
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞💞
Akhirnya hari yang di tunggu - tunggu amar dan kartika sudah tiba. Hari ini mereka akan menjadi raja dan ratu dalam sehari, pernikahan di laksanakan di kediaman mempelai wanita.
" Kamu mau kemana Jeng?" Tanya asti penasaran karena pagi - pagi adik nya sudah rapi dan bersiap akan pergi.
" Oh... Ini ada acara family gethring di kantor nya mas diki mbak. Ibu sudah tahu kok, kemarin aku sudah bilang sama ibu. Apa mbak mau ikut ?" Tanya ajeng basa - basi karena dia tahu kakak nya pasti tidak mau ikut apalagi disana orang - orang asing baginya.
" Emmm.... Bagaimana ya ? Sebenarnya ingin sih ikut apalagi disana pasti ada mas amar. Tapi aku malu karena disana tidak ada yang aku kenal selain kalian, dan aku juga belum rujuk sama mas amar. Kira-kira mas amar bolehin tidak ya aku ikut?" Ucap asti dengan wajah cemberut.
Deg
Jantung ajeng seakan berhenti berdetak, dia lupa jika amar satu perusahaan dengan diki. Dia sudah bilang jika akan ke acara yang di adakan kantor. Kalau asti sampai ikut hancur sudah rencana yang sudah di susun. Padahal dia sengaja berbohong, ajeng dan keluarga kecilnya mau menghadiri acara pernikahan amar.
" Iya juga ya mbak. Tapi kata mas diki, mas amar tidak ikut " Ucap ajeng beralasan.
" Kenapa dia tidak ikut ? Kalau dia tidak ikut aku juga tidak jadi ikut, lagi pula aku ada janji juga sama teman ku. " Seru asti membuat ajeng lega.
Tidak tahu jika tadi asti tetap memaksa ikut, pasti dia dan diki akan kebingungan mencari alasan.
* Huufff... Beruntung mbak asti tidak ikut. Maaf ya mbak aku terpaksa berbohong, semua ini demi kebaikan dan kelancaran acara pernikahan mas amar dan kartika * Ucap ajeng dalam hatinya.
" Sudah siap dek ?" Tanya diki menghampiri ajeng di kamarnya.
" Iya mas sudah. Pakai begini saja dulu , nanti kita ganti di rumah nya mas amar saja. Oh iya ayok kita cepat berangkat, nanti kita ketinggalan. " Ucap ajeng lalu menenteng tas yang isinya baju ganti mereka ber tiga.
Setelah semua nya siap , diki dan anak istrinya berangkat dengan mengendarai motor mereka. Mereka langsung menuju rumah baru amar karena rombongan semua berkumpul disana.
" Kamu mau kemana Asti ?" Tanya ibu jujuk yang melihat asti juga sudah rapi, sebenarnya ibu jujuk tidak suka dengan gaya pakaian yang dipakai oleh Asti. Namun dia tidak mau berkomentar atau melarangnya , dia takut jika asti akan marah dan tersinggung dan bisa berakibat fatal.
" Aku mau ke kontrakan mas amar bu. Ini kan hari minggu dia pasti tidak bekerja, nanti aku minta antar teman ku saja jadi aku tidak bawa motor. " Ucap asti sambil merias diri.
" Loh bukan nya amar ada acara kantor? " Tanya ibu jujuk heran.
" Kata ajeng tadi mas amar tidak ikut karena dia tidak ada keluarga yang mau di ajak. Pasti mas amar sedih banget bu, makanya aku minta teman ku mengantarkan kesana untuk menghibur mas amar. " Ucap asti dengan percaya diri yang tinggi.
Ibu jujuk hanya menganggukkan kepalanya lalu keluar dari kamar asti. Setelah selesai mek up astipun keluar dari kamar. Tidak sampai lima menit teman asti juga datang dengan mengendarai mobil. Seperti biasa pasti asti yang akan mengendarainya dengan biaya pengeluaran asti yang tanggung. Tentunya asti mendapatkan uang dari sang ibu, uang hasil menjual sawah.
__ADS_1
*******
" Bagaimana para saksi, sah " Seru pak penghulu.
Sah....
Kata sah sudah menggemu di ruangan yang dijadikan tempat akad nikah amar dan kartika. Sepasang pengantin itu kini sudah resmi menjadi sepasang suami istri yang sah secara agama dan negara.
* Alhamdulillah * Ucap amar dalam hatinya.
Pada akhirnya amar dan kartika sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Jantung amar sedikit aman dan lega, karena rasa gugup nya sudah mulai hilang sedikit demi sedikit.
Pak penghulu memimpin doa dan dilanjutkan penandatanganan berkas-berkas pernikahan yang dibawa pak penghulu.
Ucapan selamat bergantian dari para sahabat teman dan keluarga. Amar dan kartika terlihat sangat bahagia , mereka benar - benar pasangan yang cocok.
" Selamat ya mas amar, kartika. Semoga kalian menjadi keluarga yang Sakinah, mawaddah , warrohmah serta segera diberi momongan. Sayangi kartika dan bahagiakan kartika seperti mas amar membahagiakan ibu mas amar sendiri. " Ucap delia memberi selamat kepada sepasang pengantin.
" Aamiin. Terimakasih delia. Insya Allah aku akan menjaga dan membahagiakan kartika, aku tidak akan mengulangi kejadian di masalalu ku dulu. " Ucap amar dengan yakin.
" Terimakasih ya mbak delia, insya allah aku akan belajar menjadi istri yang baik untuk suami ku. " Ucap kartika sambil memeluk delia, tanpa terasa buliran bening membasahi pipi kartika.
Kartika terharu dengan segala kebaikan yang diberikan oleh delia. Padahal delia adalah mantan istri amar yang dulu tersakiti, tetapi delia masih saja tetap baik bahkan untuk hiburan musik yang terselenggara di pernikahan amar dan kartika itu adalah hadiah dari delia, delia yang menanggung nya. Tidak tanggung - tanggung delia menyewa orkestra yang harga nya terbilang mahal.
" Akhirnya sang duda tiga kali melepas masa duda nya juga. Selamat ya adik ku, mbak berdoa ini yang tetkhir untuk mu. Insya Allah kartika jodoh mu sampai jannah" Ucap tini sambil memeluk amar dan kartika bergantian.
Mama silvi, pak hartawan, juna, harun,novi dan joko sudah selesai memberikan selamat kepada pengantin. Kini mereka berkumpul di tempat duduk yang sudah di sediakan sambil menikmati hidangan dengan hiburan live musik dari orkestra.
Pesta pernikahan amar dan kartika benar - benar meriah . Bahkan terbilang mewah, para warga juga ikut menikmati semua makanan yang di hidangkan.
" Mas acara nya meriah dan mewah. Semoga ini yang terakhir untuk mas amar. " Ucap ajeng sambil menikmati es buah yang terhidang di meja.
" Iya dek aamiin " Ucap diki mengaminkan ucapan istrinya.
Sementara itu di tempat lain saat ini asti dan teman nya sudah sampai di rumah kontrakan amar. Rumah kontrakan sangat sepi dan sepertinya tidak ada orang di dalam nya.
" Kok sepi ya ?" Seru Asti heran.
" Coba kamu ketuk pintunya , siapa tahu amar ada didalam. " Ucap teman asti memberi saran.
Asti mengangguk lalu mendekati pintu dan mulai mengetuknya.
Tok Tok Tok
" Permisi, mas amar.. Apakah kamu ada didalam ? Mas ini aku asti. " Ucap asti teruk memanggil nama amar.
__ADS_1
Tapi tidak ada balasan dari dalam sana, rumah memang sangat sepi dan tidak ada tanda - tanda ada orang didalamnya.
" Tidak ada orang nya ini asti " Ucap teman asti .
" Kemana ya mas amar. Apa dia jadi ikut acara di kantor nya ? Tapi kata ajeng tadi mas amar tidak ikut karena dia tidak ada pasangan atau keluarga yang mau diajak ke acara family gethring yang di adakan kantor " Seru asti mulai kesal karena kedatangan nya sia - sia.
Padahal dia sudah merencanakan sesuatu untuk menarik amar dalam pelukan nya. Tapi sepertinya nasib baik tidak berpihak kepada Asti, rencana yang sudah dia susun harus gagal karena amar tidak ada di rumah kontrakannya.
" Kita mau kemana lagi ini ?" Tanya teman asti yang sudah tidak betah berlama - lama di depan kontrakan amar.
" Terserah kamu saja mau kemana yang penting tidak bust fikiran jenuh dan suntuk. " Jawab asti dengan malas.
Dia sudah tidak bersemangat untuk jalan - jalan karena niatnya bertemu dengan amar gagal.
" Cari siapa mbak ?" Tanya seseorang tetangga yang baru saja melintas di depan kontrakan amar.
Sebagian tetangga memang ikut mengantarkan amar kerumah kartika. Mereka sudah amar anggap saudara sehingga amar meminta para tetangga kontrakannya untuk ikut ke acara pernikahan nya. Ada beberapa tetangga yang memang tidak bisa ikut karena kesibukan nya sendiri.
" Oh cari mas amar bu, tapi kok orang nya tidak ada ya. Dan tumben jam segini juga para tetangga sepi, biasanya mereka akan bergosip dibawah pohon itu " Ucap asti sambil menunjuk pohon yang memang rindang bahkan disana juga ada tempat duduknya.
" Kalau boleh tahu mbak siapa ? Maaf saya baru 4 bulan pindah di kontrakan ini, itu kontrakan saya yang pas di sebelanya bu Rt. " Ucap ibu itu sambil menunjuk rumah ibu Rt.
" Saya asti mantan istrinya mas amar, tapi sebentar lagi kami akan rujuk kok bu. Jadi nanti kita akan bertetangga. Jadi baik-baiklah ibu sama saya agar bisa berteman dengan saya." Ucap asti dengan percaya diri
Ibu itu bisa melihat jika asti sangat sombong dan terlalu percaya diri dengan ucapan nya. Padahal tanpa dia tahu hari ini amar sudah menikah.
* Oh ini to yang namanya asti yang kata ibu - ibu agak tidak waras. Hemm... Beruntung mas amar tidak sama dia selain sombong ternyata nyebin juga orang nya * Gumam nya dalam hati.
" Oh..mungkin mas amar ikut pak Rt dan para warga yang lainya di acara kampung sebelah " Ucap ibu itu tanpa memberitahu jika amar menikah.
" Acara apa ?" Tanya asti singkat.
" Acara hajatan, warga sini hampir semua di undang. Karena saya orang baru dan tidak kenal jadi saya tidak di undang.." Jawab nya berbohong.
" Asti kita pulang saja yuk, lebih baik kita jalan - jalan. Untuk apa lama - lama disini tidak ada gunanya juga. Nanti sore kalau amar sudah pulang kita kesini lagi. " Ucap teman asti yang sudah tidak betah lagi.
" Iya yuk " Jawab asti singkat.
Tanpa memperdulikan sang ibu tadi, asti dan teman nya langsung masuk kedalam mobil. Asti masih yang mengendarai mobil nya, dia melajukan mobil dengan cukup cepat. Karena memang sepi dan jalanan juga sepi jadi dia bisa leluasa mengendarai mobil teman nya.
* Huuu dasar para wanita calon penghuni neraka !! Pakai baju seperti tidak pakai baju, dada kemana - mana dan paha di umbar seperti itu. * Gumamnya dalam hati.
*******
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR,VOTE DAN BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️