
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞
Delia dulu seorang wanita yang selalu di hina dan di rendah kan oleh keluarga mantan suami dan juga mantan adik madu nya, kini hidup bahagia dengan keluarga baru nya dan baru saja di karuniai bayi kembar lelaki dan perempuan, semakin lengkap kebahagiaan delia. Tapi jauh berbeda dengan rosa, wanita yang dulu nya cantik dan sombong itu kini hidup terlunta - lunta bahkan kini dia tinggal di kontrakan sempit pinggiran kota.
Kehidupan rosa berubah total, tidak ada lagi rosa yang cantik dan rosa yang seksi. Semenjak keluar dari kontrakan harun dan memulih hidup dengan pacar nya kini hidup rosa semakin susah bahkan rosa pun di usir oleh pacar nya. Usia kehamilan rosa sudah 7 bulan, sehari - hari nya rosa bekerja di warung makan atau warteg membantu memasak, cuci piring dan melayani pembeli. Upah nya tidak seberapa, namun cukup untuk biaya makan rosa.
" Rosa selesai mengiris sayuran kamu beresin meja dan kursi di depan ya. Jangan lupa lap juga etalase nya sampai bersih ". ucap ibu menik pemilik warung makan tempat rosa bekerja.
" Iya bu " Jawab rosa.
* Ini saja belum selesai sudah nyuruh yang lain, kalau aku punya uang tidak mungkin aku kerja disini. Warung kecil seperti ini banyak gaya juga itu si menik .* Gumam rosa.
Dia yang butuh pekerjaan, namun dia juga yang sering menggerutu jika di suruh. Padahal bu menik menerima dia bekerja juga karena kasihan, wanita hamil yang tidak punya suami dan hidup sendirian tanpa punya pekerjaan.
" Mbak rosa kehamilan nya sudah berapa bulan ?" Tanya anak ibu menik yang membantu mengiris sayuran.
" Sudah tujuh bulan " Jawab rosa singkat.
__ADS_1
" Ohh.. memang suami mbak rosa kemana ? kok mbak rosa bisa tinggal di sini sendirian ?" Tanya anak ibu menik lagi.
" Aku di ceraikan oleh suami ku saat aku hamil 5 bulan, dia selingkuh. Aku pun tidak sanggup hidup dengan dia, setiap hari di perlakukan dengan kasar dan tidak di beri nafkah. Suami ku itu tukang selingkuh. " Ucap rosa mengarang cerita agar banyak orang yang kasihan dan iba kepada nya.
" Kasihan juga hidup mbak rosa, padahal setahu ku wanita yang sedang hamil itu tidak boleh di ceraikan dulu. Kenapa mbak rosa tidak bertahan sampai mbak melahirkan, kan kasihan mbak anak nya lahir tanpa ayah. " Ucap anak ibu menik lagi ingin tahu lebih banyak tentang rosa.
Bertahan ?
Bukan nya rosa yang bertahan, karena rosa sendiri yang memang mempunyai kesahan. Bahkan dia sendiri yang berselingkuh, sehingga suami nya menceraikan nya dan mengusir nya. Bahkan yang lebih parah lagi anak yang ada dalam kandungan nya bukan anak suami nya tapi anak dari hasil selingkuh nya dengan pria lain.
" Aku tidak sanggup lagi untuk bertahan " Jawab rosa.
" Kasihan anak mbak rosa, lahir tanpa seorang ayah. Kejam benar itu mantan suami mbak rosa, kalau aku jadi mbak rosa sudah aku cabein itu mantan suami mbak dan selingkuhan nya biar mereka tahu rasa. Zaman sekarang memang banyak pelakor mbak, jadi harus pinter - pinter cari akal untuk menghadapi pelakor. " Ucap anak ibu menik sambil meremas kangkung yang yang ada di tangan nya.
" Tari jangan mengobrol saja, dan itu kenapa sayuran kamu hancurin begitu ? Ini sudah siang, cepat kerjakan dulu pekerjaan kalian jangan ngobrol terus. Kalau ngobrol terus kapan lagi masakan ini akan selesai. Rosa sudah sana kamu beresin di depan saja, itu biar di kerjakan tari. " Seru ibu menik.
" Iya bu " Ucap rosa. Lalu beranjak mengambil kain lap dan mengelap meja , kursi dan etalase tempat melwtakkan makanan yang sudah selesai di masak.
*******
" Aku bingung dik, ibu ku menentang pernikahan ku dengan asti dengan alasan yang sama seperti saat aku menikahi delia dulu. Aku heran sebenar nya aku ini anak kandung nya atau bukan sih, sampai segitu nya dia tidak mau melihat ku bahagia. " Ucap Amar menceritakan perdebatan nya dengan sang ibu dengan Diki.
Sebenar nya diki tidak mau ikut campur dengan urusan amar dan keluarga nya. Namun kalau amar sudah bercerita begini pasti karena dia ingin meminta solusi kepada diki, hanya diki lah sahabat amar yang paling tahu tentang amar.
" Lalu bagaimana dengan pernikahan mu dengan mbak asti ? apa mau kamu batalkan atau mau di tunda dulu sampai ibu mu memberikan restu ?" Tanya diki ingin tahu keputusan amar.
__ADS_1
" Aku akan tetap menikahi asti sesuai dengan tanggal yang sudah kita tentukan dik, meskipun tanpa restu dari ibu ku. Kalau harus mengikuti kemauan ibu , aku pasti sampai kapan pun tidak akan menikah dik. Kriteria ibu terlalu tinggi, harus orang berpendidikan atau punya gelar sarjana dan tentunya harus orang kaya. " Ucap amar menjelaskan apa yang di inginkan ibu nya.
" Tapi apa tidak masalah kamu menikah tanpa restu dari ibu mu ? Karena bagaimana pun restu dari orang tua itu yang paling penting, tapi ada pengecualian juga sih. Kalau orang seperti ibu mu memang harus di tentang " Ucap diki sambil terkekeh.
" Aku ingin mempunyai pendamping hidup dik, mau dengan atau tanpa restu ibu aku akan tetap menikahi asti. Urusan ibu itu bisa nanti lagi, kalau aku sudah menikah nanti ibu bisa apa mau tidak mau pasti dia menerima pernikahan ku " Ucap amar.
" Satu pesan ku untuk mu mar, perlakukan lah istri mu dengan adil. Jangan sampai kejadian seperti delia dulu terulang lagi. Aku bicara seperti ini bukan karena mbak asti itu ipar ku, bukan begitu mar. Aku bicara seperti ini karena aku ingin melihat kamu hidup bahagia dengan pasangan mu. " Ucap diki menasehati amar.
Amar mengangguk, dia sudah berjanji pada diri nya sendiri akan memperlakukan asti dengan baik. Akan berlaku adil antara asti dan keluarga nya, tidak akan ada lagi kebohongan dalam rumah tangga. Amar dan asti juga sudah berkomitmen untuk saling percaya dan terbuka. Apapun masalah nya akan di selesaikan dengan kepala dingin tanpa melibatkan pihak lain.
" Iya dik terimakasih atas wejangan nya " Ucap amar sambil menepuk punggung diki.
" Oh iya menurut mu apa aku harus mengenalkan asti terlebih dahulu kepada keluarga ku sebelum acara pernikahan ku di gelar? Karena asti juga memaksa dia ingin bertemu ibu" Ucap amar .
" Bagaimana baik nya kamu saja mar. Kalau memang mbak asti mau mengenal ibu atau keluarga mu terlebih dahulu juga tidak masalah, mungkin memang lebih baik kamu kenal kan dulu mbak asti ke keluarga mu. Agar keluarga mu tahu bagaimana mbak asti dan begitupun sebalik nya. Karena dalam pernikahan itu bukan hanya ada satu keluarga tapi ada dua keluarga yang harus kita satukan." Ucap diki bicara sudah seperti penasehat sejati. Tapi yang dikatakan diki memang benar juga, tidak ada yang salah.
" Tapi aku takut jika asti ketemu ibu dan ibu marah - marah lalu asti membatalkan pernikahan ini " Ucap amar gelisah.
" Aku tahu bagaimana mbak asti. Dia itu tidak mudah menyerah, apalagi yang aku lihat mbak asti itu sangat mencintai mu. Jadi dia pasti akan berjuang dengan mu untuk memperoleh restu dari ibu mu. Kalau tetap tidak dapat restu ya apa boleh buat, tetap saja lanjut pernikahan nya " Ucap diki sambil terkekeh lagi.
Diki benar - benar sudah menganggap amar saudara nya sendiri. Begitupun dengan amar semenjak rosa berpisah dengan rosa , hubungan persahabatan antara amar dan diki semakin membaik. Mereka sudah seperti sepasang saudara kandung.
******
ALHAMDULILLAH BISA UP DUA BAB. ❤❤
__ADS_1
TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, LIKE , KOMEN, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤