
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Saat pulang bekerja amar kaget saat mendapati harun dan rosa ada di dalam rumah kontrakan nya. Mereka sedang asik menonton Tv sambil tiduran di kursi, sedangkan ibu nya entah tidak kelihatan.
Amar tidak menyapa harun maupun rosa, dia langsung masuk ke kamar nya untuk membersihkan diri nya. Dia hanya mengira jika rosa dan harun mungkin hanya main atau ingin ketemu ibu saja, tanpa dia tahu bahwa mereka berdua ada di rumah nya karena ingin menumpang tinggal di rumah kontrakan nya.
Amar keluar kamar tepat jam tujuh malam, dia pun langsung menuju motor nya dan pergi untuk membeli makan malam. Dia hanya membeli dua bungkus nasi ayam bakar, untuk dirinya sendiri dan untuk sang ibu. Dia tidak tahu jika dua benalu masih ada di dalam rumah nya.
" Bu makan " Seru amar mengantarkan makanan yang sudah dia pindahkan ke dalam piring ke kamar ibu nya.
" Iya " Jawab ibu siti singkat.
Amar meletakkan makanan nya di atas meja dan dia pun keluar kamar menuju dapur kembali untuk memakan makan malam nya. Amar mulai memakan makanan nya dan menikmati suapan demi suapan , namun tiba - tiba suara seseorang mengagetkan nya.
" Mana makan malam untuk ku mas ?" Tanya harun mengagetkan amar yang tiba - tiba saja muncul.
Uhukk.. Uhukkk
Amar langsung tersedak dan secepat nya dia mengambil air minum yang ada di depan nya dan lansung meminum nya.
" Harun ? Bikin kaget saja , mas kira kamu sudah pulang. Mas tidak tahu jika kamu ada disini. Kalau kamu mau makan beli saja sendiri. " Ucap amar dan mulai melanjutkan makan nya kembali.
" Mas aku lapar " Seru rosa yang juga sudah ikut bergabung di meja makan.
Amar langsung menghentikan kegiatan makan nya dan langsung menatap ke arah harun dan rosa yang sudah ikut duduk di kursi meja makan.
__ADS_1
" Kenapa kalian masih ada di rumah ku ? Kenapa tidak pulang ?" Tanya amar dengan heran.
" Kami mau tinggal disini " Seru harun terlihat begitu santai nya menjawab pertanyaan amar.
" Apa ? Tinggal disini.. tidak.. tidak !! Aku tidak mengizinkan kalian tinggal disini. Kalian ada rumah, rumah ibu itu kosong jadi untuk apa kalian tinggal disini. Cukup ibu saja yang tinggal dengan ku, aku tidak mau kalian mengganggu hidup ku " Seru amar cukup tegas.
Amar kembali melanjutkan makan malam nya, harun dan rosa hanya bisa melihat amar yang sedang makan. Amar tidak perduli karena dia sendiri juga lapar, lagi pula amar juga tidak tahu jika harun dan rosa masih ada di rumah nya.
" Mas bagi dong makanan nya aku dan rosa juga lapar mas. " Seru harun.
" Aku cuma beli 2 , satu untuk ibu dan satu untuk ku. Kalau kalian lapar tinggal masak saja mie instan di dapur kayak nya masih ada " Ucap amar.
" Tega sekali sih kamu mar. Kamu menyuruh kami makan mie instan sedangkan kamu makan pakai ayam bakar. Dasar pelit kamu mar " Seru rosa mengoceh.
" Kalian tidak mau ya sudah, lapar juga bukan urusan ku. Aku tidak berkewajiban menafkahi mu karena kamu buksn istri ku lagi. Ingat hanya malam ini saja kalian menginap di rumah ku, besok pagi aku minta kalian pulang ke rumah kalian " Ucap amar tegas.
Amar pun seledai makan malam dia mencuci tangan nya dan mencuci peralatan makan nya. Setelah selesai dia duduk di ruang Tv dan menonton televisi untuk menghilangkan kepenatan nya.
" Mar " Panggil ibu siti yang baru saja keluar kamar.
" Kenapa bu. Jangan buat amar semakin pusing bu, kehadiran dua benalu itu sudah membuat amar pusing jangan di tambah lagi dengan masalah lain " Ucap amar .
" Harun dan rosa untuk sementara akan tinggal di rumah mu " Ucap ibu siti.
" Apa bu ? Tinggal disini ? Apa aku tidak salah dengar? Memang nya rumah ibu kenapa ?" Pertanyaan beruntun amar lontarkan.
Ibu siti dan dua benalu itu pun hanya bisa saling beradu pandang. Mereka belum bicara yang sejujur nya tentang status rumah nya yang saat ini sudah menjadi barang jaminan.
" Rumah ibu di sita rentenir " Ucap rosa langsung ceplos.
Rentenir ?
Amar langsung beralih menatap ibu nya, ibu siti salah tingkah dan tidak bisa mengelak lagi. Lebih baik dia bicara jujur dengan amar. Dia pun akan meminta amar untuk membayar hutang nya itu, agar sertifikat rumah bisa kembali.
__ADS_1
" Hutang ? Rentenir ? maksud nya siapa yang punya hutang ke rentenir ? Apa kamu run ?.Rosa atau ibu sendiri. ? Jawab !!" Seru amar lantang.
" Ib..ibu mar yang punya hutang. Ibu hutang 150 juta dan menjaminkan sertifikat rumah. Sudah lima bulan ibu tidak membayar nya. Orang nya memberi waktu 3 hari untuk kita melunasi hutang ibu, kalau tidak bisa rumah kita yang akan disita. Tapi sepertinya itu tidak akan terjadi karena kamu pasti ada uang kan untuk membayar hutang ibu. " Ucap ibu siti seenak nya tanpa memikirkan perasaan amar.
Amar langsung lemas, dia pun langsung mematikan rokok yang baru saja dia hidup kan. Masalah yang di hadapi nya kali ini sangat rumit. Hutang ? 150 juta kemana dia harus mencari uang sebanyak itu.
" Untuk apa uang sebanyak itu bu ? Bahkan uang yang selama ini amar berikan juga itu sudah lebih dari cukup untuk biaya makan ibu sehari - hari. Bahkan amar selalu memnerinya lebih. Untuk apa uang itu bu " Tanya amar frustasi.
" Ibu.. ibu ketagihan judi online mar " Ibu siti akhirnyw mengakui perbuatan nya di depan amar.
Amar semakin terkejut dengan pengakuan yang keluar dari mulut ibu nya.
" Amar tidak punya uang bu. Kalau harun mau biar dia yang membayar hutang ibu, lagi pula rumah itu juga dia yang menempatinya. Pantas saja ibu begitu mudah nya keluar dari rumah itu, ternyata ada masalah seperti ini. " Ucap amar tersenyum sinis.
" Aku mana ada uang. Mas amar lah yang seharus nya menebus rumah itu, setelah rumah itu di tebus aku mau surat rumah langsung di balik nama atas nama ku. Jadi ibu tidak akan mudah untuk menjadikan nya jaminan hutang lagi " Harun bicara tanpa filter.
Bughh.
Bughh.
Amar emosi dan marah saat harun membicarakan soal balik nama surat rumah.
" Dasar bodoh !! Anak tidak tahu diri !! Sampai kapan pun aku tidak akan membayar hutang ibu. Apa dikira uang 150 juta itu uang yang sedikit ? Biarkan saja rumah itu di sita, aku tidak perduli " Ucap amar kesal.
Setelah bicara seperti itu amar pun langsung meninggalkan perkumpulan keluarga benalu nya. Dia malas lama - lama berkumpul dengan mereka karena selalu uang.. uang... dam uang yang menjadi sumber masalah.
" Amar... Mar. !! Kamu tidak bisa seperti ini. Kamu harus membayar hutang ibu mar, ibu tidak rela rumah itu di sita. Itu rumah satu - satu nya peninggalan ayah mu, jadi anak jangan durhaka kamu mar !!" Teriak ibu siti.
Amar tidak perduli dengan teriakan ibu nya, dia sendiri tidak ada uang sebanyak itu. Kalaupun ada dia juga tidak akan mau menebus rumah itu.
* Betarti aku harus berbagi tempat tinggal dengan dua benalu tidak tahu malu itu. Sampai kapan keluarga ku seperti ini ?. Apa ini balasan Tuhan karena dulu kami sudah menyakiti delia * Gumam amar dalam hati nya.
********
__ADS_1
KLIK LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤❤