
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞
.
Makin hari antara amar dan rosa semakin dekat, setiap pulang kantor amar selalu menyempatkan diri untuk mengantar rosa pulang atau hanya sekedar nongkrong di cafe dekat kantor, mereka sudah seperti sepasang kekasih saja.
Kedekatan amar dan rosa bukan tidak di ketahui oleh diki, diki sudah sering kali mengingatkan amar agar jangan terlalu dekat dengan rosa agar tidak menimbulkan fitnah atau percikan api asmara. Amar hanya mengiyakan saja peekataan diki.
" Kamu ada hubungan apa mar dengan rosa ? Ingat mar , kamu sudah beristri. Jangan kau rusak kepercayaan istri mu mar, wanita kalau sudah di sakiti bisa membalas lebih sakit lagi " Seru diki menasehati amar.
" Kamu tidak usah ngaco deh Dik, aku sama rosa itu tidak ada hubungan apa - apa. Hanya sebatas teman saja, kamu nya saja yang mikir tidak - tidak " Ucap amar membela diri.
" Terserah kamu deh mar yang penting aku sudah mengingatkan mu agar kamu tidak menyesal " Ucap diki yang terlihat sedikit kesal karena amar sama sekali tidak mengikuti nasehat nya.
Amar meneruskan pekerjaan nya yang tertunda tanpa menjawab lagi perkataan diki.
Rosa yang sempat mendengar obrolan antara diki dan amar pun langsung menghampiri diki dan memarahi diki. Rosa beranggapan diki terlalu ikut campur dengan urusan nya.
" Dik, tolong jangan ikut campur urusan ku ! Aku dekat dengan amar bukan urusan mu, urus saja yang menjadi urusan mu. " Seru rosa ketus.
" Rosa, aku tidak bermaksud mengurusi atau ikut campur urusan kalian. Aku hanya tidak ingin hubungan kalian mengarah ke yang lebih jauh, kamu kan tahu amar itu sudah beristri. Aku tahu kamu itu menyukai amar, tapi rasa suka mu itu salah Ros. " ucap diki mencoba membuat rosa menyadari kekeliruan nya.
" Terserah kamu yang penting kamu jangan ikut campur urusan ku dan amar " Jawab rosa ketus lalu pergi meninggalkan diki.
__ADS_1
Diki hanya bisa menggelengkan kepala nya sambil memandang kepergian rosa. Diki hanya kasihan kepada delia, delia wanita yang sabar dan terlalu percaya dengan amar.
* Semoga tidak akan ada yang tersakiti * Gumam diki.
*******
" Mbak delia toko sekarang semakin ramai loh, baru tiga bulan di buka sudah mempunyai banyak pelanggan. Apalagi sekarang kita juga menjual kosmetik yang memang sudah jadi makanan sehari - hari wanita. " Ucap yuni sambil memperhatikan para pelanggan yang sedang memilih barang yang akan mereka beli.
Delia diam tidak menanggapi ucapan yuni, delia memang sedang ada di toko tetapi fikiran nya entah kemana - mana. Delia melamun, dia memikirkan suami nya yang sekarang sudah berubah dan sering telat pulang dengan alasan ada lembur.
" Mbak.. mbak delia " Panggil yuni mengguncang tubuh delia.
" Eh.. yun ada apa ?" Tanya delia kaget.
" Mbak delia melamun ? Aku ajak bicara malah diam saja, lagi mikirin apa sih mbak. Tapi memang benar sih akhir - akhir ini mbak delia kebanyakan diam. Apa mbak delia sakit ?" Tanya yuni.
" Tidak yun, aku hanya memikirkan cara untuk membeli ruko ini. Kemarin yang punya ruko bilang kalau setelah kontrak dua tahun ruko ini habis, ruko nya mau di jual. Kalau ruko ini di jual belum tentu pemilik yang baru mau menyewakan nya dan kalau aku beli duit darimana ?" Ucap delia berbohong tentang apa yang saat ini sedang di pikirkan nya.
" Masih 1 tahun lebih mbak, semangat yuk jangan kasih kendor. Mbak delia pasti bisa, insya allah jika toko terus ramai begini ruko ini bisa mbak delia beli. " Ucap yuni.
" Aamiin... dalam waktu kurang lebih satu tahun setengah aku harus bisa mengumpulkan uang 250 juta agar ruko ini bisa aku beli. Tanah nya juga masih luas bisa untuk menambah bangunan kesamping dan kebelakang. " Ucap delia mulai terhibur dengan obrolan nya bersama yuni.
Saat delia dan yuni sedang asik dan serius berbincang, tiba - tiba rombongan keluarga suami nya masuk ke dalam toko dan menghampiri delia yang sedang duduk berdua dengan yuni.
" Hai delia... !" Panggil tini dengan sombong nya.
" Eh.. mbak tini, ibu , rani. Mau belanja ? " Ucap delia mencoba untuk ramah karena bagaimana pun mereka adalah pelanggan.
" Ya jelas dong kami mau belanja , tidak tahu apa kalau kami baru saja mendapatkan uang alias rejeki nomplok dari suami mu. Kami masing - masing dapat 1 juta loh dari amar, kata nya uang untuk kami jajan. Amar kan baru saja dapat bonus masak sih kamu tidak tahu " ucap tini dan di angguki oleh ibu siti dan rani.
" Oh mas amar habis dapat bonus, baguslah. Mungkin bagian ku nanti saat mas amar pulang kerja, maklumlah aku kan tidak punya rwkening jadi tidak bisa di transfer " Ucap delia berbohong.
__ADS_1
Ibu siti tidak terima saat delia mengatakan soal uang bagian nya. Dia berfikir jika bagian delia pasti akan lebih besar. Dan setahu ibu siti jika delia sudah mengambil jatah separuh uang gaji amar.
" Enak banget ya jadi kamu del, uang anak ku bisa nya kau habiskan. Kamu itu seharus nya berfikir biarlah uang amar itu di tabung dan untuk ibu nya, kamu kan sudah bekerja jadi tidak perlu lagi meminta uang amar. Lagi pula selama ini kamu sudah menguasai uang gaji amar" Ucap ibu siti tanpa tahu kenyataan yang sebenar nya.
Sudah tiga bulan berjalan delia tidak di berikan nafkah oleh amar, amar benar - benar mengabaikan kewajiban nya. Sekarang dia beralasan karena delia sudah bekerja dan uang nya di pinjam teman.
" Oh iya bu " Jawab singkat delia.
" Mbak rina berapa sih gaji jadi pelayan toko disini ? Kira - kira sama gaji PNS besar mana ? Kalau gaji jadi pelayan toko kecil mendingan mbak kerja sama aku saja, jadi pembantu di rumah kami nanti aku kasih bayaran 1 juta sebulan. Lumayan kan 1 juta itu sudah besar loh " Ucap rani yang ternyata ikut menghina dan merendahkan delia, tidak ada hormat nya sama sekali dengan kakak ipar.
" Wah benar kamu Ran, kebetulan rumah kita kan tidak ada pembantu. Kasihan dong tangan - tangan mulus kita kalau harus mengerjakan pekerjaan rumah. Bisa rusak kuku - kuku cantik ku. " Ucap tini menambahi.
Seminggu setelah menikah rani langsung di boyong kerumah suami nya. Lebih tepat nya rumah ibu siti, entah bagaimana keadaan rumah ibu siti sekarang. Semenjak ada rani, delia tidak pernah datang ke rumah mertua nya lagi.
" Terimakasih atas tawaran nya, tapi dari pada bekerja jadi pembantu kalian aku lebih memilih menjadi pengangguran saja. Jadi pengangguran lebih baik daripada bekerja sebagai pembantu di rumah keluarga suami ku sendiri. " Ucap delia.
" Hai.. dasar menantu kurangajar kamu ya. !! Lihat saja aku akan membuat mu di ceraikan amar !!" Ucap ibu siti
Deg
Delia langsung terdiam, sebegitu benci nya ibu mertua nya hingga mengharapkan perceraian antara rumah tangga delia dan amar.
" Bu , Setiap ucapan itu adalah doa. Apalagi ibu sebagai orang tua nya mas amar. " Seru delia.
" Aku justru bersyukur amar menceraikan mu ! Biar amar mendapatkan istri yang berpendidikan dan bukan wanita miskin dan rendahan seperti mu. Kamu itu istri yang bisa nya menghabiskan uang anak ku, DASAR ISTRI PARASIT !!" Teriak ibu siti.
Braakk....
*******
Tetap dukung karya author ya kak 🙏 LIKE , KOMEN , VOTE , FAVORITE , DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 YA KAK 🙏❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏