Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Pernikahan harun


__ADS_3

Pov. Author.


Delia sedari tadi hanya diam, dia masih mencari waktu yang tepat untuk bicara kepada amar. Banyak hal yang ingin delia tanyakan kepada amar perihal kedekatan nya dengan rosa.


" Mas" Panggil delia saat amar sudah naik ke atas ranjang tidur.


" Kenapa dek ? Sudah malam, mas capek pengen istirahat " Ucap amar mencoba menghindar dari delia.


" Aku mau bicara mas, tolong dengarkan dulu setelah itu silahkan kamu tidur" Ucap delia lagi.


Amar pun bangun dan duduk menghadap ke arah delia.


" Apa yang ingin kamu tanyakan? cepat katakan mas mau istirahat besok harus bekerja. " Ucap amar.


" Ada hubungan apa mas dengan rosa ?" Tanya delia langsung pada intinya.


Amar terlihat gugup dan salah tingkah saat delia bertanya soal rasa. Apakah benar yang di fikirkan delia jika amar ada main dengan rosa? Delia masih mencoba berfikir positif tidak mau meracuni fikiran nya sendiri, biarlah amar menjelaskan nya terlebih dahulu.


" Kamu apa - apaan sih dek ? Sudahlah pertanyaan yang tidak penting juga " Seru amar langsung tidur lagi dan menghadap membelakangi delia.


" Kenapa kamu marah mas ? aku kan cuma bertanya ? kalau kamu tidak ada hubungan yang lebih dengan rosa ya sudah, kamu tak perlu marah seperti ini. Atau jangan - jangan kalian memang ada hubungan " Ucap delia sudah tidak bisa menahan emosi nya lagi.


" Jawab mas !" Ucap delia sedikit berteriak.


Amar memang terlihat marah saat delia menanyakan soal rosa. Akhir - akhir ini amar memang dekat dengan rosa hanya sebatas dekat dan lebih akrab saja belum sampai ke tahab yang di bilang pacaran atau selingkuh. Mereka dekat saat rosa sudah menyandang statud janda nya, hanya dekat tetapi tidak pacaran.


" Aku tidak ada hubungan apa - apa dengan rosa dek, kami hanya rekan kerja. Wajar kalau kami akrab dan dekat karena kami satu team. Di dalam perusahaan yang nama nya bekerja dalam satu team itu sudah pasti kita dekat. Aku ceritakan juga mana kamu paham, kamu tidak tahu apa yang nama nya bekerja di perusahaan " ucap amar tanpa sengaja telah menyinggung delia.


" Kenapa kamu bicara seperti itu mas ?" Tanya delia dengan mata berkaca - kaca.


" Sudahlah aku malas membahas nya, aku capek mau istirahat " Ucap amar tak memperdulikan delia.


Delia meneteskan air mata nya, dalam tangis nya delia tetap berusaha berfikir positif kepada suami nya. Mungkin saja memang suami nya saat ini sedang capek dan ingin beristirahat bukan menghindari nya.


*****


Sah


Sah

__ADS_1


Kata sah sudah terucap dan menggema di ruangan tempat harun ijab qabul. Hari ini adalah hari pernikahan harun dan rani.


Amar dan keluarga nya memakai baju yang sama , mereka memakai baju seragaman yang sengaja di buat untuk acara pernikahan harun. Namun tidak dengan delia, dia nampak menggunakan baju yang berbeda karena memang dia tidak di beritahu jika keluarga membuat baju seragam.


Delia seperti terasing dalam keluarga suami nya, ingin rasa nya delia menangis dan menjerit sekuat nya.


" Loh del kenapa kamu duduk disini ? tidak kumpul dengan keluarga suami mu, dan ini kenapa baju kamu berbeda ?" Tanya bu ambar yang duduk di samping delia.


" Iya bu tidak apa - apa saya disini saja malah lebih sejuk. Baju nya waktu nyetrika kena strikaan bu jadi tidak bisa di pakai " Ucap delia berbohonh agar suami nya tidak menjadi bahan gunjingan warga.


" Oh..makanya hati - hati kalau nyeyrika mbak " Ucap ibu ambar.


" Iya bu " Jawab delia singkat dengan senyum yang di paksakan.


Acara pernikahan harun memang sangat meriah dan mewah, bagi warga memang tergolong mewah karena baru kali ini di kampung hajatan sampai memakai jasa WO dan makanan nya pun semua catering.


" Kamu kenapa tidak kumpul bareng keluarga ?" Tanya amar sedikit berbisik di telinga deli.


" Apa aku masih di anggap keluarga mu mas ? Kamu tahu sendiri kan baju ku saja berbeda seperti ini, jadi aku malu untuk kumpul dengan kalian. " Ucap delia.


Amar baru menyadari jika baju yang di kenakan delia memang berbeda tidak seragam dengan keluarga nya. Dari tadi kamu kemana saja mar ? Istri sendiri tidal di perhatikan.


" Kenapa kamu pakai baju yang beda ? mana baju seragam dari keluarga ?" Tanya amar lagi.


" Ini pesta pernikahan harun kamu jangan bikin malu dong dek, ini pesta nya orang kaya " Ucap amar.


" Siapa yang mau bikin malu mas ! Keluarga mu memang tidak memberikan aku baju seragam, kalau kamu tidak percaya kamu boleh tanya sama keluarga mu. Makanya aku pakai baju couple yang pernah kita beli" Ucap delia.


Amar memilih pergi meninggalkan delia dan berkumpul dengan keluarga besar nya. Tini memandang delia dari kejauhan dengan senyum mengejek.


* Mampus kau adik ipar ku yang malang , malu kan karena baju mu berbeda dengan keluarga besar. Makanya jadi ipar jangan sok pintar, pintar dari hongkong kuliah saja tidak. Jangankan kuliah, SMP saja tidak tamat * Gumam tini dalam hati nya.


" Del kamu kok diam saja ? kenapa tidak ambil makan ? makanan nya enak - enak del, lihat tuh yang lain sudah pada ambil makan " Ucap mpok onah menghampiri delia.


" Iya mpok nanti saja, aku masing kenyang banget. " Jawab delia.


Mpok onah kasihan melihat delia yang di kucilkan oleh keluarga suami nya. Makanya tadi dia memilih menghampiri delia dan duduk dekat delia, sedangkan bu ambar entah sudah kemana.


" Aku tahu kamu sedang sedih del, keluarga suami mu itu memang kurangajar del. " Seru mpok onah

__ADS_1


" Iya mpok , cuma mpok yang tahu apa yang saat ini delia rasakan. Aku capek mpok terus - terusan tidak di anggap seperti ini " Ucap delia dengan mata yang berkaca - kaca. Beruntung orang - orang sedang mengambil makanan jadi tempat duduk sedikit sepi.


Mpok onah mengusap punggung delia dengan lembut, delia sudah mpok onah anggap adik nya sendiri.


" Jangan menangis disini, malu . Sekarang kita pergi saja dari tempat ini cari tempat yang enak untuk kita bercerita ataau kita pulang saja ?" Ucap mpok onah yang kasihan melihat delia.


" Delia pulang sendiri saja mpok, mpok tunggu saja sampai acara selesai. Sebentar lagi orgen tunggal nya mulai, mpok tidak ingin menyanyi dulu " Ucap delia dengan senyum yang di paksakan.


Delia masih hafal betul kebiasaan mpok onah, dia akan tampil menyanyi di panggung setiap kondangan dan ada hiburan orgen tunggal nya.


" Sudah tidak apa - apa, kamu tunggu saja diluar aku mau masukin amplop ini dulu " Ucap mpok onah.


" Mpok disini saja, delia pulang sendiri saja ya mpok. Mpok nikmati saja pesta meriah ini" Seru delia tetap kekeh ingin pulang sendiri


" Ya sudah, kamu hati - hati. " Seru mpok onah.


Delia mengangguk lalu pergi keluar dari tenda pesta, delia berjalan kedepan dan menjauh dari tempat acara. Delia mencari tukang ojek dan meminta nya mengantar ke Toko nya DL shop.


" Ojek mang " Seru delia.


" Oh ok neng, mau kemana neng ? Loh ini neng delia kan? " Tanya tukang ojek .


" Iya mang, ada perlu jadi keluar sebentar ke DL Shop ya mang " Seru delia memberitahu tujuan nya.


Motor yang membawa delia pun melaju membelah jalanan yang cukup lenggang. Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit motor yang membawa delia sudah sampai di tempat tujuan.


" Ini mang " Ucap delia sambil mengulurkan uang 50 ribu kepada tukang ojek.


" Uang pas saja neng 25 ribu, ini cuma ada kembalian 10 ribu. " Ucap tukang ojek.


" Sudah kembalian nya buat bapak saja " Seru delia.


" Terimakasih ya neng, atau nanti pulang nya biar saya jemput neng jadi ongkos nya biar pas. " Ucap tukang ojek mencari solusi.


" Tidak mang, gak apa - apa itu rezeki mamang untuk anak dirumah " Seru delia.


Delia pun masuk ke toko dan di sambut dengan ramai nya pelanggan yang ada di dalam toko. Melihat toko ramai begini rasa sedih delia pun hilang seketika.


********

__ADS_1


Maaf ya kak baru bisa up 🙏❤ Tetap dukung terus karya - karya Author ya kak. Tanpa para pembaca Author bukanlah siapa - siapa ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2