya sudah .. kalau sudah selesai jangan di beresin ya run. Mbak mau nyetrika juga, baju kamu yang lain kalau mau di setrika ketakkan saja disini nanti mbak yang nyetrika. " Ucap tini yang kini sudah menyapu teras depan.
" Beneran mbak " Teriak harun dari dalam dengan senang.
" Iya " Jawab tini singkat.
Harun pun sudah menyelesaikan menyetrika pakaian yang hendak dia pakai kerja hari ini. Duda sih jadi apa - apa juga sendiri, beruntung ada tini yang sering membantu nya menyetrika.
Waktu terus bergulir cukup cepat. Tini melihat jam dinding yang ada di kontrakan sudah mrnunjukan pukul 12 siang. Tini pun langsung bergegas bersiap - siap untuk berangkat kerja, karena dia nemang mendapat sif ke dua.
******
JANGAN LUPA UNTUK TETAP MENDUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK 🙏❤❤
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤
__ADS_1