Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Biaya rumah sakit


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞💞


Amar mencoba menghubungi nomor ponsel Ayah angkat rosa yang tidak lain adalah paman rosa. Amar memberitahukan keadaan rosa yang saat ini di rawat di rumah sakit. Namun ayah angkat rosa benar - benar tidak mau menemui rosa sama sekali karena dia terlanjur membenci rosa dan sakit hati karena perbuatan rosa.


Kenyataan baru, baru saja amar ketahui jika anak sang ayah angkat gagal menikah karena ulah rosa. Sang calon suami adik rosa ternyata sudah lebih dulu di goda oleh rosa dan tidur dengan rosa. Sehingga pernikahan yang tinggal menghitung hari terpaksadi batalkan karena calon pengantin pria sudah tidak mau lagi untuk menikahi adik angkat rosa.


[ Terimakasih Om ]. Seru Amar lalu mematikan sambungan telepon nya.


" Ternyata mereka sudah sakit hati dengan rosa. Pantas saja mereka mengusir rosa dan tidak mau menganggap rosa keluarga lagi, karena kelakuan rosa sangat bejat. Masalah ku dan harun sudah membuat mereka malu di tambah masalah dengan calon suami adik nya " Ucap amar sambil memasukan ponsel nya dalam kantong celana nya.


" Kamu jadi ke rumah sakit menemu rosa ?" Tanya diki.


Saat ini amar dan diki ada di parkiran motor, jam kantor sudah habis dari sepuluh menit yang lalu.


" Jadi. Ini demi kemanusiaan, rosa ingin meminta maaf kepada ku. Kamu ikut ya? Temani aku." Ajak amar kepada diki.


" Baiklah aku ikut,bagaimanapun dulu rosa juga teman ku di kantor ini. "Jawab diki.


Amar dan diki pun menghidupkan mesin motor nya masing - masing lalu mengendarai motor nya meninggalkan parkiran menuju rumah sakit tempat Rosa di rawat. Setelah menempuh perjalanan tiga puluh lima menit dari kantor sepeda motor amar dan diki sudah memasuki pekarang rumah sakit. Mereka berdua memarkirkan sepeda motor nya lalu masuk menuju kamar rawat rosa yang sudah amar ketahui dari delia.


" Kita masuk sama - sama ya dik " Seru Amar saat sudah berada di depan kamar rawat Rosa.


" Iya mar " Jawab diki singkat.

__ADS_1


Ceklek.... Amar dan diki masuk ke ruang rawat Rosa secara bersamaan. Di dalam ruangan itu ada 2 orang asing selain rosa yang Amar dan Diki tidak kenali. Mereka tersenyum ke arah amar dan diki, amar dan diki pun membalas dengan senyuman.


" Maaf pak , buk mengganggu apa benar ini kamar rawat nya Rosa ?" Tanya amar bertanya terlebih dahulu yakut jika dia salah masuk.


" Oh iya mas , ini kamar rawat nya mbak rosa. Kalau boleh tahu mas berdua ini siapa ya ?" Tanya seorang ibu - ibu.


" Kami teman nya rosa pak, buk " Jawab amar dengan sopan.


Rosa yang memang mengenali suara orang yang sedang berbicara dengan ibu dan pak Rt itu adalah Amar, Rosa langsung memanggil nama amar.


" Amar.. kau kesini ?" Seru Rosa tidak percaya.


Amar dan Diki mendekati bangsal tempat rosa berbaring. Sedari tadi tubuh rosa memang tertutup selimut dan tertutup Pak Rt dan Istrinya yang berdiri tepat di samping Rosa. Amar dan diki terkejut melihat wajah Rosa yang tirus dan kurus. Bahkan wajah cantik rosa sudah tidak terlihat lagi.


" Rosa kenapa kamu jadi begini ? Dua bulan yang lalu kita bertemu kamu tidak sekurus ini ? Memang sudah kurus sih tapi ya tidak separah ini ?" Seru Diki tidak percaya jika orang di hadapan nya ini adalah rosa teman kantor nya yang dulu seksi dan cantik.


" Aku sekarang jelek dan kurus ya dik? Aku terlihat tua dan tidak cantik lagi" Seru rosa dengan senyum kecut.


"Yang namanya wanita itu semua nya cantik Ros" Amar yang menjawab pertanyaan Rosa.


" Hemm... maaf bapak dan ibu ini siapa nya rosa?" Tanya Amar ingin tahu.


" Oh.. perkenalkan saya kardi dan ini istri saya. Saya ketua Rt dimana mbak rosa tinggal. Kami sangat kasihan kepada mbak rosa karena selama ini dia tinggal sendiri dan sakit pun tidak ada yang mengurus nya. Saya dan para warga akhirnya mengumpulkan dana untuk membawa mbak rosa ke rumah sakit. Tapi biaya rumah sakit ternyata melebihi dana yang kami punya. Tapi Alhdulillah tadi pihak rumah sakit sudah bilang jika ada teman mbak rosa yang menanggung biaya rumah sakit. " Seru pak Rt memberitahu.


" Kalau boleh tahu siapa pak ?" Tanya diki yang memang tingkat kekepoan nya tinggi.


Pak Rt mencoba mengingat - ingat nama yang tadi di sebutkan oleh dokter tapi dia tetap tidak bisa mengingar nya.


" Delia " Seru Rosa


Rosa yang memang sudah tahu jika delia yang sudah membantu biaya pengobatan nya sangat terharu dan berterimakasih kepada Delia. Meskipun Rosa merasa jika hidup nya tidak akan lama lagi, setidak nya dia masih bisa bertahan untuk meminta maaf kepada orang - orang yang sudah pernah dia sakiti.

__ADS_1


" Delia ? " Seru Amar dan diki bersamaan.


Mereka berdua sangat terkejut jika delia lah orang yang sudah membantu biaya rumah sakit rosa. Padahal selama ini Rosa sudah banyak salah dan sudah banyak menyakiti ,serta menghina delia. Semua kejahatan Rosa justru di balas dengan kebaikan oleh delia.


" Terbuat dari apa hati nya delia itu Mar ? Pantas saha rezeki dia mengalir tiada henti. " Seru diki tidak percaya.


"Mas Amar, Diki selama ini mungkin aku sudah banyak salah sama kalian berdua. Terutama kepada mu mas Amar , tolong maafkanlah semua kesalahan ku. Semoga maaf dari kalian bisa menjadi penggugur dosa - dosa ku." Ucap Rosa dengan suara terangah - engah.


" Sudahlah rosa yang berlalu biarlah berlalu, sekarang kamu fokus dengan kesehatan mu. Aku dan diki sudah memaafkan mu. " Seru Amar bicara dengan pelan agar mudah di pahami oleh Rosa.


" Iya rosa aku sudah memaafkan mu. Jadikanlah masalalu sebagai pelajaran dan jangan sampai kamu mengulanginya " Ucap diki.


" Terimakasih " Jawab Rosa pelan.


Cukup lama amar dan diki menjenguk Rosa, sampai mereka juga sempat berbincang dengan pak Rt. Jam di kamar rawat inap Rosa sudah menunjukan pulul 7 malam, Amar dan Diki pun izin pamit pulang begitupun dengan pak Rt dan Istrinya. Hanya tinggal Rosa dengan ditemani seorang suster.


" Aku tidak menyangka nasib rosa akan seperti ini. Semua ini terjadi juga karena ulah nya yang selalu bergonta - ganti pasangan. Semoga yang terbaik saja untuk Rosa " Ucap Diki saat berjalan menuju parkiran motor.


" Hidup manusia tidak ada yang tahu Dik, aku pun sama hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Rosa. Aku kasihan kepada Rosa, di saat dia membutuh kan dukungan dari keluarga nya tapi tidak ada satu pun keluarga yang mau menemui nya. Itu semua karena ulah rosa sendiri. " Ucap Amar memberitahu.


" Hukum tabur tuai itu memang ada Mar, dan semua itu terkadang menyakitkan dan terkadang menyenangkan. Dan yang saat ini di alami rosa itu yang menyakitkan karena dia sudah menabur kejahatan, kebencian dan kesombongan. Semoga kita terhidar dari yang nama nya sifat sombong" Ucap Diki menasehati sahabat nya itu.


" Iya dik " Jawab amar singkat.


Tanpa terasa mereka sudah sampai di halaman parkir khusus motor. Amar dan diki langsung mengambil motor nya dan melajukan dengan kecepatan sedang meninggalkan halaman parkir rumah sakit.


*******


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK.


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2