Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Rasa aneh dalam hati


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


Satu bulan kemudian.


Juna siang ini mengantar ibu nya berbelanja peralatan rumah tangga, kebetulan memang hari ini weekend jadi juna bisa mengantar ibu nya. Juna dan ibu nya mendatangi toko DL Shop milik delia, juna belum tahu jika DL shop milik delia.


" Mama mau belanja apa saja ?" Tanya juna sambil mendorong trolly di samping mama nya.


" Banyak Jun, kamu siapkan saja uang mu yang banyak untuk membayar belanjaan mama. Di dapur peralatan dapur kita belum lengkap jadi banyak yang mau mama beli. " Ucap mama juna sambil memasukan dua gayung di dalam troli.


" Iya ma, ambil saja yang memang di rumah belum ada. Uang juna tidak akan habis kalau cuma untuk membelikan mama peralatan dapur " Ucap juna sambil terkekeh.


" Sombong " Ucap mama juna sambil memukul juna menggunakan gayung tadi.


Delia sedang memeriksa barang - barang dan merapikan nya, saat dia berjalan mundur tiba - tiba dia hampir saja terjatuh dan dengan sigap seseorang menangkap nya.


" Eh terimakasih" Seru delia.


" Delia " Seru juna yang menyadari jika orang yang baru saja di tolong nya adalah delia .


" Loh mas juna " Jawab delia juga terkejut.


Delia tersipu malu karena ketahuan ceroboh lagi,sudah 3 kali ini juna menolong nya. Pertama saat hujan deras dan mengantarkan nya pulang, yang ke dua soal dompet dan hari ini menolong delia yang hampir daja terjatuh.


" Kamu kerja disini ?" Tanya juna.


" Tidak.. ehh iya.. ehh tidak " Jawab delia gugup


Juna bingung dengan jawaban delia, antara iya atau tidak. Delia tidak jelas menjawab nya.


" Jadi yang benar iya atau tidak ?" Tanya juna ingin tahu.


" Emhh.. aku pemilik toko ini mas " Jawab delia jujur.


Juna mengangguk paham, dia kagum dengan delia. Wanita yang masih muda tapi sudah mempunyai usaha yang menjanjikan. Tapi juna menyayangkan karena delia sudah bersuami.


" Juna ini siapa ?" Tanya mama juna yang baru saja menghampiri juna dengan membawa berbagai barang dapur dan meletakkan nya di dalam troli.

__ADS_1


" Oh ini bu, ini delia. Dia pemilik toko ini bu" Jawab harun sambil menunjuk delia.


Delia mengangguk dan tersenyum ke arah mama nya juna.


" Oh nama nya delia, orang nya cantik banget senyum nya juga manis " Ucap mama juna.


Delia tersipu malu dengan pujian yang di berikan oleh mama juna.


" Ini mama ku del " Ucap juna.


" Selamat siang tante, terimakasih sudah berbelanja di toko saya " Ucap delia ramah menyapa mama juna.


" Sama - sama delia. " Jawab mama juna.


Mama juna meneruskan memilih barang yang hendak dia beli. Sedangkan juna menunggu sambil mengobrol dengan delia.


" Toko ini masih baru ya del ?" Tanya juna.


" Kurang lebih sudah satu tahun mas. Mas juna belanja berdua saja sama tante? Istri mas juna tidak ikut ?" Tanya delia.


" Kamu ada - ada saja del, istri siapa yang mau aku bawa? Bawa istri orang pasti aku yang kena marah " Jawab juna sambil tertawa.


" Oh mas juna belum punya istri ? Maaf aku tidak tahu " Ucap delia tidak enak.


" Aku sudah punya istri del, 2 tahun yang lalu dia meninggal saat melahirkan. Selang 3 hari anak ku juga menyusul ibu nya " ucap juna dengan pandangan lurus kedepan.


" Maaf mas aku tidak tahu. Maaf kalau pertanyaan ku sudah membuat mas juna sedih. " Ucap delia meminta maaf sambil menangkupkan ke dua tangan nya.


" Tidak apa - apa del, sedih memgingat sesuatu hal yang menyedihkan itu hal wajar. Oh iya kapan - kapan kenal kan suami mu kepada ku. Siapa tahu bisa bisnis bareng dengan ku " Ucap juna mengalihkan topik pembicaraan.


" Aku tidak memiliki suami mas. Aku janda cerai karena suamiku selingkuh dan menikah lagi tanpa sepengetahuan ku. " Ucap delia akhir nya berkata jujur tentang status nya.


Juna langsung menatap delia, juna tidak menemukan kebohongan dalam mata delia. Apa yang di ucapkan delia berarti benar. Ada rasa aneh dalam hati juna saat mengetahui status delia yang sebenar nya.


" Maaf " Ucap juna singkat.


" Tidak apa - apa mas, ini sudah biasa. Sedikit pun aku tidak ada kesedihan lagi" Jawab delia tersenyum ke arah juna.


Obrolan mereka berhenti karena kedatangan mama juna yang meminta juna untuk segera membayar kan barang belanjaan nya


" Terimakasih ya tante sudah belanja disini, mana sudah memborong begini " Ucap delia berterimakasih.


" Iya sama - sama delia, kapan - kapan nanti tante mampir lagi. Oh iya kalau ada waktu mampir ya ke rumah tante nanti kita ngobrol - ngobrol agar lebih akrab lagi " Ucap mama juna sambil melirik juna yang sedari tadi memandang ke arah delia.

__ADS_1


" Insya Allah tante.... " Delia menjeda ucapan nya


" Tante Silvi, atau panggil mama silvi juga boleh " Ucap mama juna.


Uhukk... Uhukkk ... Uhukkk


Juna tiba - tiba batuk saat mama nya meminta delia memanggil nya dengan sebutan mama.


" Kamu kenapa Jun ? Keselek apa ?" Tanya mama juna pura - pura tidak tahu jika anak nya saat ini sedang grogi.


" Oh.. tidak.. tidak apa - apa ma " Jawab juna gugup.


" Ayok ma kita pulang, juna lupa kalau masih ada pekerjaan kantor yang harus juna kerjakan " Ucap juna.


Setelah barang - barang belanjaan masuk ke dalam mobil semua nya. Juna dan ibu nya pun langsung meninggalkan toko delia.


" Siapa mbak ? calon ya ?" Tanya yuni mendekati delia.


" Calon apa yun ?" Tanya delia balik yang tidak paham dengan pembicaraan yuni.


" Begitu saja tidak paham sih mbak. Calon mertua dan suami mbak " Ucap yuni.


Delia langsung menarik telinga yuni sebelah kiri sampai yuni mengaduh kesakitan.


" Aduh sakit mbak " Seru yuni.


" Makanya kalau bicara jangan asal mangap saja, kalau di dengar yang lain kan bisa jadi fitnah. Kamu ini ada - ada saja. Lagi pula mana mau mas juna sam janda seperti saya, dia pasti mencari pasangan yang cantik dan berpendidikan tentu nya bukan janda seperti saya " Ucap delia.


" Tapi kalau di perhatikan mbak dan mas yang tadi cocok loh mbak. Mas nya tadi juga ngelihatin mbak terus, dia naksir tuh sama mbak. " Ucap yuni penuh keyakinan.


" Hustt ngawor kamu. Sudah sana lanjut kerja, jangan mengganggu boss mu lagi bisa aku potong gaji mu bulan ini " Ucap delia setengah bercanda.


Yuni langsung cemberut lalu kembali lagi ke meja kasir. Delia hanya tertawa melihat wajah yuni yang cemberut.


* Masak iya sih mas juna menyukai ku ? Dia kan orang kaya, mana mungkin dia menyukai wanita janda seperti ku ini. Walaupun dia seorang duda pasti menginginkan istri yang masih gadis. * Gumam delia dalam hati nya.


" Jangan di lamunin, kalau suka terus terang saja !!" Teriak yuni dari meja kasir.


*******


NAH JODOH NYA DELIA SUDAH MULAI MENAMPAKKAN HILAL NYA ❤❤❤


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE , BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK. AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UP NYA 🙏🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🥰


__ADS_2