Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Mengintai amar


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


Amar dan Rosa saat ini sedang berada di salah satu tempat pusat perbelanjaan. Tepat nya ada di salah satu salon kecantikan. Amar sedang menunggu rosa yang sedang melakukan perawatan. Bersama delia saja dia tidak pernah mau jika di ajak ke salon, beralasan pemborosan.


" Sudah selesai ya ?" Ucap amar saat melihat rosa keluar dari kamar perawatan.


Rosa terlihat lebih fresh dan semakin cantik, kulit nya terlihat glowing. Amar menjadi semakin senang dan bangga bisa menjadi pria yang di cintai rosa.


" Iya mas aku sudah selesai, aku bayar dulu ya " Ucap rosa.


" Kok kamu yang bayar sih ? biar aku saja yang bayar perawatan mu, lagi pula kamu perawatan kan untuk menyenangkan ku " Ucap amar dengan senyum jahil nya.


" Kamu simpan saja uang mu mas, sudah biar aku saja yang bayar. " Tolak rosa.


Amar pun tidak bisa memaksa, dia membiarkan rosa membayar perawatan nya sendiri. Lagi pula amar juga sudah menawarkan nya, tetapi rosa menolak.


* Rosa benar - benar wanita luar biasa. Coba kalau tadi bukan rosa sudah pasti dia tidak menolak di bayari. Akhirnya masuk kantong deh uang ku * Ucap amar dalam batin nya.


" Kita mau kemana lagi sayang ?" Tanya amar.


" Kita belanja ya mas, ke toko itu." Tunjuk rosa ke arah salah satu toko pakain pria yang cukup terkenal.


" Tapi itu kan toko baju pria ? Kamu mau belanja apa di toko itu ?" Tanya amar masih belum paham maksud rosa.


Rosa hanya tersenyum dia terus berjalan menuju toko dengan tangan menggandeng amar. Sedikit pun rosa tidak melepaskan tangan amar, seperti anak kecil yang takut hilang kemana - mana harus bergandengan.


" Mas ini bagus dan cocok untuk kamu. " Ucap rosa sambil menunjuk kemeja yang memang bagus dan cocok di badan amar.


" Terserah kamu saja sayang, apa yang kamu pilihkan pasti aku pakai. Mumpung di sini aku juga mau belanja pakaian untuk ke kantor. Karena kemeja kerja ku sudah banyak yang warna nya jelek dan pudar " Ucap amar sambil memilih - milih kemeja yang tergantung rapi.


Rosa juga ikut memilih kemeja yang cocok dan pas untuk amar, rosa ingin mulai sekarang amar tampil lebih rapi. Apa pun untuk amar akan rosa berikan, uang bukan masalah untuk rosa karena pada saat bercerai rosa mendapatkan harta gono - gini yanglumayan banyak.


" Sudah mas segini cukup tidak ?" Tanya rosa sambil membawa 5 kemeja dan 2 celana.


Amar membelalakkan mata nya, dia terkejut melihat baju dan celana yang rosa bawa. Kalau di total harga nya bis sampai 3 juta.

__ADS_1


" Seperti nya itu kebanyakan deh sayang " Ucap amar mencoba menolak. Dia takut jika uang nya tidak cukup, baju dan celana yang rosa ambil memiliki harga yang lumayan.


" Sudah mas tenang saja ini aku yang beliin sebagai tanda ucapan terimakasih ku karena mas sudah mau menerima cinta ku. " Ucap rosa serius.


" Tapi ini terlalu banyak " Tolak amar tetap tidak enak. Dia tidak mau jika rosa mengira dirinya pria yang matrealistis.


Rosa tetap memaksa dan membawa baju dan celana itu ke kasir untuk melakukan pembayaran. Setelah selesai melakukan pembayaran amar dan rosa keluar dari toko dan menuju toko yang lain nya. Hari ini amar benar - benar di belanjakan oleh rosa. Dari baju, celana dan sepatu kerja pun rosa belikan khusus untuk amar.


Tanpa mereka sadari jika dari kejauhan ada sepasang mata yang menatap ke akraban ke dua nya dengan mata yang ber kaca - kaca.


Delia ?


Delia tadi sengaja mengikuti kemana pergi nya amar, dia sedikit curiga saat amar bilang ada pekerjaan di kantor. Delia pura - pura berangkat bekerja, tapi sebenar nya dia mengintai amar dari ke jauhan.


******


" Kamu tega membohongi ku mas. Kamu bilang jika dirimu ada di kantor sedang mengerjakan pekerjaan tambahan. Tapi ternyata kamu sedang bersama rosa. Ada hubungan apa mas kamu dengan rosa ?" Tanya delia dalam batin nya sendiri.


Delia mencoba menghubungi ponsel suami nya, tepat saat amar keluar dari toko sepatu. Dari kejauhan delia melihat amar yang sedikit gelisah karena ponsel nya dari tadi terus berbunyi.


Amar pun mengangkat panggilan dari delia dengan rosa yang ikut mendengarkan suara delia.


[ Hallo dek ada apa ?] Sapa amar.


[ Belum tahu dek memang nya ada apa ? apa ada yang kamu titip ?]


[ Oh tidak kok mas, nanti kalau mas pulang dan aku belum pulang. Mas beli saja makanan online karena hari ini aku pulang telat ada barang masuk di toko ]


[ Oh iya dek, ya sudah mas tutup ya telepon nyasoal nya mas masih sibuk ada yang mau mas ketik ]


[ Iya mas ]


Delia mematikan sambungan telepon nya, ternyata benar suami nya tetap saja berbohong. Dengan mata kepalanya sendiri dia melihat suami nya jalan dengan rosa, tetapi amar tetap membohongi delia.


* Apa kamu menghianati pernikahan kita mas ? * Tanya delia pada diri nya sendiri.


Dengan mata yang berkaca - kaca delia keluar dan meninggalkan pusat perbelanjaan itu. Delia pergi menuju pusat kota ke tempat sahabat nya, Mona.


Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam , delia sudah sampai di toko mona. Delia langsung masuk dan mrncari keberadaan mona. Delia memang sengaja tidak mengabari mona jika dirinya akan datang berkunjung.


" Delia ? Kenapa datang tidak memberitahu ku dulu ? " Tanya mona sambil memeluk delia.

__ADS_1


" Sengaja buat kejutan " Jawab delia dengan wajah di buat seceria mungkin.


Mona dan delia saling berpelukan, semenjak delia membuka toko sendiri mereka memang jarang sekali bertemu. Sama - sama di sibuk kan oleh kegiatan nya masing - masing.


" Kamu baik - baik saja ?" Tanya mona.


Mona mengenal delia dari kecil, sehingga apa pun yang terjadi kepada delia dia bisa tahu. Tanpa delia bercerita mona bisa tahu jika saat ini delia sedang ada masalah.


" Apa yang terjadi ?" Tanya mona.


Delia mulai menangis dalam pelukan mona, hanya dengan mona lah dia bisa bercerita. Hanya mona lah satu - satu nya orang yang menjadi tempat keluh kesah delia. Di hadapan mona lah delia bisa menangis.


" Mas amar jalan dengan rosa teman kantor nya " Ucap delia jujur.


" Maksud kamu jalan yang seperti apa ?" Tanya mona memperjelas kalimat delia.


Delia pun menceritakan semua apa yang dia lihat hari ini, mona tampak serius mendengarkan cerita delia. Delia juga menceritakan jika amar sekarang sering pulang telat dengan alasan lembur.


" Kamu jangan langsung berfikir negatif begitu, siapa tahu amar hanya menemani teman nya saja. Cari tahu kebenaran nya dulu baru kamu bertindak. Kalau memang amar itu selingkuh, kamu cari bukti perselingkuhan nya terlebih dahulu agar saat kamu menegur nya nanti kamu sudah mempunyai bukti. Sehingga amar mau pun teman nya itu tidak bisa mengelak lagi " Ucap mona menasehati delia.


" Apa yang aku lihat hari ini belum bisa menjadi bukti ?" Tanya delia.


" Mereka cuma jalan kan ? tidak bermesraan ?" Tanya mona balik.


" Iya mereka memang cuma jalan tapi rosa menggandeng tangan mas amar Mon. Apa seorang suami bisa di benarkan jika jalan sambil bergandengan tangan dengan wanita lain ?" Tanya delia lagi.


" Apa kamu tadi sempat memfoto mereka untuk di jadikan bukti ?" Tanya mona lagi.


Delia hanya menggelengkan kepala nya, dia memang tadi lupa untuk mengambil foto kebersamaan amar dan rosa. Bahkan dia tidak berfikir sampai di situ, dia hanya mengikuti kemana amar dan rosa pergi.


" Sekarang kamu tenangkan diri kamu. Jangan mikir yang tidak - tidak, sebelum ada bukti yang pasti kamu tidak boleh menghakimi suami kamu. Sebagai teman aku sangat mendukung mu, aku ingin kamu selalu bahagia. Jangan bersedih, ada aku disini yang siap membantu mu kapan pun." Ucap mona sambil mengusap air mata delia.


Delia menangis lagi dalam pelukan mona, mona mengusap punggung delia dengan lembut.


* Semoga kebahagiaan selalu bersama mu del * Gumam mona dalam hati nya.


********


Author hanya miminta dukungan dari para pembaca sebagai pemacu semangat Author. Yuk berikan LIKE, KOMENTAR, FAVORITE, VOTE DAN HADIAH NYA. JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA ❤❤❤


MAMPIR JUGA DI KARYA AUTHOR YANG BERJUDUL " RANJANG OM BRIAN " ❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH ❤❤


__ADS_2