Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Lala menginap


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Tok Tok Tok


Pintu kontrakan tini di ketuk dari luar, tini sendiri ada di dalam kamar karena jam sudah menunjukan pukul 8 malam.


Tok Tok Tok


Pintu kembali di ketuk, tini yang penasaran akhirnya keluar dari kamar dan membuka pintu.


Ceklekkkk..... Pintu pun terbuka dan..


" Mama...." Teriak anak kecil memanggil tini mama.


Siapa lagi anak kecil yang memanggil nya mama selain lala si anak mantan suami tini. Tini terkisap karena malam - malam lala datang ke rumah nya.


" Lala .. " Kok datang ke rumah tante malam - malam.


Walaupun lala memanggilnya mama , tini tetap menyebut dirinya tante. Tini tidak mau lala terus salah paham mengira dirinya sang mama. Lal langsung memeluk tini dan meminta gengong tini.


" Maaf Tin, dari tadi sore lala merengek dan menangis minta di antar ke rumah mu. Dia tetap menyebut dan menganggap mu mama nya. Aku sudah memberi pengertian dia , tapi dia tetap saja tidak paham. Maaf , jadi malam - malam aku mengganggu mu " Ucap joko menjelaskan karena dia merasa tidak enak dengan Tini.


" Oh... Iya mas tidak apa - apa, nama nya juga anak kecil jadi sudah untuk memahami urusan orang dewasa. Masuk yuk, kasihan nih lala kalau terus berada di luar begini. Pasti dia kedinginan " Ucap tini lalu membawa lala yang masih dalam gendongan nya masuk ke dalam kontrakan.


Joko, tini dan lala yang duduk di pangkuan tini kini sudah ada di dalam dan duduk di atas karpet di ruang tamu. Joko bingung harus bicara apa, karena anak nya merengek minta tidur dengan tini yang dia anggap mamanya.


" Lala sudah makan ?" Tanya tini dengan lembut.


" Cudah ma, tadi kata papa lala halus makan. Talo ndak mau , papa idak antel lala temu mama " Ucap lala bicara dengan gaya bicara khas anak kecil.


" Oh... Lala harus makan dong , kalau tidak makan nanti sakit. Kalau sakit nanti di suntik sama pak dokter , lala mau di suntik sama dokter ?" Seru tini dengan lembut.

__ADS_1


" Cuntik sepelti mama dulu ya ma, atit mama tan dulu angis. " Seru lala lagi.


Tini langsung terdiam, dia tidak menyangka anak sekecil lala mengingat kejadian yang pernah di alami oleh mama nya. Joko memandangi dua wanita yang ada di hadapan nya itu dengan mata yang berkaca - kaca. Dia bahagia karena sekarang anak nya sudah bisa tersenyum dan sudah mau bercerita - cerita lagi. Padahal sebelum bertemu tini anak nya selalu diam dan tidak mau dengab siapa pun selain dengan joko , bahkan sama pengasuh nya juga biasa nya tidak mau.


" Iya sayang " Jawab tini sambil tersenyum canggung karena secara tidak langsung dia sudah mengingatkan lala saat mama nya sakit.


" Lala, kan sudah ketemu sama tante Tini sekarang sudah malam, kita pulang yuk. " Ajak joko dengan suara lembut.


" Butan tante pa, ini mama nya lala. Telus lala mau bobok cama mama " Seru lala dengan wajah cemberut.


Kalau sudah seperti itu Joko pun di buat bingung, mau mengikuti kemauan anak nya dia tidak enak dengan tini. Mau tidak di ikuti past lala akan menangis dan tidak mau makan. Tingkah polah anak balita memang sering berubah - ubah.


" Lala , ini itu bukan mama tapi tante tini. Hanya model rambut nya saja yang sama dengan mam. Yuk kita pulang, sebelum pulang nanti kita beli ice cream dulu yuk. " Ucap joko merayu anak nya agar mau di ajak pulang.


" Lala mau bobok sama mama pa. Lala tangen mama.. Hiks.. Hikss " Lala sudah menangis sesunggukan.


Melihat lala menangis membuat tini tidak tega, apalagi lala memang sudah tidak mempunyai mama dan dia bilang kangen sama mama nya.


" Kalau lala mau tidur di sini tidak apa - apa mas. " Seru tini , dia kasihan melihat lala yang terus menangis.


" Tapi tin, nanti lala merepotkan mu. Apalagi besok kamu harus bekerja " Ucap joko tidak mau merepotkan tini yang status nya hanya mantan istri nya.


" Kamu benar Tin. Lala kalau di paksa pulang pasti akan menangis. Apa benar tidak merepotkan kamu jika lala menginap disini? " Tanya joko lagi.


" Iya mas aku tidak repot. " Jawab tini sambil mengulas senyum.


Joko pun akhirnya menyetujui lala menginap di rumah tini.


" Ya sudah lala boleh menginap di rumah tante tini tapi harus mendengar semua kata tante tini ya. Papa pulang dulu, besok papa jemput." Ucap joko bicara pelan sambil mengusap kepala lala.


" Mama pa, butan ante tapi mama. Papa tidak bobok sama - sama? " Seru lala mencoba protes.


" Hemm... papa malam ini harus pulang. Karena dari sini jauh mau ke toko, jadi lala saja ya yang bobok sama tante, eh mama tini. " Ucap joko langsung meralat ucapan nya karena tidak mau anak nya protes lagi.


Tini hanya diam menyimak interaksi antara anak dan bapak yang ada di hadapan nya itu. Saat joko menyebut nama tini dengan mama tini, ada rasa berbeda di hati ini. Tidak dapat di pungkuri tini memang masih mencintai joko, kesalahan nya di masalalu membuat dia tahu siapa orang yang benar - benar dia cintai.


" Tin, aku belikan susu untuk lala dulu ya ke minimarket. Karena biasanya tiap mau tidur dan bangun tidur dia minta susu. Kamu ada yang mau di titip tidak ?" Tanya joko.


" Tidak mas " Jawab tini singkat.

__ADS_1


Joko keluar dengan mengendarai motor nya untuk pergi ke mini market membeli susu dan kebutuhan lala selama di rumah tini. Setelah semua kebutuhan lala terbeli joko pun kembali lagi ke rumah tini dan menyerahkan barang - barang kebutuhan lala yang baru saja dia beli.


Sedangkan di tempat lain , delia mendapat telepon dari rumah sakit mengabarkan keadaan rosa yang semakin memburuk. Dengan di antar Juna, Delia pun pergi ke rumah sakit. Rasa kemanusiaan nya yang teramat tinggi membuat dia tidak bisa mengabaikan rosa begitu saja.


" Bagaimana keadaan rosa dok ?" Tanya delia saat sudah sampai di ruang rawat rosa.


" Keadaan nya memburuk mbak. Saya sudah melakukan yang terbaik untuk pasien, saat ini hanya menunggu kuasa dari Allah saja " Ucap dokter terdengar sangat memprihatinkan sekali keadaan rosa.


" Maksud dokter bagaimana ?" Tanya juna.


" Pasien sudah tidak ada harapan untuk hidup lagi. Menunggu kuasa Allah saja, saya tidak bermaksud mendahului Allah. Tapi melihat keadaan nya yang semakin memburuk saya sudah tidak bisa berbuat apa - apa lagi. " Ucap dokter dengan serius.


Delia memeluk Juna dengan erat, dia sedih mendengar kondisi rosa yang semakin memburuk. Apalagi saat ini rosa sudah tidak ada harapan untuk sembuh. Delia pun langsung mengambil ponsel nya untuk menghubungi seseorang.


[ Hallo assalamualaikum delia ?] Seru amar dari seberang sana.


Delia sedang menghubungi amar , dia ingin meminta nomor telepon keluarga Rosa yang bisa di hubungi. Keadaan rosa sudah semakin memburuk, keluarga nya mau tidak mau harus bisa datang ke rumah sakit.


[ Waalaikumsalam, mas maaf menganggu. Tolong kirim nomor ponsel keluarga Rosa yang bisa di hubungi mas. Keadaan rosa semakin memburuk , keluarga nya harus segera datang kesini. Jika mereka tidak mau datang aku yang akan memaksa nya ] Ucap delia .


[ Iya aku kirim nomor Ayah angkat Rosa.]


[ Iya mas terimakasih ]


[ Sama - sama delia. Aku akan ke rumah sakit sekarang ] Seru Amar juga akan datang ke rumah sakit.


[ Iya mas, lebih baik kamu juga datang ke rumah sakit. ].


Setelah panggilan telepon terputus , amar langsung mengirim nomor ponsel keluarga rosa kepada delia. Setelah itu dia bersiap pergi ke rumah sakit.


Delia pun menghubungi keluarga Rosa, dan beruntung panggilan telepon nya langsung di angkat. Setelah bicara cukup lama akhirnya keluarga rosa mau datang ke rumah sakit untuk menjenguk rosa.


******


RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2