Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Tidak boleh bekerja


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞


Pembukaan toko di hari pertama berjalan dengan lancar dan pelanggan pun banyak yang datang. Saat jam sudah menunjukan pukul empat sore delia buru - buru pulang karena amar juga sudah mau pulang kerja, delia buru - buru karena perjalanan dari toko nya ke rumah memakan waktu sekitar 40 menit. Delia harus sampai sebelum suami nya sampai rumah duluan. Toko delia serahkan kepada yuni, delia percaya dengan yuni karena yuni salah satu karyawan terlama mona.


Delia belum cerita kepada amar jika dia sudah punya toko, malam ini delia akan cerita jika dirinya sudah bekerja di DL Shop. Dia belum siap bercerita jika diri nya lah pemilik DL shop.


Dengan mengendarai motor milik yuni, delia membelah jalanan di sore hari. Jalanan cukup padat karena sudah sore dan waktu nya para pekerja untuk pulang. Sesampai di rumah delia langsung memasak untuk makan malam, lima belas menit kemudian terdengar suara motor amar masuk ke pekarangan rumah.


" Akhir - akhir ini mas perhatikan sepertinya kamu capek banget sih dek ? Memang kamu sehari ini ngapai aja di rumah ?" Tanya amar saat sudah selesai makan malam.


" Aku kerja mas " Jawab delia singkat padat dan jelas.


Amar langsung membenarkan posisi duduk nya, lalu menatap delia dengan serius.


" Maksud kamu , kamu bekerja ? Bekerja dimana dek ?" Tanya amar.


" Aku bekerja di DL Shop, toko yang baru buka itu" Jawab delia jujur.


" Kamu bekerja tapi kenapa kamu tidak izin dulu sama mas ? Kamu kok seenak nya begitu sih dek, mas masih sanggup menafkahi kamu jadi kamu tidak perlu bekerja. Terus motor yang di luar itu punya siapa ?" Seru amar terlihat marah.


" Itu motor teman kerja ku tadi dia menyuruh ku membawa motor nya. Maaf kalau aku tidak izin dulu dengan mu mas. Kenapa mas melarang ku untuk bekerja ? Sedangkan mas tahu keluarga mas itu menganggap ku istri parasit yang bisa nya cuma minta uang dan menghabiskan uang suami saja ? Aku capek, aku juga punya perasaan mas !! Aku tak mau terus menerus di hina dan di rendahkan oleh keluarga mu, biar pun aku hanya tamatan SMP aku akan tunjukan kepada mereka yang menghina ku bahwa aku juga bisa menghasilkan uang " Seru delia dengan kesal karena amar tidak mendukung apa yang di lakukan delia.


" Jangan marah dong dek, mas kan cuma ingin yang terbaik buat kamu. Mas tidak mau kamu bekerja apalagi sebagai pelayan toko, berapa sih gaji nya. Gaji nya pasti tidak sebanding dengan rasa capek nya. Mas malu dek kalau teman - teman kantor mas tahu kamu bekerja sebagai pelayan toko. " Ucap amar tanpa memikirkan perasaan delia.


Ucapan amar menjadi tamparan keras untuk delia, dengan bicara seperti itu amar sudah menyinggung delia. Dengan bicara seperti itu sama saja amar menghina delia secara halus, hati delia perih dan bagaikan di sayat pisau yang tajam. Dia bercerita dengan amar berharap mendapat dukungan dan suport tetapi malah sebalik nya, justru suami nya malu memiliki istri yang bekerja sebagai pelayan toko.

__ADS_1


" Biar pun aku cuma bekerja sebagai pelayan toko aku tak masalah, yang penting itu halal dan berkah untuk diriku. Siapa tahu suatu saat Toko itu menjadi milik ku. Kamu percaya tidak jika DL Shop itu toko ku ?" Tanya delia penuh penekanan.


" Jangan mimpi kamu dek, baru bekerja jadi pelayan toko saja mimpi nya sudah ketinggian " Ucap amar marah.


Delia memilih pergi meninggal kan amar dan masu ke kamar nya, berdebat dengan amar memang tidak ada habis nya. Delia mengunci pintu kamar dari dalam, dia tidak perduli amar mau tidur dimana.


*******


Amar sudah berangkat bekerja dan delia pun bersiap untuk berangkat, tidak lupa delia membawa bekal nasi goreng cukup banyak bisa di bagi untuk ke dua karyawan toko nya juga. Amar dan delia pagi ini masih tidak saling tegur sapa, tetapi delia tetap melayani semua keperluan suami nya dengan baik. Delia pun sudah selesai bersiap dan hendak berangkat ke toko namun tiba - tiba ibu siti datang ke rumah delia.


" Itu motor siapa ?" Tanya ibu siti yang baru saja datang dan masih berdiri di ambang pintu depan.


" Motor teman ku bu " Jawab delia singkat.


Ibu siti memperhatikan penampilan delia dari atas sampai bawah, penampilan delia cukup rapi sehingga ibu siti mengerutkan kening nya, karena tidak biasa nya delia berpenampilan rapi di pagi - pagi begini.


" Aku mau bekerja bu, itu motor teman ku di pinjamkan kepada ku karena jarak rumah ke tempat kerja cukup jauh. Sedangkan dia bareng dengan teman yang lain " Ucap delia.


" Waahhh kamu sudah bekerja ? Bekerja dimana ? pasti pekerjaan rendahan kan ? orang seperti mu pasti hanya bisa bekerja rendahan, tapi tak masalah yang penting kamu menghasilkan uang dan tidak minta uang anak ku lagi. Oh iya saya kesini mau minta sarapan, mana sarapan ku sudah ada apa belum? Buat harun juga ada kan ?" Tanya ibu siti dengan senyum mengejek delia.


Ingin rasa nya delia memukul mulut lemes mertua nya , namun delia hanya bisa mengumpat ibu mertua nya dalam hati. Delia akan memberi ibu mertua nya pelajaran, delia tahu jika ibu mertua nya saat ini sudah lapar.


" Hari ini tidak ada sarapan karena saya tidak masak bu. Ibu kalau lapar masak saja sendiri atau beli makanan jadi, di dapur juga stock bahan makanan juga sudah habis. Aku buru - buru tidak bisa masak untuk ibu" Ucap delia mengerjai ibu mertua nya.


" Kamu ini lama - lama ngelunjak juga del, ibu ini sudah lapar. Cepat kamu buatkan ibu sarapan !" Seru ibu siti.


" Maaf bu saya sudah mau berangkat kerja, lebih baik ibu pulang dan minta mbak tini memasak sarapan untuk ibu " Ucap delia berjalan keluar rumah.

__ADS_1


Ibu siti ingin marah namun delia sudah berjalan ke luar rumah, sehingga ibu siti pun mengikuti langkah delia keluar rumah.


" Dasar menantu kurangajar, awas saja kamu akan aku adukan perlakuan mu tadi kepada amar. Agar amar memarahi mu dan menampar mu lagi " Seru ibu siti sambil berlalu pergi meninggalkan rumah kontrakan delia.


Delia memandang kepergian mertua nya dengan senyum tipis di sudut bibir nya. Sebenar nya dia tidak tega memperlakukan mertua nya seperti tadi.


* Maaf ya bukan nya aku tidak mau berbagi sarapan sama ibu, aku hanya ingin memberi ibu pelajaran saja agar ibu lebih menjaga sikap dan tutur kata ibu. Andai ibu ibu meminta nya dengan baik dengan senang hati akan aku masakan untuk ibu * Gumam delia.


Delia pun berangkat ke toko nya dengan mengendarai motor yuni, setelah toko nya ramai dan hasil nya sudah terlihat delia berkeinginan membeli motor sendiri agar tidak merepotkan mona maupun yuni. Sebenarnya motor yang delia pakai ini motor mona yang di pakai yuni, mona juga sudah bilang jika motor ini sementara waktu biar di pakai delia untuk transportasi.


" Wah yun kamu sudah datang sepagi ini ?" Tanya delia yang melihat yuni sudah membuka toko.


" Kalau aku tidak datang pagi toko siapa yang mau buka mbak, kan kunci toko ada sama aku. " Seru yuni sambil tersenyum.


" Iya juga ya yun aku kok lupa. Terimakasih ya yun sudah banyak menolong ku, aku selalu merepotkan kamu. Oh iya yun, kamu kapan balik ke toko nya mona ? Kalau kamu kelamaan disini apa mona tidak marah ?" Tanya delia.


Yuni tersenyum dengan ramah lalu berbicara kembali.


" Ibu mona tidak akan marah mbak, karena saya memang di suruh untuk membantu mbak delia. Kapan pun mbak delia butuh saya, saya siap menolong mbak delia. Lagi pula karyawan di toko bu mona itu banyak bu, kalaupun saya disini pekerjaan disana bisa teratasi " Ucap yuni.


Delia mengangguk paham. Delia dan dua karyawan lain nya pun kini memulai pekerjaan nya kembali. Semangat delia sangat terlihat di raut wajah nya, delia akan buktikan jika di juga bisa sukses tanpa sebuah gelar.


*******


Tetap dukung terus karya Author ya kak, Like Komentar Vote Hadiah dan Rate bintang 5 nya sangat membantu Author. 🙏🙏


TERIMAKASIH 🙏🙏❤

__ADS_1


__ADS_2