Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Mengamuk lagi


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Waktu terus berjalan dan hari genap seminggu ibu siti di rawat di rumah sakit. Hari ini mama silvi dan pak hartawan menjenguk ibu siti sekaligus akan berpamitan karena besok sudah harus pindah ke kota tempat tinggal suami nya.


" Tini, mungkin tante akan jarang untuk datang menjenguk ibu mu. Jadi kalau ada apa - apa tolong hubungi tante ya. " Ucap mama silvi bicara kepada tini.


" Iya tante, terimakasih tante sudah berbaik hati kepada kami. Kalau bukan karena pertolongan tante mungkin sudah dari kemarin - kemarin ibu kami bawa pulang. " Seru tini sangat berterimakasih.


" Sama - sama tini. Kalau begitu tante dan suami tante pamit , sampaikan salam tante untuk ke dua adik mu. Tante besok sudah harus pindah ikut tinggal dengan suami tante, semoga ibu mu segera sembuh. Kamu dan adik - adik mu yang sabar ya, jodoh rezeki maut semua sudah ada yang mengatur. Kami tetap akan mendoakan yang terbaik untuk ibu mu " Ucap mama silvi lalu memeluk tini dan mengusap punggung tini dengan lembut.


Tini terharu dengan kebaikan mama silvi dan suami nya, semua biaya rumah sakit di biayai oleh mereka berdua. Padahal ibu siti sudah berbuat kesalahan yang fatal, namun mereka masih saja membantu ibu siti. Sebuah persahabatan yang sangat luar biasa dan sangat patut untuk di contoh.


" Iya tante terimakasih " Jawab tini.


Mama silvi dan pak hartawan pun keluar dari ruang perawatan. Mereka langsung menuju parkiran, untuk mengambil mobil nya. Ada sedih dalam hati mama silvi karena harus meninggalkan siti yang sampai saat ini belum sadarkan diri.


Sementara itu di di rumah ibu jujuk, asti sedang mengamuk karena baru saja menerima surat putusan cerai dari pengadilan agama. Dia yang meminta cerai dan saat sudah bercerai dia juga yang marah dan mengamuk. Asti tidak terima amar menceraikan nya begitu saja , bahkan begitu cepat nya surat cerai nya keluar. Butuh waktu tiga minggu amar mengurus semua nya, akhirnya pagi ini surat cerai mereka keluar.


" Aku tidak terima mas amar menceraikan ku begitu saja buk. Aku tidak terima... suami tidak tahu diri , kasih nafkah saja tidak layak bahkan rumah dan mobil pun dia tidak bisa membelikan nya. Ini malah seenak nya dia menceraikan ku. Dasar amar sialan...!!" Teriak asti lantang.


Ibu jujuk mencoba menenangkan asti dan langsung mengamankan surat dan akta cerai milik asti. Ibu jujuk tidak mau kertas itu di sobek oleh asti , karena suatu saat surat itu pasti akan berguna juga untuk asti.


" Sabar asti... kamu yang sabar. Istighfar nak, jangan seperti ini " Ucap ibu jujuk sambil memeluk asti.


Asti tidak menghiraukan nya dia justru mendorong tubuh ibu nya dengan sekuat tenaga. Beruntung ibu nya terjatuh di atas kursi hanya kepala nya saja yang terbentur kayu pinggiran kursi.

__ADS_1


" Ibu jangan menyuruh ku untuk sabar ! Mas amar itu menceraikan ku buk !" Bentak asti lagi . Amarah asti semakin tidak terkendali, dia membanting barang - barang yang ada di sekitar nya. Bahkan vas bunga dia lempar dan hampir saja mengenai kepala ibu jujuk.


" Mas amar itu suami yang tidak tahu diri bu. Padahal dia sudah janji mau membelikan aku rumah dan mobil baru agar aku dapat memamerkan nya kepada teman - teman ku. Selama ini aku malu bu di ejek sama teman - teman ku karena tidak punya rumah dan mobil. Aku juga mau bu punya rumah, mobil dan barang - barang branded seperti yang di miliki teman - teman ku.Dan aku juga ingin punya usaha seperti delia sialan itu. Seenak nya saja amar menceraikan ku, lihat saja amar aku akan membuat mu bertekuk lutut di hadapan ku " Seru asti dengan tatapan sulit di artikan.


Plak..


Plakkk....


Ibu jujuk terpaksa menampar asti, agar asti bisa sadar dari kesalahan nya. Dia sendiri yang menuntut cerai tapi dia juga yang tidak mau di ceraikan. Bahkan sifat iri dengki nya pun semakin terlihat dan tidak bisa di sembuhkan lagi.


" Dasar ibu sialan !! Kamu berani sekali memukul ku, kamu kira aku akan takut dengan mu. Aku juga bisa memukul mu buk " Seru asti sambil menganggkat tangan nya.


Namun dari arah belakang tiba - tiba ajeng datang memegang tangan asti san memelintir nya membuat asti menjerit kesakitan.


" Ajeng !! Kamu juga adik sialan, aku juga akan memukul mu. Lepaskan ... ini sakit . Sakiitt... bodohhh !" Teriak asti dengan sorot mata penuh amarah.


" Bu , cepat cari bantuan buk ! panggil warga atau siapa untuk membantu mengikat mbak asti. Dia kalau tidak di ikat bisa membahayakan kita buk " Seru ajeng dengan berteriak.


Hhhaaaaa. .. Haaaaa... Haaaa


" Aku tidak takut denga kalian semua.. Haaa haaa " Seru asti lalu kembali tertawa.


Ibu jujuk segera keluar rumah dan berlari menghampiri rumah pak Rt yang berada tepat di samping rumah nya. Tenpa menunggu lama pak Rt dan 3 orang lelaki datang bersama ibu jujuk.


" Tolong ikat kakak saya pak, dia mengamuk lagi dan ingin memukul ibu " Seru ajeng masih memegangi tangan asti dari belakang.


" Iya mbak ajeng " Jawab pak Rt.


Pak Rt di bantu 3 tetangga langasung mengikat tangan dan kaki asti. Asti berontak namun dia kalah tenaga, tidak mungkin dia melawan tenaga 4 lelaki. Hanya mulut nya saja yang terus - terusan berteriak .


" Kalian semua sialan !!! Lepaskan saya.... !!" Teriak asti dengan lantang.


" Buk jujuk apa tidak sebaik nya kita bawa mbak asti ke rumah sakit saja " Seru pak Rt.

__ADS_1


" Maksud pak Rt rumah sakit jiwa ?" Tanya ajeng serius.


" Maaf..." Jawab pak Rt tidak enak hati.


Tanpa di sangka ibu jujuk menyetujui saran pak Rt, karena jika terus ada di lingkungan rumah asti bisa membahayakan yang lain nya juga. Tidak ada pilihan lain selain di bawa ke rumah sakit.


" Iya pak, saya setuju. " Jawab ibu jujuk serius.


Pak Rt langsung pulang ke rumah nya untuk mengambil mobil. Ibu jujuk di bantu ajeng mengemasi perlengkapan asti yang akan di bawa.


" Ajeng kamu di rumah saja ya, kasihan anak kamu kalau harus ikut juga " Ucap ibu jujuk.


" Iya buk, ajeng bantu siapkan barang - barang mbak asti yang mau di bawa " Seru ajeng sambil memilih pakaian asti dan memasukan nya ke dalam tas.


" Iya jeng. Semoga ini pilihan yang benar ya jeng. Ibu tidak menyangka asti harus masuk rumah sakit jiwa. Tapi kalau tidak di bawa kesana, past dia juga akan membahayakan yang lain nya. Bisa juga tetangga jadi sasaran asti " Ucap ibu jujuk.


" Iya buk. Semoga mbak asti bisa sehat dan waras lagi " Seru ajeng.


Setelah semua nya beres dan mobil pak Rt siap, asti di langsung di angkat ke dalam mobil. Asti berteriak - teriak minta di lepaskan.


" Lepaskan aku... lepaskan !! Kalian ini mau membawa ku kemana ? Awas saja kalau kalian merusak mobil baru ku " Ucapan asti semakin ngawur dan tidak karuan.


" Diam asti... Nanti mobil kamu biar ibu yang ngurus " Ucap ibu jujuk mengikuti ucapan asti agar asti bisa diam.


" Benar ya buk ?" Tanya asti.


" Iya benar , kamu tenang saja ada ibu dan ajeng yang akan mengurus mobil mu " Ucap ibu jujuk lagi.


Benar saja asti langsung diam, dia duduk dengan tenang di jok belakang di samping ibi jujuk dan satu tetangga yang ikut menemani. Mobil pun melaju dengan pelan, pak Rt memang tidak berani membawa mobil dengan cepat, maklum sudah tua jadi dia lebih memilih mengendarai dengan pelan.


*******


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2