Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Luapan amarah amar


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞


" Amar. Apa semua ini hanya mimpi ?" Tanya ibu siti yang baru saja terbangun dari pingsan nya.


Amar masih menundukkan kepala nya sambil memukul - mukul kepala nya sendiri. Dia merasakan sakit nya sebuah pengkhianatan, apa yang delia rasakan dahulu kini dia bisa merasakan nya. Melihat dengan mata kepala dia sendiri wanita yang berstatus istri sedanf bergumul dengan adik kandung nya sendiri.


" Apa ini balasan karena perbuatan ku terhadap delia dulu bu " Seru amar dengan suara pelan.


" Kamu jangan menyesal begitu mar. Ini semua salanya si rosa sialan itu, pasti dia yang sudah merayu harun. Ibi tahu bagaimana harun, dia tidak akan melakukan hal sekeji ini kalau bukan rosa yang merayu nya " Seru ibu siti menyalahkan rosa dan tetap membela harun.


" Harun dan rosa itu sama saja bu, sama - sama pengkhianat" Ucap amar masih tidak terima jika ibu nya membela adik pengkhianat nya itu.


" Tapi harun itu mencintai istri nya. Mungkin rosa hanya di jadikan pelampiasan saja, rosa yang sengaja menggoda adik mu. Kucing di kasih ikan pasti tidak akan menolak " Ucap ibu siti.


Amar pusing dengan semua kejadian yang terjadi pada hari ini, tadi pagi dia di kejutkan dengan status baru delia yang sudah menjadi istri orang. Dan saat pulang ke rumah dia di kejutkan dengan oengkhianatan istri nya dan adik kandung nya sendiri.


Saat amar sedang pusing dengan semua masalah nya, wanita yang dulu dia khianati dan di hina keluarga nya sedang berbahagia dengan kehidupan baru nya. Sungguh penyesalan yang sangat amar sesalkan.


" Seandainya dulu amar tidak mengkhianati delia, pasti saat ini amar sedang berbahagia dengan delia bu Amar sangat menyesal bu , sangat menyesal " Seru harun dengan penuh penyesalan.


" Sekarang kamu bisa mendekati delia tanpa takut ketahuan rosa lagi " Seru ibu siti tersenyum sumringah.


" Tidak mungkin lagi aku mendapatkan delia bu , delia sudah menikah. Dia sudah bahagia dengan suami nya, amar tidak pantas lagi mengharapkan delia untuk kembali lagi bu. " Ucap amar dengan tatapan kosong.


" Delia sudah menikah ? Kapan ?" Tanya ibu siti dengan wajah tegang.


" Kemarin " Jawab singkat amar.


Di saat mereka sedang membicarakan delia tiba - tiba sepasang pasangan bejat itu masuk ke dalam rumah dan berhasil membuat amar murka lagi.


" Kenapa lagi , apa yang ingin kalian perbuat lagi ?" Tanya amar dengan gigi gemertuk sambil menahan emosi.


" Aku hanya ingin mengambil barang - barang ku. Kamu tenang saja aku tidak akan sudi lagi tinggal disini, lagi pula kamu juga sudah menceraikan ku " Ucap rosa lalu masuk ke kamar untuk mengambil barang - barang nya.


Harun diam saja dan hanya berdiri di dekat sofa, tidak berani menatap kakak nya.

__ADS_1


" Mas, aku minta maaf. Aku.. aku benar - benar menyesal. Tolong maafkan aku, mbak rosa lah yang sudah menggoda ku. Dan untuk ibu tolong jangan sampai rani tahu masalah ini, bagaimana pun rani aku masih sangat mencintai nya. " Seru harun penuh harap.


" Kamu kira warga itu buta, Hah ... !! Mereka sudah tahu apa yang terjadi dengan kalian, pasti rani juga akan mendengar nya. Makanya punya fikiran itu di pakai untuk mikir yang positif bukan untuk mikir selingkuh " Seru amar dengan geram.


" Tapi aku tidak mencintai mbak rosa, kami melakukan nya atas dasar mau sama mau saja mas. Tapi aku juga tidak tahu kalau mbak rosa akan mencintai ku, aku terpaksa mengikuti kemauan mbak rosa karena dia sedang hamil anak ku." Ungkap harun jujur.


Bugh.


Bugh.


Amarah amar kembali memuncak saat mendengar rosa sedang hamil anak harun. Dulu saat bersama nya rosa selalu menunda kehamilan nya, karena dia tidak mau jika tubuh nya jadi gemuk saat mempunyai anak. Tetapi dengan harun dia sampai mengandung.


" Amar hentikan , kasihan adik mu mar " Seru ibu siti menghentikan amar.


" Dia harus di beri pelajaran bu, dia sudah menghamili istri ku " Seru amar.


" Siapa yang istri mu ? Aku bukan istri mu lagi !" Jaaab rosa yang baru saja ke luar dari kamar dan membawa koper di tangan kiri nya.


Tatapan penuh kebencian amar tunjukan untuk rosa.


" Sekarang kamu memang bukan istri ku lagi. Aku akan mengurus perceraian kita, puas kamu !! Aku curiga jika anak yang kamu kandung itu bukan anak harun, harun hanya kamu jadikan tameng saja. Secara kamu itu wanita murahan, yang membuka lobang sana sini. " Seru amar tersenyum sinis ke arah rosa.


" Tutup mulut mu !!" Bentak rosa dengan nafas naik turun.


" Bu, kenapa ibu menghina ku begini ? Bagaimana pun aku ini sedang mengandung anak nya harun, calon cucu ibu. Apa ibu tidak ingin mempunyai cucu ? Lagi pula aku dan harun saling mencintai bu, aku akan tetap menjadi menantu ibu tapi dengan status istri harun." Seru rosa dengan senyum di buat - buat.


* Tapi aku tidak mencintai mu rosa, aku hanya sekedar membutuhkan tubuh mu saja. Karena kamu terlalu pandai menyenangkan ku dan aku kecanduan permainan mu * Gumam harun dalam hati nya.


Ibu siti langsung terdiam, dia memikirkan perkataan rosa. Memang benar selama ini dia sangat menginginkan kehadiran cucu dalam rumah tangga anak - anak nya. Ibu siti bimbang antara membela amar atau seorang cucu dari rosa.


" Mar, sudah maaf kan saja mereka. Bagaimana pun saat ini rosa sedang hamil anak adik mu. " Seru ibu siti .


" Aku tidak akan pernah memaafkan dua manusia pengkhianat ini !!" Bentak amar lalu meninggalkan perdebatan dan masuk ke dalam kamar nya.


Braakkk.


Amar membanting pintu kamar nya cukup kuat.


******


Ting


Notifikasi pesan masuk ke ponsel delia. Delia memang memegang ponsel nya karena banyak barang yang harus dia order ke paprik.

__ADS_1


" Pesan dari mpok onah" Gumam delia.


Delia pun membuka nya dan mata nya melotot dan mulut nya ternganga saat melihat video yang di kirim mpok onah.


[ Mereka sudah mulai kena karma del ] Tulis mpok onah


" Ini benar - benar gila, akhirnya mas amar tahu perbuatan istri nya dan adik nya " Seru delia.


[ Terus bagaimana kelanjutan nya ] Tanya delia juga ingin tahu.


[ Rosa tadi sih pergi dengan harun , tapi setelah itu kembali lagi dan sampai sekarang masih ada di dalam rumah kontrakan amar sepertinya mereka sedang ribut ]


[ Kasihan sekali rani mpok ]


[ Iya del, rani sekarang kehidupan nya benar - benar berubah. Dia sekarang ikut dagang di pasar dengan ibu nya , dan ayah nya semenjak kena kasus itu sekarang ada di penjara ]


[ Iya mpok, bagaimana pun rani yang dulu pernah menghina ku, aku iba dengan nya mpok. Dia mengalami seperti yang aku alami. ]


[ Oh iya bagaimana malam pertama nya, sukses kan ?] Balas mpok onah seperti mengalihkan pembahasan.


[ Apaan sih mpok. ]


[ Hahahaaa... pasti muka mu saat ini seperti udang rebus. Malu - malu kucing hahaa ]


[ Dasar mpok sableng hahaha ]


" Hayo kenapa senyum - senyum sendiri ?" Tanya juna yang baru saja ke luar dari dapur dan di tangan nya membawa dua gelas jus mangga.


" Eh mas.. ini loh hanya chatt dengan mpok onah saja " Seru delia lalu meletakkan ponsel ny dan menerima segelas jus mangga dari suami nya.


" Terimakasih mas " Seru delia.


Juna tersenyum dan mengangguk kan kepala nya lalu meminum jus mangga buatan nya sendiri.


******


BAGAIMANA MASIH MAU LANJUT ?


TINGGALKAN LIKE, KOMEN, VOTE , FAVORITE DAN HADIAH NYA DULU YA. AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT. 🥰🥰


JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA 🥰🥰


TERIMAKASIH 🙏❤🥰

__ADS_1


__ADS_2