Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Surat untuk amar


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹.


.


.


.


💞💞💞💞💞


Amar dan rosa akhirnya tidak jadi berangkat ke kantor karena sudah kesiangan. Amar duduk termenung sambil memikirkan pertengkaran nya dengan delia. Dia menyayangkan kepergian delia.


Sedangkan rosa duduk di samping amar sambil memainkan ponselnya. Dia memberitahu ibu mertuanya jika delia keluar dari rumah dengan membawa semua pakaian nya.


[ Delia pergi dari rumah bu] Tulis rosa dan di kirim kepada ibu mertua nya.


[ Kok bisa ? Memang ada masalah apa lagi ? Tapi bagus juga dia pergi dari rumah dan kenapa tidak dari dulu saja dia pergi ] balas ibu tini.


[ Tadi berantem dengan mas amar bu. Karena delia sudah tidak mau mengurus mas amar jadi mas amar menegur nya dan delia tidak terima ]


[ Sudah biarkan saja dia pergi, dia ada juga tidak ada guna nya ]


[ Iya bu, rumah nyaman tanpa delia ]


[ Kamu memang menantu ku yang pintar ]


Tok Tok Tok


" Assalamualaikum " Suara sapaan orang dari luar.


Amar masih saja diam , dia seperti sedang melamun sampai ada suara orang tidak mendengar nya. Rosa bangkit dan melihat siapa yang datang.


" Cari siapa ya mas ?" Tanya rosa kepada tamu nya.


" Apa benar ini rumah bapak Amar ? " Tanya tamu kepada rosa.


" Benar dan saya istri nya. Ada apa mencari suami saya ?" Tanya rosa penuh selidik.

__ADS_1


" Saya mau mengantar kan surat ini untuk bapak amar. Mohon di terima dan tanda tangan disini " Ucap tamu yang datang.


Rosa mengambil surat itu lalu menandatangi kertas bukti penerimaan. Setelah tamu nya pergi rosa kembali ke dalam dan menemui amar, menyerahkan surat itu kepada amar.


" Mas ini ada surat untuk mu " Ucap rosa meletakkan surat di atas meja.


" Surat darimana dek ? Hari gini masih ada yang mengirim surat ?" Tanya amar lalu mengambil surat itu.


Tangan amar bergetar saat membaca tulisan di amplop, disana tertulis jika surat itu dari kantor pengadilan agama.


* Surat dari pengadilan agama ? Surat apa ini ? atau surat gugatan perceraian dari delia ? tapi kenapa begitu cepat ?* Tanya amar pada diri nya sendiri.


Deg.


Tangan amar semakin bergetar dan jantung seakan berhenti berdetak saat mengetahui isi surat yang ada di tangan nya. Ternyata benar itu surat dari kantor pengadilan agama, tepat nya surat panggilan sidang pertama atas gugatan perceraian delia.


" Surat gugatan cerai dari delia mas ?" Tanya rosa yang juga ikut membaca isi surat yang ada di tangan amar.


Amar meremat kertas itu dan membuang nya, dia tidak terima delia menggugat cerai. Apalagi baru beberapa jam yang lalu delia pergi dari rumah dan meminta amar mentalak nya.


" Diam - diam kamu sudah merencanakan gugatan cerai itu delia. Lihat saja aku akan buat kamu tidak bisa bercerai, karena aku tidak akan mengucapkan talak untuk mu. Kamu tidak punya bukti - bukti untuk memperlancar persidangan " Seru amar geram dengan senyum yang menakutkan.


[ Kenapa ? Apa surat panggilan sidang sudah kamu terima ?] tanya delia langsung menebak.


[ Kamu kenapa begini dek ? Tolong batalkan gugatan mu itu, kita bisa bicara baik - baik. Mas tidak akan menceraikan mu, sampai kapan pun kamu tetap istri ku ]


[ Tidak semudah itu mas, hati ku terlanjur sakit dengan penghianatan dan hinaan mu. Hinaan keluarga mu aku masih bisa menerima nya, tapi hinaan dari suami ku sendiri yang bisa aku terima. ]


[ Dek tolong jangan keras kepala ? Kamu jangan seperti ini, dari pada kamu buang - buang uang untuk semua ini lebih baik kamu batalkan saja. Karena kamu tidak ada bukti apa - apa, jadi kamu akan sia - sia mengajukan cerai karena aku tidak akan menceraikan mu ]


[ Kamu lihat saja nanti. Tanpa tanda tangan mu pengadilan pasti akan mengabulkan peeceraian ini. ]


Delia langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak. Membuat amar kesal dan marah hingga amar hampir saja membanting ponsel nya, beruntung rosa sigap merebut ponsel di tangan amar.


" Kamu ini apa - apaan sih mas ? Dari tadi marah - marah terus. Delia terus yang mas fikirkan ? Disini ada aku mas, aku juga istri mu !! Seharus nya kamu itu memikirkan perasaan ku, aku tidak suka di diamkan seperti ini mas " Ucap rosa meluapkan amarah nya karena sedari tadi amar mendiam kan nya.


Amar menyugar rambut nya dan mengacak - acak rambut nya karena frustasi. Dia belum siap untuk berpisah dari delia, tetapi dia juga tidak mungkin mendiamkan rosa terus menerus. Baru juga beberapa jam di diam kan rosa sudah marah - marah tidak terima.

__ADS_1


" Maaf sayang ,fikiran mas sedang kalut karena delia. " Ucap amar memeluk rosa.


" Mas sudah dong memikirkan delia nya, mungkin dia juga sudah punya pria lain jadi dia ngotot pergi dari rumah ini dan menggugat mu cerai " Ucap rosa mencoba memanasi amar.


Tangan amar langsung mengepal , dia tidak terima jika delia menggugat nya karena ada pria lain.


*****


Sedangkan di tempat lain saat ini delia sudah ada di rumah baru nya, delia tadi sempat bertemu dengan mpok onah dan mengajak nya ikut ke rumah baru nya.


" Kamu serius keluar dari rumah itu del ?" Tanya mpok onah.


" Iya mpok, aku sudah tidak kuat lagi serumah dengan madu ku. Setiap malam aku tidak bisa tidur karena harus mendengar suara dari permainan mereka. Tadi nya aku akan keluar dari rumah itu saat ketok palu, tapi setelah di fikir - fikir lebih cepat lebih baik mpok " Ucap delia.


" Ihh itu perempuan kok kagak malu ya del, masak kayak gitu suara nya tidak mau ngecilin. Dulu aku sempat mengira jika itu kamu, ternyata si pelakor karatan itu " Seru mpok onah.


Delia hanya tertawa mendengar kata - kata mpok onah. Mpok onah orang nya memang bar - bar. Delia dulu awal - awal memanggil mpok onah dengan panggilan mbak karena dia memang masih muda dan seumuran tini. Tapi mpok onah meminta nya memanggil mpok bukan mbak, delia awal nya kaku tapi lama - lama sudah terbiasa.


" Kalau mpok mau menonton film gratis ada nih di ponsel ku. Setiap malam mereka bermain mpok, kalau nanti mau nonton Live juga bisa mpok. Pasti mereka nanti malam juga main. CCTV kan masih terpasang dengan aman di 2 kamar dan ruang tamu mpok " Ucap delia sambil menyodorkan ponsel nya.


" Ogah amat del, daripada nonton mereka lebih baik aku main sendiri dengan mas bejo . Aku juga bisa goyang ngebor loh del, mas bejo sampai ketagihan dan makin cinta dengan ku " Ucap mpok onah jujur tanpa ada rasa malu.


Delia menggelengkan kepala nya mendengar cerita mpok onah yang absurd. Tanpa malu mpok onah menceritakan kebiasaan nya dengan delia.


" Eh ngomong - ngomong Non mona kemana kok kagak kelihatan ?" Tanya mpok onah mengalihkan topik pembicaraan.


" Mona sedang sibuk mpok, dia sedang mempersiapkan toko baru nya di kota S. Jadi sekarang dia ada di kota S, mona hebat mpok bisa buka cabang di kota S. Semoga suatu saat aku bisa punya toko cabang juga ya mpok. Tapi aku ingin buka swalayan mpok, yang tidak hanya menjual fashion dan kosmetik tapi juga sembako dan kebutuhan rumah tangga yang lain. Doa kan semoga mimpi ku segera terwujud ya mpok. " Ucap delia.


" Aamiin... kalau menurut ku sih kamu tidak perlu buka cabang dulu del. Lahan ruko yang kamu sewa ini kan masih cukup luas, itu ruko mau kamu beli kan ? Lebih baik kamu besarkan saja ruko itu. Kamu bikin tinggkat dua atau tiga terus kamu lebaran nah disitu kamu bisa menjual apa saja yang kamu inginkan. Disini juga belum ada swalayan yang lengkap jadi sudah pasti toko mu nanti akan laris" Ucap mpok onah memberikan ide untuk delia.


Delia tampak memikirkan ucapan mpom onah, seperti nya apa yang di ucapkan mpok onah memang benar. Tidak perlu memikirkan buka toko cabang dulu, tapi lebih baik besarkan ruko dan menjual barang - barang yang setiap hari di butuh kan masyarakat luas.


*****


Amar mulai menyesal ya ?


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤❤ AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT. 🙏❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2