
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
" Apa ? Menikah ? " Seru amar kaget saat mengetahui delia akan menikah dalam waktu dekat ini.
Amar mendatangi rumah delia tapi rumah dalam keadaan kosong, lalu dia pun pergi ke toko delia. Dan ternyata delia pun tidak ada di toko. Kabar yang di dapat dari karyawan toko jika delia sedang mengurus persiapan pernikaham nya.
" Iya mbak delia dalam minggu ini akan segera menikah. Tapi saya tidak tahu akan di laksanakan dimana " Ucap karyawan toko berbohong.
Sebenar nya karyawan toko sudah tahu kapan dan dimana pernikahan akan dilaksanakan tetapi mereka tidak memberitahu amar , karena delia sudah berpesan agar jangan memberitahu amar dan keluarga nya.
" Sama siapa delia menikah? " Tanya amar ingin segera tahu lelaki yang akan menikahi delia.
" Saya tidak tahu pak" Jawab karyawan serius. Karena dia memang belum tahu calon suami delia.
" Kamu jangan bohong !!" Bentak amar marah.
" Saya tidak bohong, karena saya memang tidak tahu. " Jawab karyawan.
Amar mendengus kesal dan pergi meninggalkan toko milik delia. Di parkiran dia mencoba menghubungi delia tetapi tidak bisa.
" Sialan pasti delia sudah memblokir nomor telepon ku. Ini tidak bisa di biarkan, aku harus mencari tahu dimana delia menikah dan sama siapa. " Seru amar kesal sambil memukul - mukul jok motor nya.
Amar pun pulang ke rumah ibu nya untuk memberitahu ibu nya jika delia akan menikah. Dia ingin meminta solusi kepada ibu nya, bagaimana pun dia tidak rela delia menikah dengan pria lain.
Sesampai nya di rumah ibu nya, amar langsung memarkirkan motor nya. Dan langsung masuk ke dalam rumah dengan berteriak memanggil ibu nya.
" Ibu... Ibu " Teriak amar memekik memanggil ibu nya.
Ibu siti yang sedang menonton televisi pun langsunv menghampiri amar.
" Ada apa sih mar? Teriak - teriak tidak jelas seperti di hutan saja. Ini rumah mar bukan hutan" Ibu siti memarahi amar.
" Jangan teriak - teriak kenapa mar, ganggu orang tidur saja. Baru juga sejam aku tidur sudah kebangun karena teriakan mu ," Ucap tini yang ikut memarahi amar.
Amar duduk di sofa dan tidak memperdulikan omelan dari ibu dan kakak nya. Kepala ny benar - benar pusing mengetahui delia yang akan segera menikah. Dia berniat ingin menggagalkan pernikahan delia.
" Delia akan segera menikah bu " Ucap amar dengan suara lemah.
__ADS_1
" Kamu serius mar?" Tanya ibu siti dan tini bersamaan.
Kini ke dua nya sudah duduk tepat di samping kiri dan kanan amar. Mereka langsung kaget saat amar mengatakan jika delia akan menikah.
" Aku serius bu. Aku tahu dari karyawan toko delia langsung. Karena aku mencari delia ke rumah dan ke toko delia tidak ada, dan karyawan nya bilang delia sedang sibuk menyiapkan pernikahan." Ucap amar sambil menundukkan kepalanya.
" Ini tidak bisa di biarkan, enak saja dia menikah dan melupakan kita. Dulu saat masih menjadi istri mu dia wanita yang kampungan dan miskin, bahkan dia menutupi dari kita jika dia punya toko. Sekarang saat sudah berhasil dia tidak mau kamu ajak rujuk, enak banget dia di saat susah nya dia numpang hidup sama kamu. Sekarang dia melupakan mu " Seru ibu siti.
Pemikiran yang sama sekali tidak masuk akal, yang nama istri itu sudah menjadi kewajiban suami untuk menafkahi nya. Tidak ada kata numpang hidup dengan suami. Ibu siti juga terlihat tidak suka dengan kabar pernikahan delia.
" Bagaimana kalau kita gagalkan pernikahan nya " Ucap tini memberi ide gila.
" Iya betul kita gagalkan saja mar " Ibu siti menyetujui saran tini.
" Tapi masalah nya amar tidak tahu kapan delia menikah dan akan menikah dimana nya. Kalau amar tahu sudah pasti amar akan menggagalkan nya, aku tidak rela delia bahagia bersama pria lain.
Mereka bertiga pun terdiam dan memikirkan rencana selanjut nya untuk menggagalkan pernikahan delia .
" Harun mana bu ?" Tiba - tiba amar menanyakan harun karena sedari tadi dia tidak melihat harun. Karena memang hari ini hari minggu tidak mungkin harun bekerja .
" Ibu tidak tahu dia sudah keluar dari tadi jam 8 pagi. Rani pun sekarang kalau pagi ikut ibu nya dagang di pasar,pulang saat sore hari saja. " Ucap ibu siti .
Perasaan amar ada yang tidak beres, kenapa pergi nya harun bisa samaan jam nya dengan saat rosa keluar rumah tadi pagi.
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di rumah orang tua mona saat ini sedang di laksanakan prosesi ijab qabul. Tepat nya ijab qabul juna dan delia. Atas saran dari orang tua mona , pernikahan delia di laksanakan di rumah orang tuan mona.
Sah.
Sahhhhh.
Suara para saksi dan orang yang menyaksikan prosesi ijab qabul itu pun menggema di ruangan. Kini delia sudah resmi menjadi istri Juna.
" Nak juna tolong sayangi delia, jangan kamu sakiti dia. Delia ini yatim piatu dan sudah om anggap anak om sendiri. " Seru om irwan sambil menepuk pundak juna.
" Iya om. Aku akan selalu membahagiakan delia sampai kita sama - sama menua. " Jawab juna.
Om irwan memeluk juna.
" Selamat ya sahabat terbaik ku. Akhirnya sah menjadi Nyonya Juna prastio, semoga kamu selalu bahagia dan segera di beri momongan. " Ucap mona sambil memeluk delia penuh haru.
" Aamiin terimakasih ya mon. " Seru delia dengan mata yang berkaca - kaca.
* Terimakasih ya Allah.. engkau telah mengirimkan orang - orang baik dalam hidup ku. * Gumam delia dalam hati.
Para kerabat dan para tetangga yang ikut hadir juga ikut mengucapkan selamat kepada delia dan juna. Mereka juga turut bahagia dengan pernikahan ke dua mempelai.
__ADS_1
" Mama sangat bahagia akhirnya mama bisa melihat mu menikah dengan wanita sebaik delia. Kamu harus menyayangi nya , jangan kamu sakiti dia. Jika kamu menyakiti nya sama saja kamu menyakiti mama Jun " Ucap mama silvi penuh haru sambil memeluk juna dengan erat.
" Ma,jangan menangis dong. Juna kan sudah menikah,seharus nya mama tersenyum bahagia tapi ini malah menangis " Ucap juna sambil mengusap air mata mama nya dengan lembut.
Delia juga ikut terharu melihat interaksi antara juna dan mamanya. Betapa sayang nya juna dengan sang mama.
" Aku akan selalu menyayangi delia ma itu janji juna kepada sang pencipta " Ucap juna menyakinkan mama nya.
Acara pernikahan pun selesai, dan kini tinggal keluarga juna saja yang tinggal di rumah om irwan. Om irwan menawarkan agar juna dan yang lainnya menginap di rumah nya, tetapi juna menolak nya. Tentu saja juna menolak nya tidak mungkin dong dia mau malam pertama di rumah orang.
" Dia mau malam pertama pa jadi dia tidak mau ada yang mengganggu " Ucap heri yang tahu isi fikiran juna.
" Apaan sih lo " Jawab juna salah tingkah.
" Ngaku saja dech, tidak perlu malu - malu kucing " Goda heri.
Juna semakin salah tingkah, apa yang di ucapkan heri memang benar sih. Tapi tidak harus bicara di depan orang ramai juga dong pak komandan.
* Sialan si heri ini, bikin aku malu saja. Lihat - lihat sikon dong her kalau bicara masak ngomongin malam pertama di depan para orang tua begini, tensin dong her * Gumam juna dengan geram.
" Terimakasih pak irwan dan ibu, kami sudah merepotkan kalian sekeluarga. Berhubung besok masih ada pekerjaan yang mendesak, kami pulang saja. Nanti kapan - kapan kami pasti akan menginap disini " Ucap mama juna akhirnya ikut bicara.
" Sama - sama jeng. " Jawab mama mona.
Setelah berpamitan juna, mama juna dan delia pun pulang ke daerah X dimana rumaj juna dan delia ada disana.
" Kita mau pulang ke rumah siapa ini ?" Tanya mama juna.
Juna dan delia saling pandang, mereka juga bingung mau pulang ke rumah siapa. Karena mereka sama - sama punya rumah sendiri.
" Ke rumah mas juna saja " Jawab delia, bagaimana pun kini dia sudah menjadi istri juna jadi lebih pantas dia pulang ke rumah suami nya, apalagi ada ibu mertua yang harus mereka jaga.
" Kalian pulang ke rumah delia saja. Malam pertama loh biar tidak ada yang mengganggu. Di rumah mama kan ada mbak warsi jadi mama tidak sendirian " Ucap mama juna sambil memainkan mata nya.
Tanpa menunggu persetujuan istri nya, juna langsung menyetujui saran dari mama nya. Karena memang ini yang dari tadi juna tunggu. Ternyata mama juna pengertian juga.
******
SELAMAT UNTUK DELIA DAN JUNA 🥰🥰🥰
TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK 🙏
LIKE , KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏🥰❤
TERIMAKASIH 🙏🙏🥰❤
__ADS_1