Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Masalah keturunan


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞


" Ini uang 10 juta untuk membantu pesta pernikahan mu, maaf mas tidak punya banyak uang untuk membantu mu. Hanya ini yang bisa mas bantu " Ucap amar kepada harun sambil memberikan uang sepuluh juta kepada harun.


Harun dan ibu nya serta tini saling pandang lalu melempar senyum. Mereka ber tiga terlihat sangat bahagia, delia bisa menangkap senyum penuh arti dan wajah sumringah dari ke tiga nya. Sebenar nya delia menaruh curiga namun sebagai menantu yang tak di anggap delia hanya bisa diam.


Tanpa amar ketahui sebenar nya pesta pernikahan harun dan rani di tanggung oleh orang tua rani. Mereka bilang ada sponsor dari kota yang membantu biaya pernikahan nya juga. Harun di minta hanya menyiapkan mas kawin dan seserahan yang akan dibawa saat akad nikah nya.


Harun dan keluarga nya pun menyambut dengan bahagia, mereka sangat senang akhirnya tidak mengeluarkan banyal uang. Karena lamaran kemarin sudah emas 20 gram, jadi rani tidak meminta mas kawin yang besar. Keluarga harun pun merahasiakan semua nya kepada amar dan delia, agar uang amar tetap harun terima.


" Terimakasih mas , maaf ya kalau saya terus merepotkan " Ucap harun seperti sungguh - sungguh padahal dalam hati nya dia bersorak gembira.


" Iya sama - sama, semoga setelah menikah nanti kamu bisa semakin dewasa. Dan tidak lagi meminta uang atau meminjam uang kepada ku lagi. Karena yang nama nya pinjam itu wajib di kembalikan. " Seru amar sedikit menyinggung harun. Karena setiap harun meminjam uang kepada amar tidak pernah kembali, begitupum dengan tini.


" Tidak usah menyindir mas" Jawab harun ketus.


" Baguslah kalau kamu merasa tersindir. " Ucap amar.


" Sudah .. sudah untuk apa sih kalian ribut, lagian wajar dong harun pinjam uang sama kamu. Kamu itu kakak nya, kalau pinjam ke orang lain kita malu dong. Kayak kamu delia, jangan pinjam - pinjam uang sama orang lain bikin malu. Keluarga kita di kampung ini keluarga yang terpandang jadi jangan sampai kamu mencoreng nama baik keluarga ku " ucap ibu siti memperingatkan delia.


Delia dan amar saling pandang, dalam fikiran delia kenapa bisa nama nya di bawa - bawa. Beda dengan apa yang di fikirkan oleh amar, justru amar memikirkan apa perkataan ibu nya barusan benar yang delia meminjam uang dengan orang lain.


" Kamu pinjam uang sama orang dek ?" Tanya amar dengan wajah serius.


" Pinjam uang ? Ya tidaklah mas, untuk apa aku pinjam - pinjam uang. " Jawab delia.


" Iyalah buat apa kamu pinjam uang sama orang lain, sedangkan kehidupan mu sudah terjamin. Kamu itu bersyukur bisa menikah dengan amar, seorang sarjana dan pekerjaan bagus gaji pun bagus. Tapi sayang amar menikah dengan wanita seperti mu, wanita tidak bisa di banggakan " Ucap ibu siti tetap berujung menghina dan merendahkan delia.

__ADS_1


" Sukses tidak melulu harus bergelar sarjana bu. Di luaran sana banyak orang yang sukses menjadi pengusaha tanpa gelar sarjana, bahkan ada yang tidak tamat SD. Yang bergelar sarjana juga banyak yang pengangguran, zaman sekarang itu bukan cuma gelat yang di butuh kan bu tetapi skill dan kreatifitas gelar hanya sebagai penunjang saja. Ibu salah jika memandang kesuksesan seseorang hanya dari gelar nya saja " Ucap delia menjawab ucapan ibu siti dengan bijaksana.


Wajah tini memerah karena merasa ucapa delia juga menyinggung nya. Dirinya seorang sarjana tetapi hidup sebagai pengangguran, bahkan ijazah sarjana nya belum pernah dia pakai untuk bekerja sama sekali. Dulu petnah melamar kerja tetapi posisi tidak cocok tini memilih mengundurkan diri dan sampai sekarang menganggur.


" Istri sekarang pintar sekali bicara mar " Seru tini tidak terima atas ucapan delia.


" Cuma tamatan SMP saja bangga, bangga itu kalau sarjana atau paling tidak biar pun tamatan SMP tapi berpenghasilan jutaan tiap bulan nya. Ini apa? memghasilkan uang tidak tapi justru menghabiskan uang . " Ucap tini lagi ikut menghina delia.


Delia melirik suami nya yang hanya diam saja melihat istri nya di hina oleh keluarga nya. Hati delia sedih dan sakit karena suami nya sama sekali tak mau membelanya.


" Sudahlah delia kamu disini itu cuma menantu, menantu pun cuma status. Karena bagi keluarga ku kamu itu cuma parasit dan hanya debu dalam keluarga. Kamu tidak tahu apa itu yang nama nya sukses jadi jangan bicara soal sukses kalau kamu saja bodoh. Tamatan SMP saja bangga, kamu kalah jauh di bandingkan keluarga ku. Lihat ke tiga anak ku semua sarjana, menantu ku joko dan rani juga sarjana hanya kamu yang tamatan SMP. Masih kamu mau membanggakan diri, wajarlah kelakuan nol sekolah saja cuma sampai SMP, mana tidak di didik oleh orang tua nya dengan baik. " ucap ibu siti dengan nada merendahkan delia dan ketus.


Delia sudah tidak tahan lagi mendengar hinaan dari keluarga suami nya apalagi sudah membawa - bawa orang tua delia. Memang dari kecil delia sudah hidup yatim piatu karena orang tuanya meninggal.


" Bu !! Ibu boleh menghina ku tetapi tolong jangan bawa- bawa orang tua ku !! Aku memang wanita miskin, kampungan dan hanya tamatan SMP silahkan kalian hina aku sepuasnya tapi tolong jangan bawa - bawa almarhum orang tua ku !!" Bentak delia dengan suara yang cukup lantang.


Plakk


Delia mendapat tamparan cukup kuat di pipi nya, tamparan itu berasal dari tangan amar. Amar tidak terima delia bicara keras dan kasar kepada ibu nya.


" Mas.. kamu menampar ku ?" Tanya delia sambil memegang pipi yang di tampar amar.


" Dek..maa..maaf.. maaf kan mas, mas tidak bermaksud menampar mu " Seru amar terbata - bata.


Amar tidak sadar jika tangan nya menampar delia cukup kuat, amar menyesali perbuatan nya. Namun sudah terlambat, delia pergi meninggalkan rumah mertua nya dengan tangisan yang tertahan. Dia tidak menyangka suami yang selama ini di cintai nya tega memukul nya.


" Dek tunggu !!" Panggil amar dan hendak mengejar delia namun di hentikan oleh ibu nya.


" Biarkan dia pergi mar, wanita seperti itu memang harus di beri pelajaran. Istri mu itu memang tidak punya sopan santun, sama ibu saja dia bisa bicara kasar seperti itu. " Ucap ibu siti.

__ADS_1


" Aargghhh..... " Teriak amar sambil menjambak rambutnya sendiri.


Amar benar -benar bingung harus bagaimana, dia pun menyesal telah memukul delia. Selama dua tahun menikah baru kali ini amar memukul delia dan pukulan amar tadi cukup kuat.


" Sudah sih mar untuk apa kamu sesali, delia memang pantas mendapatkan pukulan seperti tadi. Kalau dia marah dia ngambek tinggal kamu ceraikan saja kan beres. Masih banyak wanita di luaran sana yang lebih dari delia, yang lebih pintar dan berpendidikan juga banyak." Ucap tini dengan mudah nya tanpa menyaring ucapan nya.


" Diam .... !!! Bisa tidak mulut mu itu diam mbak, jangan seenaknya kamu meminta ku menceraikan delia karena sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan nya. Delia itu istri ku !!" Sentak amar membuat tini ketakutan.


" Istri yang tidak bisa mwmberi mu keturunan " Ucap ibu siti.


Deg


Amar langsung mengalihkan pandangan nya ke arah ibu nya, apa yang di ucapkan ibu nya benar ? Selama dua tahun menikah dengan delia belum ada tanda - tanda delia hamil. Namun akal kewarasan amar mencoba menyangkal nya dan tidak mempercayai nya.


" Delia itu sehat bu, memang kami saja yang belum di beri keturunan. Jadi jangan bilang delia tidak bisa memberi ku keturunan " Seru amar tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh ibu nya.


" Istri mu itu mungkin saja mandul " Seru tini.


" Kamu diam mbak !! Lihat saja diri mu sudah berapa tahun kamu menikah dengan mas joko tapi belum juga kamu punya keturunan, yang pantas di pertanyakan itu kamu bukan delia. " Ucap amar.


Tini tergagap dan hanya bisa menelan saliva nya sendiri, apa yang di ucapkan amar memanglah benar. Selama ini tini memang bermasalah dengan rahim nya dan dokter sudah mengatakan jika dia akan susah untuk punya anak. Tapi tini seakan tidak percaya dan menyalahkan diagnosa dari dokter, tini pun merahasiakan semua nya dari keluarga nya bahkan joko pun tidak tahu. Tini mengetahui jika dirinya sulit hamil sekitar 2 tahun yang lalu saat dia mencoba memeriksakan kesehatan nya ke rumah sakit.


Jika joko mengajak nya untuk periksa ke rumah sakit tini tidak mau dan beralasan dirinya sehat. Dan ternyata memang dirinyalah yang bermasalah.


*******


Semakin seru kan ? Yuk klik tombol Jempol nya , dan tinggalkan Komentar serta berikan hadiah serta Vote nya juga dong. Agar Author semakin semangat. ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2