Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Cerita palsu rosa


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Seminggu berlalu acara lamaran novi dan harun pun sudah di laksanakan beberapa hari yang lalu dan pernikahan akan di laksanakan 2 bulan lagi. Bahkan novi juga sudah kembali ke kota untuk bekerja dengan delia kembali, dia akan libur dua minggu sebelum acara pernikahan nya.


Delia dan suami nya pun ikut senang dengan rencana pernikahan novi dan harun. Harun pun sekarang sudah berubah , bekerja dengan penuh tanggung jawab dan dia juga mengembalikan uang yang pernah dia korupsi dulu dengan cara mencicil nya dengan memotong gaji nya langsung setiap bulan.


Di toko DL shop kartika sedang termenung memikirkan seseorang yang sudah dua minggu tidak pernah dia temui. Bukan tidak mau menemui tapi memang tidak pernah bertemu. Saat istirahat makan siang pun kartika hanya melamun dan membuat yuni langsung menghampiri dan menegur nya.


" Kamu sakit kar ?" Tanya yuni mendekati kartika.


" Iya " Jawab kartika singkat.


" Sakit apa ? sudah ke dokter ? Kalau belum ayok aku antar ke dokter terus habis itu kamu izin pulang saja " Ucap yuni menghawatirkan kartika.


Huuuffffttt...


Kartika mendengus bukan sakit yang seperti di fikirkan oleh yuni. Kartika memang sakit, tapi sakit nya sakit rindu dan kangen seseorang. Bicara jujur sama yuni juga serba salah karena yuni tidak tahu jika kartika sedang jatuh cinta.


" Tidak perlu, berobat ke dokter pun percuma tidak akan sembuh" Jawab kartika lesu sambil menidurkan kepala nya di atas meja.


" Aneh sakit di ajak berobat tapi tidak mau. " Gerutu yuni kesal.


" Aku sakit rindu " Seru kartika tiba - tiba dan membuat yuni terbelalak kaget.


Hahh... ?


Rindu ?


Yuni baru tahu jika teman nya ini sedang jatuh cinta, huh ternyata kartika jatuh cinta juga. Yuni pun tertawa lebar mendengar pengakuan kartika.


Haaaa... haaaa... hahaaa


" Kartika... kartika ! Ternyata kamu itu sedang jatuh cinta dan merindukan pujaan hati mu itu?" Tanya yuni dengan tawa yang masih nyaring.


Bukkk...


Kartika memukul bahu yuni dengan buku yang ada di dekat nya. Kartika kesal karena yuni terus menertawakan nya bahkan sampai jadi pusat perhatian karyawan yang sedang makan siang.


" Mulut nya di rem dulu dong yun, malu tahu sama yang lain nya " Gerutu kartika kesal.


" Ya maaf , habis nya aku terkejut sih. Heheee " Ucap yuni masih terus tersenyum.


" Dasar mulut boom " Gerutu kartika lagi.


Yuni hanya tertawa sambil menggaruk kepala nya yang sama sekali tidak gatal.


" Memang nya orang mana sih pria yang kamu rindukan itu? Kalau rindu coba telepon, ya siapa tahu dia juga saling merindukan" Ucap yuni memberi saran.


" Ada deh mau tahu aja kamu , aku tidak mau menghubungi nya sebelum dia duluan yang menghubungi ku. Aku malu tahu yun kalau harus menghubungi nya dulu, nanti dikira aku yang ngejar - ngejar dia " Ucap kartika.


Kartika dan amar memang sudah bertukar nomor ponsel, tapi kartika ragu untuk menghubungi amar lebih dulu. Karena sepertinya cinta kartika bertepuk sebelah tangan. Hanya kartika yang merasakan cinta dan menyukai amar.


" Memang nya kenapa ?" Tanya yuni heran sambil memakan makan siang nya.


" Cintaku bertepuk sebelah tangan " Jawab kartika singkat.


Uhukk... uhukk

__ADS_1


Yuni langsung tersedak dan batuk - batuk, pernyataan yang benar - benar membuat yuni shock.


" Cinta mu bertepuk sebelah tangan ? Itu artinya hanya kamu yang mencintai nya dan dia tidak mencintai kamu ? Tunggu dulu.. !! Kamu tidak mencintai suami orang kan ?" Tanya yuni hati - hati.


" Ya jelas tidak dong yun, dia itu pria single !!" Jawab kartika dengan cepat.


" Lantas kenapa bisa bertepuk sebelah tangan ?" Tanya yuni ingin tahu.


" Karena aku yang menyukai dan mencintai dia lebih dulu, dan aku pun tidak tahu bagaimana perasaan dia terhadap ku. Mungkin dia hanya menganggap ku teman ataupun adik. Tapi aku tidak tahu harus bagaimana , aku malu kalau harus mengungkapkan perasaan ku lebih dulu. Kalau tidak di ungkapkan aku sungguh tersiksa " Ucap kartika terlihat sedih.


Yuni mengusap punggung kartika dengan lembut, dia tahu apa yang saat ini di rasakan kartika. Mencintai orang yang tidak mencintai diri kita itu memang sangat menyakitkan, yuni pun dulu pernah merasakan nya.


" Sabar saja, semoga saja kamu berjodoh ya sama pujaan hati mu itu" Seru yuni dengan bijak.


" Aamiin " Jawab kartika dengan senyum mengembang.


Semoga apa yang di harapkan nya dan di ucapkan yuni tadi bisa benar - benar terwujud. Kartika tidak menghabiskan makanan nya karena selera makan nya pun ikut hilang. Racun rindu nya kepada amar membuat kartika hilang selera makan nya.


" Kartika bisa ke ruangan saya sebentar ? " Seru delia memanggil kartika yang sudah siap di tempat kerja nya.


" Oh iya mbak saya kesana sekarang " Seru kartika lalu berjalan cukup cepat ke ruangan delia.


Setelah sampai ruangan delia , kartika langsung menanyakan tugas apa yang harus dia kerjakan.


" Apa yang bisa saya bantu mbak?" Tanya kartika .


" Kartika menurut mu dari gaun - gaun ini mana yang cocok untuk ke acara pesta rekan kerja nya mas juna ?" Tanya delia dengan senyum mengembang.


Pasal nya tadi pagi delia sudah bertanya kepada yuni tapu yuni bilang semua nya bagus , delia pun jadi bingung harus memilih yang mana. Makanya dia juga meminta pendapat nya kartika yang memang gaya fashion nya patut di acungi jempol.


" Acara nya mau out dor atau di dalam ruangan mbak ? Terus acara nya itu pesta dalm rangka apa ?" Tanya kartika.


" Acara besok malam kar, di Aula hotel XX yang megah itu. Acara pernikahan anak dari rekan kerja nya mas juna, orang kaya kartika. Maka nya aku bingung harus pakai baju yang seperti apa " Ucap delia tidak bersemangat.


" Ini bagus mbak , warna nya cocok sama kulit nya mbak delia. Model baju nya juga cocok sama tubuh mbak delia. Mbak delia pasti akan cantik sekali jika memakai baju ini, jadi untuk yang di pakai pak Juna warna nya yang netral saja. Bisa kemeja putih , terus jas hitam dan celana dasar juga hitam. Pasti mbak delia dan pak juna kelihatan serasi sekali " Ucap kartika dengan senyum mengembang.


" Wahh... kamu memang pintar kar. Aku sama yuni tadi pagi bingung sendiri mau pakai yang mana. Tapi sepertinya tadi pagi baju ini tidak ada, tapi kenapa tiba - tiba ada disini ? " Seru delia bingung.


" Jangan aneh deh mbak, baju ini dari tadi ada disini tapi tertutup sama gaun merah ini. Yuni sama mbak delia yang tidak teliti, ini baju loh masuk baru tadi pagi sudah pasti aku hafal mbak " Ucap kartika dengan gamblang nya.


" Heheee... iya juga ya mungkin aku sama yuni tadi tidak teliti. Kalau begitu terimakasih ya kartika ku sayang, makin sayang deh sama kamu. Tapi sayang kamu nya jomblo hahaaa .. " Ucap delia lalu tertawa bersama - sama dengan kartika.


Kartika tidak pernah marah atau pun tersinggung saat di katakan jomblo. Karena pada dasar nya dia jomblo, dia pun tahu teman - temanya juga hanya bercanda .


" Ada lagi mbak?" Tanya kartika.


" Sudah tidak ada, kamu boleh lanjut kerja lagi. Terimakasih ya kartika " Seru delia dengan ramah.


" Sama-sama ibu boss yang baik. Jangan lupa imbalan nya ya " Seru kartika sambil tertawa.


" Iya nanti aku carikan cowok untuk kamu. Hahaaa.... "


Mereka berdua kembali tertawa dengan cukup keras, begitulah delia dengan para karyawan nya di saat bercanda dia bisa bercanda dan di saat serius pun dia bisa lebih serius. Tinggal bagaimana menempatkan diri nya saja, semua karyawan menyukai delia sebagai boss yang baik, ramah dan ulet serta tidak pelit karena hampir tiap bulan jika omset naik semua karyawan mendapatkan bonus.


*********


Rosa sudah tidak mempunyai uang bahkan untuk makan pun dia tidak punya. Sisa uang nya sudah habis dalam seminggu ini. Dia tidak bekerja dan tidak juga mencari pekerjaan, setiap hari nya hanya makan tidur dan bermain ponsel saja tanpa mau mencari pekerjaan. Untuk kelangsungan hidup nya kedepan pun dia tidak tahu harus bagaimana.


" Uang ku sudah habis, bagaimana untuk hari esok ?" Tanya rosa pada diri nya sendiri.


Rosa mencari barang - barang yang bisa untuk di jual tapi tidak menemukan apa pun yang bisa dia jual.


" Apa yang harus aku jual ?" Gumam rosa sambil terus membongkar isi lemari usang nya.


" Hanya ada ponsel ? Tapi jika ponsel ini aku jual bagaimana aku mencari hiburan. Di sini hanya ponsel ini saja yang bisa aku jadikan hiburan. Untuk internet nya pun aku bisa nebeng wi-fi konter sebelah, orang nya kan tidak tahu kalau aku tahu kode wifi nya. " Ucap rosa lagi.

__ADS_1


Rosa pun keluar kontrakan dan berjalan ke warung depan yang jarak nya sekutar 50 meter dari kontrakan nya. Rosa ingin membeli mie rebus dan telor, lebih tepat nya rosa mau menghutang terlebih dahulu. Ini pertama kali rosa menghutang di warung.


" Mau beli apa mbak?" Tanya pemilik warung dengan ramah.


" Emmhh... buk saya kan belum dapat transferan uang bulanan, boleh tidak kalau saya berhutang dulu ?" Tanya rosa takut - takut.


" Oh.. mau ngutang ? Tidak boleh !!" Jawab pemilik warung tiba - tiba berubah menjadi galak saat mengetahui kedatangan rosa untuk berhutang.


" Sekali ini saja buk, soal nya saya kehabisan uang dan suami saya belum transfer uang gajian atau jatah bulanan ke saya. Tiga hari lagi suami saya baru transfer. " Ucap rosa memohon dan beralasan tetap berbohong.


Ibu pemilik warung itu menatap penampilan rosa dari atas sampai bawah. Biar pun sekarang tubuh rosa kurus tapi kulit nya masih terlihat bersih dan penampilan nya pun tidak lusuh.


" Kamu kan orang baru ? Jadi mana bisa saya percaya ? Memang nya suami kamu kerja dimana ? Kok aku tidak pernah melihat suami mu?" Tanya ibu pemilik warung.


" Suami saya di luar kota bu, bekerja di salah satu perusahaan swasta di kota." Jawab rosa berbohong agar ibu pemilik kontrakan percaya dengan rosa.


Hahaaaa Haaaaa


Ibu pemilik warung itu pun tertawa dengan cukup lantang. Dia menertawakan perkataan rosa, kalau memang suami rosa bekerja di perusahaan tidak mungkin rosa tinggal di kontrakan yang kecil dan sempit itu.


" Kamu bohong ya ? Masak iya suami nya kerja di perusahaan istri nya tinggal di kontrakan sempit seperti ini " Ucap ibu pemilik warung dengan sinis.


Hufffttt..


Rosa mencoba berfikir dan mencari alasan agar pemilik warung ini simpatik dan kasihan kepada rosa. Rosa pun mulai mengarang cerita.


" Saya tidak bohong bu, sebenar nya saya ini di usir oleh mertua dan adik madu saya. Suami saya sudah menikah lagi karena mertua menganggap saya tidak bisa memberi keturunan, sudah 5 tahun kami menikah tapi belum punya anak juga. Baru 3 bulan yang lalu suami saya menikah lagi, dia tidak mau menceraikan saya karena kasihan saya seorang yatim piatu. Tapi setelah suami saya kembali kerja ke kota, mertua dan adik madu saya mengusir saya bu. Aku tidak di perbolehkan membawa barang - barang pemberian suami ku, hanya baju saja yang boleh aku bawa " Ucap rosa dengan pintar nya bersandiwara dengan air mata palsu nya.


Mendengar cerita rosa membuat ibu pemilik warung kasihan kepada rosa. Dan akhirnya dia pun memperbolehkan rosa untuk hutang tapi tidak boleh banyak-banyak karena warung nya warung kecil.


" Kasihan sekali hidup kamu mbak . Terus suami kamu tahu kalau kamu sudah di usir dari rumah mertua mu?" Tanya ibu pemilik warung.


" Suami ku belum tahu bu, secepat nya pasti saya akan cerita. " Ucap rosa sambil mengusap air mata nya.


" Iya .. ini mie 5 telor nya setengah kilo jadi total nya 30 ribu . Jangan lama - lama ya kalau hutang, kamu tadi bilang 3 hari lagi suami kamu transfer. Ingat 3 hari kamu harus bayar , kalau tidak bayar jangan harap kamu bisa berhutang lagi di warung ku ini " Ucap ibu pemilik warung dengan tegas.


Kasiham sih kasihan tapi yang nama nya janji harus di tepati , apalagi soal hutang sudah pasti harus di bayar karena hutang hukum nya wajib untuk membayar nya.


" Iya buk terimakasih saya janji setelah suami saya transfer saya akan bayar. Boleh tambah kerupuk ini satu bu" Ucap rosa sambil menunjuk kerupuk.


" Tidak boleh !! Sudah sana pergi !" Seru ibu pemilik warung.


Huuffff....


Rosa mendengus dengan kesal bahkan dia pergi sambil menggerutu. Tidak sadar diri apa ya dia, sudah di tolong tapi malah menggerutu, lihat saja dalam 3 hari tidak bayar hutang pasti akan jadi ocehan emak - emak pemilik warung.


" Baru juga punya warung kecil begitu sombong banget " Seru rosa sambil berjalan menuju kontrakan nya.


Sesampai nya di rumah kontrakan nya rosa pun memasak mie instan 1 dan di campur telor 1. Rosa memasak menggunakan megicom alat penanak nasi, karena dia tidak punya kompor. Ada nya hanya tungku pakai kayu bakar saja .


" Nasib ku gini amat ya, mau makan saja harus berhutang. Bagaimana aku bayar hutang ini dalam 3 hari ?" Seru rosa bermonolog dengan dirinya sendiri.


Sudah tidak mau pusing lagi , rosa segera memindahkan mie yang sudah matang ke dalam mangkok dan memakan nya dengan sangat lahab karena memang dari pagi rosa belum makan apa - apa.


********


^^^SELAMAT BULAN OKTOBER ^^^^


HARI INI NOVEL " BUKAN ISTRI PARASIT " SUDAH MEMASUKI BULAN KE 4. ❤️❤️❤️


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN NYA, TANPA KALIAN SEMUA NOVEL AUTHOR TERASA HAMPA ❤️❤️


LIKE , KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤️❤️🙏🙏


TERIMAKASIH 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2