
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Seminggu sudah amar tinggal di rumah kontrakan nya yang baru. Selama seminggu itu juga dia tidak bertemu dengan keluarga nya. Hari - hari amar sedikit lebih baik, fikiran nya pun lebih tenang. Pagi ini dia berencana menemui ibu nya, bagaimana pun prilaku ibu siti dia tetaplah ibu nya amar, wanita yang sudah melahirkan amar.
Ting
Bunyi notifikasi di ponsel amar. Amar pun langsung membuka pesan yang masuk ke ponsel nya.
[ Mar, sudah seminggu kamu pindah. Dan ini sudah lewat 2 hari dari kamu gajian tapi kok belum ngasih uang bulanan untuk ibu. ? Kasihan adik mu harus mengojek lagi karena tidak ada pemasukan ]. Tulis ibu siti.
Amar pun langsung membalas pesan ibu nya.
[ Iya bu sabar nanti amar temui ibu, tapi amar tidak mau bertemu di kontrakan. Kita ketemu di cafe XX saja ya bu sekalian makan siang. ] Balas amar.
[ Oke ibu nanti kesana ]
[ Iya bu nanti hati - hati di jalan nya ]
Jam di dinding kontrakan amar masih menunjukan pukul sembilan pagi. Amar memilih beberes terlebih dahulu, amar menanam berbagai macam sayuran dalam polibek - polibek dan dia letakkan di halaman kontrakan. Polibek itu tersusun rapi di depan kontrakan.
" Wah mas amar rajin banget, itu polibek di isi apa mas ?" Tanya istri bapak yang punya kontrakan.
" Mengisi waktu luang saja bu, daripada tiduran lebih baik badan di gerak kan untuk beraktifitas. Ini sawi sama kangkung bu, baru juga kemarin sore bu di tanam nya jadi belum tumbuh " Seru amar menjawab sapaan dari ibu hanum istri dari pemilik kontrakan.
" Bagus dong mas, nanti hasil nya bisa di jual. Hitung - hitung buat nambah uang bensin mas. Lumayan kan mas daripada halaman nya di anggurin" Seru ibu hanum.
" Iya bu. " Jawab amar.
Ibu hanum pun melanjutkan perjalanan nya mendatangi setiap rumah kontrakan satu persatu, biasa di awal bulan. Banyak penghuni kontrakan yang memang menyewa dengan sistem bulanan, beruntung amar sudah membayar sewa selama 1 tahun jadi dompet nya bisa lebih lama bernafas nya.
Waktu sudah berganti siang, amar pun sudah bersiap untuk berangkat ke cafe XX menemui ibu nya. Setelah menempuh perjalanan 25 menit amar sudah sampai di tempat yang di janjikan.
" Ibu sudah lama ?" Tanya amar yang langsung duduk di kursi seberang ibu siti.
" Baru sekitar 5 menit yang lalu. Kita pesan makan langsung ya mar, ibu sudah lapar. Kalau ibu pesan untuk di bawa pulang boleh mar ? kamu kan baru gajian mar ?" Ucap ibu siti masih saja meikirkan untuk harun.
Mungkin kalau cuma untuk sesekali membelikan makanan untuk adik nya tidak masalah untuk amar. Amar pun mengiyakan permintaan ibu nya . Ibu siti senang dia langsung memanggil pelayan dan memesan makanan yang dia suka cukup banyak.
__ADS_1
" Mar, kasihan harun dia hanya mengojek. Hasil nya pun tidak seberapa. Hanya cukup untuk makan sehari - hari saja, apa kamu tidak bisa mencarikan dia pekerjaan yang lebih layak. ?" Ucap ibu siti.
" Biarkan harun belajar mandiri bu. Di kantor amar tidak ada lowongan karyawan baru. Nanti kalau ada harun hubungi harun." Ucap amar hanya untuk membuat hati ibu nya senang.
Makanan yang di pesan pun sudah terhidang di atas meja, kecuali makanan yang di bungkus di masak terakhir.
Namun saat ibu siti dan amar sedang makan siang, tiba - tiba mata ibu siti menatap seseorang masuk ke dalam cafe dan di susul dua orang lain nya di belakang nya.
" Silvi " Seru ibu siti pelan namun masih bisa di dengar oleh amar.
* Silvi ? Apa wanita itu ada disini ? sebenarnya silvi siapa yang disebut - sebut oleh ibu * Gumam amar.
Amar langsung mengikuti arah pandangan ibu nya , amar pun menemukan pandangan yang sungguh mengagetkan . Ada delia dan suami nya, serta wanita paruh baya yang amar yakini itu ibu mertua delia.
" Ada delia dan keluarga nya " Seru amar.
" Silvi mar " Mulut ibu siti kembali mengucapkan nama silvi.
" Apa wanita yang bersama delia itu yang ibu maksud silvi ?" Tanya amar yakin.
Ibu siti terpaksa menganggukkan kepala nya karena tidak bisa untuk berbohong lagi.
Sementara itu delia dan juna serta mertua nya juga mengetahui keberadaan amar dan ibu nya. Tapi mereka terlihat biasa saja , mereka lebih memilih diam agar tidak menimbulkan keributan.
" Tidak ada apa - apa , cepat kamu habiskan makan mu. Setelah ini ibu harus cepat - cepat pulang " Seru ibu siti kembali memakan makanan nya.
Setelah makanan nya yang di piring habis ibu siti langsung meminta pelayan menyiapkan makanan nya yang akan di bawa pulang. Setelah semua nya siap ibu siti langsung buru - buru pulang. Amar yang melihat sikap aneh ibu nya pun hanya diam , bertanya pun pasti tidak akan mendapatkan jawaban.
" Ibu pulang dulu mar, mana uang bulanan ibu " Seru ibu siti.
" Ini bu, ini cukup untuk 1 bulan. Karena sekarang amar juga banyak pengeluaran amar hanya bisa kasih segini setiap bulan. " Seru amar sambil mennyerahkan uang dua juta kepada ibu nya
" Kok dua juta mar , ini mana cukup " Protes ibu siti.
" Cukup !! Hanya untuk biaya makan ibu sehari - hari. Bukan untuk harun, ataupun rosa " Seru amar.
Tidak bisa banyak protes , ibu siti pun mengambil uang pemberian amar dan langsung pergi meninggalkan cafe.
Setelah ibu nya pergi amar kembali duduk dan menghabiskan makanan nya. Setelah makanan nya habis amar langsung membayar tagihan nya. Amar berniat untuk menghampiri ke meja delia, tepat nya dia ingin menemui ibu silvi menanyakan masalah apa yang sebenarnya sudah terjadi antara ibu silvi dan ibu siti.
" Maaf apa saya mengganggu " Tegur amar akhirnya menghampiri delia dan keluarga nya.
Delia langaung menatap ke arah juna, juna tersenyum dan menganggukkan kepala nya begitupan mama silvi.
" Tidak mas, silahkan duduk " Jawab delia.
__ADS_1
" Maaf ya kalau saya menganggu makan siang kalian. Saya ada perlu dengan tante " Ucap amar.
Mama silvi, delia dan juna tahu maksud amar. Mereka merasa tidak terganggu dengan kehadiran amar. Begitupun mama silvi dia menampakan senyum ramah nya.
" Apa yang ingin kamu tanyakan ? Apa soal ibu mu ?" Tebak mama silvi .
" Iya tante , sebenar nya ada masalah apa antara tante dan ibu ku. Sampai ibu sering menyebut - nyebut nama tante, bahkan sampai terbawa mimpi. Ini pun tadi setelah melihat tante ibu langsung ketakutan dan langsung pulang. " Ucap amar menjelaskan semua nya.
Huftt...
Mama silvi menghela nafas dengan berat. Dia pun memulai menceritakan kisah masalalu nya yang pernah terjadi antara dirinya dan ibu amar tanpa ada yang terlewati sedikit pun, dia menceritakan semua nya agar amar sebagai anak nya siti tidak salah paham.
" Jadi ibu ku secara tidak langsung penyebab kematian orang tua tante ?" Tanya amar pelan.
" Aku tidak menyalahkan ibu mu dalam musibah itu. Semua itu sudah kehendak sang pencipta. " Jawab mama silvi tegas.
" Hidup mati seseorang itu sudah ada yang mengatur. Aku hanya menyesalkan perbuatan ibu mu yang tega sekali menjebak dan memfitnah ku. " Ucap mama silvi.
Amar terdiam sambil mendengarkan semua penjelasan mama silvi. Dia benar - benar malu dengan kelakuan ibu nya, pantas saja ibu nya sangat ketakutan saat bertemu dengan ibu nya juna.
" Maaf tante. Amar benar - benar minta maaf atas kesalahan ibu amar. Amar janji amar akan membawa ibu untuk meminta maaf langsung kepada tante. " Ucap amar sungguh - sungguh.
" Tidak perlu. Cukup kamu nasehati ibu mu saja jangan sampai mengulangi kesalahan nya, dan jangan menganggu rumah tangga delia dan juna " Seru mama silvi.
" Delia, juna aku juga minta maaf karena selama ini sudah mengganggu kebahagiaan kalian. Maafkan semua kesalahan ku yang terdahulu ya del, jun. Terutama kamu delia, aku benar - benar minta maaf " Seru amar penuh penyesalan.
Juna langsung menggenggam tangan delia, delia tersenyum hangat kepada suami nya.
" Iya mas aku sudah memaafkan semua nya. Semoga kamu bahagia dengan kehidupan mu, dan tidak ada lagi permusuhan di antara kita. " Seru delia dengan hati yang lapang dada.
" Iya mar. Aku juga sudah memaafkan mu. " Juna ikut menambahi.
" Terimakasih, tante, delia, juna. Kalian memang orang baik. Semoga kebahagiaan selalu menyertai keluarga kalian. " Ucap amar.
" Aamiin " Seru semua nya.
Setelah acara maaf memaafkan selesai, dan tujuan utama amar pun beres. Amar pun berpamitan dan meninggalkan cafe dengan hati yang lega karena sudah meminta maaf kepada delia dan keluarga nya.
Meminta maaf itu memang mudah, tapi memaafkan kesalahan seseorang itu perlu ketetapan hati dan keihklasan hati yang pasti. Perlu lapang dada yang benar - benar luas.
******
KLIK LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤❤
__ADS_1