Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Bertemu dia


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Sudah tiga hari ibu siti tidak keluar dari rumah, karena kaki nya memang masih sakit. Dia hanya tiduran dan bisa nya berteriak - teriak jika meminta atau menginginkan sesuatu. Membuat rosa kesal dan marah, rosa di buat naik darah karena ulah ibu mertua nya.


" Rosa... Rosaaaa... !!" Teriak ibu siti menjerit semau nya tanpa memperdulikan rosa yang sedang hamil.


Rosa tak kunjung datang, sehingga membuat ibu siti semakin mengeraskan suara nya.


" Rosaaaaa !! Menantu sialan kamu kemana ? Cepat kesini " Teriak ibu siti tidak tahu malu di dengar oleh para tetangga.


" Apaan sih bu ? Ganggu orang tidur saja !" Gerutu rosa berdiri di depan pintu sambil bersedekap.


" Dasar tuli dari tadi aku memanggil mu tapi kamu tidak datang juga. Kamu itu bisanya tidur terus ! Cepat sana masak atau belikan makana untuk aku makan, aku mau pakai ayam. Bosan makan tahu tempe terus " Ucap ibu siti.


" Mana uang nya ?" Tanya rosa santai sambil mengulurkan tangan nya di hadapan ibu mertua nya.


Ibu siti mendengus kesal melihat perlakuan rosa. Rosa sama sekali tidak ada takut nya, justru dia semakin berani membantah perkataan ibu mertua nya.


" Kamu kan ada uang , pakai uang kamu kan bisa " Ucap ibu siti.


" Kalau mau makan enak itu ya keluar uang jangan cuma ngandelin orang lain. Kamu kira saya ini bank yang menyimpan banyal uang, kamu tahu kan anak mu setiap hari memberiku uang tidak lebih dari 50 ribu. Dapat apa uang segitu untuk makan kita bertiga ? Hah... ? Kalau bukan sedang hamil sudah aku tinggalkan keluarga kere ini !!" Seru rosa menatap sinis ke arah ibu mertua nya.


" Dasar menantu sialan. Menyesal aku dulu baik dengan mu, ternyata begini kelakuan asli mu " Ucap ibu siti.


" Hello mertua ku yang sok baik dan sok pengertian. Kamu kira aku tidak menyesal menikah dengan anak mu " Ucap rosa tak mau kalah dari ibu mertua nya.


Perdebatan antara rosa dan ibu siti semakin memanas sampai akhirnya rosa memilih meninggalkan ibu siti dan menutup pintu kamar itu dengan cukup keras. Dia membiarkan ibu siti berteriak memanggil dan mencaci nya.


* Coba dulu saat aku menikah dengan mas rendi tidak selingkuh, pasti saat ini aku hidup bahagia. Atau saat aku menikah dengan mas amar aku tidak tergoda dan selingkuh adik nya yang kere itu pasti hidup ku tidak semelarat ini. * Gumam rosa dalam hati nya.


Rosa jenuh berada di dalam rumah, dia pun memoles wajah nya dan berganti pakaian yang modis. Setelah selesai dia memesan taksi online dan pergi jalan - jalan ke salah satu pusat perbelanjaan dengan berbekal uang 300 ribu dalam dompet nya.


" Wah sudah lama sekali aku tidak jalan - jalan di mall dan memanjakan diri di salon. Sekarang aku dapat uang darimana kalau harus ke salon untuk makan saja serba kurang. Bisa keluar jalan - jalan ini saja aku sudah beruntung " Gumam rosa sambil terus berjalan menatap baju - baju yang terpajang rapi di setiap toko.

__ADS_1


Kaki nya terus melangkah, dengan mata yang tetap fokus ke arah toko - toko baju. Sampai dia pun menabrak seseorang.


Brukkk...


Hampir saja rosa terjatuh beruntung orang yang di tabrak nya langsung memegangi tubuh rosa. Kalau saja sampai rosa jatuh sudah pasti saat ini dia sudah berada di rumah sakit.


" Maaf " Seru rosa sambil membenarkan posisi berdirinya.


" Iya mbak, lain kali hati - hati kalau berjalan apalagi mbak dalam keadaan hamil " Seru seorang pria .


Deg.


Rosa langsung mendongak kan kepalanya, dia membungkam mulut nya dengan tangan nya sendiri. Betapa terkejut nya dia jika orang yang berdiri di hadapan nya, orang yang sudah dia tabrak adalah mantan suami pertama nya , Rendi.


" Mas rendi " Seru rosa.


" Rosa " Ucap rendi juga tidak kalah kaget seperti rosa.


Semenjak perceraian nya beberapa tahun yang lalu dengan rosa, baik rosa dan rendi belum pernah bertemu. Rendi benar - benar menghilang dari kehidupan rosa, namun rosa masih sering mencari tahu keberadaan rendi lewat teman - teman nya tapi tidak ada hasil nya.


" Kamu apa kabar mas ?" Tanya rosa dengan binar bahagia. Akhirnya dia bisa bertemu dengan rendi, suami yang dulu sangat menyayangi nya dan memanjakan nya.


" Aku baik " Jawab rendi singkat.


" Mas sama siapa ?" Tanya rosa sambil mata nya melihat ke arah sekeliling rendi.


" Mas rendi " Panggil seorang perempuan berjalan mendekat ke arah rendi berdiri.


Mata rosa langsung mencari sumber suara, dia pun terkejut saat mata nya mendapati seorang wanita yang cantik berjalan ke arah rendi. Dia mengenali wanita itu, ya wanita itu adalah Rani mantan istri harun.


* Kenapa rani bisa kenal mas rendi ?* Tanya rosa dalam hati nya sendiri.


" Hai mbak rosa " Sapa rani mengagetkan rosa.


" Haaa... haai juga ran. " Jawab rosa terbata.


Rosa masih penasaran ada hubungan apa antara rani dan rendi. Dia menatap rani dan rendi bergantian, rendi seakan tahu apa yang ada di fikiran rosa dan dia pun menjelaskan siapa rani yang sebenar nya.


" Rosa, kenalkan ini rani. Tentu nya kamu sudah mengenal nya kan ? Rani ini istri ku " Seru rendi memperkenalkan rani sebagai istri nya kepada rosa.


Jdeerrr...

__ADS_1


Wajah rosa seakan tersambar kilatan petir di siang hari , dan jantung nya pum seakan berhenti berdetak. Rosa menggeleng tidak percaya jika rendi sudah menikah, bahkan wanita yang dia nikahi adalah rani.


" Kamu pasti bohong kan mas ?" Tanya rosa mencoba mencari kebohongan dalam wajah rendi.


" Aku tidak pernah bohong. Oh iya Ran, ini rosa wanita yang pernah aku ceritakan pada mu dulu. Rosa inilah mantan istri ku dulu, tentu kamu juga sudah mengenal nya kan ?" Ucap rendi sambil memeluk pinggang rani.


Rani mengangguk dan tersenyum lembut ke arah rendi. Bagaimana pun baik rendi maupun rani sudah menceritakan masalalu nya yang pernah gagal dalam menjalin rumah tangga, dan siapa sangka ternyata wanita yang mereka maksud adalah wanita yang sama. Jadi tadi saat rani mendapati suami nya bicara dengan rosa , rani sudah tidak kaget lagi karena dia sudah tahu semua nya.


" Iya mas aku mengenali mbak rosa kok. " Jawab rani.


" Jadi kalian benar sudah menikah ?" Tanya rosa lebih menyakinkan diri nya.


" Seperti yang aku katakan tadi, jika rani itu istri ku. Kami menikah satu bulan yang lalu, maaf kami sengaja tidak mengundang para mantan. " Ucap rendi menekan kata mantan agar rosa bisa lebih tahu diri lagi.


" Oh iya kehamilan mbak rosa sudah berapa bulan ?" Tanya rani mencoba mengalihkan pembicaraan.


Rosa menatap perut nya yang memang sudah membuncit dan tidak bisa lagi di tutupi. Bahkan dia sendiri hampir lupa jika saat ini dia sedang hamil, itu karena rasa bahagia nya bisa ketemu dengan rendi sampai dia melupakan status nya.


" Sudah jalan 5 bulan " Jawab rosa singkat.


" Mas, bagaimana kalau kita ngobrol nya di sana saja. Tidak enak mengobrol sambil berdiri begini " Ucap rani sambil menunjuk ke arah restoran cepat saji yang ada di dalam mall.


" Tidak bisa sayang, mas malas lama - lama bersama dia. Lebih baik kita pulang saja yuk, pasti ibu sudah menunggu kita. Tapi sebelum pulang kita beli makanan dulu ya untuk di bawa pulang " Ucap rendi menolak ajakan istri nya dengan berdalih malas dengan rosa.


" Ya sudah kalau begitu nanti kita mampir di rumah makan langganan kita saja ya mas. Ibu suka sama masakan disana" Ucap rani lagi.


Rendi mengangguk sambil tersenyum lembut ke arah rani, sedangkan rosa menatap rendi dan rani dengan tatapan tidak suka. Terutama ke arah rani, seperti tatapan penuh kebencian.


* Hebat juga sepak terjang nya si rani, lepas dari mas harun dia bisa mendapatkan mas rendi. Mas rendi mah tajir melintir, jadi menyesal aku meninggalkan nya * Gumam rosa dalam hati nya.


" Mbak rosa maaf ya kami pulang duluan" Ucap rani berpamitan.


" Iya gak apa - apa. " Jawab rosa dengan malas dengan ekor mata nya melirik rendi.


Rendi dan rani pun pergi meninggalkan rosa yang masih saja memandang ke arah mereka. Rosa menatap kepergian rani dan rendi dengan tatapan tidak suka, dia benar - benar tidak menyangka jika rani sudah menikah dengan rendi. Tidak tahu apa penyebab nya mata rosa sudah berkaca - kaca menatap rendi dan rani yang semakin menjauh dengan jemari tangan saling bertautan.


Penyesalan memang datang selalu di belakang, makanya sebelum bertindak itu harus di fikirkan terlebih dahulu dampak dan akibat nya. Jangan memburu kesenangan belaka.


*******


LIKE, KOMEN, VOTE , FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2