Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Perut berisi


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Tiga minggu kemudian.


Surat perceraian amar dan rosa sudah keluar dari dua minggu yang lalu dan sudah ada di tangan mereka masing - masing. Tinggal perceraian harun dan rani yang masih dalam tahap persidangan. Sidang pertama sudah di adakan seminggu yang lalu tetapi harun tidak datang karena dia tidak mau bercerai dengan rani.


Harun mengira jika dia tidak datang sidang perceraian akal gagal, justru jika dia tidak datang akan semakin mempercepat proses perceraian.


" Sayang kita jalan - jalan yuk " Seru rosa manja kepada harun.


Kandungan rosa saat ini sudah 3 bulan dia sangat manja dan ingin selalu ada di dekat harun sampai harun muak dengan prilaku rosa.


" Aku sibuk, kamu jalan - jalan saja sendiri " Ucap harun ketus.


" Aku tidak mau, anak ini mau jalan - jalan dengan ayah nya. Ayo dong sayang, jangan sampai anak ini ileran loh saat dia lahir nanti " Seru rosa terus memaksa .


Harun semakin kesal sehingga dia membentak rosa.


" Kamu dengar saya tidak sih, saya bilang tidak mau ya tidak mau. Paham !!" Bentak harun lantang sampai tini dan ibu siti datang menghampiri mereka.


Sepertinya kali ini rosa benar - benar mencintai harun karena dia sampai rela di bentak dan bahkan di cuekin sama harun pun dia tidak masalah. Padahal dulu dia tidak suka dengan yang nama nya di bentak dan di cuekin. Kira - kira rosa beneran mencintai harun atau karena efek kehamilan nya ?


Hanya Author yang tahu jawaban nya.


" Harun jangan teriak - teriak seperti itu, kasihan rosa dia sedang hamil run. Ibu hamil itu sensitif jadi kamu harus sabar " Ucap ibu siti menasehati harun.


Merasa di bela oleh mertua nya, rosa mendekat dan memeluk sang mertua. Dia menangis dalam pelukan ibu mertua nya.


" Tidak apa - apa bu, memang aku yang salah karena tadi memaksa mas harun. Seharus nya aku bisa mengerti jika maa harun sedang capek " Seru rosa.


" Sudah jangan menangis kasihan calon bayi nya kalau ibu nya menangis seperti ini. " Seru ibu siti sambil mengusap air mata rosa.


Tini dan harun memandang interaksi antara ibu dan rosa dengan tatapan sinis. Tini sebagai kakak sama sekali tidak menyukai rosa menjadi istri harun, beda saat masih menjadi istri amar dulu.

__ADS_1


******


Di kediaman juna, saat ini delia ada di dapur untuk memasak makan siang. Dia memasak di temani oleh sang mama mertua yang juga ikut membantu nya. Pernikahan juna dan delia sudah berjalan dua bulan dan selama itu juga hubungan juna dan delia sangat mesra dan romantis.


" Ma, kok badan delia tiba - tiba lemas terus kepala pusing ya. Apa karena tadi delia makan cuman sedikit." Seru delia kepada mama mertua nya.


" Ya sudah kamu istirahat saja del, biar mama dan bibik yang meneruskan memasak nya. Sudah sana istirahat " Ucap mama juna lembut.


" Maaf ya ma " Seru delia yang merasa tidak enak dengan mama mertua nya.


" Iya menntu ku sayang" Ucap mama juna dengan senyum mengembang.


Delia pun langsung masuk ke kamar nya dan berbaring du kasur sambil mengoleskan minyak kayu putih di kepala dan perut nya. Tiba - tiba perut nya pun merasa mual tapi tidak bisa memuntahkan apa pun.


" Kenapa sih akhir - akhir ini aku sering pusing dan mual begini?. Apa asam lambung ku naik ya karena seminggu ini aku malas sekali makan" Seru delia sambil mengusap - usap perut nya dengan minyak kayu putih.


Ting


Pesan masuk ke ponsel delia, delia langsung membuka pesan nya.


" Hemm.. dari mpok onah. Ada kabar apa lagi ini, biasanya dia kalau memghubungi ku pasti karena ada kabar terbaru. Terakhir tentang penggerebekan harun dan rosa " Seru delia sambil membuka pesan dari mpok onah.


[ Delia kamu apa kabar ? Sudah isi belum ?] Tulis mpok onah membuat delia bingung karena tidak tahu maksud mpok onah.


[ Perut mu itu loh sudah ada isi nya belum?] balas mpok onah semakin membuat delia bingung.


Daripada bingung lagi delia langsung menghubungi mpok onah agar lebih jelas.


[ Hallo delia sayang ] Seru mpok onah lalu tertawa.


[ Hallo juga mpok. Mpok tadi maksud nya isi apaan sih mpok aku tidak paham ] Ucap delia.


[ Dasar songong ni bocah, masak begitu saja tidak tahu sih del. Kamu ini sudah menikah dua kali tapi hal seperti itu saja tidak tahu ].


[ Aku memang tidak tahu mpok ]


[ Hamil del hamil ] seru mpok onah.


Deg. . .


Delia langsung diam dan mencerna ucapan mpok onah, bulan ini dia memang belum datang bulan. Terakhir datang bulan saat menikah dapat 2 minggu dan sekarang sudah 2 bulan.

__ADS_1


* Apa aku hamil ya ?* Gumam delia.


[ Hallo... kamu masih di situ kan del ?]. Tanya mpok onah.


[ Eh iya mpok saya masih disini. Oh iya mpok kapan main kesini, aku kangen sama kamu mpok ] tanya delia mengalihkan pembicaraan.


[ Kapan - kapan ya, tapi aku malu main ke rumah suami mu, tidak enak sering - sering datang. Kalau di rumah kamu sendiri sih tidak masah. ]


[ Main ke toko mpok, oh iya bagaimana pekerjaan mpok? Mpok aku tawarin jadi resseler tidak mau ]


[ Alhamdulillah pekerjaan ku lancar del, walaupu cuma jadi OB aku senang banget ]


Mpok onah bekerja jadi OB menggantikan joko karena joko kembali kerja kantoran lagi. Dan pihak rumah sakit meminta joko untuk mencari pengganti nya terlebih dahulu sebelum dia keluar.


Obrolan delia dan mpok onah pun harus terhenti karena pintu kamar delia ada yang mengetuk. Mama mertua delia masuk dan membawakan makanan dalam nampan.


" Mama kenapa repot - repot sih ma, delia kan bisa ambil makan sendiri. Delia merepotkan mama ya?" Ucap delia tidak enak.


" Seperti sama siapa saja kamu ini del, mama tidak di repotkan justru mama senang bisa melayani anak menantu mama yang paling cantik ini. Ya sudah kamu makan dulu, ini ada sup ayam kampung mama sengaja masak untuk kamu agar perut kamu hangat. " Seru mama juna dengan senyum mengembang.


Delia langsung menatap manguk di atas nama yang berisi sup ayam kampung yang masih panas, uap nya saja masih mengepul. Delia memang sedang menginginkan sup ayam.


" Delia makan ya ma. Mama makan juga ?" Ajak delia.


" Mama makan bareng bibik saja di meja makan. Kamu makan dulu ya, nanti kalau mau nambah di dapur masih banyak. Mama tinggal ya " Ucap mama juna.


" Iya ma, terimakasih ma " Jawab delia.


Setelah mama mertua nya keluar dari kamar, delia pun langsung memakan sup ayam yang masih panas itu di campur dengan sambal bawang yang sengaja mama mertua buatkan untuk delia, karena delia menyukai pedas.


" Masakan mama memang enak banget. Semoga mama sehat selalu ya ma, agar bisa menemani delia dan mas juna dan cucu - cucu mama nanti " Seru delia sambil memakan makanan nya.


Makanan di atas nampan sudah habis tak tersisa, sebenarnya delia masih menginginkan sup nya lagi tapi dia malu dan tidak enak dengan mama mertua nya. Karena dia tidak membantu memasak justru makan lebih banyak.


* Kenapa makan ku siang ini kayak orang tidak makan dua hari. Nasi satu puring , sup satu mangkuk dan perkedel 5 biji habis tak tersisa * Gumam delia .


*******


ADA APA YA DENGAN DELIA ? ❤❤


TETAP DUKUNG KARYA - KARYA AUTHOR YA KAK ,RATE BINTANG 5 NYA JANGAN LUPA 🙏🙏❤❤

__ADS_1


MAMPIR JUGA DI NOVEL AURHOR YANG LAIN ADA " TEMAN RANJANG OM BRIAN " ❤❤❤


TERIMAKASIH.🙏❤


__ADS_2