
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
" Mar, seperti nya kartika itu suka sama kamu. Mbak bisa melihat nya dari cara dia memandang kamu. " Ucap tini.
Saat ini amar sedang menemani tini berbelanja di toko tempat kartika bekerja. Tini melihat jika sedari masuk toko pandangan kartika tertuju kepada amar terus menerus.
" Ahh... masak sih mbak ? aku dan kartika itu jarang sekali bertemu dan aku juga tidak seberapa akrab dengan nya. Ngobrol saat kita bertemu saja, memang sih beberapa kali aku pernah ketemu dan mengobrol dengan dia. Semalam juga ketemu saat aku makan bakso di gang dekat rumah nya sana " Ucap amar beterus terang.
" Apa ? Kamu makan bakso di dekat rumah nya kartika?" Tanya tini sedikit berteriak.
" Sssttt.... jengan keras - keras mbak , lihat tuh yang lain pada ngelihatin ke arah kita " Ucap amar sambil menunjuk ke arah pengunjung toko.
" Heheee... maaf, mbak tadi reflek saja. Soal nya aneh saja kamu makan bakso sampai di dekat rumah nya kartika . Itu jauh loh Mar, padahal di dekat-dekat kontrakan mu juga ada penjual bakso. Atau jangan - jangan kamu memang sengaja kesana biar bisa ketemu sama kartika ?" Tanya tini sambil terkekeh.
Haaahh ....
Kenapa tini bisa punya fikiran seperti itu? Padahal amar sama sekali tidak ada niatan untuk bertemu kartika, hanya makan bakso saja . Kebetulan bakso itu memang enak dan berjualan nya tidak jauh dari rumah kartika.
" Karena bakso disana enak benget mbak. Aku memang tahu bakso itu dari kartika. Ingat saat pernikahan harun , aku kan mengantar kartika pulang nah kami mampirlah makan bakso disana. Besok - besok mbak saya ajak deh makan bakso disana. " Seru amar menjelaskan semua nya agar sang kakak tidak semakin memikirkan yang tidak - tidak.
" Oh begitu... ya sudah nanti kamu ajak mbak makan bakso di sana ya. Sekalian ajak kartika juga." Seru tini sambil tersenyum penuh makna ke arah amar.
Amar hanya nyengir kuda sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Kaki nya melangkah menjauh dari tini, amar berpindah ke bagian rak - rak yang menyusun rapi kebutuhan kamar mandi . Amar mengambil shampo, pasta gigi, sabun dan pembersih lantai. Di toko delia saat ini memang sudah menjual semua kebutuhan barang rumah tangga.
" Sudah selesau belum mar ?" Tanya tini menghampiri amar.
" Sudah ini mbak, ayok kita bayar. Mbak sudah ini saja barang belanjaan nya ?" Tanya amar sambil menunjuk keranjang belanjaan tini.
" Iya ini saja, lagi pula sekarang mbak kan tinggal sendiri Mar " Ucap tini mengingatkan amar.
" Oh iya amar lupa " Jawab amar.
__ADS_1
Amar dan tini langsung membawa barang belanjaan nya ke kasir. Kasir ada 3 tempat dan semua nya sedang ramai, jadi amar dan tini lebih memilih untuk duduk terlebih dahulu di kursi yang tidak jauh dari tempat kasir.
" Toko delia tambah besa dan tambah ramai saja ya mar ?" Tanya tini sambil terus memperhatikan sekeliling toko.
" Iya mbak " Jawab amar singkat.
Tini diam dia tidak mai bertanya lagi , apalagi jika menyangkut delia. Tidak mau amar bersedih karena mengingat masalalu nya dengan delia. Antrian kasir pun semakin berkurang , tini bangkit lalu membawa barang belanjaan nya ke kasir tidak lupa barang belanjaan amar juga dia bawa sekalian untuk di bayar.
" Sudah ini saja barang belanjaan nya mbak ?" Tanya kartika ramah.
" Iya kartika . Kok kamu jaga kasir, bukan nya kamu ada di bagian pembukuan bahasa keren nya bagian kantor nya. " Seru tini sambil tersenyum.
" Iya mbak. Kebetulan kasir nya ada yang libur jadi aku gantiin dulu, lagi pula aku juga sebenarnya kasir juga loh mbak. Lebih tepat nya kasir yang serba bisa heheeee " Ucap kartika terkekeh.
" Hemmm.... besar dong gaji nya " Seru tini sambil tertawa.
" Yah.. lumayan juga mbak. Bisa di tabung untuk modal menikah. " Seru kartika.
" Kalau modal sebagai wanita jangan pusing - pusing kartika. Ada pria kan? Jadi si pria dong yang harus membiayai pernikahan nya, si wanita sih bantu tapi dikit saja. Hahaa... ngomongin soal nikah memang nya kamu sudah mau menikah ?" Tanya tini ingin tahu.
Kartika hanyq menggeleng sambil mengulas senyum ramah nya. Bagaimana mau menikah ? calon nya saja sampai sekarang tidak peka.
" Ada nih calon yang juga masih jomblo..nih ada di dekat ku " Ucap tini sambil melirik amar yang sibuk main ponsel.
Biarpun sibuk main ponsel sebenarnya amar mendengar semua yang di bicarakan oleh tini dan kartika. Ada rasa senang saat kartika mengakui di depan tini jika dia tidak punya pasangan.
Hemmm apakah pertanda amar ada rasa kepada kartika ?
Eheemmm... Eheemmm
Amar sengaja berdehem agar obrolan kartika dan tini berhenti, karena di belakang masih ada yang mengantri untuk membayar belanjaan nya.
" Eh...maaf mar mbak lupa kalau ada kamu. Ya sudah semua nya total nya berapa kartika . Hehee... di belakang masih ada yang mengantri" Ucap tini sambil nyengir kuda.
" Semua total nya 520 ribu mbak " Ucap kartika sopan.
Setelah membayar barang belanjaan nya, tini dan amar langsung keluar toko. Mereka langsung pulang menuju rumah kontrakan tini, tidak perlu waktu lama motor amar sudah berhenti tepat di depan kontrakan tini.
" Harun tidak pernah kesini ya mbak ?" Tanya amar saat sudah duduk di atas karpet.
__ADS_1
" Semalam mereka dari sini kok, bahkan mereka menginap. Jam tujuh pagi tadi mereka pulang. " Jawab tini sambil membereskan barang belanjaan nya.
" OH... " Amar hanyq ber oh ria.
Suasana hening, amar fokus dengan ponsel nya sedangkan tini sibuk di dapur membereskan barang - barang belanjaan nya.
" Ini minum es teh nya mar dan ini barang belanjaan kamu, tadi lupa tidak di pisahin " Ucap tini sambil meletak kan segelas esteh dan barang belanjaan amar.
" Amar lupa mbak, jadi punya amar ini habis berapa tadi" Tanya amar.
" Sudah tidak apa - apa, cuma dikit itu. Hitung - hitung mbak yang traktir, oh iya mar... hemm kamu tahu tidak kalau rosa itu sekarang kehidupan nya sangat memprihatinkan ? Mbak pernah ketemu dia, maaf dia menjadi pemulung. Ya walaupun pekerjaan itu halal dan tidak merugikan orang, tapi ini rosa mar. " Seru tini seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi kepada rosa.
" Iya aku tahu mbak. Aku dan diki juga pernaj ketemu dia, kasihan sih. Tapi mau bagaimana lagi mbak, anggap saja itu memang teguran dari Allah untuk rosa. Aku tidak mau lagi membahas rosa mbak, karena rosa hidup ku hancur. Memang bukan salah rosa saja tapi semua ini terjadi juga atas kehadiran rosa " Seru amar.
" Maaf.. mbak tidak bermaksud untuk mengingatkan masalalu mu Mar. " Ucap tini dengan wajah sedih nya.
" Tidak apa - apa mbak . " Jawab amar singkat.
Amar merebahkan tubuh nya di atas karpet sambil memainkan ponsel nya. Akhir-akhir ini amar senang bermain Game di ponsel nya untuk menghilangkan kejenuhan nya. Tini sendiri kembali ke dapur untuk memasak makan siang, siang ini amar akan makan siang bersama dengan nya.
" Mbak , harun memang mau kesini ya ?" Tanya amar menghampiri tini di dapur.
" Ohh.. iya kok kamu tahu ? Padahal mbak belum bilangkan sama kamu ?" Tanya tini.
" Ini harun barusan kirim pesan, bilang kalau dia mau kesini dan ngajakin makan siang bersama. " Seru amar sambil mengangkat ponsel nya.
" Iya tadi pagi sebelum pulang dia bilang mau makan siang disini, makanya mbak minta kamu juga makan siang disini. Sudah lama kan kita tidak makan bareng, kebetulan juga hari minggu. Istri nya harun kalau minggu kan libur. " Ucap tini sambil membersihkan ikan yang di belinya di tukang sayur tadi pagi.
" Ohh.. ya sudah sini amar bantuin masak biar cepat selesai " Ucap amar.
" Kamu bikin sambal saja Mar. Kita cuma mau goreng ikan sama sambal saja, soal nya novi yang mau bawa sayur asam sama yang lain nya. Sebenarnya novi bilang mbak tidak perlu masak , suruh masak nasi nya saja. Tapi tidak enak nanti dikira nya mbal tidak pengertian. " Ucap tini .
Amar mengangguk saja sambil mengupas bawang merah untuk di buat sambal. Setelah 30 menit sambal dan ikan goreng sudah selesai di masak, tinggal menunggu novi dan harun datang.
********
LIKE , KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️
__ADS_1