
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Pak hartawan datang ke rumah juna untuk meminta izin kepada juna untuk menikahi mama silvi. Juna dan delia tidak keberatan asalkan pak hartawan benar-benar bisa menjadi imam yang baik dan sosok ayah pengganti yang bertanggung jawab untuk mama nya dan juna.
" Jadi nak juna memberi restu saya menikahi mama bak juna ?" Tanya pak hartawan memperjelas semua nya.
" Insya Allah saya dan istri saya merestui dengan penuh ke ikhlasan. Juna harap pak hartawan bisa menemani mama sama - sama dan menua bersama " Ucap juna serius.
" Kami kan sudah tua jun " Celetuk mama silvi sambil terkekeh.!!
Hahaaaa... haaaa ...
Semua orang yang ada di ruangan pun tetawa karena celetukan mama silvi. Pernikahan mama silvi dan pak hartawan akan di laksanakan seminggu lagi di kediaman mama silvi. Hanya akad nikah yang akan di hadiri keluarga dan saksi.
" Mama tidak mau pesta ?" Tanya delia sambil memainkan alis nya.
" Sudah tua del, masak iya mama mau pakai gaun." Jawab mama silvi sambil memeluk delia dari samping.
" Tidak apa - apa dong ma, kan biar kelihatan mewah. Ini kan pernikahan pak hartawan yang pertama. Iya kan pak ? mau ya pesta ?" Tanya delia sedikit memaksa.
Pak hartawan tersenyum sambil menggelengkan kepala nya. Biarpun pertama kali dalam hidup nya dia tidak mau menghambur - hamburkan uang. Apalagi usia kedua nya juga sudah tidak muda lagi, akan nikah dan syukuran bersama keluarga sudah cukup, yang terpenting sah di mata Allah dan hukum negara.
" Tidak nak, cukup akad nikah saja yang terpenting sah nya " Jawab pak hartawan bijak.
" Iya pak " Jawab delia sambil mengangguk.
Acara lamaran pak hartawan dan mama silvi pun selesai, pak hartawan pulang langsung ke pesantren. Lama nya perjalanan tidak membuat pak hartawan mengeluh capek, biar pun sudah berumur kesehatan dan kebugaran pak hartawan tetap di jaga dengan baik.
" Mas, nanti kalau mama sudah menikah otomatis mama pasti tinggal sama pak hartawan. Ahhh.... jadi sepi deh rumah kita ini. " Seru delia sambil tiduran di kamar.
" Mau bagaimana lagi sayang, mama sudah menikah pasti dia akan ikut suami nya. Lagi pula tidak mungkin pak hartawan mau tinggal di sini. Dia kan sudah punya rumah sendiri di lingkungan pesantren. " Jawab juna lembut sambil mengusap kepala delia.
" Iya juga sih mas " Jawab delia.
Tangan juna mulai nakal dan memegang sesuatu yang memang sering di mainkan nya. Delia sudah hafal betul dengan suami nya, pasti ada sesuatu yang di minta nya. Namun delia pura - pura saja tidak tahu dan pura-pura mengantuk.
__ADS_1
" Hooooaammm... " Delia menguap bukan pura - pura tapi memang menguap beneran.
" Kamu sudah mengantuk sayang ?" Tanya juna sambil meringis.
" Iya mas, aku mengantuk banget. Kalau mas belum mau tidur ya tidak apa - apa, tapi aku tidur duluan ya mas. Jangan lupa matiin lampu nya mas, " Ucap delia sambil memejamkan matanya seolah benar - benar mengantuk.
Juna hanya bengong sambil garuk - garuk kepala nya yang sama sekali tidak gatal. Dia menginginkan sesuatu tapi sang istri sudah mengantuk.
" Sayang... jangan tidur dulu dong. " Seru juna menggoyangkan tubuh delia yang sudah pura - pura tidur.
" Emmmm.. apaan sih mas, aku mengantuk. Mas mau apa ?" Tanya delia sambil menahan tawa nya.
" Anu... mas mau anu..." Jawab juna bingung.
" Anu... anu apa sih mas , yang jelas dong. ?" Tanya delia lagi.
" Mas.. mau kamu sayang " Seru juna langsung menyergap tubuh delia.
Delia hanya pasrah dengan apa yang di perbuat suami nya. Akhirnya apa yang di inginkan juna terlaksan juga, hampir satu jam mereka bermain dan beruntung tidak terganggu dengan babby twins karena mereka sudah tidur di kamar nya sendiri.
********
" Mas nanti motor ku yang di rumah ibu aku ambil ya ? Soalnya aku butuh untuk kendaraan saat bekerja, di rumah ibu juga jarang di pakai. " Seru asti sambil menyiapkan bekal makan siang nya.
" Iya dek " jawab amar singkat.
" Mas, ini bekal untuk makan siang nya. Mulai hari ini aku bawain bekal saja ya mas biar lebih irit " Ucap asti sambil menyerahkan kotak bekal kepada amar.
" Terimakasih dek " jawab amar lagi.
" Dek, sepulang kerja nanti coba kamu mampir ke rumah kontrakan ibu. Selama bekerja kamu belum menjenguk ibu lagi loh dek,nanti mas pulang kerja juga mau kesana. Sekalian nanti pulang bareng sama mas " Seru amar.
Asti seperti tidak mendengarkan ucapan amar, dia pura - pura mengerjakan sesuatu agar bisa menghindar dari perkataan suami nya.
" Dek.. Dek.. Kamu dengar yang mas bicarakakan kan ?" Tanya amar sedikit keras.
" Ehh apa mas ? Maaf tadi aku lagi cari ikat rambut ku " Jawab asti berbohong.
Jelas - jelas ikat rambut ada di pergelangan tangan kanan nya tapi dia beralasan mencari ikat rambut nya.
" Oh... nanti kalau kamu tidak sibuk berkunjunglah kerumah ibu mertuamu " Ucap amar sedikit aneh.
" Iy mas, tapi kadang kalau pulang dari bekerja itu aku sudah capek banget loh mas. Makanya aku segera pulang agar bisa cepat istirahat dan tiduran di kasur. Tapi ya lihat nanti saja mas " Ucap asti lagi.
__ADS_1
" Ya sudah mas berangkat duluan ya. Ada pekerjaan yang harus mas selesaikan dari pagi karena nanti siang sudah harus di laporkan kepada atasan. " Ucap amar memilih segera berangkat kerja agar tidak semakin tumbuh emosi menghadapi istri nya.
Asta mengangguk dan tersenyum hangat, lalu mengambil tangan amar dan mencium nya. Setelah amar pergi asti pun berangkat bekerja. Asti pun berjalan keluar gang kontrakan nya dan menunggu mobil angkot di pinggir jalan.
Di tempat kerja nya asti tidak terlalu ramah, hanya hari pertama sampai ke tiga saja dia terlihat ramah. Semakin hari asti semakin angkuh dan bahkan ada beberapa karyawan yang tidak menyukai nya.
" Mbak yuni, bagaimana apa mbak sudah bicara dengan bu delia tentang sikap nya mbak asti ?" Tanya kartika.
" Belum Kar, nanti kalau mbak delia datang pasti aku bicarakan. " Jawab yuni sambil bersih - bersih karena toko segera di buka.
" Harus segera di beritahu mbak ,kalau bisa pecat saja mba asti. Sudah tiga pelanggan loh mbak yang komplain karena mbak asti itu ketus dan kadang kalau di tegur marah. Seperti orang gila saja di tegur baik - baik malah marah. Kalau begini terus DL Shop bisa jelek mbak, lagian ya dulu awal - awal bekerja dia baik, ramah dan hambel tapi kenapa sekarang jadi songong begitu ya mbak. Memang sifat orang itu bisa berubah secepat itu ? Seperti berkepribadian ganda, mengerikan " Seru kartika bicara cukup panjang.
Huffftt..
Sebagai orang kepercayaan delia , yuni pasti ingin yang terbaik untuk DL Shop. Yuni ingin asti di pecat, karena sifat nya yang terlalu sombong dan mengatur sudah seperti sang pemilik toko saja.
" Itu dia datang mbak " Seru kartika sambil menunjuk ke arah pintu.
Asti berjalan dengan santai nya, sama sekali tidak punya rasa canggung karena datang telat. Memang toko belum buka , 5 menit lagi baru akan di buka. Namun kegiatan pagi para karyawan jika belum buka toko adalah beres-beres barang yang berantakan dan membersihkan toko .
" Pagi semua nya " Seru asti tanpa malu.
" Pagi " Jawab kartika dan yuni.
" Mbak asti besok tolong dong berangkat nya agak pagi. Mentang - mentang toko buka jam setengah 8 mbak datang jam setengah 8, kita itu paling tidak datang 30 menit sebelum toko buka. Kita kan perlu membereskan barang dan bersih - bersih dulu. " Seru kartika ketus.
" Hello... itu kalau kalian. Aku kan pegawai yang eklusiv jadi tidak perlu ikut beres - beres. " Jawab asti sambil berkacak pinggang.
" Jangan begitu mbak asti, kita disini itu sama - sama karyawan. Saya loh yang bekerja dari awal toko ini di rintis tetap bekerja seperti karyawan yang lainnyya. Kita semua itu sama mbak, satu lagi mbak asti !ramah lah sama pengunjung. Karena ada beberapa custemer yang mengeluh karena emak itu melayani dengan ketus. Sudah sekarang semua bekerja karena toko sudah kita buka " Ucap yuni menengahi.
Asti tidak suka dengan yuni, menurut nya justru yuni yang banyak ikut campur dan banyak mengatur.
" Kamu jangan banyak mengatur, kamu itu cuma karyawan juga sama seperti ku. Jangan mentang - mentang kamu orang kepercayaan delia kamu bisa berbuat semau mu begitu. ? Terserah dong aku mau bagaimana itu bukan urusan mu,lagi pula delia juga tidak mempermasalahkan nya, kenapa kamu yang repot." Ucap asti membantah yuni.
Tanpa sepengetahuan mereka sebenarnya delia mendengar dan melihat semua perdebatan yang sedang terjadi. Delia tidak menyangka jika orang sebaik dan selembut asti punya sifat arogant begitu.
* Aku harus segera bertindak, kalau begini terus bisa jelek nama baik toko ku * Gumam delia dalam hati nya.
*******
OTW DI PECAT TUH SI ASTI. 😘😘😘
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK. AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI UPDATE NYA 🙏❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤❤