
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Tok Tok Tok
" Permisi... Bu.. bu siti. Bu siti keluar. " Panggil seseorang dari luar.
Rosa yang memang sedang bersantai langsung membuka kan pintu. Dia mendapati seorang wanita berdiri di depan rumah nya dengan dandanan yang wah dan di samping nya berdiri seorang pria berbadan kekar, seperti bodyguard.
" Ibu siapa ? dan cari siapa ?" Tanya rosa tidak suka.
" Ini benar rumah ibu siti kan ?" Tanya wanita itu sambil melepaskan kaca mata hitam nya.
" Benar, ini rumah nya ibu siti. Tapi itu dulu karena sekarang rumah ini sudah menjadi rumah saya dan ibu siti tidak tinggal di sini lagi. Dia sudah pindah di rumah anak nya, 300 meter dari sini " Seru rosa mengakui jika rumah yang di tempati nya adalah rumah nya.
Wanita langsung memicingkan mata nya dan memandangi rosa dari atas sampai bawah dengan senyum yang sulit di mengerti.
" Kamu tidak bisa tinggal di rumah ini, karena rumah ini bukan rumah mu. Sertifikat rumah ini ada di tangan ku " Ucap wanita itu sambil mengambil sertifikat di dalam tas nya.
Rosa langsung melirik ke arah tangan wanita itu dan melihat sertifikat yang wanita itu pegang. Wanita itu memang memegang sertifikat tapi rosa tidak percaya jika sertifikat itu sertifikat rumah ibu siti.
" Kamu pasti anak nya ?" Seru wanita itu.
" Aku bukan anak nya, tetapi aku menantu nya " Jawab rosa cepat.
" Ouww...menantu. Tidak masalah sih, hemm aku kasih tahu ya kalau mertua mu itu banyak hutang nya. Dia sudah menjaminkan sertifikat rumah ini kepada ku, dan ini sudah lebih dari jatuh tempo. " Ucap wanita yang bernama ibu Meri.
Deg.
Hutang ?
Rosa langsung syok mendengar jika mertua nya banyak hutang dan sertifikat rumah sudah menjadi jaminan nya.
" Sekarang kamu panggil siti kesini atau rumah ini langsung aku sita !" Seru ibu meri tegas.
__ADS_1
" Jangan sita rumah ini bu, kalau rumah ini di sita saya dan suami saya mau tinggal dimana ? Apalagi saya sedang hamil " Cegah rosa.
" Kalau kamu tidak mau rumah ini di sita cepat panggil ibu mu kesini !!!" Bentak pria yang berdiri di samping ibu meri.
Rosa terlonjak kaget, dia langsung pergi menuju rumah kontrakan amar memanggil ibu mertua nya. Sepanjamg perjalanan menuju rumah amar, rosa hanya menggerutu dan memikirkan bagaimana jika rumah itu di sita dan dia akan tinggal dimana.
" Bu.. " Panggil rosa langsung masuk ke rumah amar , karena memang pintu rumah terbuka dan ibu siti duduk di ruang tamu.
" Ada apa rosa ? Datang langsung main nyelonong saja" Ucap ibu siti tidak suka dengan sikap rosa yang seenak nya masuk ke rumah orang.
" Marah - marah nya nanti dulu, sekarang ibu ayok ikut rosa pulang. Ini penting banget bu, ayok pulang " Seru rosa sambil menarik tangan ibu mertua nya.
Ibu siti mencoba berontak dan menarik tangan nya dari pegangan rosa, namun ternyata tenaga rosa cukup kuat. Tangan rosa mencengkram pergelangan tangan dengan kuat.
" Ini ada apa sih rosa ? memang nya di rumah ada apa ?" Tanya ibu siti sambil terus mengikuti langkah rosa. Sampai dia lupa tidak menutup pintu kontrakan amar.
Rosa tidak menjawab dia terus berjalan sambil menarik tangan ibu mertua nya..Tidak menunggu lama mereka sudah sampai di depan rumah.
Deg..
Jantung ibu siti langsung berdebar saat melihat mobil yang tidak asing lagi terparkir di depan rumah nya. Dia sangat mengenali mobil itu.
" Iya ini mobil orang yang datang menagih hutang. Kalau ibu tidak membayar nya rumah ini akan di sita " Ucap rosa.
Langkah ibu siti terasa lemas karena rumah yang selama ini dia banggakan, harta satu - satu nya yang dia miliki akan musnah begitu saja.
" Datang juga kau siti " Ucap ibu meri menyambut kedatangan ibu siti.
" Mer, tolong kasih aku waktu lagi. Aku pasti akan mebayar hutang - hutang ku mer. Tolong kasihanilah aku mer, aku seorang janda kalau rumah ini kamu sita anak - anak ku mau tinggal dimana ?" Seru ibu siti memohon.
" Itu bukan urusan ku. Mau anak mu tinggal di kolong jembatan juga aku tidak perduli, lagi pula anak - anak mu juga sudah besar. Kamu mau minta waktu apalagi, apa kurang lama waktu yang aku berikan. Kamu sudah 5 bulan tidak membayar bunga pinjaman mu. Aku juga sudah memberikan waktu 1 bulan lagi tapi nyata nya sampai sekarang kamu tidak membayar nya juga. Jangankan induk nya, bunga hutang nya saja selama 5 bulan tidak kamu bayar. " Ucap ibu meri sambil menyilangkan kaki nya.
Ibu siti duduk di lantai sambil memohon agar rumah nya tidak di sita. Sebenar nya masalah hutang inilaj yang membuat nya mau tinggal di rumah amar, niat ingin menghindari hutang ternyata justru semua nya berantakan.
Rosa mengambil ponsel nya dan langsung menghubungi harun agar cepat pulang. Karena masalah ini serius dia tidak bisa berbuat apa - apa.
[ Mas , cepat pulang. Rumah mau di sita !] Seru rosa dan dapat di dengar oleh semua orang yang ada di ruangan itu.
Tanpa menunggu jawaban dari harun, rosa langsung mematikan sambungan telepon nya.
" Kamu telepon suami mu ?" Tanya ibu siti.
__ADS_1
" Iya bu " Jawab rosa.
" Dasar bodoh !! Kenapa kamu telepon harun, dia mana ada uang untuk membayar hutang ku. Seharus nya amar yang kamu telepon bukan harun, dasar menantu bodoh !!" Maki ibu siti kesal.
" Hai.. dasar ibu mertua tidak tahu diri. Sudah bagus aku menghubungi suami ku agar dia ikut mencari solusi nya, kenapa kamu yang marah - marah. Seharus nya kalau mau hutang itu di fikir dulu jangan seneng nya hutang tapi giliran bayar susah. Lagi pula kamu juga hutang untuk apa sih, mana juga gelang emas yang pernah aku berikan ? Aku tidak pernah melihat kamu memakai nya lagi " Seru rosa kesal karena ibu siti memarahi nya terus menerus.
Ibu meri dan bodyguard nya hanya menyimak perdebatan antara mertua dan menantu yang ada di depan nya itu.
Bremm... breemmm
Motor harun memasuki halaman rumah, harun langsung memarkirkan motor nya dan langsung masuk ke dalam rumah .
" Bu, memang nya berapa hutang ibu ? sampai rumah ini mau di sita ?" Tanya harun langsung menghampiri ibu nya.
" 150 juta " Ucap ibu siti.
Jderrr...
Harun dan rosa syok mendengar jumlah hutang yang dimiliki ibu nya. Uang sebanyak itu di pakai untuk apa ?
" Itu belum berikut bunga selama 5 bulan " Tambah ibu meri membuat harun semakin syok.
" Uang sebanyak itu ibu pakai untuk apa bu ? 150 juta itu uang yang banyak bu, darimana kita mendapatkan uang sebanyak itu ?" Seru harun sambil menundukkan kepala nya.
Harun bingung harus bagaimana lagi, kalau rumah nya di sita dia dan rosa mau tinggal dimana ? Sedangkan uang saja dia tidak punya.
" Ibu kamu itu pencandu judi, dari dulu dia itu suka judi. Sampai harta peninggalan ayah mu habis itu karena dia doyan main judi. Aku tahu semua nya tentang ibu mu karena suami ku teman almarhum ayah mu " Seru ibu meri.
Harun langsung menatap wajah ibu nya, ibu siti tidak berani mengangkat wajah nya lagi.
" Baiklah karena aku menghargai persahabatan dengan almarhum ayah mu. Aku berikan waktu 3 hari untuk kalian melunasi hutang - hutang mu. Selama 3 hari ini rumah ini tidak aku izinkan kalian tinggali, terserah kalian mau menumpang dimana? Jika kalian dalam tiga hari sudah ada uang nya temui aku di rumah dan ambil sertifikat ini. Sekarang ambil barang - barang kalian dan tinggalkan rumah ini " Ucap ibu meri tegas.
Tidak ada pilihan lain selain menyetujui syarat yang di ajukan oleh ibu meri. Harun dan rosa pun mengambil barang - barang nya, untuk sementara waktu mereka akan tinggal di rumah kontrakan amar.
*******
Makan tuh hutang .
KLIK LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA ❤❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤❤
__ADS_1