
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Malam ini amar mengantar pulang kartika, kartika pulang seperti biasa setiap 2 minggu sekali toko akan tutup lebih cepat. Amar sekaligus ingin mengenal orang tua kartika lebih jauh lagi. Sebelum pulang ke rumah kartika seperti biasa amar dan kartika mampir di tempat bakso langganan mereka.
" Sekalian bungkus untuk orang di rumah kar" Seru amar mengingatkan kartika.
" Iya mas, 3 berarti ya yang di bungkus ?" Tanya kartika .
" Memang di rumah ada siapa lagi ? Kalau ada yang lain nya juga bungkusin sekalian saja." Ucap amar serius.
" Cuma ada 3 orang saja kok mas. " Seru kartika .
Selesai makan bakso amar dan kartika langsung pulang ke rumah kartika. Di perjalanan jantung amar terus berdegup kencang, padahal ini bukan pertama kali nya dia bertemu dengan orang tua kartika. Dulu saat bertemu tampak biasa saja karena saat itu amar dan kartika belum menjalin hubungan.
" Sudah sampai saja ya Kar, kok berasa cepet banget ya " Seru Amar sambil menyetandarkan motornya.
" Itu karena mas amar grogi dan melamun." Seru kartika sambil terkekeh.
" Ahh... bisa saja kamu. " Seru amar malu sambil menggaruk kepala nya yang sama sekali tidak gatal.
Kartika dan amar berjalan masuk ke dalam rumah kartika. Rumah tampak sepi namun sayup - sayup terdengar suara orang yang sedang tertawa.
" Assalamualaikum... bapak, ibu kartika pulang " Seru kartika sambil membuka pintu.
" Waalaikumsalam " Seru kedua orang tua kartika bersamaan.
" Oh.. ada nak amar juga. Duduk nak, maaf ya rumah nya berantakan. Ini tadi adik nya kartika ada tugas kerajinan tangan , ibu kira bekas nya sudah dia bereskan. Ternyata belum di bereskan juga. " Ucap ibu kartika sambil membereskan alat-alat yang masih berantakan.
" Tidak apa - apa buk " Jawab amar sopan.
Kartika sudah masuk lebih dulu ke kamar nya untuk membersihkan badan nya. Sebelum nya dia sudah meletakkan bakso yang dia bawa di dapur. Kartika mandi dan membiarkan amar berbincang dengan kedua orag tua nya.
__ADS_1
" Maaf nak amar kalau boleh tahu apa nak amar dan kartika ada hubungan yang spesial ?" Tanya pak Parman ayah dari Kartika.
" Iya nak Amar kami selaku orang tua nya kartika hanya ingin tahu saja. Karena bagaimanapun Kartika itu anak perempuan kami, apapun yang terjadi dengan nya kami berhak tahu. Bapak dan Ibu hanya ingin yang terbaik saja untuk anak kami. " Ucap ibu Kartika.
Seketika amar tegang dan grogi, sama persis seperti orang yang sedang melamar sang kekasih padahal orang tua kartika hanya sekedar bertanya saja. Amar pun memberanikan dirinya untuk bicara jujur kepada kedua orang tua kartika.
" Maaf , pak buk. Saya dan kartika memang menjalin hubungan dan kami berkomitmen akan membawa hubungan ini kejenjang yang lebih serius" Ucap amar dengan lancar.
" Kami sebagai orang tua kartika tidak melarang dia dekat dengan siapa pun. Tapi apa bapak boleh bertanya kepada nak amar dan bapak harap kamu tidak tersinggung?" Ucap pak Parman terdengar sangat serius.
" Iya silahkan kalau memang ada yang ingin di tanyakan dan Insya Allah akan saya jawab dengan jujur. " Ucap amar sopan.
Haaahhhh...
Terdengar helaan nafas panjang dari pak Parman.
" Apa nak amar sudah berkeluarga ? Maaf , karena yang bapak lihat usia nak amar dan kartika sepertinya beda jauh. " Ucap pak Parman.
" Saya seorang duda pak, dan jujur saya sudah 3 kali menikah. " Jawab Amar berkata dengan jujur agar orang tua kartika tahu semua tentang amar langsung dari amar dan bukan dari orang lain.
Deg..
Kartika yang sudah selesai mandipun ikut bergabung dengan kedua orang tua nya. Kartika duduk tepat di samping ibu nya.
* Sudah 3 kali menikah, apa ada yang salah dengan Amar ?. Apa pilihan Kartika ini pilihan yang tepat ?* Gumam ibu Kartika dalam hati nya.
" Kartika apa benar jika nak Amar ini sudah 3 kali menikah dan semua nya gagal ?" Tanya ibu kartika langsung menatap ke arah Kartika.
Kartika tidak menjawab, akan tetapi anggukan kepala nya sudah memberi jawaban atas pertanyaan sang ibu.
" Saya memang sudah 3 kali menikah dan semua nya gagal Pak, Bu. Pernikahan pertama saya gagal karena memang kesalahan saya, pernikahan kedua saya gagal karena mantan istri saya yang berselingkuh. Dan pernikahan ke tiga saya hanya bertahan kurang lebih 3 bulan saja , karena ada masalah yang tidak baik untuk saya ceritakan. " Ucap Amar menjelaskan semua nya kepada orang tua Kartika.
" Kartika , kamu sudah berapa lama kenal dengan nak Amar?" Tanya pak Parman.
" Kalau tahu dan kenal sudah lumayan lama pak, tapi kalau kenal lebih dekat baru beberapa bulan ini. Tapi Kartika sudah yakin dengan mas Amar, Insya Allah mas Amar pilihan yang terbaik untuk Kartika " Jawab Kartika dengan serius dan penuh keyakinan .
Kedua orang tua Kartika belum sepenuh nya percaya dengan Amar. Kegagalan 3 kali berumah tangga yang di alami Amar membuat orang tua kartika menilai jika Amar pria yang kurang bertanggung jawab. Tapi orang tua Kartika tidak akan menolak Amar secara mentah - mentah, mereka akan memberi kesempatan Amar untuk membuktikan keseriusan nya.
" Kami ingin nak Amar membuktikan keseriusan nak Amar dengan lebih menyakinkan bapak dan Ibu. " Ucap pak Parman serius.
__ADS_1
" Baik pak , bu. Insya Allah Amar akan membuktikan keseriusan Amar. " Jawab Amar menyakinkan kedua orang tua Kartika.
Pak Parman dan Istrinya hanya menganggukan kepala nya. Sedangkan Kartika terlihat menghela nafas dengan lega, tadi nya dia sangat takut jika oranf tua nya menolak Amar. Memang belum menerima Amar tapi setidak nya orang tua nya sudah memberikan sinyal lampu hijau untuk hubungan nya dengan Amar.
Setelah lama berbincang dengan orang Tua kartika, dan malam pun semakin larut Amar izin pulang. Kartika mengantarkan Amar sampai di teras depan.
" Hati - hati ya mas , maaf kalau sudah di buat tegang oleh bapak dan ibu " Ucap kartika sambil mengulas senyum manis nya.
" Iya tidak apa - apa kartika. Wajar jika orang tua bersikap seperti itu, apalagi kamu ini seorang gadis yang cantik dan baik " Seru Amar justru menggoda kartika.
" Sudah jangan menggombal, cepat pulang dan segera istirahat. " Seru kartika malu karena amar terus menggoda nya.
" Baiklah aku pulang dulu ya..Assalamualaikum " Seru Amar.
" Waaldikumsalam." Jawab kartika.
Amar menghidupkan mesin motor nya dan meninggalkan pekarangan rumah kartika. Jalanan cukup sepi karena memang sudah hampir jam setengah sebelas malam.
********
Sementara itu di tempat lain, malam ini Rosa sedang kesakitan. Kepala nya sakit dan di area sensitif nya terasa sakit. Tubuh Rosa semaki kurus dan kering, bahkan sudah berhari - hari dia tidak beraktifitas.
" Aku harus bagaimana ini ? Tubuh ku semakin lemah bahkan sakit ini sudah menggerogoti tubuh ku" Seru Rosa sambil merintih kesakitan.
Rosa mengambil gelas yang ada di atas meja samping kasur nya.
Pranggg......
Gelas itu jatuh dan pecah berserakan sampai mana - mana.
" Kenapa hidup ku menjadi seperti ini. Disaat aku sakit seperti ini tidak ada yang perduli dengan ku" Ucap Rosa sambil menangis menahan sakit.
Penyesalan memang akan datang di akhir. Rosa sekarang sedang menuai apa yang sudah dia tanam selama ini.
*******
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK. 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️
__ADS_1