
πΉπΉπΉπΉ HAPPY READING πΉπΉπΉπΉ
.
.
.
πππππ
" Kamu kenapa diam saja mar ? Memikirkan istri parasit mu itu ?" Tanya ibu siti.
Amar langsung menatap wajah ibu nya, di wajah ibu nya terlihat jelas bahwa sang ibu sangat membenci delia. Dua tahun lebih delia menjadi menantu nya namu sekali pun sang ibu tidak pernah baik kepada delia. Bahkan meminta amar untuk menceraikan delia.
* Apa aku jujur saja ya dengan ibu soal hubungan ku dengan rosa. Rosa termasuk menantu idaman ibu, cantik , kaya, dan berpendidikan. Pasti ibu senang mendapat menantu seperti rosa * Gumam amar dalam hati nya.
" Emmh.. bu kenapa ibu meminta amar untuk menceraikan delia ? Padahal delia itu wanita yang baik dan rajin bu " Ucap amar.
" Dari dulu ibu tidak suka dengan delia, wanita miskin mana cuma tamatan SMP. Kamu tahu kan kalau keluarga kita itu tamatan sarjana, ayah mu sarjana ibu juga sarjana. Istri adik mu dan suami mbak mu juga sarjana semua. Hanya delia yang bukan sarjana bahkan cuma tamat Smp " Ucap ibu siti terus terang.
Tini hanya mengangguk setuju dengan yang di ucapkan oleh ibu nya.
" Kalau amar jujur tentang sesuatu ibu marah tidak ?" Tanya amar ragu - ragu.
" Kamu mau jujur soal apa mar ? Cepat katakan ibu penasaran sekali " Ucap ibu siti antusius.
Amar terlihat memikirkan sesuatu, dia yakin dan pasti akan memberitahu hubungan nya dengan rosa kepada ibu nya.
" Bu, anu.. anu, amar sekarang punya pacar. Dia sarjana dan wanita kerja kantoran " akhirnya amar bicara jujur kepada ibu nya.
Ibu siti dan tini terkejut, mereka saling pandang lalu tersenyum dengan lebar. Akhirnya apa yang mereka impikan terjadi juga. Dari dulu ibu dan tini mengharapkan amar punya pacar lagi dan menceraikan delia.
" Kamu serius mar ?" Tanya ibu siti sambil menggeser duduk nya tepat di samping amar.
" Amar serius bu, bahkan amar berencana menikahi wanita itu. Dia tidak masalah di jadikan yang ke dua bu. Dia wanita yang cantik, seksi dan yang penting dia juga wanita kaya bu, biarpun janda tapi dia kaya bu " Ucap amar membanggakan selingkuhan nya.
" Kenalkan ibu sama dia mar " Seru ibu siti antusius.
__ADS_1
" Iya bu, bagaimana kalau sekarang kita undang dia datang kesini. Mumpung delia tidak di rumah, jadi aman kalau dia kesini. " Ucap amar memberi ide.
Dengan semangat ibu siti mengangguk setuju, begitupun dengan tini. Dia juga sangat penasaran dengan pacar baru amar.
" Iya kamu suruh dia datang kesini " Ucap ibu siti.
Amar pun langsung mengambil ponsel nya yang ada di kamar dan menghubungi rosa. Baru satu kali panggilan rosa langsung mengangkat telepon dari amar.
[ Hallo sayang , kata nya mau istirahat ? Kok telepon, kangen ya ?]
[ Iya sayang, aku kangen maka nya kamu datang ke rumah ku ya. Istri ku tidak ada jadi kita aman. Oh iya sayang, ibu ku ingin berkenalan dengan mu. Dia juga yanf menyuruh mu datang ke sini ]
[ Baiklah sayang aku kesana sekarang ]
[ Aku tunggu sayang ]
[ Emmuach.. ]
Amar menutup sambungan telepon nya dan langsung menghampiri ibu nya yang terus menunggu di ruang tamu dengan sang kakak.
" Bagaimana mar ?" Tanya tini dengan semangat.
" Jadi nama pacar baru kamu rosa ? Wah nama yang bagus, pasti orang nya cantik. Dia punya mobil tidak mar ?" Tanya ibu siti.
" Punya bu. Ya sudah ibu tunggu saja rosa disini, amar mau mandi dulu. Masak calon istri datang amar tidak mandi, bisa gagal dong menikah dengan janda kaya " Seru amar sambil terkekeh.
Ibu siti dan tini pun ikut tertawa, mereka terlihat sangat kompok. Sambil menunggu kedatangan rosa, tini membuat sarapan dengan memasak mie instan. Beruntung di dapur ada mie instan dua, cukuplah untuk mengganjal perut mereka sampai siang.
*******
" Kurangajar !!!" Seru mona marah saat delia menunjukan bukti - bukti perselingkuhan amar. Mona terlihat sangat murka, dia tidak terima sahabat karib nya di sakiti oleh pria seperti amar.
Pria yang tidak bertanggung jawab, pria yang tidak bisa membela istri nya. Mona seakan ingin mendatangi amar dan menghajar nya sampai babak belur. Delia sudah mona anggap saudara kandung nya sendiri, sehingga apa yang delia rasakan mona akan ikut merasakan.
" Kamu sabar banget sih del ! Kamu itu bodoh atau bagaimana ? Kenapa semalam kamu tidak hajar langsung mereka saat sedang asik *** ***. Atau kamu panggil warga untuk menggrebek rumah wanita murahan itu " Ucap mona menyalahkan delia.
" Aku tidak mau mereka tahu jika aku sudah mengetahui semuanya Mon. Aku ingin masih ingin tahu rencana mereka selanjut nya, kamu tenang saja aku akan baik - baik saja " Ucap delia menyakinkan mona.
__ADS_1
" Terus kamu masih mau dengan lelaki pengkhianat itu ?" Tanya mona serius.
" Tidak !! Aku sudah jijik dengan mas amar , aku tidak akan mau memakai bekas wanita lain. " Ucap delia.
Mona sepertinya kurang setuju dengan delia, dia ingin delia langsung menghajar amar dan selingkuhan nya. Tapi mona tidak mau mengecewakan delia, biarlah delia bertindak sesuai keinginan nya dan mona akan membantu delia kapan pun dia mau.
" Baiklah terserah kau saja del. Jika perlu bantuan langsung hubungi aku, aku siap menghajar pasangan mesum itu. Bila perlu aku jebloskan dia ke dalam penjara biar mampus sekalian. " Ucap mona masih terlihat emosi.
" Terimakasih mon " Ucap delia memeluk sahabat karib nya itu.
Rosa sudah sampai di rumah amar dan di sambut dengan baik oleh ibu siti dan tini. Mereka terlihat bahagia karena rosa adalah calon menantu impian nya.
" Nak rosa janda di tinggal menikah atau pisahan ?" Tanya ibu siti ingin tahu.
" Saya pisah bu ,karena suami saya ketahuan selingkuh. Saya tidak terima jadi saya memilih cerai saja. Beruntung aku juga tidak punya anak bu jadi tidak ada penghalang untuk minta cerai " Ucap rosa bebohong ,padahal dia sendiri yang selingkuh hingga di ceraikan suami nya.
" Nak rosa ini calon menantu idaman ibu, tidak seperti delia. Dia wanita kampungan, miskin pokok nya semua yang jelek dia borong. Jadi kapan rencana kalian menikah ?" Tanya ibu siti.
" Lebih cepat lebih baik loh Ros " Ucap tini menambahi.
Rosa dan amar saling pandang, lampu hijau dari keluarga amar sudah menyala. Tinggal mereka menentukan kapan hari yang tepat untuk mereka menikah.
" Bagaimana kalau minggu depan.? Tapi maaf sayang aku hanya bisa menikahi mu secara siri dulu, karena status ku yang masih seorang suami. Bagaimana apa kamu setuju ?" Ucap amar sambil menggenggam tangan rosa.
" Aku setuju mas " Jawab rosa dengan suara lembut nya.
" Berarti seminggu lagi ya,baiklah nanti kalian menikah di rumah rosa saja. Biar aman dari delia. " Ucap ibu siti.
Amar dan rosa mengangguk setuju. Setelah pembicaraan mereka selesai, tini meminjam mobil rosa alasan ingin ke supermarket membeli sesuatu. Rosa tidak keberatan dan meminjam kan mobil nya kepada calon kakak ipar nya. Tini dan ibu siti pergi meninggalkan amar dan rosa berdua.
" Ke kamar yuk sayang " Ajak rosa sambil berbisik di telinga amar.
Amar tahu maksud ajakan rosa, amar pun tidak menolak nya. Dia langsung membawa rosa masuk kamarnya, lebih tepatnya kamar yang di tiduri amar dan delia. Amar dan rosa mengulang kejadian semalam di atas ranjang delia.
*******
Bocoran dikit, untuk bab selanjut nya akan lebih seru lagi. β€β€
__ADS_1
JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR DAN TINGGALKAN JEJAK NYA β€β€AGAR AUTHOR SEMAKJN SEMANGAT UNTUK MENULIS πβ€
TERIMAKASIH πβ€