
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Saat amar dan diki masuk ke dalam rumah, mereka terkejut karena keadaan rumah berantakan. Mainan anak diki tabur dimana-mana dan barang yang ada di ruang tamu juga berserakan. Amar dan diki saling melempar pandang, mereka heran dengan keadaan rumah.
" Kenapa bisa seperti kapal pecah begini mar?" Tanya diki heran.
" Mana aku tahu dik " Jawab amar singkat.
Amar mencoba mencerna kejadian demi kejadian dan dia pun baru ingat jika beberapa hari yang lalu asti juga pernah membuat rumah kontrakan nya berantakan. Amar pun menyimpulkan jika semua ini pasti ulah perbuatan asti.
" Apa asti habis mengamuk ?" Seru amar pelan tapi masih bisa di dengar oleh diki.
Dari arah kamar asti keluarlah ajeng dan ibu nya secara bersamaan.
" Amar , diki sudah pulang ?" Tanya ibu jujuk kaget karena sudah mendapati diki dan amar di tengah - tengah ruang tamu.
" Apa yang terjadi bu? Apa asti mengamuk ?" Tanya amar.
Huufft...
Ibu jujuk menghela nafas dengan berat dan sambil menganggukkan kepala nya. Dia tidak mau berbohong kepada amar, lagi pula amar juga sudah tahu bagaimana asti.
" Sekarang mana asti bu?" Tanya amar khawatir.
" Mbak asti tidur mas, tadi kami kasih dia obat penenang." Ajeng yang menjawab pertanyaan amar.
__ADS_1
" Ibu tidak tahu harus bagaiman lagi menghadapi asti mar, dia terus marah - marah sambil menangis. Dia bilang kamu selingkuh, dia bisa mengamuk seperti ini karena tadi dia mau menjual rumah ini mar dan ibu tidak memberi izin, walaupun rumah ini hak dia tapi bukan berarti dia bisa menjualnya, apalagi hanya untuk memenuhi gengsi nya." Ucap ibu jujuk.
Rumah memang sudah hak asti sedangkan ajeng sudah di berikan sebidang tanah yang cukup luas. Rencana nya tanah itu mau ajeng bangun rumah, tapi menunggu tabungan terkumpul.
" Memang nya buat apa mbak asti mau jual rumah bu ?" Tanya diki yang juga ingin tahu.
" Buat beli mobil dan beli barang - barang yang dia inginkan. Tadi dia melihat teman nya uploud mobil baru di sosial media nya. " Jawab ibu siti.
" Bu, rumah ini memang hak nya mbak asti. Kalau mbak asti mau menjualnya tidak masalah,aku dan ajeng akan pindah dari sini dan mengontrak. Kami tidak mau gara - gara ini mbak asti jadi membenci kami, biarlah di jual sama mbak asti bu " Ucap diki dan di angguki oleh istri nya.
" Tidak diki.. rumah ini memang hak nya asti, tapi tidak untuk di jual. Bapak memang memberi rumah ini untuk anak tertua, dengan catatan rumah tidak boleh di jual selagi ibu masih hidup. Asti juga menginginkan rumah baru, untuk apa rumah baru kalau dia sudah punya rumah ini? Iri dengki nya itu yang tidak hilang-hilang di tambah suka mengamuk, ibu pasrah sama kamu mar. Mau kamu apakan asti ibu paseah, mau kamu masukan ke RSJ ibu tidak masalah. " Ucap ibu jujuk yang terlihat rapuh dan pasrah dengan keadaan asti.
Amar sendiri juga tidak tahu harus bagaimana, ibu sendiri saja sakit-sakitan di tambah istri nya yang sakit karena ulah kedengkian sang istri.
" Mungkin kita bawa asti berobat dulu bu " Jawab amar singkat.
" Mas amar, mbak asti itu ingin mempunyai segala nya dan dia juga treopsesi dengan mbak delia. Sebelum mengamuk tadi dia bercerita ingin mempunyai usaha sendiri, rumah, mobil dan yang lain nya. Setelah itu baru dia mengamuk tidak jelas, seperti orang gila. Pada dasar nya memang dia gila sih " Seru asti yang mendapat cubitan kecil dari diki.
" Nanti kita bicarakan lagi, sekarang kalian mandi setelah itu kita sholat dan makan malam. Kekacauan ini nanti kita berskan sama - sama. Ajeng ambil anak mu tempat nya bu Rt, tidak enak ini sudah malam " Seru ibu jujuk.
Ajeng tadi menitipkan anak nya ketempat ibu Rt, dia takut jika asti akan melukai anak nya. Asti mengamuk tidak terkendali, sampai ajeng dan ibu nya terpaksa memberikan asti obat penenang.
*******
" Nanti setelah menikah dengan pak hartawan mama akan tinggal dengan pak hartawan ?" Tanya delia kepada mama mertua nya.
Delia dan mama mertua nya sedang bersantai di ruang keluarga bersama dengan dua anak kembar nya, juga ada mbak novi yang menemani si kembar. Sedangkan juna ada di ruang kerja nya, menyelesaikan pekerjaan yang dia bawa pulang.
" Iya sayang, tapi kamu jangan khawatir mama pasti akan sering - sering datang kesini untuk menjenguk dua cucu oma ini " Ucap mama silivi sambil mencium hana dalam pangkuan nya.
" Iya ma, tapi janji loh sering - sering datang kesini. Kalau mama tidak bisa kesini delia juga bisa kok ke rumah mama " Jawab delia tersenyum.
Delia tidak mungkin untuk mencegah mertua nya, bagaimana pun mertua nya akan mempunyai suami dan sudah pasti akan tinggal dengan suami nya. Mama silvi memang mertua delia , tapi delia tidak menganggap nya sebagai mertua. Delia sudah menganggap mama silvi sebagai ibu kandung nya sendiri.
__ADS_1
" Mbak novi kalau haikal sudah tidur bawa ke kamar saja tidak apa - apa, mbak juga istirahat. Biarkan hana disini sama kami, lagi pula hana juga belum tidur. " Seru delia yang melihat haikal sudah tertidur.
" Tapi beneran tidak apa - apa bu " Jawab novi ragu -ragu.
" Iya tidak apa - apa " Jawab delia pasti.
Novi pun membawa haikal ke dalam kamar dan menidurkan nya. Sementara dia juga masuk ke kamar nya untuk beristirahat.
" Kalau mama menikah kamu tidak mau menambah pengasuh lagi del ?" Tanya mama silvi.
" Tidak ma, cukup mbak novi saja . Lagi pula aku kan tidak setiap hari ke toko ma, ke toko juga sebentar saja. Tapi tidak tahu juga nanti ma, kalau delia memang sibuk mungkin nambah satu lagi ma " Jawab delia sambil nyegir kuda.
" Iya nanti kabari mama saja ya, biar mama yang cari pengasuh nya lagi. " Ucap mama silvi.
" Ok ma..Oh iya ma, mama sudah memberitahu ibu siti kalau mama mau menikah dengan pak hartawan.?" Tanya delia ingin tahu.
" Besok mama berencana ke rumah siti, mama mau menjenguk nya sekalian memberitahu nya. Mau seperti apa buruk nya siti di masalalu, dia tetap mama anggap teman mama dan berkat dia juga mama bisa bertemu dengan hartawan. " Ucap mama silvi.
Mama silvi terdiam sesaat, sepertinya ada yang mengganjal dalam fikiran nya. Delia tahu dari perubahan raut wajah mama silvi tapi dia tidak tahu masalah apa yang sedang di fikirkan oleh mama mertua nya.
" Mama kenapa ?" Tanya delia.
" Mama kasihan sama siti del, dia sudah tidak bisa berjalan, penyakit nya pun semakin menggerogoti tubuh nya. Mama dan hartawansudah menawarkan pengobatan ke luar negeri tapi siti menolak nya, karena menurut nya hidup nya tidak akan lama lagi dan tidak mau membuang - buang uang . " Seru mama silvi terlihat sedih.
" Kok ibu tau umur nya tidak lama lagi?" Tanya delia heran.
" Dokter memprediksi siti hanya bisa bertahan kurang lebih satu tahun " Jawab mama silvi
Delia terhenyak dia benar - benar terkejut dengan apa yang barusan dia dengar dari mama mertua nya. Ibu siti yang dulu sangat sombong, angkuh dan sangat membenci nya kini mengidap pentakit yang mematikan bahkan dokter sudah memprediksi hidup nya tidak lama lagi.
* Ya Allah... ternyata sakit nya ibu sudah separah ini. Aku mengira jika itu masih tahap awal dan bisa untuk di sembuhkan. Semoga Allah menganggakat pentakit mu bu, doa ku selalu terbaik untuk kesembuhan mu * Gumam delia dari dalam hati nya.
********
__ADS_1
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤