Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Kabar bahagia


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Novi dan harun diberi kebahagiaan baru, karena hari ini novi dan harun kerumah sakit untuk memeriksakan kesehatan novi yang akhir - akhir ini sering lelah dan pusing. Ternyata kabar bahagianya adalah novi sedang hamil 2 bulan, silisih 1 bulan dengan kehamilan kartika.


" Aku tidak tahu jika aku hamil mas, karena aku tidak mual sama sekali. Baru seminggu ini aku merasa sering lelah dan pusing, ternyata aku hamil bahkan sudah 2 bulan." Ucap novi yang baru saja keluar dari rumah sakit.


" Iya sayang, semoga dia baik - baik saja ya di dalam sini, tumbuh dan berkembang dengan baik." Ucap harun mengusap perut novi yang masih rata.


" Aamiin " Seru novi.


Mpok onah yang melihat ada harun dan novi keluar dari rumah sakit pun langsung menghampirinya, kebetulan ini sudah jam 2 siang dan mpok onah baru saja ingin pulang, dan saat ini mereka memang mpok onah ada di parkiran. Harun dan novi keluar rumah sskit dan menuju parkiran.


" Siapa yang sakit run ?" Tanya mpok onah.


" Ehh.. Mpok onah. Sudah mau pulang mpok. ?" Tanya harun ramah. Sekarang harun memang lebih ramah dengan orang.


" Iya Run, oh iya siapa yang sakit ?" Tanya mpok onah lagi karena tadi harun belum menjawab pertanyaannya.


" Tidak ada yang sakit kok mpok. Alhamdulillah sekarang saya sedang hamil mpok, sudah dua bulan dan baru ketahuan sekarang." Bukan harun yang menjawab tapi novi yang menjawab pertanyaan mpok onah.


" Alhamdulillah, mpok ikut senang. Semoga ibu dan bayinya sehat selalu ya. Kalian ini seperti berlomba ya, kartika juga hamil kan ? " Seru mpok onah sambil terkekeh.


Harun dan novi juga hanya menanggapi dengan tawa renyah. Novi sangat senang jika mengobrol dengan mpok onah karena celetukan spontan mpok onah membuat dia tertawa, berkumpul dengan mpok onah memang harus siap - siap kram bibir karena tertawa terus.


" Mpok saya duluan ya" Seru harun mulai menghidupkan mesin motornya.


" Saya juga mau pulang kok Run. Hati - hati bawa motornya, ingat bawa orang hamil muda " Seru mpok onah memperingatkan harun.

__ADS_1


" Iya mpok terimakasih sudah diingatkan " Jawab harun dengan senyum ramah.


Mpok onah mengangguk , dia pun mengambil motornya dan mulai menghidupkan mesin motornya lalu melaju meninggalkan parkiran rumah sakit. Mpok onah kalau mengendarai motor sudah seperti pembalap kelas atas, dulu saat tini masih bekerja di rumah sakit dan naik motor bareng mpok onah. Tini sering mengomel karena mpok onah naik motornya ngebut.


******


" Mas . Aku tidak percaya dengan ini semua. Aku hamil mas, aku hamil " Seru tini dengan mata berkaca - kaca dengan tangan memegang tespack yang menampilkan garis dua.


Tangan tini gemetaran sambil memegang tespack, dia tidak percaya sampai dia pun mengulanginya kembali. Tespack kedua tetap bergaris dua. Tini menangis dalam pelukan suaminya.


" Alhamdulillah dek , Allah mendengar doa kita dek. Allah telah menunjukan mukzizat nya untuk mu dek." Seru joko juga ikut meneteskan air mata bahagianya mengetahui kabar kehamilan tini.


" Tapi aku ini kan mandul mas? Alat ini pasti salah, iya alat ini salah.." Seru tini seakan tidak percaya jika dia hamil.


" Alat itu tidak mungkin salah sayang, dua kali kamu mencoba nya dan hasilnya sama. Baiklah untuk mastikannya lebih baik sekarang kita kedokter. Biar dokter yang memeriksanya, tapi mas yakin jika kamu itu hamil. " Ucap joko tetap yakin jika tini hamil.


Tini pun mengangguk setuju dengan saran joko, dia langsung bersiap - siap untuk kerumah sakit. Berhubung lala sedang tidur siang jadi mereka pergi tanpa mengajak lala. Sesampainya di rumah sakit mereka mendaftar dan langsung diarahkan ke dokter kandungan. Setelah tiga puluh menit mengantri akhirnya giliran tini yang di periksa.


" Selamat ibu dan bapak, ibu beneran hamil dan usia kehamilannya sudah 2 bulan. " Ucap dokter dengan senyum ramahnya.


Dokter tersenyum ramah kepada tini , dia bisa memahami keadaan tini. Dimana wanita yang sudah di vonis mandul tapi bisa hamil juga, sudah ada beberapa kasus yang serupa dengan tini sehingga dokter pun menjelaskan semuanya kepada tini.


" Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin bu, jika Allah sudah berkehendak kita tidak bisa berbuat apa - apa. Kita para dokter hanya manusia biasa, dan sang penciptalah yang lebih berkehendak." Ucap dokter membuat tini yakin jika dia juga hamil.


" Alhamdulillah... Terimakasih ya Allah kamu sudah mendengarkan doa - doa ku. " Seru tini dengan air mata yang sudah tumpah di pipinya .


" Alhamdulillah sayang, mas percaya kamu bisa hamil dan sekarang sudah terbukti. Terimakasih dokter " Ucap joko menjabat tangan dokter dengan ramah.


" Sama - sama pak. Ini resepnya bisa di tebus di apotik rumah sakit ya pak, bu. Jaga kesehatan dan jangan terlalu capek, banyak istirahat." Ucap dokter memperingatkan.


Tini dan joko mengangguk paham, merekapun keluar dari ruangan dokter dan menebus obat di apotik. Setelah urusan obat selesai mereka segera pulang, karena lala pasti sudah bangun dan mencari tini. Kebiasaan lala jika bangun tidur tini tidak ada di rumah pasti akan menangis.


" Duhh anak papa kenapa menangis ?" Tanya joko sambil memeluk lala.


" Sudah sepuluh menit non lala menangis pak. Sudah saya bilang ibu kerumah sakit tapi dia tidak mau berhenti menangis " Ucap bibik yang bekerja di rumah.

__ADS_1


" Iya bik tidak apa - apa. Bibik kalau sudah tidak ada pekerjaan istirahat saja, maaf ya bik sudah merepotkan " Ucap joko.


Bibik pun mengangguk lalu meninggalkan lala dengan ayah nya.


" Mama mana pa ? Lala kok di inggal pelgi, lala nangis " Seru lala mencoba protes.


" Mama ada di kamar sayang, mama kepalanya pusing makanya tadi mama kedokter. Oh iya lala mau punya adik bayi, sekarang di perut mama ada adik bayinya. Jadi lala tidak boleh minta gendong mama ya, nanti adik bayinya menangis. " Ucap joko memberi penjelasan anaknya.


" Holleee... lala punya adik bayi. Ayo pa kita lihat mama, lala mau lihat adik bayi nya" Seru lala langsung turun dari kasur dan berlari ke kamar mamanya.


Braakk


Lala membuka pintu dengan cukup keras sampai mengagetkan tini. Dengan cepat lala naik ke atas ranjang dan duduk di samping tini.


" Lala kok lari - larian nak ? Itu tadi buka pintu juga kuat banget , memangnya ada apa sayang ? Maaf ya tadi mama tidak langsung kekamar kamu, kepala mama pusing banget sayang " Ucap tini lembut sambil mengusap kepala lala.


" Maafin lala ya ma. Lala ceneng banget, kata papa lala mau punya adik bayi. Mana adik bayi nya ma, lala mau liat " Seru lala dengan wajah polosnya.


Tini dan joko menertawakan kepolosan lala , lala yang di tertawakan juga bingung jadi dia juga ikut tertawa saja.


" Adik bayinya masih dalam perut mama sayang, nanti kalau sudah sembilan bulan adik bayinya baru mau keluar." Ucap joko menjelaskan kepada anaknya.


" Kok di pelut? Adiknya malu ya, dia cumput dalam pelut mama " Seru lala dengan polosnya.


" Iya sayang, dedek bayinya masih nyumput dalam perut mama. Nanti kalau sudah keluar main sama kak lala. " Seru tini.


" Hole.. Hole.. Lala jadi kakak !!" Seru lala berteriak senang.


Joko dan tini tidak menyangka jika lala akan seantusius itu saat mengetahui jika dia akan punya adik. Tini mengira jika lala akan cemburu tapi semua fikiran tini salah, karena lala sangat senang punya adik berarti dia akan punya teman bermain.


*******


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK. KLIK HADIAH NYA JUGA YA 🙏🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2