Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Hidup baru amar


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Perdebatan tini dan ibu nya tiba - tiba berhenti karena harun keluar dari kamar dengan wajah kusut sambil mengomel - ngomel.


" Ibu, mbak kalian bisa diam tidak sih ? Aku mau tidur dari tadi ribut terus, sebenarnya apa yang kalian ribut kan ? " Seru harun yang marah karena tidur siang nya terganggu.


Tini dan ibu siti melupakan keberadaan harun, beruntung nya harun tidak menyadari apa yang sedang mereka ribut kan. Mungkin saja tadi harun sudah tidur dan terbangun karena suara tini dan ibu siti, atau memang harun yang lemot.


" Sudah kamu kembali tidur lagi sana. Kami juga sudah selesai berdebat nya " Ucap tini lalu masuk ke dalam kamar.


Tidak lama dari itu tini keluar lagi dengan pakain yang sudah sudah berbeda. Tadi tini masuk hanya untuk berganti pakain saja.


" Mau kemana mbak ?" Tanya harun yang melihat kakak nya sudah rapi kembali.


" Aku mau pergi untuk menghilangkan stress. Kalau aku tidak pulang jangan menunggu ku pulang, aku bisa pulang kapan saja. Lagi pula aku pulang atau tidak , tidak ada yang menghawatirkan aku. " Ucap tini bergegas menaiki motor nya.


" Pulang jangan lupa bawa oleh- oleh " Seru harun dari dalam.


Sedangkan ibu siti hanya membisu sambil menatap kepergian tini. Motor tini sudah tidak terlihat lagi, harun menutup pintu lalu kembali ke kamar nya lagi untuk melanjutkan tidur siang nya.


* Bagaimana kalau tini cerita sama amar soal masalah yang sudah tini ketahui ? Jangan sampai amar juga membenci ku, walaupun sekarang dia sudah tidak lagi memberi ku uang bulanan tapi secepat nya aku akan meminta nya lagi seperti dulu. * Gumam ibu siti dalam hati nya.


******


Tiga hari sudah amar dan asti menjadi sepasang suami istri, hari ini amar akan memboyong asti tinggal di kontrakan nya. Sebelum nya amar dan diki sudah berunding jika diki dan istri nyalah yang tinggal dengan ibu jujuk, mertua mereka. Padahal awal nya amar yang akan tinggal di rumah orang tua Asti, tetapi berubah karena amar tidak enak kepada mertuanya jika suatu saat ibu nya akan datang dan membuat keributan di rumah mertua nya.


Atas kesepakatan bersama akhirnya diki dan ajeng yang tinggal dengan orang tuanya. Kebetulan kontrakan diki juga sudah mau habis.

__ADS_1


" Dek, tidak apa - apa kan tinggal di kontrakan yang kecil ?" Tanya amar.


" Iya mas tidak apa - apa, kemana pun suami ku mengajak aku tinggal aku pasti akan mengikuti nya. Kamu sekarang imam ku mas, aku harus ikut apa kata imam ku. " Ucap asti membuat sejuk hati amar.


Setelah berpamitan, sekitar jam 8 pagi amar dan asti berangkat pindah ke kontrakan. Tidak banyak barang yang asti bawa, hanya pakaian dan beberapa barang dapur yang memang di kontrakan belum ada.


" Mas kita tidak mau menjenguk ibu mu dulu ?" tanya asti saat perjalanan ke kontrakan.


" Tidak usah dek, nanti lain kali saja " Tolak amar secara halus.


" Oh baik lah kalau begitu mas. " Seru asti lagi.


Motor yang amar kendarai sudah sampai di depan kontrakan, mobil yang membawa barang - barang pun juga sudah sampai. Amar di bantu sang sopir mobil menurunkan barang - barang.


" Terimakasih ya pak " Ucap amar kepada sopir mobil saat barang sudah di turunkan semua.


" Sama - sama mas, kalau begitu saya permisi ya mas. Maaf tidak bisa lama - lama karena ada barang yang mau di angkut lagi" Ucap pak sopir.


" Iya pak , ini untuk beli bensin nya ya pak. Maaf sudah merepotkan. " Ucap amar.


Amar dan asti mulai berbenah, mereka membersihkan kontrakan yang sudah tiga hari tidak amar tempati. Asti mulai menyusun perabot dapur yang dia bawa dari rumah ibu nya, sedangkan amar menyapu dan mengepel lantai. Tanaman sayuran amar pun terlihat masih segar - segar, seperti nya para tetangga lah yang menyiram nya.


Selesai mengepel amar menuju ke jajaran rak - rak tempat dia menanam sayuran dalam polibek.


" Ini pasti para tetangga yang sudah menyiram nya " Seru amar .


Selama amar menanam sayuran dia memang membebaskan tetangga kontrakan nya untuk mengambil sayuran nya asal jangan sampai merusak. Sebenar nya amar sudah di sarankan untuk menjual nya , tapi amar tidak mau. Karena menanam sayuran itu hanya dia gunakan sebagai pengisi waktu senggang nya saja.


" Mas lagi ngapain ?" Tanya asti yang tiba - tiba muncul dari samping kontrakan.


" Mas lagi lihatin tanaman sayuran ini dek, oh iya kok adek dari belakang ?" Tanya amar balik.


" Lantai depan kan baru mas amar pel, jadi aku lewat belakang. Oh iya mas, nanti makan siang mau di masakin apa ? Seperti nya masak tumis kangkung enak ya mas" Seru asti sambil melihat tanaman kangkung yang segar - segar.


" Apa tidak capek kalau masak dek, adek kan baru saja beberes. Kita beli saja ya " Seru amar takut asti kecapean.

__ADS_1


" Cuma masak kangkung aja tidak akan membuat aku kecapean mas, lagi pula aku juga sudah masak nasi tuh di megicom. Kalau begitu aku ke warung dulu ya mas untuk beli bumbu - bumbu nya, aku lihat di sana ada warung " Ucap asti sambil menunjuk warung yang tidak jauh dari kontrakan nya.


Saat di jalan tadi asti memang memperhatikan sekitar nya, sehingga dia tahu ada warung di dekat rumah kontrakan nya . Asti pun bergegas ke warung, dan amar memetik kangkung dan di bawanya masuk ke dapur untuk di masak oleh sang istri.


" Mbak orang baru ya ?" Tanya pemilik warung.


" Iya bu, saya istri nya mas amar. Baru hari ini pindah ke kontrakan " Ucap asti.


" Wahh.. istri nya mas amar to. Pengantin baru dong ini, pokok nya mbak tidak salah pilih suami. Mas amar itu orang nya baik banget. Mana tidak pelit, pokok nya mbak beruntung deh. Mas amar nya ganteng dapat istri juga cantik begini , pokoknya paket komplit." Seru pemilik warung.


Asti hanya mengangguk sambil mengulas senyum ramah nya. Dia belum kenal dengan para warga sekitar kontrakan nya jadi dia tidak banyak bicara, takut salah bicara juga.


" Jadi total nya berapa bu ?" Tanya asti.


" Telor, bawang, cabai sama tomat jadi semua nya 45 ribu mbak " Ucap pemilik warung.


" Ini uang nya bu, yang 5000 kasih kerupuk saja bu. " Ucap asti sambil menyerahkan uang 50 ribu kepada pemilik warung.


Belanja pun selesai, asti langsung pulang ke rumah kontrakan nya.


" Sudah belanja nya dek ? Ini kangkung nya sudah mas petikin dan sudah mas cuci tinggal adek masak. Hemm.. ada yang perlu mas bantu lagi gak ?" Tanya amar.


" Iya mas ini belanja nya sudah kok. Mas istirahat saja sambil nonton Tv, biar aku saja yang masak. Cuma mau masak tumis kangkung sama goreng telor aja. Gak apa - apa ya mas, soal nya di warung ada nya telor aja. " Ucap asti.


" Gak apa - apa dek. Memang warung nya bu diah tidak menjual sayuran dan ikan, ikan. Hanya jualan yang kering- kering saja sama paling bumbu dapur. Besok jam enam ada tukang sayur lewat adek belanja aja apa yang adek mau. " Ucap amar memberitahu.


" Oh begitu ya mas. Ya sudah aku masak dulu mas, mas istirahat saja " Seru asti mulai berkutat dengan bumbu dapur nya.


Amar mengangguk dan dia mengikuti apa kata istri nya, amar menonton tv sambil tiduran di karpet yang baru saja dia pasang.


* Aku menemukan sosok delia dalam diri asti. Tapi mereka orang yang berbeda, aku tidak boleh menyamakan antara delia dan asti. * Gumam amar dalam hati nya.


*******


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤


__ADS_2